My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Bukan Yang Pertama Kalinya



Apartemen tempat tinggal Tommy terletak di pusat kota Golden Bay, untuk mencapai pabrik Go Fresh Milk Ltd. yang terletak di pinggiran kota setidaknya berjarak 10 kilometer dan membutuhkan waktu 10 menit dengan menggunakan mobil jika keadaan lalu lintas tidak padat.


Selama perjalanan mata Tommy memandang keluar kaca mobil menyaksikan berbagai macam aktifitas perkotaan yang saat itu masih sepi karena jam yang masih menunjukkan waktu 06.00, ketika mobil taksi melewati sudut kota tampak pemandangan yang sangat berbeda dari kehidupan kota yang gemerlap. “Distrik Gomey” terpampang jelas di atas tiang penanda lokasi dengan gemerlap lampu taman yang hanya menjadi penyamar keadaan yang sebenarnya.


Dalam hati Tommy teringat bahwa distrik ini menjadi pusat berkumpulnya orang-orang miskin dan sampah masyarakat yang mengontrol seluruh perkumpulan orang-orang pengemis sampai preman di kota Golden Bay. Seketika Tommy pun berharap dirinya tidak akan pernah berurusan dengan distrik tersebut tapi ia juga tak bias menyangkal kalau kemungkinan besar markas Dragon Tail berada di sana.


Taksi yang membawa mereka terus melaju dan tak lama telah sampai ke tempat tujuan mereka. “ Go Fresh Milk Ltd “ tertulis jelas di tengah – tengah gerbang pabrik dengan di jaga beberapa security gagah di dalam pos pemeriksaan.


Setelah membayar taksi kemudian Tommy pun segera melapor kepada penjaga bahwa ia ada janji untuk wawancara hari ini, setelah mendengar penjelasan dari Tommy penjaga itupun mengantar Tommy ke bagian resepsionis dan meninggalkannya. Setelah di depan resepsionis ia segera menyadari jika yang sedang berjaga disana seorang wanita muda yang sangat cantik dan periang. “ Hallo selamat pagi, kenalkan saya Tommy ingin menjalani wawancara di sini” sapa Tommy lembut


Seketika Reni yang dari tadi sibuk menata meja pun melihat ke arah Tommy dan menyapa balik dengan ramah “ Pagi.!! Apakah kamu sudah ada janji?” Tanya Reni


“Belum.!! Saya pikir lowongan yang ada tanpa perlu membuat janji dan langsung datang saja” jawab Tommy berbohong demi bisa wawancara di tempat ini


Sedikit ragu apa yang di katakana oleh Tommy dengan segera Reni pun menelephone Chyntia di ruang kerjanya.


“ KRIIINGGG”


Suara bunyi telephone yang segera di angkat oleh Chyntia tanpa menunggu lama “Ya haloo”


“ Direktur ini Reni. Di depan ada orang yang ingin melamar pekerjaan dan katanya belum ada janji” ujar reni singkat


“ Bagaimana bisa orang melamar pekerjaan tanpa ada janji dengan kita dulu?” jawan Chyntia bingung. “ Dia dimana sekarang?” Tanya Chyntia lagi


“Di depan saya ini sedang berdiri menunggu kepastian, apa perlu saya tolak saja?” Usul Reni kepada Chyntia


Beberapa saat Chyntia diam dan berfikir dalam hati ia juga ingin menambah jumlah karyawan karena dengan kondisi pabrik yang seperti ini saja mau membuka lowongan terang-terangan pun belum tentu ada yang tertarik dengan nama pabrik yang ia punya sekarang, tapi entah apa yang ada di pikiran orang ini malah datang mencari pekerjaan di tempatnya sekarang.


