
Jam telah menunjukkan pukul 16.00 waktu setempat, mereka telah sampai di hanggar tempat mereka memarkir pesawat sebelumnya, Seorang pramugari telah siap menanti kedatangan mereka dan membantu mereka untuk menata semua barang bawaan mereka di tempat yang sudah disiapkan.
"Sore captain, bagaimana liburan anda kemarin" tanya pramugari tersebut kepada tommy yang terlihat dalam suasana senang. Hanya dengan tersenyum saja tommy sudah memberi tahu kepada pramugari tersebut jika liburannya sangat menyenangkan "Hari yang menyenangkan" jawab tommy.
Setelah semua penumpang telah siap pada tempat duduknya dengan segera tommy menyalakan mesin jet pesawat dan melakukan prosedur standart penerbangan, dengan instruksi dari menara pengawas ia memajukan pesawat menuju landasan pacu di jalur nomer 4 dan bersiap menerbangkan pesawatnya.
Setelah semua persiapan siap dengan aba-aba menara pengawas akhirnya pesawat tersebut lepas landas dan dengan segera telah berada di atas awan. Setelah di rasa cukup di ketinggian yang layak tommy seperti biasa mengubah mode manual kendali menjadi auto pilot dan segera bersandar untuk istirahat.
Dalam kenyamanannya datang sosok chyntia masuk ke dalam kabin dan segera duduk di kursi co-pilot yang kosong "Minumlah" kata chyntia membawakan secangkir kopi hangat kepadanya.
"Sejak kapan kamu begitu peduli" jawab tommy merasa ada yang berubah dari sosok chyntia sebelumnya.
Chyntia tentu saja tidak akan berterus terang kepada tommy karena ia juga merasa perlu menjual mahal dirinya di hadapan tommy "Aku hanya memberi rasa terima kasih, kamu sampai membantuku hingga seperti ini" kata chyntia memberi penjelasan.
Sedikit tersenyum tommy lalu mengambil secangkir kopi yang di berikan kepadanya lalu meminumnya, seteguk ia rasakan dan aneh ternyata rasa yang di suguhkan sangat pas baginya "Dari mana kamu tahu aku suka kopi yang tidak banyak gula" tanya tommy penasaran.
Sebenarnya chyntia tidak tahu kesukaan tommy, ia hanya membuatkan rasa yang tidak terlalu manis karena ia pikir jika terlalu banyak gula akan membuatnya mengantuk dan itu tidak akan baik saat ini "Aku takut kamu menjadi mengantuk jika terlalu manis" jawab chyntia.
Mereka berbincang santai dan tiba saat pesawat tersebut melewati sebuah awan ringan yang membuat badan pesawat tersebut sedikit bergoyang dan membuat kopi yang di bawa chyntia tumpah ke bajunya. karena panas ia pun kaget dan refleks mengusap bagian yang terkena kopi tadi. sial bagi chyntia karena baju yang ia pakai berwarna putih dan sedikit tipis sehingga ketika terkena air ia akan terlihat tembus pandang. Lebih parahnya lagi kalau bagian yang terkena kopi tadi adalah bagian dada sampai ke perut yang tentu saja membuat bra yang ia pakai terlihat jelas.
Bagi tommy ini bukanlah hal yang patut di lihat namun sekuat apapun ia menahannya akhirnya ia tak tahan untuk menoleh ke arah yang sensitif tersebut.
"Apa yang kamu lihat" gertak chyntia.
Tommy tidak bertele-tele dan berkata dengan jujur "Menurutmu ada begitu pemandangan indah apa lagi yang aku lihat" jawabnya sedikit berani.
Mau marah tapi chyntia tidak bisa karena semakin ia marah maka akan semakin memeprlihatkan bagian tersebut kepada tommy dan ia hanya bisa berdehem jengkel kepada tommy "Dasar mesum" umpatnya
Tak disangka tommy malah menantang chyntia dengan sebuah gerakan yang cepat tanpa bisa di hadang oleh chyntia, ia memajukan badannya ke arah chyntia dan menangkap kedua tangannya sampai menempel di dinding pesawat. Semakin dekat dan mendekat wajah tommy ke arah chyntia, seolah ingin menerkam bibirnya yang indah saat itu. sebenarnya dengan sedikit memaksa chyntia harusnya bisa melepaskan diri tapi aneh baginya ia seperti langsung lemah dan pasrah begitu saja.
