My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Mengikutimu Bersandiwara



Mereka tidak menyangka jika sebuah kebetulan memang benar-benar bisa terjadi di negara orang, saat itu christin memang sedang berlibur menghabiskan masa cuti yang ia punya karena sebentar lagi akan masuk tahun baru dan jika tidak di gunakan akan segera hangus.


Ia tidak menyangka jika bisa bertemu dengan tommy di sana dan segera menyadari jika ada sesuatu yang memang sangat ia ingin tahu "Katakanlah, bagaimana rasanya menjadi pemeran aksi laga di tengah kota waktu itu" sindir christin mengingatkan kejadian yang memecah ketenangan di kota golden bay waktu itu.


Tentu saja tommy tidak langsung mengakui jika lelaki yang sedang menjadi pusat berita waktu itu adalah dirinya "Apa yang kamu coba katakan, Aku tidak paham"


"Sudahlah aku sudah tahu jika lelaki bertopeng waktu itu adalah dirimu" vonis christin.


Sampai di sini tommy tidak dapat berbohong lagi, selain itu identitas tommy sendiri sudah di ketahui oleh christin sejak awal tapi ia merasa lega karena christin tidak membuka kedok identitas aslinya kepada media sampai sekarang "Memang lelaki tampan tak pernah di lupakan oleh wanita" kata tommy menyombongkan diri.


"Dalam mimpimu" ledek christin mendengar jawaban tommy.


Mereka berbincang lama dan saling bertukar nomer HP karena satu sama lain memang bisa di bilang saling membutuhkan, bagi tommy bisa mengenal seorang reporter berita nasional yang terkenal juga tidaklah buruk karena ia juga bisa menjadikan christin mata-mata bagi dirinya.


Dalam keseruan mereka mengobrol tak di sangka muncul sosok chyntia yang sedang berjalan menuju ruang makan hotel bersama orang tuanya, jam makan memang tiba jadi tak heran kalau mereka pergi ke sana.


"Tak di sangka seorang pilot banyak sekali wanita di sampingnya" sindir kevin memanasi suasana hati chyntia dan charles.


Mereka berdua sedikit kaget dan segera menatap ke arah datangnya suara "Oh...!Hai.. kalian sedang kemana" jawab tommy agak canggung.


"Tuang makan, kenapa apa kami mengganggu?" tanya kevin dingin dan berharap chyntia menjadi kesal setelah melihat mereka.


Tommy yang dari awal tidak terlalu menganggap kevin ada tidak menghiraukan ucapannya tadi, tapi tidak bagi chyntia yang menganggap kehadiran mereka memang menganggu pertemuan tommy. Walaupun kenyataannya memang di antara mereka tidak ada hubungan apapun dan hanya bersandiwara.


Melihat mereka berdua chyntia sendiri sedikit tidak nyaman, entah apa yang di rasakannya hingga sampai begitu, pacar juga bukan tapi ia benar-benar merasa aneh "Kalian lanjutkan saja, kita mau makan!" kata chyntia datar.


Tommy sendiri tidaklah bodoh melihat ekspresi chyntia yang terlihat cemburu melihatnya, bahkan sandra pun merasa tidak nyaman dan tidak mampu untuk menahan rasa penasaran kemudian bertanya "Tommy, siapa wanita ini"


Dengan mencoba menahan tingkah dan mengontrol sikapnya agar tetap tenang tommy berkata santai memperkenalkan christin kepada mereka "Oh.. kenalkan ini christin, ia teman masa kecilku" kata tommy


Christin sendiri kaget saat tommy memperkenalkan dirinya sebagai teman kecilnya, dalam kebingungannya tommy segera memberi kode kedipan mata kepada christin untuk mengikuti apa yang ia katakan dan mengakuinya, dengan cepat christin sadar kode yang di berikan tommy kepadanya dan segera ia mengatakan kebenaran kepada mereka "Oh...!!! hallo aku christin, teman masa kecil tommy dulu" kata christin kepada mereka.


