My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Wajah Yang Tidak Asing



Setelah Tommy pulang dari kantor pusat dan sesaat ia telah turun dari sebuah taksi yang mengantarkannya ke apartemen dimana ia tinggal terlihat sebuah bayangan benda yang terparkir dengan tenang di ujung parkiran basement Sky Tower.


Ia baru ingat kalau telah di serahi sebuah mobil chevrolet tua untuk ia pakai dinas kali ini. Mobil tersebut terparkir rapi berjejer dengan mobil ferary sport miliknya, terlihat mencolok mobil tua usang bersanding dengan mobil sport mewah miliknya.


"Ya tuhan terlihat menyedihkan, apa jadinya kalau para wanita cantik di luar sana melihatku yang tampan ini mengendarai mobil tua ini" terdengar Tommy mengeluh tak berdaya


Tidak ada yang bisa Tommy lakukan untuk masalah kali ini dan ia segera mngambil perkakas untuk bersiap-siap segera memperbaiki kerusakan mobil tua tersebut.


Segera ia membuka kap mobil dan mencari masalah yang ada di mobil tersebut dan menemukan kalau dinamo stater mobil tersebut terbakar dan harus di ganti. Untungnya di bagasi mobil miliknya tersedia benda yang ia butuhkan bekas mobilnya yang bukan lalu harus di lakukan peremajaan agar tetap sehat dan segera memasang benda tersebut ke dalam mobil tua itu dengan sedikit modifikasi.


Bagi Tommy melakukan berbagai perbaikan seperti ini bukanlah hal yang sulit karena untuk menjadi bagian di satuan tugas khusus haruslah bisa memiliki keterampilan semacam ini untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang mendesak saat melakukan misi.


Belum selesai Tommy memasang dinamo stater mobil terdengar suara mobil yang memarkir di depan deretan mobilnya dan keluar seorang wanita cantik dari dalam mobil BMW mewah.


Wanita tersebut mendekat ke arah Tommy karena ia merasa tidak asing dengan bentuk tubuh Tommy yang familiar walaupun hanya melihat bagian belakangnya.


"Hai...!!Apa yang kamu lakukan?" Sapa Chyntia mengagetkan Tommy


Tommy yang sedang fokus memperbaiki mobil pun kaget dan secara tidak sengaja langsung mengangkat kepala hingga membentur kap mobil


"Auuuuu..!" Ucap Tommy kesakitan. " Ya tuhan direktur apa kamu tidak bisa berfikir kalau akan mengagetkanku seperti ini dan membuatku kesakitan"


Chyntia yang melihat kejadian tadi langsung tertawa senang dan mencoba membela diri "Itulah akibatnya kalau kamu membuat salah kepada q. anggap saja karma buatmu karena kejadian kemarin" ucap chyntia sambil tertawa.


Tommy yang sedikit kesal juga merasa sedikit canggung karena berfikir apa mungkin direkturnya ini juga tinggal di tempat yang sama di apartemen ini, jika memang seperti itu maka masalahnya akan semakin rumit baginya.


"Kamu...! apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Chintia curiga karena tidak mungkin bagi Tommy tinggal di apartemen seperti ini


Tommy benar-benar tak menyangka akan terjadi pertemuan seperti ini dengan klien yang harus ia lindungi dan memikirkan jawaban yang tepat agar tidak merasa di curigai oleh chyntia.


"Akuuu..!!! Ah aku sedang memperbaiki mobilku tadi pagi mogok dan aku titipkan di sini" jawab Tommy mencoba meyakinkan Chyntia


Chintia yang melihat kondisi mobil Tommy pun sedikit percaya karena memang kondisi mobil tua itu sedang mengalami kerusakan. "Mobil tua begini kenapa kamu masih memakainya" tanya chintia


Tommy bersyukur karena Chintia percaya akan jawabannya tadi dan merasa lega "Direktur apa yang bisa aku lakukan dengan mobil ini. aku hanyalah sales biasa mana cukup untuk membeli mobil" ujar Tommy dengan ekspresi memelas penuh kebohongan.


Kata-kata tommy memang sangat beralasan dan membuat Chyntia sedikit bersimpati kepada anak buahnya tersebut "Apa perlu aku bantu?" tanya Chyntia


"Apa kamu bisa perbaiki mobil


?" tanya Tommy penuh tidak percaya


Chyntia yang memang tidak bisa perbaiki mobil hanya ingin menunjukkan peduli saja kepada Tommy dan berkata :"Mana mungkin aku bisa perbaiki mobil. setidaknya aku temani sampai selesai juga bisa"


Sesaat Tommy pun melanjutkan pekerjaannya dengan serius dan sesekali menyuruh Chyntia mengambilkan alat dan kunci di dalam box perkakas sampai pekerjaan selesai dan saat di coba akhirnya bisa menyala dengan baik.


Melihat kemampuan Tommy dari sisi lain Chyntia sedikit mengagumi keahliannya untuk memperbaiki mobil tersebut dan sedikit memperhatikan wajah tommy yang baru ia sadari ternyata tampan "Tidak buruk juga" ucap Chyntia pelan sambil tersenyum.


