
Setelah menelusuri padatnya kota tokyo akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan megah tepatnya di sebuah hotel di pusat kota tokyo, Narita Hotel tertulis jelas di depan gedung yang menjulang tinggi tersebut, dengan sigap sang penjaga pintu membukakan pintu mobil mereka dan menyambut mereka dengan hangat "Selamat Datang" ucapnya
Mereka langsung masuk ke dalam loby hotel dan segera menuju ke resepsionis untuk memesan kamar "Paman, Bibi aku memesan 4 kamar VIP untuk kita" jawab kevin sombong karena mereka melihat papan tertulis dengan jelas di meja resepsionis harga tiap kamar VIP sekitar 1,5 juta semalam.
Bagi tommy berapapun harga kamar tidaklah penting karena ia hanya tinggal menikmatinya saja tanpa harus berfikir untuk membayar uangnya.
Mereka langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan segera istirahat sebelum memulai liburan mereka di tokyo. Kamar chyntia dan tommy berhadapan sedangkan kamar kevin dan orang tua chyntia di sisi sampingnya.
"Kriing..." terdengar hp tommy berdering dan terlihat sebuah nama muncul yang tak lain adalah chyntia, melihat chyntia yang menghubunginya dengan segera tommy mengangkatnya "Hallo sayang, sudah kangen?" goda tommy
Tentu saja chyntia tidak setuju dengan panggilan tommy saat itu yang menganggapnya ia adalah kekasihnya "Sayang nenekmu" jawab chyntia kesal.
"Ingatlah kamu janji menjadi pacarku jika masih di jepang" kata tommy mengingatkan
"Sudahlah jangan ribut bantu aku sebentar" kata chyntia yang menyuruh tommy untuk datang ke dalam kamarnya
Dengan segera tommy membuka pintu kamar dan di ikuti oleh chyntia yang membuka kamar, setelah tommy masuk dengan segera chyntia menutup kembali pintu kamarnya berharap tidak akan ada yang melihatnya, dengan segera chyntia mengatakan kepada tommy tentang hal yang membuat memanggilnya kesana "Tommy bantu aku menyalakan air panas ini" sambil menunjuk ke arah shower yang tergantung di atas
Dengan menepuk dahinya sendiri, tommy merasa lucu dengan tingkah laku chyntia yang ternyata belum tahu cara menggunakan fasilitas hotel yang mewah tersebut "Dasar anak ayam" hardik tommy merasa lucu
Dengan segera chyntia mengangkat tangan berusaha memukul ke arah tommy namun karena kondisi lantai yang licin dengan tidak sengaja chyntia hilang keseimbangan dan jatuh ke depan hendak membentur pintu kamar mandi, dengan refleks tangan tommy menahan tubuh chyntia dan tidak sengaja mendarat di area yang seharusnya tidak dapat di jamah oleh sembarangan orang. Tommy sedikit merasa aneh dengan sensasi yang di rasakan oleh tangannya saat itu dan berusaha menebak apa yang sedang ia pegangi saat itu.
Dengan cepat chyntia berdiri tegap dan menjadi malu namun sangat kesal dengan kejadian barusan, sengaja atau tidak ia tidak peduli lagi karena merasa ia telah di lecehkan oleh tommy, dengan segera ia mengambil handuk di gantungan dan segera memukul tommy dengan membabi buta "Dasar mesum" kata chyntia sambil mengejar tommy yang pastinya lari dari jangkauan chyntia.
Mereka berlarian di dalam kamar seperti seorang anak kecil "Sayangku maafkan aku tidak sengaja" kata tommy mencoba menjalaskan.
"Lelaki brengsek" ujar chyntia tidak peduli
Entah seberapa gesit chyntia namun masih tidak dapat menangkap sosok tommy yang bagaikan belut, dengan putus asa chyntia berhenti dan terengah-engah kehabisan nafas "Awas kalau kamu sampai tertangkap akan ku cincang seperti **** gulung" kata chyntia kesal
"Salah sendiri kamu jatuh" bela tommy yang ikut berhenti setelah melihat chyntia kehabisan nafas.
Dengan santai tommy menuju kamar mandi dan melihat jika shower hotel kamar VIP lebih modern dan terlihat ada sebuah layar yang tertempel di sana dengan sedikit kalimat tommy menjelaskan jika ia hanya perlu memencet tombol "Hot" jika ingin mengeluarkan air panas dan "Cool" jika ingin air dingin segar.
Sampai di sini tommy bertanya apa chyntia sudah paham "Sudah menegerti?" tanya tommy
Dengan masih terengah-engah chyntia menyuruh tommy keluar "Sudah keluarlah aku ingin mandi" kata chyntia kesal
Tanpa pikir panjang chyntia melihat sepatu hak tinggi di sampingnya kemudian ia ambil dan bersiap untuk melempar ke arah tommy, melihat gerakan chyntia yang akan melemparnya tommy langsung membuka pintu dan langsung keluar.
