My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Harimau Gunung Tandus



Di dalam hutan lebat perbatasan negara yang senyap dan tak terjamah, terdapat camp ******* yang bersemayam mengintai gerak gerik pihak berwajib untuk mencari celah dan merencanakan serangan mematikan. " Harimau Gunung Tandus " sebuah gerakan pemberontak yang di pimpin oleh Bruno dengan anggota tak kurang dari 50 orang. Saat mengintai tak sengaja timnya melihat sekelompok reporter dari Daily Reporter yang sedang meliput kehidupan flora dan fauna langka yang hanya ada di kawasan tersebut. Crhistin termasuk beruntung karena ia bisa selamat walaupun ia menjadi tawanan itupun tak lebih karena parasnya yang cantik. Dalam hati Crhistin tak akan pernah bisa lupa sekawanan ******* tersebut membunuh temannya berjumlah tiga orang di hadapannya dengan kejam. ia pun di bawa ke camp Harimau Gunung Tandus di tengah hutan. Setelah mendengar kabar tersebut kantor Daily Reporter langsung menghubungi Badan Intelegen Nasioal untuk meminta bantuan.


"Hei.. kau punya rokok.!" tanya seorang penjaga ke arah rekannya di samping


"Tinggal sebatang rokok. Kita join aja" jawab rekannya sambil menyalakan rokok terakhir


"Hei bro.. tawanan kali ini sangat cantik, apa kau tak memperhatikannya" ucap penjaga yang berbadan gendut sambil mengambil rokok yang di hisap rekannya


"Apa kau tau siapa dia?" timpal rekannya yang tinggi kurus di depannya.


"Aku tak tau tapi kalau di lihat pakaiannya mungkin seorang reporter" ucap si gendut


"Apa kau ingin melihatnya?" ucap si kurus sambil memberi kode dengan mata yang tajam dan bergairah


" Apa kau cari mati haa...." hardik si gendut "kau sudah tau kan sebelum ketua kita mencobanya dulu kita tak boleh macam macam dengannya" lanjut si gendut mengingatkan


"Tapi bro apa kau tak merasa rindu rasa menyentuh kulit wanita yang sangat lembut " kata si kurus dengan penuh impian


"Dasar kau otak mesum, di otakmu hanya ada payudara dan lubang kenikmatan semua. apa kau tak bosan memikirkan itu setiap hari haa...!!" hardik si gendut


"Dasar penikmat lelaki, apa kau sudah tidak normal haaa...!! siapa yang tak ingin mencicipi wanita cantik" ucap si kurus "apa jangan jangan kau memang suka sesama?" goda di kurus sambil tersenyum jahat


"******** mau q pukul kau seperti kera haa..!!!" jawab si gendut terpancing


Tiba tiba dari depan muncul sesosok pria gondrong dengan bekas sayatan pisau di wajah dengan tatapan yang tajam " Hei. apa yang kalian ributkan" bentak orang tersebut.


"Ah...!! Ketua Bruno." Jawab si gendut kaget


" Ketua..!" Si kurus yang baru sadar pun ikut tersentak kaget


" Kalian tak pernah serius kalau melakukan sesuatu apa perlu q lempar ke rawa penuh buaya haa..!!" hardik si Bruno ganas.


" Jangan ketua.. jangan.!" Ucap si gendut takut


" Hanya saja si Kelvin ini otaknya penuh dengan bayangan mesum begitu melihat tawanan kita sangat cantik" bela si gendut terhadap dirinya


"ha ha ha ha... apa kau ingin mencobanya kevin.?" ucap Bruno menggoda Kevin


" Aa... ap.. apaa boleh ketua" ujar kevin penuh harap


" PLAK..!!!"


Sebuah tamparan mendarat di wajah Kevin hingga ia terpelanting ke bawah dan memar


" Apa kau ingin melangkahi aku haa...!!" ucap Bruno marah. " Tunggu hingga aku puas dan bosan baru kalian bisa menikmatinya" ujar Bruno tersenyum


Tak butuh perintah kedua kali si gendut langsung membuka pintu dengan sigap " Silahkan ketua


"Anak pintar..! ingat jangan ada yang berani menganggu sebelum aku puas" perintah Bruno


"Baik ketua" ujar si gendut sigap tanda mengerti.


Mengetahui ada seseorang masuk Crhistin dengan suara takut hanya bisa menggumam tak jelas karena mulut yang tersumpal, Kaki tangan pun terikan erat di sudut ruangan.


" Hallo cantik" ujar Bruno senang


"nmm... emmm... mmm" ujar crhistin ketakutan


" Jangan takut sayang.! q tak akan menyakitimu bahkan akan membuatmu puas ha ha ha ha ha..." canda Bruno sambil mendekati dan membuka ikatan mulut christin.


" Ba****t...!!!! Lepaskan" hardik christin marah bercampur takut


" tenanglah cantik aku akan melepaskanmu kalau kamu bisa membuatku puas malam ini ha ha ha ha" ucap Bruno penuh dengan gairah


" Dasar binatang..!! cepat lepaskan..!" timpal Christin ketakutan


" Aku suka wanita yang galak sepertimu membuat ku sangat bergairah" ucap Bruno dengan wajah merah penuh nafsu


" Tolong lepaskan. hiks..hiks.." ujar Christin yang mulai menangis ketakutan


Tanpa menghiraukan tangisan christin tangan Bruno perlahan lahan mulai membuka paksa pakaian yang di pakai christin hingga kemeja kerja yang ia pakai terlepas kancingnya hingga terlihat kulit leher dan sedikit ke bawah yang masih tertutup tank top putih kesukaannya.


"Sungguh kualitas tinggi kulit wanita perkotaan ha.. haa.. haa... kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi nona" ujar marco semakin bergairah.


" jangan tolong jangan perkosa aku" ujar christin semakin takut dan putus asa.


Tanpa basa basi lagi Bruno mulai melepas pakaiannya di depan christin yang membuatnya semakin takut membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


" Hei Kevin apa kau dengar jeritan tadi haa..." goda si gendut kepada kevin


" Pasti si boss sedang bersenang senang di dalam ha..ha..ha..ha.., aku sudah tidak sabar ingin pula mencicipi gadis kota itu" ujar kevin penuh semangat.


" kau jangan bayangkan yang tidak tidak atau bos akan memukulmu lagi seperti tadi" timpal si gendut mengingatkan


" walau aku di pukul seratus kali q tak akan menyesal asal aku bisa merasakan kehangatan gadis itu" ucap kevin penuh pikiran kotor


"Dasar otak kotor" hardik gendut dengan jengkel


Dalam kesunyian malam pekat mereka tak sadar hanv dari tadi ada sepasang mata yang mengintai dengan senyap bagai hantu di atas pohon tepat mereka berada. Menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya sambil membidik ke arah kepala si gendut dengan pistol otomatis berperedam.