Berangsur ada perasaan lega muncul dari chyntia setelah mendengar pengakuan christin tadi, dan lagi-lagi ia bingung kenapa bisa seperti itu, dengan cepat tommy memperkenalkan mereka kepada christin "Ini Chyntia, Kekasihku" kata tommy tersenyum melihat chyntia yang berdiri kaku di sana.


"Kekasih? wow teman kecilku, kenapa kamu tidak cerita kepada ku sejak dulu, aku turut bahagia akhirnya kamu benar-benar akan menikah dan menggendong anak sebentar lagi" kata christin menambah adegan sandiwara mereka.


"Paman, Bibi kalian duluanlah, sebentar lagi kita akan menyusul" kata tommy menyarankan untuk mereka pergi dahulu.


Karena tommy ingin tinggal sejenak maka mereka pergi ke ruang makan terlebih dahulu meninggalkan tommy untuk mengobrol dengan christin, mereka berfikir jika tidak bertemu dalam waktu yang lama pasti membutuhkan waktu untuk bernostalgia tentang masa kecilnya.


"Dasar lelaki buaya. bahkan wanita polos pun kamu embat juga" hardik christin kepada tommy setelah melihat mereka pergi.


Dengan tersenyum tommy menyindir "Apa kamu cemburu"


Tak perlu berkata christin langsung mencubit pinggang tommy sampai merah "Lelaki Buaya"


Tak tahan mendapat serangan dadakan tommy hanya bisa menyerah dan menjelaskan akar masalah sebenarnya "Aku sedang dalam misi penting, untung saja tadi kamu cepat tanggap, jika tidak maka hancurlah sudah usaha yang aku buat selama ini" kata tommy menjelaskan.


"Misi..?" tanya christin penasaran.


"Susah menjelaskan tapi gambaran besarnya seperti itu, Wanita tadi adalah klien utama ku" kata tommy.


Sambil menganggukkan kepala christin paham sekarang kondisi yang di hadapi tommy, namun tentu saja karena ia sudah membantunya tadi ia tidak akan membiarkan hal ini secara cuma-cuma "Baiklah aku akan ikuti sandiwaramu, tapi tentu saja ini tidak gratis"


Tommy melirik ke arah christin sambil bertanya penasaran "Apa yang kamu inginkan" tanya tommy


Tentu saja karena christin adalah seorang reporter maka ia hanya tertarik terhadap berita yang membuat siarannya mendapat rating yang bagus "Ceritakan semua kejadian yang membuat kota Golden Bay kemarin menjadi heboh" kata christin memberi syarat.


Bagi tommy memberi tahu hal rahasia adalah pantangan, namun karena kali ini situasinya khusus maka ia hanya bisa memberi tahu christin secara umum saja kejadian kemarin "Baiklah, tapi tunggu kita kembali ke taiwan baru aku akan bercerita" kata tommy mencoba mengulur waktu.


"Baiklah" jawab christin setuju.


Mereka pun akhirnya menuju ruang makan hotel untuk bergabung makan siang di sana dan bercerita tentang masa kecil tommy, tentu saja christin dan tommy mengarang semua cerita mereka karena memang sebenarnya mereka bukanlah teman masa kecil dari awal.


Setelah makan mereka kembali ke kamar dan segera bersiap untuk kembali lagi ke taiwan karena waktu libur mereka memang telah usai dan jadwal penerbangan mereka adalah malam hari jadi sore harus sudah siap di bandara. Karena christin juga mengakhiri masa cutinya di jepang bersamaan dengan mereka, charles dan sandra secara pribadi mengajaknya kembali ke taiwan bersama-sama, sekaligus dapat menghemat biaya yang kebetulan kursi pesawat pribadi mereka masih banyak yang kosong. Tentu saja christin setuju dengan ajakan mereka karena akan terasa tidak menyenangkan jika tawaran mereka ia menolaknya.


Sore harinya mereka telah di jemput oleh mobil yang akan membawa mereka ke bandara untuk kembali ke negara asal mereka, semua barang telah di bereskan dan akhirnya mereka langsung menuju bandara yang kali ini bertambah satu lagi penumpang yakni christin.