
Suasana persaingan dalam meja makan kali ini terasa sangat kental dan menyebar kesegala penjuru sudut ruang makan. Chyntia dan Camila dua dewi yang sangat cantik menjadi pusat tontonan oleh berpuluh puluh pasang mata di sana. Tommy adalah aktor utama di antara mereka sedangkan Sony bagaikan pemain pelengkap saja walaupun ia mempunyai jabatan yang tinggi dari Tommy tapi karismanya tak begitu terlihat di mata para staf karena peringainya yang buruk.
Mereka hampir menyelesaikan aktifitas makan mereka dan terdengar suara bunyi nyaring yang berulang-ulang memekakkan telinga.
"Ngiiiingggg...!!! Ngiiiingg....!!!" terdengar bunyi alarm di sertai lampu merah yang berputar terus menerus menandakan ada mesin yang mengalami kerusakan dan seketika mematikan seluruh mesin yang lainnya secara berurutan.
Mesin-Mesin produksi susu ini di atur dengan sangat presisi dari waktu dan pekerjaannya karena jika ada sedikit saja celah maka akan merusak kualitas susu murni mereka dan menjadi produk gagal yang harus di buang.
Chyntia yang merasa sangat cemas langsung berlari mwnuju arah mesin yang bermasalah di ikuti oleh seluruh staff yang tadi sedang istirahat.
Chyntia yang sampai di lokasi menemukan kepala Zein yang telah lebih sampai di area mesin dan sedang melihat kerusakan yang menjadi penyebabnya "Kepala Zein apa yang terjadi" Tanya Chyntia cemas begitu tahu bagian produksi berhenti total.
Kepala zein yang sedang sibuk memeriksa berhenti sejenak dan menyambut kedatangan Chyntia "Direktur..!anda di sini?" sambut kepala zein
"Apakah kerusakannya sedikit parah?" tanya chyntia mulai panik karena ia bisa kehilangan produksi hari ini dan menganggu pemasukan pabriknya.
Kepala zein sedikit berat dan terlihat lesu menjelaskan jika ada mesin pengepakan yang menjadi bagian akhir produk susu mereka yang mengalami kerusakan program dan mengakibatkan semua susu tumpah karena tidak akurat saat pengisian dan wadah botol berjalan di reel nya.
"Kepala Zein apakah bisa di perbaiki?" tanya chyntia yang terlihat ikut lesu
"Direktur kali ini harus mendatangkan ahlinya.. saya mohon maaf" jawab kepala zein berat hati.
Sony yang melihat kejadian ini menjadikan kepala zein kambing hitam karena tidak becus merawat mesin-mesin itu dengan benar "Kepala Zein kamu ini sudah berpengalaman merawat mesin-mesin ini bagaimana bisa hal ini terjadi" kata Sony merendahkan kepala zein di hadapan para karyawan yang sedang berkumpul
Kepala zein benar-benar marah setelah mendengar kata-kata sony tadi yang tidak mencari solusi malah memperkeruh keadaan "Kamu pikir merawat mesin seperti ini seperti merawat ibumu? kamu suapi langsung bisa kenyang?" bentak kepala zein marah
"Kau..!! beraninya membawa bawa nama ibuku" balas sony marah "Direktur jika target penjualan tidak tercapai jangan salahkan aku dan kerugian kali ini potong saja dari gaji bagian produksi" jawab Sony seenaknya.
Tommy yang sejak tadi hanya diam namun menganalisa kerusakan kali ini telah menemukan jawaban dan solusi untuk memperbaikinya. Ia tidak berani berbicara karena keadaan yang baru saja sedang terjadi dan malah membuat semua jadi tidak baik jika ia tiba-tiba berkata untuk memperbaikinya.
Chyntia yang sejak tadi pusing melihat kelakuan mereka berdua menjadi semakin frustasi karena tidak menemukan bantuan yang berarti malah mereka bertengkar seperti anak kecil "Diamlah kalian berdua.! Apakah diantara kalian berdua ini tidak ada malu bertengakar terus" ujar Chyntia marah.
Melihat direktur mereka marah membuat semua yang ada di sana berada di keadaan yang serba salah dan bingung mau melakukan apa karena produksi benar-benar berhenti total.
Tommy yang sudah yakin di mana letak masalahnya kemudian mulai berkata kepada chyntia akan membantunya kali ini "Direktur..! Izinkan aku mengeceknya" kata tommy singkat
Tak tinggal diam Sony pun meluapkan kekesalannya tadi kepada Tommy karena ia berani mencoba membuat lelucon " Hai anak baru kamu mau apa...!!! Baru kemarin saja kamu sudah mau jadi pahlawan haaa..!" kata Sony ketus.
Mendengar ucapan Sony tadi Camila malah mencoba mengingatkan Tommy kalau ia jangan bercanda dengan keadaan ini berharap Tommy tidak sedang membuat lelucon untuk menghibur semua orang.
Chyntia yang sudah putus asa dengan kondisi kali ini hanya bisa bertanya pelan kepada Tommy karena jika sampai memanggil tim ahli datang paling tidak membutuhkan biaya 1juta dolar untuk perbaikan belum termasuk bahan yang di perlukan "Apakah kamu benar-benar bisa?" tanya chyntia lemas..