“Suruh dia ke ruanganku sekarang, aku ingin tahu kenapa ia bisa melamar kerja di sini..!” jawab Chyntia datar


“ Baik direktur akan aku antar segera” ujar Reni sambil menutup telephone dan mengantar Tommy ke tempat ruangan direktur berada “ Mari” ucap Reni ramah


Tommy berjalan di belakang Reni menuju arah ruangan yang di maksud, selama perjalanan mata Tommy tak henti-hentinya melihat kea rah pantat Reni yang begitu sintal dan menggoda. “ Setidaknya ada hal yang menyenangkan di pagi hari ini” ujar Tommy dalam hati setelah mengingat semua kesialan yang ia alami pagi hari tadi dan tersenyum kecut ketia ia ingan ciumannya denga si Buggy yang begitu panas.


“Tok Tok Tok” terdengar suara pintu di ketok dari luar


“Masuk” ujar Chyntia singkat sambil tetap membaca laporan yang ia terima pagi itu


Reni pun masuk dan di ikuti oleh Tommy, di dalam ruangan tertata begitu rapid an terdapat beberapa bunga mawar hidup yang tampak segar dan merah merekah. Dengan design yang modern dan tetap elegan membuat pemandangan mata seakan betah untuk berlama-lama di dalam. Setelah mempersilahkan Tommy duduk menunggu reni pun pamit untuk kembali ke resepsionis “ Direktur kalau begitu saya tinggal dulu” ujar Reni singkat


Tanpa melihat ke arah Reni dan Tommy, Chyntia pun berkata pelan “ Baiklah”


Sejak tadi Tommy yang duduk di kursi menunggu kesiapan dari Chyntia untuk melakukan wawancara merasa sedikit ada yang aneh dan samara-samar ia mulai berfikir dalam hati “ Sepertinya wanita ini tidak asing, tapi apa aku pernah bertemu dengannya?” sedikit gusar Tommy terus menatap wajah Chyntia mencoba mengingat


Di saat Chyntia ingin mengatakan sesuatu ia sedikit kaget dan berubah menjadi kesal saat ia mulai melihat ke arah Tommy yang mulai memegang kursi ingin duduk di hadapan Chyntia. Ia tak menyangka akan bertemu dengan orang yang telah membuat kesal beberapa hari lalu saat ia hendak berangkat kerja dan memakinya saat itu, tak hanya memaki tapi pria itu juga sempat melayangkan tendangan ke arah mobil Chyntia hingga menimbulkan bekas pada body mobil bagian depannya.


“ Kamuuu….? Bukankah kamu orang yang waktu itu..?” Tanya Chyntia tak percaya


Sesaat Tommy yang berharap Chyntia tak mengenalinya lagi seketika itu hati Tommy menjadi sangat tak karuan “Sial…!!! Kenapa harus wanita ini lagi” bisik Tommy pelan dalam hati dan mulai berfikir yang tidak-tidak. Seorang Tommy yang menjadi agen nomer satu di satuannya dan membuat rekor tak terpatahkan berhasil menjalani semua misi dengan berhasil tak berharap akan mengalami kegagalan yang pertama kalinya saat ini hanya karena masalah sepele dengan seorang wanita..


Berharap Chyntia salah orang Tommy pun mencoba mengalihkan pembicaraan dan seolah-olah tidak pernah mengenal Chyntia “ Maaf..! Apakah kita pernah bertemu?”


Chyntia yang dari tadi memandang Tommy dengan tajam yakin kalau ia tak akan pernah salah orang dan yakin kalau orang yang ada di hadapannya saat ini adalah orang yang sama saat itu. “Heh…!!! Tak tau malu.. sudah merusak mobil orang lalu melarikan diri dan sekarang kamu memohon pekerjaan terus terang kepada ku seperti ini?” Hardik Chyntia sinis


Di pikiran Tommy sudah tertangkap basah seperti ini tidak ada gunanya lagi untuk berbohong dan hanya memikirkan bagaimana caranya agar misi kali ini tetap berhasil, ia pun dengan pasrah hanya meminta maaf kepada Chyntia agar ia dapat melupakan masalah yang kemarin “ Nona untuk yang kemarin saya minta maaf, aku benar-benar terburu-buru saat itu” jawab Tommy memelas


