
Setelah mereka berbicara cukup lama di dalam ruangan Chyntia tak terasa waktu telah cepat berlalu dan menunjukkan pukul 09.00 pagi yang mana suasana pabrik dan kantor mulai ramai di datangi orang-orang yang bekerja di sana, sesaat kemudian Chyntia mengajak Tommy menuju ke ruangan ujung sisi kanan pabrik tepat di sebelah bawah kantor Chyntia bearada yakni lantai 1.
Di depan pintu terpampang jelas sebuah tulisan “Bagian Pemasaran” yang seketika Tommy pun sadar ia akan di tempatkan dimana ia akan bekerja sesuai kesepakatan awal.
“Manager Sony” Panggil Chyntia ke arah Manager Sony yang sedang berada di ruangan kerja sedang mengetik sesuatu di laptop kerjanya
Ruangan pemasaran ini agak luas dengan gaya tanpa penghalang tertutup antara ruang kerja karyawan satu dengan yang lainnya hanya di batasi dengan sekat-sekat kayu yang antara karyawan satu dengan lainnya dapat melihat satu sama lain, Manager Sony yang sejak tadi sibuk sedikit kaget karena panggilan Chyntia tadi karena sangat tumben bahkan jarang sekali seorang Chyntia mau datang atau sekedar berkunjung ke ruangan tersebut. Dalam benak Sony pasti ada hal penting yang ingin di sampaikan direkturnya itu. “Oh… Direktur tumben sekali kamu datang ke sini…!!!!” ujar Sony
Sebenarnya Chyntia juga berat hati untuk datang tapi karena ada hal penting ia mau tidak mau harus menyelesaikannya sekarang yakni tentang Tommy “Manager Son. Perkenalkan ini Tommy karyawan baru kita..” sambil melihat Tommy
“Karyawan baru..? tumben sekali ada orang yang mau menjadi karyawan di sini. Hahahahahaa….!!” Ujar Sony lucu
Tommy yang merasa sejak awal tidak cocok dengan Manager satu ini mulai merasakan perseteruan dingin yang melanda benaknya kali ini “ Apa ada masalah?” Tanya Tommy datar
Tommy yang merasa kedatangan Tommy kali ini juga merasa kalau di kemudian hari akan ada perseteruan mulai bersikap angkuh kepada Tommy “Hei anak muda jaga nada bicaramu..! aku adalah manager di sini apa kamu tahu…?” hardik Tommy terang-terangan
Chyntia yang merasa akan ada perseteruan ini berlanjut mulai mencegah agar tidak menjadi besar dan merepotkan dirinya, ia hanya ingin segera pergi dari sana dan meninggalkan Tommy berada di neraka yang bernama divisi pemasaaran : Sudah kalian hentikan jangan bertengkar belum apa-apa sudah ribut haaahh…” sanggah Chyntia
“ Mulai sekarang kamu bekerja di sini dan Manager Son ini adalah atasanmu dan kamu harus hormat kepadanya” ucap Chyntia
“Ohh bawahanku ternyata aku kira siapa..!!!” jawab Sony penuh kemenangan setelah mengetahui statusnya lebih tinggi daripada anak baru itu “Tenang saja aku akan membimbingnya dengan baik direktur” Ucap Sony kembali dengan senyuman licik
Sepintas Tommy melihat senyuman itu dan merasa tidak nyaman tapi ia hanya bisa berfikiran positif “Mohon bimbingannya Manager Son” jawab Tommy terpaksa
Setelah saling memperkenalkan diri Chyntia kemudian berlalu dan meninggalkan mereka berdua kembali keruang kerjanya di lantai 2, di dalam ruangannya Chyntia mulai tersenyum dan memikirkan cara apa yang akan ia lakukan agar bisa membuat Tommy tidak tenang kedepannya.
Di dalam ruangan pemasaran Tommy yang sejak tadi berdiri mengamati suasana kerja disana merasakan hal yang sedikit ganjil, tak seperti kantor pemasaran lainnya disana banyak karyawan yang seperti tidak ada kegiatan dan bahkan terlihat menganggur dan membuat ia bertanya-tanya apa mereka tidak ada pekerjaan yang di lakukan.
