
Hari itu secara mendadak manager sony telah menyatakan telah mundur dari jabatannya di bagian pemasaran namun hal tersebut masih belum di umumkan secara terbuka ke seluruh karyawan pabrik, mereka yang ada di sana masih saja membahas kejadian koboy jalanan yang kemarin sedang beraksi bagai adegan film di bioskop. Begitupun media masa masih saja membahas masalah tersebut bagaikan hal yang sangat besar untuk di publikasikan terus menerus.
Tommy yang berganti posisi sementara ini masih belum memiliki ruang kerja yang baru sehingga ia memutuskan untuk berkeliling menuju ke arah bagian produksi dan melihat semua proses yang ada di sana berharap ia mampu membuat gebrakan kedepannya agar pabrik tersebut semakin maju, sebenarnya tommy tidak perlu seserius ini karena statusnya yang hanya sebagai karyawan sementara sampai misi yang ia jalankan berhasil di lakukan. Namun entah mengapa keinginannya begitu kuat untuk memngembangkan pabrik tersebut setelah ia semakin dekat dengan para pekerja di sana.
"Pabrik yang cukup tua" ujar tommy dalam hati setelah ia sadar dengan kondisi sebenarnya dari pabrik tersebut. Ia pun paham mengapa kondisi tersebut tidak pernah berubah walaupun sudah berpuluh-puluh tahun mereka berproduksi, Tommy pun menyimpulkan bahwa masalah utama mereka ada pada bagian penjualan yang tidak pernah bertumbuh bahkan cenderung menurun.
Ia pun berjalan ke arah resepsionis dimana reny sedang menata meja kerja dan beberapa dokumen yang ada, sesaat ia memandangi reny dari atas sampai bawah dan melihat kecantikan asli dari dirinya. Reny sebenarnya sadar dengan tatapan tommy namun ia pura-pura tidak menghiraukannya saja karena ia pun sebenarnya suka jika di perhatikan seperti itu oleh seorang lelaki.
Karena posisi tommy yang sudah semakin dekat akhirnya reny pun memutuskan untuk menyapanya agar tidak semakin canggung dengan kondisi tersebut "Wakil Direktur, tumben berada di sini" ucap reny lembut
Tommy sedikit tersenyum melihat gelagat reny yang agak malu dengan perlakuannya tadi hanya bisa memperhatikan lagi dan membuat reny semakin malu di depannya, Reny akhirnya tidak tahan untuk mengatakan kalau ia sangat malu jika diperhatikan seperti itu menyuruh tommy untuk tidak menggodanya terus "Wakil direktur jangan membuatku malu" ujar reny sambil tersenyum kecil menurunkan kepala tak berani menatap mata tommy.
Reny mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain dan berharap keluar dari kondisi seperti itu dengan cepat "Apa ada perlu wakil direktur datanv kemari" balas reny kembali
Tommy yang masih tidak kuasa menggodanya akhirnya hanya bisa menghentikan kelakuannya tadi setelah melihat reny tidak kuasa menahan tingkahnya tadi "Reny bukankah setiap pagi laporan tagihan susu selalu datang ke sini" tanya tommy penasaran dengan hasil penjualan pabrik setiap harinya. Ia berharap akan menemukan masalah yang selalu membayangi mereka selama ini.
Dengan sedikit memilah dokumen yang ada reny pun memberikan semua tagihan yang masuk ke pabrik tersebut dan di berikannya dokumen tersebut ke arah tommy "Semua data penjualan kemarin datang pagi ini dan sebagian telah di masukkan ke dalam bagian keuangan" unjar reny
Dengan teliti tommy pun mengamati seluruh data yang tertulis di dalam dokumen tersebut dan merasa tidak percaya dengan apa yang telah menjadi kesepakatan selama ini, ia melihat banyak sekali diskon yang di berikan dalam kesepakatan tersebut dan bahkan jika produknya cacat maka mereka akan mendapat ganti rugi penuh. Dengan sedikit mengernyitkan kening tommy menyimpulkan bahwa kesimpulan kenapa pabrik ini tidak bisa berkembang karena mereka terlalu takut dengan konsumen mereka sehingga seolah mereka yang punya barang malah di atur oleh pembeli mereka.
"Reny tolong telephonkan ke direktur aku mau bicara" ujar tommy setelah mencermati data penjualan pabrik tersebut.
