My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Dewi Baru



Beberapa saat tommy masih tercengang dengan sosok wanita yang ada di depannya, ia bertanya bagaimana ia sapat mengenal dirinya apa lagi ia memanggil dirinya dengan sebutan resmi di bagian agen saat ini "Apakah kamu orang utusan sakazuki" tanya tommy dengan sedikit menebak.


Ia hanya tersenyum dan mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri "Suki" katanya singkat. Suki adalah seorang agen pilihan dari kepala sakazuki yang di kirim untuk bergabung bersama tommy dalam menjalankan misi soal Virus T tersebut. Ia berbadan langsing tapi tetap terlihat bertenaga yang memperlihatkan ia telah menjalani latihan yang keras di akademinya, Berparas khas jepang yang tergolong sangat cantik dan tentu saja berkulit puih susu menambah kecantikan luarnya.


Sambil berjalan maju ia memberikan tas dan barang bawaannya kepada tommy seolah tommy adalah pengawalnya "Jadi kemana kita akan pergi" tanya suki kepada tommy yang tampak bengong melihat tingkah suki barusan.


"Sial, apa aku terlihat seorang pembantu" kata tommy kesal.


Suki hanya tersenyum dan berkata "Aku adalah tamu, tentu saja kamu harus memanjakan ku bukan, di tambah aku adalah seorang wanita, apa kamu tega aku membawa semuanya" sambil tersenyum ia terus berjalan meninggalkan tommy di belakang.


Tidak ada yang pernah memperlakukan tommy seperti itu sebelumnya dan tentu saja ia merasa kesal "Lihat saja, kamu wanita iblis tidak ada yang tidak bisa aku taklukkan" umpat tommy dalam hati dan terpaksa mengikuti suki yang berjalan lebih dulu di depannya.


Mereka segera menuju mobil tommy yang telah di parkir dan memasukkan semua barang bawaannya ke dalam bagasi "Kita akan menghadap kepala chen dulu, ia ingin bertemu denganmu" kata tommy menyetir mobil tanpa melirik ke arah suki


"Baiklah aku mengikutimu" kata suki santai. Mobil mereka melaju dengan cepat di jalanan kota menuju kantor dimana kepala chen telah menunggu mereka, sampai di kantor mereka langsung menghadap kepala chen untuk melapor "Kepala chen, aku telah membawanya ke sini" kata tommy kepada atasannya dengan sedikit kesal.


"Oh, hallo..! bagaimana perjalananmu kesini" tanya kepala chen kepada suki


Dengan hormat suki menjawab kepala chen "Lapor kepala chen, aku suki dari bagian anggota khusus jepang yang bertugas dalam kasus ini, senang bekerja sama denganmu" kata suki memperkenalkan dirinya.


"Tidak usah sungkan anggaplah rumah sendiri" kata kepala chen menimpali.


Mereka langsung menuju topik utama dan langsung membahas perkembangan yang sedang terjadi baru-baru ini mulai dari aksi demo yang mulai tidak bisa di kendalikan sampai mayat yang tadi malam di temukan dengan kondisi yang tidak wajar.


"Menurut petugas suki apakah semua ini saling terkait?" tanya kepala chen.


Dengan santai tommy berkata jika semua ini mungkin hanya kebetulan karena memang dari dulu kota ini isu kemiskinan tidak dapat di selesaikan dengan mudah "Aku rasa mereka melakukan demo hanya untuk menuntut hak mereka saja"


Namun tidak dengan suki yang melihat masalah ini dari sudut pandang yang lain dan menjelaskan jika mungkin saja masalah ini saling terikat satu sama lain "aku rasa ada kemungkinan" kata suki dengan wajah sedikit serius.


"Menurutmu begitukah?" tanya kepala chen penasaran.


Dengan sedikit hati-hati petugas suki menjelaskan jika semua kejadian yang muncul baru-baru ini sedikit bersamaan dan terlalu besar jika di sebut sebagai suatu kebetulan. Mulai dari demonstrasi yang semakin besar menurutnya itu hanyalah swbagai isu pengalihan saja agar petugas keamanan kota sibuk dan lelah menghadapinya, kemudian perampokan yang terjadi ia anggap sebagai tempat bagi para pelaku untuk mengumpulkan modal dalam menjalankan aksinya kali ini, ditambah penemuan mayat yang tidak wajar dan di anggap sebagai efek dari virus yang sedang mereka cari selama ini "Soal mayat ini aku rasa mereka telah masum ke dalam tahap di mana mereka telah melakukan percobaan virus tersebut kepada manusia, dan ini sudah sangat serius"


Kepala chen mendengarkan semua penjelasan dari wanita tersebut dengan seksama dan setuju dengan semua penjelasan darinya "Aku rasa itu memang benar, dan aku punya firasat yang sangat buruk" kata kepala chen sambil menghela nafas yang panjang


"Tommy kamu harus banyak belajar dari petugas suki, jangan hanya tau berkelahi saja" kata kepala chen menasehati tommy yang saat itu tampak acuh dengan penjelasan suki, Dirinya yang sudah kesal sejak awal sebenarnya setuju dengan perkataan suki barusan namun ada rasa gengsi yang ia punya sehingga ia hanya bisa berpura-pura untuk tidak menganggap penjelasan tadi terlalu penting.