Terlalu lama ia berfikir tapi tidak mendapatkan jawaban yang ia cari akhirnya tak kuasa bertanya kepada Manager son di sampingnya “ Manager kenapa semua orang di sini menganggur?” Tanya Tommy pelan
Sony yang sejak awal tidak merasa suka kehadiran Tommy pun enggan bercerita malah memarahinya “Sudah kamu anak baru tahu apa soal pabrik ini..!!! ikut aku akan aku perlihatkan ruang kerjamu” sambil berjalan ke arah ujung ruangan menuju sebuah tempat yang sudah lama tidak terpakai dan banyak kursi meja yang rusak dan computer yang tidak menyala. Sambil menunjuk ruangan tersebut manager sony berkata dingin “Mulai hari ini adalah ruang kerjamu” ucap sony dingin
Sejak awal sony yang merasa tidak senang dengan Tommy pun menjawab acuh dengan santainya ia berkata: “kalau kamu tidak mau ya sudah tidak usah bekerja di sini” dengan senyum mengembang sony pun mulai memperlihatkan seolah ialah yang berkuasa di sana.
Sejenak Tommy berfikir kalau saja tidak karena misi yang penting ini ia sudah menonjok wajah orang yang ada di depannya kali initanpa ampun, tapi sekarang yang bisa ia lakukan hanya mengalah dan menerima perlakuan sony kepadanya “Baiklah aku akan bekerja di sini”
“ Bagus..!! itulah yang harus kamu katakan. Zaman sekarang susah untuk mencari kerja terutama bagi yang belum berpengalaman seperti kamu” jawab sony merendahkan di hadapan tommy
Tommy yang tidak punya pilihan lain mulai menata ruangan yang kotor dan berdebu itu dan mulai membersihkan kotoran-kotoran yang berserakan di sana. Di saat Tommy sibuk membersihkan dari arah belakang terdengar suara laki-laki yang nyaring seperti senar gitar yang belum di atur kekencangannya sehingga terasa geli di telingga “Hai kawan kamu anak baru ya disini” ucap lelaki itu sok akrab dengan Tommy
Seketika Tommy pun menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah lelaki di belakangnya sambil memperhatikan dengan seksama, “Ah ia aku baru bekerja hari ini disini” jawab Tommy
“Perkenalkan aku Andy Lu” ujar Andy sopan
“Tommy” jawab Tommy singkat dan mulai melihat penampilan Andy yang seperti kutu buku dan tidak kekinian sama sekali, kurus berkacamata dan sedikit malu-malu kalau bertemu orang.
Melihat Tommy yang tidak banyak bicara Andy pun segera bertanya kembali “apa kamu tadi bertengkar dengan manager Son?”
“Tidak…!!! Kenapa kamu berfikiran seperti itu..?” jawab Tommy
Andy yang merasa ia melihat teman seperjuangan karena ulah manager mereka selama ini akhirnya bercerita panjang lebar dan menjelaskan kepada Tommy seluk beluk yang ada di pabrik ini mulai dari kebiasaan pabrik hingga pekerjaan mereka sehari-hari.
Dari penjelasan Andy tadi akhirnya Tommy sedikit memahami kondisi yang ada saat itu dan akhirnya mengetahui kenapa banyak karyawan di divisi mereka sedikit malas dan menganggur di jam kerja. Alasannya tak lain adalah karena manager mereka sendiri yang tidak pernah menghargai para bawahannya, sering memarahi mereka kalau penjualan sepi, bahkan tidak sungkan kalau sampai memotong gaji bawahannya saat target mereka tidak terpenuhi yang penting bagi manager sony uang gajinya tidak berkurang sedikitpun.
“Andy terima kasih atas penjelasanmu tadi..! aku akan melanjutkan bersih-bersih ruangan kerja ku lagi” ujar Tommy kepada Andy Lu
Andy yang sejak awal merasa cocok dengan Tommy akhirnya pun tidak sungkan lagi segera membantu kawan barunya itu untuk bersih-bersih ruangan tersebut “Aku akan membantumu” kata Andy semangat
Melihat Andy tulus membantunya akhirnya Tommy hanya bisa mengiyakan keinginan Andy untuk membantunya “Baiklah aku tidak akan sungkan lagi” jawab Tommy senang
Akhirnya merekapun membersihkan ruangan itu dengan dibarengi bertukar cerita tentang kondisi masing-masing mulai dari cerita cinta dan kisah perjuangannya selama ini. Tentu saja Tommy yang sedang menyamar itu tidak bercerita jujur tentang dirinya yang seorang agen rahasia nomer satu di satuannya dan mengarang cerita sebegitu meyakinkan kepada Andy. Karena Andy sendiri orang yang polos tapi pintar hanya bisa mengagumi cerita-cerita yang di ucapkan oleh Tommy