"Wanita liar" umpat tommy dalam hati yang kemudian ia langsung menuju kamarnya untuk segera mandi karena ia juga merasa tidak nyaman dengan keringat yang keluar akibat berlarian di kamar chyntia tadi.
Jam menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat dan mereka telah siap di loby hotel menunggu mobil jemputan mereka untuk memulai tur singkat mereka di tokyo. mobil yang di tunggu telah tiba dan mereka tanpa menunggu lagi langsung mereka masuk dan seketika mobil langsung meluncur menyusuri jalan kota tokyo yang tidak terlalu macet saat itu.
Mereka seharian mengunjungi berbagai macam destinasi wisata yang ada di sana mulai istana Kekaisaran Tokyo, Kuil Yasukuni, Tokyo Tower dan lainnya hingga destinasi terakhir mereka sampai di Sensoji, sebuah kuil budha kuno yang terkenal di tokyo, selama perjalanan tak henti-hentinya kevin bercerita kesana kemari membahas semua destinasi yang mereka kunjungi seolah ia paling tahu semuanya.
Mendengar ocehan kevin, tommy hanya tidur nyenyak di mobil karena ia tidak tertarik sedikitpun oleh ceritanya. Saat mereka berjalan-jalan di kuil tersebut mereka tidak sadar ada seorang penguntit yang sedang mengincar tas yang di bawa oleh sandra.
Dengan hati-hati penguntit tersebut mendekati sandra dan memperhatikan celah yang akan datang untuk membuatnya mulai beraksi. Dengan berjalan tergesa-gesa pria tersebut mencoba mendekati sandra.
Tommy yang sudah terlatih dengan segera menyadari gerak gerik dari lelaki tersebut, saat lelaki tersebut mencoba meraih tas sandra dengan cepat tommy memegang tangan yang mengarah ke tas tersebut dan dengan gerakan memutar tommy langsung mematahkan tangan lelaki tersebut.
"Ahhhhh" teriak lelaki tersebut dengan keras. membuat semua orang di sana langsung melihat tommy, begitu juga dengan kevin dan chyntia. "Apa yang kamu lakukan" kata kevin kesal melihat tommy yang tidak tahu apa sebabnya mematahkan tangan lelaki tersebut.
"Apa kamu sudah gila?" tanya chyntia kepada tommy
Lelaki tersebut dengan kesakitan mencoba mengambil kesempatan tersebut untuk memutar balikkan fakta "Kamu orang gila, aku tidak akan melepaskanmu, Polisi....!!!"teriak lelaki tersebut ke arah sekelompok polisi yang sedang berjaga di sekitar sana.
Sesaat kelompok polisi tersebut segera menuju pusat perhatian tersebut dan langsung bertanya apa yang sedang terjadi "Apa yang kamu lakukan" tanya seorang polisi tersebut.
Dari tadi tommy yang hanya diam dan tidak berbicara kemudian membuka mulutnya "Ia seorang pencuri, jadi aku melumpuhkannya" jawab tommy.
Tentu saja lelaki tersebut tidak mau tertangkap basah dan mencoba membela dirinya "Orang ini gila petugas, ia mematahkan tangan q tanpa sebab" jawab lelaki tersebut mencoba mempengaruhi polisi yang sedang mengepung mereka.
"Pak polisi ini hanya salah paham" kata charles mencoba meluruskan masalah karena ia tahu tommy tidak akan melakukan hal yang kejam tanpa sebab. "Tommy apa yang terjadi cepat jelaskan" kata charles mencoba meyakinkan apa yang terjadi
Polisi tersebut bertugas menjaga keamanan dan kenyamanan para turis yang datang tentu saja tidak ingin membuat hal ini semakin berkembang dan menganggu kenyamanan pengunjung yang lain. mereka pun langsung membawa tommy dan lelaki terasebut menuju kantor komando di sekitar area terasebut "Kalian semua ikut aku ke kantor" kata seorang polisi yang terlihat punya pangkat yang lebih tinggi di sana.
"Tapi aku jadi korban petugas, hukum pria ini dengan berat" kata lelaki tersebut mencoba menghindari untuk ia dapat di bawa ke kantor polisi karena ia sadar jika sampai pergi kesana maka bisa jadi semua akan terbongkar.
Tapi tidak ada pilihan lain setelah pemimpin polisi tersebut mengatakan jika semua di bicarakan di kantor mereka saja "Bawa mereka semua ke kantor" katanya dan di sambut suara siap dari para bawahannya.
Tidak ada pilihan lain selain mereka mengikuti para polisi tersebut karena takut menjadi semakin besar. Mereka berjalan mengikuti arahan para petugas menuju kantor polisi dekat kuil tersebut.