My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Undangan Khusus



Pagi harinya tommy telah selesai mandi dan sedang menikmati hidangan manis yang di siapkan oleh pelayan hotel di kamarnya, ia duduk santai di balkon kamar hotel sambil menikmati matahari terbit sambil membaca koran pagi itu, Bahasa jepang tommy memang cukup lancar jadi tidak ada kendala baginya untuk membaca berita yang di kabarkan.


"Tok..Tok..Tok.." terdengar pintu kamar hotel di ketuk.


Tommy mengira jika pelayan hotel yang ingin beres-beres kamar pagi itu, pintu pun ia buka dan malah mendapati beberapa orang berpakaian jas hitam berjumlah 2 orang. Ia sedikit bingung siapa mereka datang pagi-pagi, tanpa banyak bicara seorang pria tersebut membuka dompet dan memperlihatkan kartu pengenal mereka.


"Tuan Tommy bisa ikut kami sebentar?" kata pria tersebut. Mereka adalah orang-orang dari badan keamanan jepang yang sengaja ingin menjemput tommy untuk di bawa ke kantor mereka.


Tanpa bisa banyak berkata ia hanya bilang "Baiklah tunggu sebentar" kata tommy.


Ia pun berganti pakaian dan mengambil HP di meja kamar sambil memberi pesan kepada chyntia yang masih tidur di kamarnya "Sayangku, aku ada urusan sebentar, aku akan kembali siang nanti" kemudian ia mengirim pesan tersebut lalu mengikuti orang-orang tadi di belakangnya.


"Tuan, maaf kami mendadak menjemput anda, ini hanya perintah atasan kami" kata seorang satunya kepada tommy dan hanya di balas anggukan olehnya.


Mereka menuju parkir hotel dan mendapati sebuah mobil sedan hitam terparkir di sana, seseorang membuka pintu untuk tommy dan yang lain membuka pintu samping kemudi, tommy pun langsung masuk ke dalam mobil dan di susul oleh orang berjas hitam satunya.


Mobil menyala dan langsung melaju keluar gedung menuju jalan raya yang masih sepi menuju ke arah barat kota tokyo, dalam perjalanan tommy berfikir jika ada hal yang sangat mendesak sampai mereka datang sepagi ini kepadanya "Sebenarnya apa yang terjadi" tanya tommy.


"Komandan Sakazuki hanya menyuruh kami untuk menjemput anda, selebihnya akan jelas jika sudah bertemu" jawab orang berjas hitam di kursi penumpang. Pria yang memegang kemudi langsung menambah kecepatan untuk dapat segera sampai di lokasi kantor.


Tak lama setelah menelusuri jalan selama 35 menit mereka telah sampai di depan sebuah bangunan berlantai 25, tidak ada papan tulisan menunjukkan gedung apa sebenarnya itu.


Mereka langsung mengajak tommy masuk ke dalam dan di sambut oleh petugas jaga "pagi letnan" ucap petugas tersebut dengan hormat, ternyata mereka berdua ini berpangkat letnan dan tidak di sangka gedung tersebut merupakan kantor pusat badan keamanan rahasia jepang. Untuk alasan keamanan dan penyamaran mereka sengaja tidak memberi tanda papan nama di depan gedung.


Mereka berjalan ke dalam untuk masuk ke dalam lift dan salah seorang memencet tombol, tommy kira mereka akan naik ke atas namun nyatanya mereka malah turun sampai di lantai 5 bawah tanah. saat ia keluar dari lift tommy sedikit kaget bahwa di dalam sana penuh dengan perlengkapan intai yang sangat canggih hingga layar satelit pengintai pun mereka kontrol dari sana.


Seorang di sisi kiri tommy berkata " Ini kantor pusat kami, semua basis data dan segalanya ada di sini" katanya singkat. "Mari tuan, kepala sakazuki sudah menunggu di dalam kantornya" kata seorang di sebelah kanannya dan menunjukkan jalan ke arab kantor atasannya


Tommy hanya bisa mengikuti arahan yang mereka beri, di depan terlihat sebuah ruangan berkaca gelap sehingga orang dari luar tidak akan bisa melihat apapun yang ada di dalam sana.


"Tok tok tok" ketuk salah satu dari mereka.


Dari dalam ruangan terdengar suara perintah untuk menyuruh mereka masuk, dengan memutar ganggang pintu mereka pun membuka pintu dan segera masuk ke dalam.


"Lapor komandan, Agen khusus tommy telah datang" ucap mereka dengan berbahasa jepang.