"Yah aku tau" kata tommy datar.


"Baiklah, setelah kerja kembalilah kesini" ucap kepala chen mengingatkan.


Tommy hanya menganguk ringan dan langsung meninggalkan mereka menuju pabrik kembali karena jam istirahat hampir habis, tak butuh lama ia telah sampai di lokasi pabrik dan langsung menuju ke bagian produksi untuk memastikan stok susu yang akan di kirimkan ke pelanggan tidak ada masalah.


Terlihat kepala zein sedang mengamati proses produksi hari itu dengan teliti, tommy yang melihat kepala zein langsung menghampirinya "Kepala zein bagaimana produksi kita, apa ada masalah" yanya tommy berharap tidak ada kendala pada produksinya.


"Semua aman manager, tidak ada kendala sama sekali di tambah kondisi pekerja sedang bersemangat" ucap kepala zein bersemangat.


Tommy merasa lega karena tidak ada masalah yang muncul saat dimana produksi sedang gencar-gencarnya "Aku percayakan kepadamu, aku harap pengiriman perdana kita sebanyak 1000 botol kepada pihak keamanan besok berjalan dengan lancar" ujat tommy


"tenang saja manager jika tidak ada kendala semua akan siap sore ini" balas kepala zein meyakinkan.


Setelah melihat kondisi produksi tidak ada kendala tommy pun segera menuju ke dalam kantornya untuk mempersiapkan dokumen pengiriman besok. saat tommy mulai bekerja, pintu kantor terbuka dan muncullah salah satu dewi perusahaan yang selalu menjadi bahan pembicaraan para pekerja disana "Lihat, dewiku begitu bersinar" ujar seorang staf pemasaran di saat melihat camila berjalan masuk ke ruangan tersebut.


"Sungguh kecantikan yang tiada banding" jawab rekan di sampingnya


Andy yang sejak tadi memandang camila datang menjadi gugup karena ia berjalan mendekat dan semakin dekat dengannya, ia tidak menyangka keadaan ini terjadi kepada dirinya karena berada sangat dekat dengan dewinya adalab suatu keberuntungan dari langit "Manager Camila" sapa andy sangat ramah.


Camila hanya membalas dengan senyuman kecil dan terus berlalu melewati andy untuk segera menuju di mana tommy berada, bagi andy mendapat senyuman dari camila saja sudah bagaikan seseorang yang telah memenangkan lotre satu miliar dolar dan tidak akan bisa tidur dengan tenang.


Di kursi kerja tommy sedang asik mengotak atik komputernya dan menyusun berita acara penjualan yang sudah menjadi tanggung jawabnya, dari depan camila menghampiri meja kerjanya dan segera mengambil duduk di atas meja komputer tommy "Tommy, kamu terlalu jahat kepadaku" kata camila protes.


Sesaat tommy tertegun dengan kehadiran camila yang saat itu sedang mengetik laporan, ia tidak menyangka jika di depan matanya ada hal yang mampu mengalihkan pandangannya dari komputer dan nampak begitu indah untuk dilihat, saat itu kaki jenjang camila terpampang di depan mata tommy dan hampir menembus ke bagian atas karena saat itu memang camila sedang memakai pakaian ketat dan rok yang sangat pendek sehingga terlihat sangat seksi pada posisinya saat ini.


"Ehemmm" sela camila menyadarkan pandangan tommy yang jelalatan tapi tidak membuat marah di sisi camila.


Setelah di tegur akhirnya tommy sadar dari halusinasinya dan segera melihat ke arah camila "Apa yang kamu katakan tadi, aku tidak dengar" kata tommy bertanya kembali


Dengan berat camila mengulangi kembali ucapannya tadi dengan sedikit menggerutu kepada tommy "Kamu pergi bersenang-senang dengan direktur ke jepang tanpa mengajak ku? kamu sungguh jahat" ujar camila sedikit kesal karena ia tahu jika kemarin tommy dan chyntia pergi ke jepang tanpa mengajaknya.


Sadar jika ada orang yang iri dengan kejadian kemarin dan orang tersebut adalah camila yang begitu agresif menghadapi sesuatu, tommy hanya bisa mengalah sedikit dan mengatakan alasan yang membuat camila melunak "maaf manager, kemarin benar-benar di luar rencana, kalau ada waktu aku akan mengajakmu jalan-jalan" kata tommy menawarkan diri.


Mendengar penjelasan tommy akhirnya camila tidak dapat untuk tidak melunak dan malah berubah senang karena tommy akan mengajaknya jalan-jalan dan itu hanya berdua saja yang artinya itu adalah ajakan kencan kepadanya "Benarkah" kata camila meyakinkan.


"Tentu saja, aku tak akan bohong" jawab tommy


Dengan begitu akhirnya camila tidak lagi kesal kepadanya dan beralih membicarakan masalah lain tentang pesanan pabrik, mereka berbicara mengenai pemesanan yang akan mereka kirimkan dan setelah semua beres camila akhirnya kembali ke kantornya lagi. setelah kepergian camila dalam hati tommy hanya bisa berkata pasrah "Wanita ini bagai kucing liar" kata tommy pelan sambil menggelengkan kepalanya.