
"Pagi" Sapa chyntia dengan penuh wibawa sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja kaca
"Pagi direktur" hampir serempak di jawab oleh peserta rapat yang datang pagi itu. Rapat kali ini sedikit lenggang karena sebagian pergi dinas keluar.
Setiap awal minggu tepatnya hari senin selalu ada rutinitas yang wajib yakni rapat mingguan, di moment inilah para manager area serta kepala bagian selalu dapat bertemu dan mengeluarkan ide ide yang mereka miliki serta mendiskusikan segala hal yang berhubungan dengan masalah pabrik.
"Manager Son bagaimana dengan hasil penjualan kita seminggu ini" tanya chyntia dengan penuh harap.
" Seminggu ini kita hanya mampu menjual 1 juta botol susu saja..! tidak ada yang berubah dari minggu sebelumnya." jawab sony singkat.
Sony Hua adalah manager bagian penjualan yang sudah bekerja di pabrik ini sejak awal berdiri. Ia menjadi orang yang di segani karena termasuk orang lama dan menjadi ujung tombak penjualan barang di pabrik Go Fresh Milk Ltd. karena status itulah beberapa tahun ini sikapnya menjadi seolah ia yang paling di pentingkan, karena di pikirannya kalau tidak ada dia siapa yang akan bisa menjual produk dari Go Fresh Milk Ltd.
" Apakah tidak bisa menjual lebih.? kalau begini terus bagaimana kita akan maju." jawab chyntia dengan kesal
"Direktur..!!! Mampu mempertahankan penjualan seperti minggu kemarin saja itu sudah untung..! kamu tahu tidak semakin banyak pesaing yang datang dengan teknologi canggih dan menghasilkan produk susu yang modern." jawab sony ketus tanpa melihat ke arah chyntia duduk.
" Aku tau itu.!! tapi apa kamu tidak punya cara untuk menaikkan penjualan kita..? kamu bukanlah orang baru di dunia bisnis ini kan.?" tanya chyntia lagi dengan masam.
" Terus mau bagaimana lagi aku harus berusaha..! seandainya sejak dulu direktur mau mengikuti saran saya, pasti akan beda lagi ceritanya..!!" jawab sony sambil melirik ke arah chyntia
Mengubah pengolahan susu tradisional menjadi modern itulah yang Sony maksud karena baginya pengolahan susu tradisional sangatlah kuno dan tidak dapat menaikkan gengsi kalau ia berkumpul dengan sesama manager perusahaan lain.
Tapi bagi chyntia pengolahan tradisional inilah yang menjadi ciri khas dari pabrik yang dia miliki saat ini, bukan hanya karena nilai gizi yang tinggi tapi ini sudah jadi warisan turun temurun dari keluaga Rey.
"Baiklah, aku harap Manager sony dapat menjaga penjualan kita di minggu depan." jawab chyntia mengalah, karena ia tidak ingin berdebat terlalu lama karena ia tahu hasil akhir dari perdebatan ini
" Itu sudah pasti direktur" Jawab Sony tersenyum sinis, dalam hati Sony merasa ialah pemenang sesungguhnya di pabrik ini bahkan direktur saja tak berkutik di depannya.
"Kepala Zein bagaimana keadaan produksi di pabrik kita" Tanya chyntia dengan ekspresi dingin
" Produksi kita baik baik saja, setiap pesanan yang di butuhkan selalu terpenuhi " Jawab Kepala Zein dengan santai.
Kepala Zein berpenampilan separuh baya dengan rambut sedikit putih dan botak karena faktor umur yang sudah tidak muda lagi. Ia telah di percaya oleh pabrik ini selama bertahun tahun bahkan sejak pabrik ini masih di pimpin oleh Charles Rey yang tak lain ayah Chyntia, karena itu ia benar benar percaya kepada Zein.
"Tapi...!!!" ucap Kepala Zein dengan rasa ragu ragu
"Sapi perah kita ada yang mati lagi direktur..! setidaknya ada dua ekor minggu ini.." jawab Kepala Zein dengan penuh cemas.
"Apa..? Mati lagi..? bulan lalu sudah tiga ekor sekarang dua lagi..!" tanya Chyntia dengan ketidakpercayaan.
" Semua ini karena kondisi peternakan kita yang tidak layak..! banyak fasilitas yang sudah rusak. terpaksa kita merawat mereka seadanya..!" Jawab Kepala Zein tanpa mendongakkan kepala. Ia merasa tidak enak dengan atasannya tersebut karena hal ini walau ia tahu tidak sepenuhnya karena salahnya.
"Hahahhaha....!!! Kepala Zein apakah sapi sapi kita ini terlalu manja atau memang penggembala kita yang tidak becus mengurusnya..!!" Tanya Sony dengan penuh cemoohan kepada Kepala Zein.
"Apa kamu bilang..!!" jawab Kepala Zein
"Seandainya kamu bisa menaikkan penjualan kita pasti tidak akan ada kejadian seperti ini." timpal Kepala Zein
" Kauu..!!! coba katakan lagi..! apa kamu kira aku tidak bekerja selama ini.? " jawan Sony marah.
" Berhenti bertengkar kalian.. apa tidak ada yang bisa kalian lakukan selain bertengkar di saat rapat..? " Chyntia mencoba menghentikan pertikaian mereka dengan nada tinggi bahkan terlihat marah karena terbawa suasana mereka. Chyntia tau di antara bagian produksi dan penjualan tidak pernah sejalan dan hal ini semaki membuat ia pusing.
"Kalau tidak ada lagi yang perlu di bicarakan kita tutup sampai di sini." Kata Chyntia singkat.
" Baiklah direktur kalau begitu aku mohon permisi..! " dengan nada merendah Sony keluar, tapi ketika ia membuka pintu ia berhenti dan menoleh ke arah Kepala Zein
" Oh iya Kepala Zein, Titip salam kepada istri istri tercinta mu yang kamu rawat setiap hari. Jagalah jangan sampai ada yang mati lagi.. hahahaha...!" Ucap Sony dengan nada sindiran sambil keluar dan menutup pintu.
Tentu saja yang ia maksud istri Kepala Zein ialah sapi perah milik perusahaan Go Fresh Milk Ltd.
" Tak tau malu" jawab Kepala Zein pelan sambil mengepalkan kedua tangan pertanda ia marah.
" Kepala Zein, nanti setelah makan siang ikut aku ke peternakan, aku ingin melihat langsung kondisi disana." Ucap Chyntia ramah, ia tau Kepala Zein sedang marah, ia pun berusaha mengalihkan topik agar Kepala Zein bisa sedikit tenang.
"Ah.. Baiklah direktur akan saya temani" Jawab Kepala Zein sedikit kaget karena lupa di sampingnya masih ada Chyntia.
"Kalau begitu saya permisi dulu " Ucap Kepala Zein sambil membungkuk menunjukkan hormat kepada Chyntia
Dalam ruangan Chyntia masih belum beranjak dan merasa lega karena rapat usai. Ia merasa rapat seperti ini baginya adalah neraka. Dengan beban yang terkumpul akhirnya ia beranjak kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pengecekan kinerja selama seminggu ini.