Seorang wajah khas jepang nampak sedang membuka dokumen yang ia bawa, dari penampilannya ia sudah paruh baya dan berumur 50 tahunan ke atas dengan rambut sedikit memutih. Melihat tamu nya telah datang ia pun segera menghentikan aktifitasnya dan segera melihat ke arah mereka "Oh.. Hallo" kata sakazuki kepada tommy dan di balas anggukan ringan olehnya.


Sakazuki pun menyuruh para anak buahnya keluar dan hanya ingin berbicara dengan tommy saja, dengan hormat bawahannya pun pamit untuk keluar dan menutup pintu kantor kembali.


"Komandan sakazuki, ada perlu apa memanggilku kemari" tanya tommy.


Sakazuki tak langsung menjawab tapi menyuruh tommy untuk duduk di sofa dan ia menuju lemari pendingin kemudian membukanya "Anggur atau soda?" tanya ia kepada tommy,


"Soda lebih baik" jawab tommy, sakazuki pun mengambil sebotol soda untuk tommy dan sebotol anggur untuk untuk dirinya, Ia berjalan ke tommy dan memberikannya soda dingin tersebut kepadanya "Terima kasih" ucap tommy.


Sambil minum ia mulai membuka pembicaraan yang lebih serius "Aku tahu negaramu sedang menghadapi masalah tentang virus" katanya singkat.


Dengan heran tommy bertanya dari mana ia tahu masalah tersebut "Bagaimana kamu tahu?"


Bagi seorang komandan pertahanan negara informasi seperti itu tidaklah sulit dan mudah di dapatkan, ia pun berkata jika mereka sebenarnya juga sedang mendalami masalah tersebut karena ada rumor jika virus tersebut berhasil di sebarkan di negara tommy dan memberikan dampak yang hebat maka mereka akan melanjutkan aksinya di jepang.


"Aku tidak menyangka mereka sampai punya jaringan sampai ke jepang, kelompok ini tidak sesederhana yang aku bayangkan" kata tommy.


"Jadi maksud tujuanku jelas mengundangmu kali ini untuk meminta kerja sama dan berharap jika pemerintah jepang bisa ikut serta dalam menggagalkan rencana mereka di Taiwan" kata sakazuki berharap.


Dengan tegukan terakhir tommy menghela nafas dan diam sejenak memikirkan perkataan sakazuki barusan "Soal kerja sama ini aku tidak bisa memberi jawaban, segera setelah aku pulang akan menghadap atasanku dan berbicara kepadanya" kata tommy datar.


Sakazuki paham dengan posisi tommy karena apapun itu atasan lebih berhak mengambil keputusan, namun setidaknya kali ini ia sudah berusaha untuk mengambil langkah awal agar rencana bisa berjalan lancar "Baiklah, aku akan menunggu kabar baik darimu" jawab sakazuki.


"Aku akan segera mengirim agen terbaikku untuk datang ke sana setelah kalian setuju dengan kerja sama ini" kata sakazuki menambahkan.


"Baiklah" ujar tommy.


Setelah tidak ada lagi yang di bicarakan akhirnya ia pun memanggil pria berjas hitam yang menjemput tommy tadi untuk segera mengantar kembali ke hotel tempat tommy menginap "aku tunggu kabar baik darimu" kata sakazuki terakhir kalinya sebelum berpisah.


Mereka akhirnya kembali menuju hotel narita mengantar tommy, dalam perjalanan hp tommy berdering, muncul sebuah pesan yang berasal dari chyntia "Tommy kamu di mana, sudah siang masih belum kembali"


Dalam hati tommy sedikit tertawa melihat tingkah chyntia yang khawatir tentang kondisinya, ia hanya menjawab singkat pesan tersebut "Segera kembali" kemudian mengirimnya


Tiba di depan hotel mereka berdua turun dan membuka pintu mobil untuk mempersilahkan tommy keluar mobil dan segera pamit secepat mungkin takut ada yang melihat mereka dengan tommy, setelah mobil itu pergi tommy langsung menuju loby hotel dan segera ingin naik ke atas dengan lift.


Dalam langkahnya tidak di sangka ia melihat sesosok bayangan yang familiar di depan matanya, orang tersebut sedang duduk santai sambil membawa buku catatan dan terlihat sedang mencatat sesuatu dengan serius hingga tidak sadar jika tommy berada di sampingnya.


"Ehemmm" sindir tommy kepada sosok tersebut.


Orang tersebut merasa kaget karena mendengar suara tommy dan segera menoleh, melihat wajah tommy orang tersebut kaget dan tidak menyangka jika mereka akan bertemu di jepang "Kau..!!!" kata Christin yang ternyata orang tersebut adalah seorang wanita yang pernah tommy selamatkan waktu kejadian di hutan belantara dulu.