“ Apa aku pikir hanya kamu yang merasa butuh cepat sampai tujuan Haaa….? Hardik Chyntia lagi


Kalau saja bukan karena saat itu Tommy sedang melakukan misi ini pasti Tommy tak akan mau menjadi kambing hitam dan seenaknya saja di maki-maki oleh Chyntia. Tapi saat ia ingin marah dalam bayangannya selalu muncul wajah kepala Chen dan menjadi kalut “ Nona aku tau aku salah, Apa yang harus aku lakukan untuk membuat kamu memaafkan ku” sambung Tommy


Dalam diam Chyntia yang merasa kesal mulai berfikir kalau masalah ini di buat sederhana saja tak akan membuat ia puas dan mulai memikirkan cara untuk membunuh lelaki di hadapannya ini perlahan-lahan, seketika itu Chyntia menemukan sebuah ide yang sangat menguntungkan baginya dan sekalian rasa kesalnya terobati.”Kamu hari ini mau melamar kerja kan..?” Tanya Chyntia tersenyum sinis. “Baiklah kamu akan aku terima tapi dengan syarat” ujar Chyntia denga tatapan jahatnya


Tommy yang merasa aneh hanya bisa menjawab pelan mengiyakan perkataan Chyntia “ Ya benar”


“Baiklah tunggu sebentar aku akan membaca berkas-berkasmu dan memilih di bagian mana kamu cocok di tempatkan.” Kata Chyntia yang seketika membuka berkas yang di bawa oleh Tommy


Di saat Chyntia mulai membaca tiba-tiba ia merasa ingin tertawa dengan nama lengkap Tommy yang aneh “ Haahahahaha apa orang tuamu tak bisa memberikan nama yang bagus lagi kepadamu?” kata Chyntia lepas setelah mengetahui nama lengkap Tommy adalah Tommy lay dan pengalaman bekerja ia sebelumnya adalah menjadi sales pakaian dalam.


Tommy yang tak berdaya hanya bisa diam kecut setelah menerima penghinaan dan tak bisa marah. Jika ia ingin marah maka ia hanya bisa marah kepada Kepala Chen yang bisa memikirkan nama yang jelek seperti itu.


“Baiklah kamu aku terima di bagian pemasaran” kata Chyntia singkat


Dalam hati Tommy apakah semudah itu saja setelah membuat wanita ini marah di tempo hari dan sekarang ia di terima begitu saja, sesaat Tommy mulai berfikir pasti ada yang tidak beres “Apakah dengan ini kamu menerimaku dan memaafkan ku atas kejadian tempo hari?” Tanya tommy ragu


“ Tentu tidak semudah itu..!! ada tiga syarat yang harus kamu penuhi” sambil mengangkat tida jari ke atas dan mulai menyebutkan syarat-syarat yang ia maksudkan.


“ yang pertama kamu harus mampu menjual susu sebanyak 1 juta botol dalam seminggu”


“ yang kedua kamu harus selalu siap kapanpun jika aku membutuhkanmu walau hanya sekedar mencuci gelas” senyum Chyntia penuh rasa kemenangan berharap kekesalan yang ia rasakan akan terbayar lunas


Tommy yang hanya bengong mendengarkan seakan tidak percaya kalau ia akan menjadi pembantu di tempat kerjanya ingin mengajukan protes dan sebelum itu diucapkan seketika ia teringat lagi wajah Kepala Chen dan misi kali ini “ Sial..!!! benar-benar Kesialan yang melandaku hatri ini” yumpat Tommy dalam hati


“Ketiga?” Tanya Tommy penuh curiga


Sambil tersenyum jahat Chyntia menjawab pertanyaan Tommy “Jika tiba saatnya aku akan memberitahukan kepadamu"