
Setelah sampai di kantor kepala chen langsung turun dari mobil dan meninggalkan mereka berdua, suki dan tommy langsung menuju ke apartemen tempat tinggal tommy yang berada di Sky Tower Apartement. Sampai masuk ke dalam parkir apartemen tommy tidak langsung keluar tapi sedikit mengamati lingkungan sekitar hingga waktu yang sangat lama "Apa yang kamu lakukan?" tanya suki yang sudah mulai habis kesabaran.
"Diamlah, ikuti saja" kata tommy menyuruh suki patuh kepadanya.
Suki yang tidak paham dengan keadaan hanya bisa mengikuti apa yang tommy lakukan, tommy mengendap ia pun ikut mengendap, tommy duduk di bawah mobil ia juga ikut duduk, aksi mereka kali ini benar-benar antara takut ketahuan dan lucu. sampai di pintu lift akhirnya tommy bisa sedikit lega "Haahhhh" suara tommy menghela nafas panjang.
"Kau ini gila apa ya, berjalan seperti pencuri" kata suki kesal karena ia tidak paham dengan tingkah tommy yang seperti orang jahat di tengah kota yang sedang beraksi.
Tommy memencet tombol lantai 15 tempat dimana apartementnya berada dan saat sampai suki masih saja mengomel lalu tanpa bicara tommy langsung menutup mulut suki agar tidak bersik "Diamlah" kata tommy lagi.
Dalam dekapan tangan tommy suki tentu saja sedikit tidak nyaman dan merasa dia di permainkan oleh tommy "Mmmmm hmmm..." kata suki yang tidak jelas bilang apa karena mulutnya tertutup tangan.
Dengan perlahan-lahan tommy menyeret suki ke arah pintu kamar miliknya dan saat melewati pintu kamar chyntia ia mendengar suara yang tidak asing sedang berbicara di telepon. Saat itu chyntia sedang menerima panggilan dari charles yang menyuruh tommy untuk datang ke rumah mereka untuk makan malam besok.
Karena suara chyntia yang sedikit terdengar dari luar, tommy sempat menghentikan langkah takut kalau penghuni di dalam mendengar keributan yang di buat oleh suki saat itu. Setelah aman ia melanjutkan untuk menarik suki cepat ke arah kamarnya. dengan sekejap tommy pun langsung membuka pintu dan langsung masuk ke dalam.
"Klek" terdengar pintu tertutup kembali dan seketika tommy sangat lega. Ia pun dengan tidak sadar melepaskan dekapan tangannya dari mulut suki. Saat itu juga dengan gerakan bela diri jepangnya ia memutar badan dan menendang perut tommy dengan keras.
"Bammm" terdengar suara pintu apartemen yang terkena tubrukan dari badan tommy setelah ia mendapat tendangan keras dari suki.
Karena tidak siap tommy pun tidak dapat menghindarinya dan jatuh kesakitan sambil memegang perutnya "Apa kau gila?" kata tommy marah.
"Kau pikir siapa yang lebih gila, aku hampir mati kehabisan nafas karena mu" balas suki ikut marah karena ia baru saja habis di bekap oleh tangan tommy dan bahkan dirinya merasa di lecehkan olehnya "Itu masih untung, aku masih bisa baik kepadamu" kata suki memberi pengampunan.
Dengan berat tommy mencoba mengangkat tubuhnya dan mencoba berdiri "Dasar macan betina" hardik tommy kesal tanpa melihat ke arah suki.
"Masih kurang?" balas suki yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya untuk menendang lagi.
"Katakan apa yang kamu lakukan barusan, kenapa sampai begitu takut hanya untuk berjalan ke rumah sendiri" tanya suki penasaran.
Dengan meletakkan gelas minumnya akhirnya tommy hanya bisa bercerita tentang kondisinya sekarang, bahwa klien wanita yang sedang ia tangani sekarang tinggal berdampingan dengannya dan mereka tidak tahu satu sama lain awalnya karena tommy sendiri baru saja membeli apartemennya beberapa bulan lalu dan tidak saling mengenal antar tetangga lantai. Apalagi ia mengaku sebagai seorang sales biasa ketika masuk melamar di pabrik milik chyntia saat itu dan bagaimana mungkin sales biasa punya apartemen mewah seperti itu, hal itu pasti akan membuat chyntia curiga bahkan akan membuat rencana misi kali ini gagal.
Setelah mendengar cerita dari tommy akhirnya suki paham kenapa tommy sampai ketakutan hanya untuk masuk ke dalam apartemennya sendiri "Jika kamu berterus terang dari awal, aku pasti akan bekerja sama dengan mu, wanita mana yang mau di perlakukan seperti tadi" kata suki masih kesal dengan tindakan tommy tadi.
"Maaf,.. maaf.. aku tidak ada waktu untuk menjelaskannya" timpal tommy dengan perasaan lega karena sudah masuk ke dalam rumahnya sendiri.
Sedikit mengamati ruangan apartemen milik tommy yang di dalamnya tertata rapi dan sedikit modern karena di dalamnya terdapat banyak perlengkapan digital yang kekinian. menyiratkan jika pemiliknya suka dengan teknologi yang sedang berkembang saat ini "Lumayan bagus untuk ukuran lelaki sepertimu" puji suki dengan kondisi interior milik tommy.
"Tentu saja, semua ini hasil dari kerja kerasku" jawab tommy kesal karena merasa sedikit di remehkan oleh suki.
Dengan meletakkan tas miliknya suki pun berjalan masuk ke dalam dan sedang mencari sesuatu "Di mana kamar mandimu, aku ingin mandi" tanya suki ke arah tommy.
Dengan malas tommy berjalan menunjukkan lokasi kamar mandi miliknya dan membuka pintu kamar mandi tersebut "Mandilah, kau terlalu bau untuk menggoda seorang lelaki" kata tommy mengejek.
Setelah mengambil setelah baju bersih dari tas suki pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri setelah seharian berjuang memecahkan masalah di rumah sakit, ia pun juga sedikit gerah denga tubuhnya sendiri "Awas jika kamu macam-macam mengintipku" ancam suki.
"Melihat bentuk tubuhmu seperri ini apa menariknya" balas tommy sombong namun tentu saja di pikirannya tidak dapat menolak jika bentuk fisik suki sendiri sangat menghoda
"Cih..." balas suki sambil menutup pintu kamar mandi lalu mulai membuka kran di dalam. terdengar suara gemericik air menandakan suki telah mulai membasuh dirinya dengan air.
Sesaat tommy masih tidak rela untuk beranjak dari sana namun ia juga merasa gengsi jika ketahuan berdiri di sana dengan waktu yang lama "Aku akan keluar dulu mencari rokok" kata tommy pamit kepada suki yang masih sibuk mandi. tidak ada jawaban dari dalam maka tommh langsung pergi keluar untuk menuju toko di bawah apartemen yang biasa menyediakan rokok.
"Klek" terdengar suara pintu tertutup dan dengan pelan-pelan tommy berjalan menyusuri lorong yang entah kenapa begitu menakutkan ia rasa saat ini. berharap tidak ada pertemuan yang canggung dengan penghuni ruangan sampingnya. Baru saja ia berjalan beberapa langkah dari sisi ruangan sebelah terdengar suara pintu terbuka dan tanpa persiapan sama sekali mereka akhirnya bertatap mata dengan sangat lama seolah saling tidak percaya satu sama lain.