Tanpa banyak bicara reny pun mengangkat ganggang telephon dan langsung menghubungi chyntia di ujung telephone satunya dan setelah terhubung langsung ia berikan kepada tommy yang berdiri di depannya "Hallo direktur ini aku tommy, adakah kamu waktu saat ini?" ujar tommy di dalam telephon dan menjelaskan maksud dan tujuan kenapa ia menghubunginya kali ini.
Tak beberapa lama chyntia pun muncul di hadapan mereka setelah mendapat panggilan dari tommy agar ia bisa datang ke meja resepsionis membahas masalah yang mereka alami saat ini. Melihat direktur mereka datang reny pun menyapa hormat ke arah chyntia "Pagi direktur" sapa reny ramah ke arahnya.
Dengan sedikit menarik nafas akhirnya tommy pun menjelaskan jika masalah mereka sebenarnya mudah dan hanya butuh gerakan berani untuk melangkah saja jika ingin membuat pabriknya menjadi berkembang, ia menjelaskan semua peemasalahan kepada chyntia dan mengatakan kalau ia akan berencana mengubah semua strategi pemasaran mereka dari awal.
Sebenarnya Chyntia sedikit ragu karena ia takut para pelanggan lama mereka akan lari dan malah kehilangan mereka semua apalagi dengan mundurnya sony maka mereka akan bertambah tidak percaya lagi, melihat kegelisahan chyntia sebenarnya tommy sudah menduganya karena ia juga paham dengan kondisi di sana namun ia yakin dengan caranya maka pabrik ini akan menjadi semakin berkembang "Direktur aku paham dengan sikapmu namun jika kamu tetap seperti ini maka tidak butuh waktu lama semua akan berakhir" ujar tommy meyakinkan
"Apa kamu punya cara?" tanya chyntia penasaran
Tommy pun tersenyum setelah berhasil menarik keyakinan chyntia dan berkata: "ada asalkan kamu percaya dan menyerahkan semua keputusan yang akan aku ambil soal penjualan tanpa ragu"
Sedikit berjudi namun seakan chyntia terbius oleh perkataan tommy dan menyetujuinya kali ini "Aku percaya kepadamu" ujar chyntia pasrah dan berharap keputusannya kali ini tepat
Tommy pun meminta direktunya tersebut mengumpulkan semua orang yang ada di kawasan pabrik tersebut ke dalam sebuah aula pertemuan dan ingin segera memulai proyek penjualannya kedepan "Aku akan mempersiapkan semuanya dulu kamu tunggu aku di aula" kata tommy ke arah chyntia dan di balas dengan anggukan kepala tanda mengerti.
Sesaat tommy pun berjalan ke arah bagian keuangan dan meminta camila untuk memberikan data-data penjualan selama ini kepadanya, tentu saja camila langsung memberikan semua yang tommy inginkan tanpa bertanya lebih lanjut "Kamu harus mentraktirku setelah memberikan data rahasia perusahaan ini" kata camila tersenyum ke arah tommy
Sedikit paham dengan maksud camila tadi seharusnya ia tidak sulit untuk mengajak camila keluar semalaman nantinya namun tommy harus fokus terlebih dahulu dengan urusannya kali ini "Aku akan mentraktirmu kemana saja kamu mau nanti" ujar tommy memenuhi permintaan camila
Mendengar kalimat tommy tadi tentu saja hati camila senang walaupun ia tidak di traktir pun ia sudah sangat senang nantinya karena memang tujuan awalnya hanya untuk bisa berdua dengan lelaki idamannya tersebut
Setelah semua siap tommy pun bergegas ke arah pertemuan sambil di iringi camila yang berjalan di sebelahnya dengan ekspresi bahagia, Di dalam ruangan sendiri sudah terkumpul semua karyawan pabrik tanpa terkecuali dan bertanya-tanya ada masalah apa sebenarnya sehingga mereka harus berkumpul di sana.
Dengan penuh rasa penasaran dan menunggu akhirnya orang yang di tunggu-tunggu pun datang, semua mata langsung tertuju ke arah tommy dan camila yang berjalan beriringan terutama chyntia yang entah mengapa melihat mereka berdua berjalan bersama seakan merasa tidak nyaman. Namun perasaan tersebut langsung buyar sesaat setelah mereka berdua berjalan menuju ke arahnya dan camila duduk di samping chyntia seakan tidak terjadi apapun.