Sony pun kembali mengolok Tommy dengan kata-kata yang tidak nyaman untuk di dengar "Kamu tahu harga mesin ini..? gajimu setahun saja tikan cukup untuk membelinya dan sekarang kamu mau merusaknya?" ujar Sony marah
Tommy yang sejak awal memang tidak suka dengan Sony kini sudah tidak bisa sabar lagi mendengarkan ucapan sombongnya dan membalas perkataannya "Manager Sony jika kamu tidak bisa memperbaikinya diamlah" kata Tommy kesal
Semua karyawan yang hadir seketika tertegun dengan kata-kata Tommy barusan dan tidak menyangka jika Tommy berani membalas kata-kata Sony dengan nada mencemooh, Tak terkecuali Sony sendiri ia bahkan merasa sedang bermimpi melihatnya "Sialan beraninya ia melawanku dan membuatku malu" Kata Sony mengumpat dalam hati tapi tidak berani menjawab ucapan Tommy karena ia juga menyadari kalau ia tidak sedikitpun paham dengan mesin apalagi sampai memperbaikinya.
Tommy mulai memicingkan lengan panjang kemejanya dan melipat rapi menunjukkan kalau ia sungguh-sungguh dengan kata-katanya "Kepala Zein tolong bantu siapkan perkakas kecil dan sebuah laptop dengan spek sedikit tinggi beserta kabel penghubung ke mesinnya, Harusnya kalian punya kan" kata Tommy ke arah kepala zein
Mendengar perkataan Tommy yang sejak tadi ia masih tertegun dengan keberanian Tommy melawan sony kemudian tersadar dan sedikit ragu untuk memenuhinya "Direktur..?"tanya kepala zein ke arah Chyntia meminta persetujuan
Chyntia yang sudah tidak punya harapan lagi hanya bisa memenuhi permintaan Tommg dan berharap ia benar-benar bisa memperbaikinya "Lakukan saja apa yang ia perintahkan" kata Chyntia menyetujui
Mendengar kata-kata Chyntia seketika itu kepala zein mwnyuruh seluruh bawahannya untuk menyiapkan semua permintaan Tommy dan hanya butuh waktu 10 menit swmuanya tersedia, semua karyawan yang berkumpul antusias melihat apa yang akan Tommy lakukan dengan mesin itu. Semua mata melihat serius ke arah Tommy dan memperhatikan setiap gerakan yang Tommy lakukan mulai persiapkan alat, menyalakan laptop kemudian menghubungkan laptop itu ke dalam port mesin yang sudah tersedia.
Tommy langsung memulai pekerjaannya dengan sangat perlahan yang membuat semua orang disana bertanya-tanya langkah apa selanjutnya yang tommy akan lakukan. Tommy kemudian membuka tutup pelindung dimana modul2 elektronik tersimpan dan mengecek bagian per bagian dengan sangat teliti dan benar dugaannya kalau mesin itu mengalami gangguan komunikasi akibat ada kabel penghubung yang terbakar. Tommy kemudian mengambil tang dan memotong kabel warna biru kecil kemudian mengganti bagian yang terbakar.
Setelah selesai ia langsung membuka laptop di depannya kemudian mulai melakukan gerakan mengetuk yang sedikit cepat kemudian menjadi sangat cepat bahkan mata biasa pun tidak bisa mengikutinya. Seketika swmua mata yang menyaksikan apa yang di lakukan tommy menjadi tidak percaya bahkan sampai membuka mulutnya terheran-heran. Tommy mulai masuk ke dalam program mesin dan menyetel ulang semua software dengan memperbarui setingan timming setiab bagian yang berjumlah total 280 bagian otomatis yang harua di set ulang.
Hanya butuh beberapa menit saja Tommy telah menyelesaikan settingannya dan terakhir menombol tulisan Reset di dalam laptonya dengan di iringi tulisan "sedang menginstall ulang, mohon tunggu sebentar" proses ini membutuhkan waktu sekitar 2 menit dan selesai.
Semua benar-benar terheran sebenarnya siapa orang ini karena ia begitu ahli dalam perbaikan mesin tersebut bahkan orang yang biasa mereka panggil untuk perbaikan saja minimal butuh waktu satu hari dan Tommg hanya butuh waktu tidak sampai 1 jam.
Seketika muncul "Finish" di layar yang menandakan proses telah selesai. Saat itu Tommy langsung berkata kepada kepala Zein yang sedang memperhatikan Tommy bekerja sejak tadi "Kepala Zein coba nyalakan ulang mesinnya jika tidak ada kerusakan lain maka seharusnya sudah selesai" Kata Tommy yakin
Mendengar kata Tommy seketika itu kepala zein langsung menyalakan tombol "ON" untuk menStart mesin kembali.
Setelah Tombol di tekan seketika itu langsung terdengar suara mesin tersebut menyala dan mengatur ulang urutan bagian produksi mulai dari awal dan selang beberapa waktu mesin tersebut kembali bekerja memproduksi susu dalam botol dengan sempurna.