"Tak apa-apa, aku sudah menemanimu sampai selesai apa kamu tidak berniat memberiku hadiah?" Goda Chyntia


Tommy yang mendengar perkataan Chyntia pun sedikit menggoda chyntia dengan wajah yang sedikit tajam "Apakah direktur malam ini kesepian? Aku sedang kosong malam ini bisa menemanimu semalaman di kamar" kata Tommy


Mendengar perkataan Tommy wajah chyntia menjadi merah dan kesal langsung menginjak sepatu Tommg dengan ujung sepatu high hell miliknya "Manusia Bejat" umpat Chyntia kesal


Ujung sepatu High Hell tentu saja runcing dan menyakitkan membuat Tommy kesakitan dan membuat ia meringis menahan kaki yang terinjak tadi : "Auuu....!!! Dasar Wanita Liar" Umpat Tommy


"Apa kamu bilang? coba katakan lagi" kata Chyntia sambil bersiap mengangkat sepatunya lagi untuk menginjak kaki tommy satunya lagi


Melihat ekspresi Chyntia yang ingin menginjak lagi seketika membuat Tommy meminta ampun kepadanya "Tidak-tidak direktur.. aku tadi hanya bercanda saja" jawab Tommy memelas.


Tommy berusaha mengalihkan topik sambil bertanya kepada Chyntia kenapa ia berada di sini "Direktur kenapa kamu di sini, apa kamu tinggal di sini"


Sesaat Chyntia menurunkan kakinya dan mencoba tenang kembali "Ya.. aku tinggal di sini kenapa?" jawab Chyntia mencoba seolah olah masih marah.


"Sialan. kenapa begitu kebetulan ia juga tinggal di sini" umpat Tommy dalam hati, "Di lantai berapa kamu tinggal?" tanya Tommy penasaran.


Chyntia yang sedikit curiga dengan pertanyaan Tommy berfikir macam-macam apa yang ingin Tommy lakukan sampai ia bertanya dimana ia tinggal dan mencoba menebak apakah ia ingin menyelinap masuk saat ia tidur dan mencoba melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya nanti "Apa yang kamu pikirkan untuk tanya dimana aku tinggal?" tanya Chyntia curiga


"Hanya ingin tau saja" kata Tommy pelan sambil merapikan perkakasnya.


Chyntia yang mencoba percaya kepada Tommy hanya menjawab singkat "Lantai 15, kenapa?"


"Oh.. 15." jawab Tommy santai. tapi ia langsung melotot melihat Chyntia seakan tidak percaya dimana ia tinggal "Lantai 15?" tanya Tommy tidak percaya.


"Ya 15. kenapa..? kamu jangan pernah mencoba berani melakukan macam-macam walaupun tau dimana aku tinggal" ancam Chyntia kepada Tommy


"Apa aku terlihat orang jahat?" tanya Tommy.. sejenak Tommy berfikir bagaimana bisa kebetulan itu menjadi semakin nyata karena tommy juga berada di lantai 15. satu lantai berisi 4 bagian kamar apartemen yang mana tommy berada di paling ujung lorong sedangkan Chyntia berada paling nomer paling awal lorong lantai itu.


Setelah Tommy menyelesaikan perapian alatnya kemudian dengan santai membuka pintu mobil sport merahnya. Tapi ia lupa kalau Chyntia masih berada di sana dan karena kejadian itu chyntia seakan heran dan berfikir kalau tommy memang punya niat jahat di tempat itu. seketika Chyntia pun berteriak dengan kencang.


"PENCURIII...!!!! ada Pencuri...!!!" teriak Chyntia


Seketika Tommy pun kaget dan mencari di mana ada pencuri dan baru tersadar kalau yang di maksud chyntia itu adalah dirinya. dengan cepat Tommy pun menutup mulut Chyntia dengan tanggannya dan berkata: "Direktur apa kamu ingin membunuhku?" tanya Tommy panik


Karena perlakuan Tommy seperti itu Chyntia pun menggigit tangan tommy sampai berdarah " Apa yang kamu lakukan dengan mobil itu. bagaimana kamu bisa membukanya bukankah sudah jelas kamu seorang pencuri?" tanya chyntia gugup


Tommy berusaha menenangkan suasana dan menahan sakit tangan yang baru saja tergigit "Dasar benarbenar liar" unpat Tommy. Chyntia yang mendegar kata tommy langsung menginjak lagi kaki tommy dan meringis kesakitan untuk yang keaekian kalinya.


Tommy pun menjelaskan kalau ia hanya meminjam peralatan milik mobil itu dan orang pemiliknya nanti akan kembali lagi untuk mengunci mobilnya. setelah mendengarkan penjelasan tommy Chyntia merasa canggung dan meminta maaf. setelah meminta maaf chyntia pun berlalu naik untuk kembali ke apartemen miliknya untuk beristirahat.


"Sialan hari ini begitu sial berturu-turut sekan langit tidak lagi sayang kepadaku" kata tommy kepada dirinya sendiri.


Setelah kejadian tadi tommy segera berfikir kalau ia pulang ke apartemen miliknya pasti akan semakin rumit situasinya kali ini kalau sampai Chyntia melihatmya lagi dan memutuskan kembali ke kantor pusat membawa mobil tuanya dan tidur di ruangan kepala Chen yang memiliki sofa ternyaman di seluruh kantor pusat.