
Di sisi lain tepatnya di sebuah sudut wilayah lereng gunung tepatnya di daerah Pearl Garden terdapat sebuah peternakan tua yang memiliki setidaknya 1000 ekor sapi perah. Sepintas kondisi di peternakan ini sedikit memprihatinkan akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak ada perbaikan dalam beberapa tahun ini.
Hal itu di akibatkan oleh kondisi pabrik yang susah mendapatkan pemasukan yang lebih akhir akhir ini. hasil keuntungan bulanan pabrik susu Go Fresh Milk Ltd hanya cukup untuk operasional gaji karyawan serta biaya perawatan hewan ternak. jangankan merenovasi bangunan kandang, sekedar mengganti atap yang rusak saja mereka harus berhutang ke pihak bank.
Sebuah mobil BMW M2 melaju ke arah peternakan dengan sedikit cepat, harga mobil itu setidaknya berkisar 1,7 milliar di pasaran. di posisi kendali kemudi terdapat seorang wanita cantik berparas khas asia putih dengan rambut hitam lurus terurai sebahu duduk memaku jalan di depan yang tak lain adalah Cyntia Rey sang direktur Go Fresh Milk Ltd.
Di samping Cyntia duduk seorang lelaki paruh baya yang tak lain adalah kepala produksi Ketua Zein yang sejak dari tadi tidak fokus seolah olah ada beban pikiran yang ia tanggung.
" Kepala Zein bagaimana sapi kita bisa mati seperti ini." tanya Cyntia cemas
Sebenarnya Kepala Zein takut untuk berbicara jujur bahwa kondisi peternakan sangat memprihatinkan tapi ia tak punya alasan lain untuk di ucapkan " Maaf direktur kondisi peternakan kita sangat mengkhawatirkan aku khawatir tidak hanya sapi kemarin yang mati tapi akan ada kejadian lagi yang terulang kedepannya"
" Seberapa parah keadaan ini.?" tanya Cyntia kembali dengan wajah pucat
dengan menggelengkan kepalanya Ketua Zein berucap " Sebaiknya direktur melihatnya langsung setelah kita sampai nanti"
Tanpa pikir panjang lagi Cyntia segera menancap gas untuk menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai di peternakan miliknya.
Jarak pabrik yang berada di pinggir kota Golden Bay lokasi pabrik berdiri dengan peternakan membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kecepatan sedang, untung saja hari itu sedikit sepi dan membuat laju mobil bisa cepat sampai.
Dari kejauhan terlihan mobil BMW M2 milik Cyntia mendekati gerbang peternakan seketika itu penjaga peternakan segera membuka pintu gerbang karena tahu direkturnya akan datang.
" Pagi direktur" sapa Thomas
" Thomas apa kabarmu" sapa Cyntia tersenyum
Dengan malu thomas menjawab pelan " Baik direktur, Sangat baik hari ini"
" Thomas apakah kepala Horison ada di tempat..?" tanya Kepala Zein dengan cepat
Melihat kehadiran Kepala Zein thomas pun tersadar dari lamunannya karena memandang direktue mereka yang sangat cantik " Ada di ruangannya" ujar Thomas cepat
" Baiklah kita segera langsung ke kantor saja direktur agar semakin cepat semakin baik" kata Kepala Zein pelan
Peternakan ini luasnya hampir 20 hektar dengan lokasi dilereng gunung yang sejuk dan nyaman, tentu saja ini tempat yang ideal untuk sapi sapi perah mereka. Secara kepengurusan peternakan ini masuk kedalam bagian produksi sehingga secara otomatis Kepala Horison merupakan bawahan dari kepala Zein
" Tok Tok Tok"
terdengar suara pintu di ketuk tiga kali dari luar
" Siapa di sana...!" ujar Horison lantang
Tanpa di suruh Cyntia langsung masuk begitu tau kalau pintu itu tidak terkunci.
Semula Horison agak marah karena merasa ada orang yang tidak sopan masuk dengan tanpa izinnya tapi begitu ia menegakkan kepala melihat siapa yang masuk ia pun kaget dan merasa canggung " Ah...! Direktur anda kenapa datang.!" seketika horison pun gugup
Melihat horison yang gugup Cyntia pun tersenyum " Kepala Horison tenanglah aku tidak akan memarahimu..!"
" Direktur ada perlu apa datang tiba tiba" jawab Horison tenang seakan ia merasa lega karena takut mendapat teguran karena kejadian sapi yang mati minggu ini, biar bagaimana pun itu sangat mengganggu suasana hatinya selagi direkturnya tidak menyalahkannya.
Dengan cepat kepala zein yang dari tadi hanya memperhatikan kejadian tersebut menjelaskan maksud kedatangan mereka ke peternakan, tak berlama lama horison pun mengajak mereka berkeliling melihat peternakan sambil menjelaskan kejadian yang mereka alami.
Sepanjang jalan Cyntia tak berhenti tercengang melihat kondisi peternakan yang begitu memprihatinkan mulai dari kandang yang berlubang, tiang yang rapuh bahkan ada yang roboh akibat hujan angin. " Apa separah ini..!" ujar Cyntia sambil menutup mulutnya yang terngangga dengan tangan tanda tidak percaya.
" Uang yang kita terima setiap bulan hanya cukup membeli pakan serta merawat kesehatan sapi perah kita agar tetap sehat" jawab Horison pasrah. " belum lagi kalau ada peralatan perah kita yang rusak bisa menambah biaya ekstra itu sangat merepotkan" imbuh horison
Cyntia yang melihat langsung kondisi peternakan miliknya tak dapat berucap lagi. Hal ini semakin menambah beban kerja yang ia tanggung yang sudah besar dan berat.
" Baiklah aku akan berusaha mencari uang untuk perbaikan peternakan kita" ujar Cyntia lemah " Kepala Horison aku mohon perhatikan semua sapi sapi kita jangan sampai mati kembali sampai kita mendapatkan uang tersebut" sambung Cyntia ke arah horison
" aku akan berusaha semaksimal mungkin direktur" jawab horison sungguh sungguh
Sambil menundukkan kepala Cyntia mengucap dan beranjak pergi kembali ke pabrik " Aku mengandalkanmu"
Setelah berpamitan dengan horison dan juga thomas Cyntia langsung kembali ke pabrik dengan pikiran yang tak menentu " Aku pasti bisa melewatinya" ucap Cyntia dalam hati..