Dalam sekejap mereka saling berciuman dan terbawa suasana yang panas di sekujur tubuh mereka. entah berapa lama mereka berciuman chyntia tidak bisa mengingatnya dan kembali sadar ketika nafasnya habis.
"Apa yang kamu lakukan, Dasar pria serigala" chyntia tersadar dan marah kepada tommy atas perlakuannya barusan.
Tidak menjawab pertanyaan chyntia, tommy malah tersenyum dan berkata percaya diri "Kamu bisa menolaknya, kenapa kamu malah memberi jalan"
Mulut dan wajah chyntia tentu tak mengakui tapi tidak dengan hatinya jika ia memang sedang merasakan apa artinya rasa tertarik dengan lawan jenis, tapi ia sangat malu untuk mengakuinya "Kamu yang tidak memberiku kesempatan, apa masih bilang kamu pria baik-baik" bela chyntia
Perlahan tommy melepaskan peganggan tangannya dari chyntia dan kembali ke tempat duduk dengan santai ia berkata "Apa kamu memang suka padaku"
Dengan cepat chyntia langsung menolak statement tommy barusan "Langit akan runtuh sekarang jika aku bisa suka denganmu" kata chyntia kesal tapi tidak marah sedikitpun.
Tak lama chyntia langsung kembali ke kursi penumpang bergabung dengan yang lain, dalam hati ia menyesal kenapa tadi pergi ke ruang kokpit setelah terjadi hal barusan. melihat chyntia pergi dan menutup pintu kokpit kembali tommy hanya bisa tersenyum sendiri dan berucap "Dasar wanita, selalu tidak bisa berterus terang"
Tak lama mereka akhirnya mendarat kembali di Golden Bay Airport dan jam telah menunjukkan pukul 20.00 waktu setempat. mereka telah mengemas semua barang dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal kemudian memasukkan ke dalam mobil yang telah siap menjemput mereka.
Chyntia bersama kedua orang tuanya pergi di antar oleh kevin pulang kerumah, sedangkan tommy dan christin masih berada di bandara untuk istirahat sejenak sambil menunggu pihak dari kantor berita tempat christin bekerja menjemput ke bandara "Yo... Capten Tommy, jangan lupa janjimu" sela christin mengingatkan.
Mendengar ini tommy hanya bisa tersenyum kecut karena setelah ini akan susah untuk berurusan dengan seorang wartawan seperti christin ini "Tenanglah aku tidak akan lupa" kata tommy menyanggupi permintaan yang di sebutkan oleh christin dulu.
Tak lama mobil yang menjemput christin telah sampai dan segera berhenti di depan jalur penjemputan, sorang supir keluar dan segera membantu christin mengangkat barang dan memasukkannya ke dalam bagasi. Sebelum pergi christin memberikan sebuah kartu nama dirinya kepada tommy, dan menyuruhnya menghubungi nomer yang ada di sana jika sudah senggang nanti.
Setelah kepergian christin dari bandara, tommy langsung menuju parkir tempat mobilnya menginap, melihat mobilnya sedikit kotor ia tidak dapat menahan rasa sedihnya dan segera membuka pintu mobil untuk memanasi mobil kesayangannya "Sayang ku yang gagah, maafkan aku telah meninggalkanmu di sini dan tidak merawatmu" kata tommy seolah mobilnya bisa mendengar keluh kesahnya.
Segera ia menyalakan mesin mobil dan segera keluar dari area bandara, ia tidak langsung pulang namun langsung menuju ke arah kantor pusat untuk melapor kedatangannya dan membicarakan sesuatu yang penting dengan kepala chen.
Sampai di gedung keamanan pusat ia segera masuk dan menuju ruangan di mana kepala chen bertugas, di ruang jaga berdiri para prajurit yang sedang berjaga waktu itu, melihat tommy datang mereka langsung memberi hormat kepadanya "Selamat datang letnan" kata mereka, tidak bicara banyak tommy langsung masuk dan segera mencari dimana kepala chen sekarang.