
Mesin produksi yang tadinya mati total sekarang telah kembali beroperasi saat Kepala Zein menombol tombol "ON" pada papan operasional yang di mulai dari nyalanya wadah pengaduk susu kemudian mesin pemurnian di lanjut mesin filtrasi bahan dan terakhir mesin pengemasan botol yang tadinya rusak.
Semua mesin setelah di cek dengan teliti oleh kepala zein sendiri tidak menemukan hal yang aneh bahkan mendekati sempurna untuk mesin tua yang sudah lama beroperasi tersebut.
Sambil mengacungkan jempol ke arah Chyntia yang menandakan mesin sudah normal kembali Kepala Zein berucap "Mesin ini sudah sehat direktur"
Mendengar kata-kata kepala zein tersebut chyntia seperti sedang mendapatkan perasaan yang sangat bahagia bahkan sampai meneteskan air mata sambil bertepuk tangan ke arah Tommy.
Semua karyawan yang tadinya merendahkan Tommy seketika berubah menjadi perasaan takjub dan menghormatinya. Melihat sang direktur bertepuk tangan semua karyawan dan staf yang datang mulai ikut bertepuk tangan dan membuat suasana menjadi riuh.
Hal ini membuat Tommy sangat terharu karena selama ia menjadi seorang agen rahasia dengan berbagai misi yang ia lakukan dengan sempurna belum pernah ia mendapatkan sambutan yang sangat hangat dan sangat tulus dari orang lain. Ia pun ikut merasakan perasaan yang benar-benar karyawan rasakan selama bekerja di sini "Suasana yang benar-benar intim" bisik Tommy dalam hatinya.
Ia tahu apa yang mereka rasakan karena bagi mereka pabrik inilah yang menjadi tulang punggung keluarga mereka dan satu-satunya tempat suka duka mereka dalam menjalani hidup. Seketika Tommy pun merasakan dorongan yang sangat kuat agar ia bisa benar-benar menjalankan misi kali ini dengan sangat sempurna dan menjaga keberlangsungan pabrik dan pekerja di sini.
Dari arah samping Chyntia pun berjalan mendekat ke arah Tommy dan membungkukkan badan seraya mengucapkan terima kasih yang mendalam, melihat kelakuan direktur mereka begitu hormat ke arah Tommy maka tanpa di suruh lagi di awali dengan Kepala Zein kemudian di ikuti oleh semua karyawan mulai ikut membungkukkan badan mereka dan mengucapkan rasa terima kasih.
"Terima Kasih" ucap mereka serempak.
Melihat kelakuan tersebut Tommy benar-benar merasa canggung dan tidak mengira akan mendapatkan respon yang sangat hangat. Tommy pun segera ikut membungkukkan badan ke arah mereka semua dan seraya mengucap: "Terima Kasih" tanda jika ia telah menerima perasaan mereka.
Semua yang hadir di sana benar-benar merasa bahagia karena mereka dapat kembali melanjutkan aktifitas rutin mereka tapi tidak dengan Sony yang malah merasa kalau ia sudah di kucilkan dan menghilang di antara kerumunan lalu beranjak pergi.
Melihat kontribusi Tommy kali ini Chyntia pun berkata kepada seluruh karyawan di sana dengan keras dan yakin "Mulai hari ini aku sebagai direktur akan mengangkat Tommy menjadi asisten direktur pabrik ini" Kata Chyntia penuh semangat.
Seketika itu semua orang terkejut dengan keputusan Chyntia namun bukan keadaan menolak yang mereka pancarkan melainkan rasa bangga akan kehadiran Tommy "Di antara kalian apa ada yang keberatan dengan keputusanku" tanya chyntia ke arah mereka.
Tommy yang merasa ini sangat berlebihan sangat tidak enak hati dan mengajukan pertimbangan lagi kepada Chyntia takut ucapannya tadi hanya berdasarkan rasa bahagia sesaat saja untuk mengangkatnya "Direktur ini sungguh berlebihan, aku takut tidak akan berjalan baik" kata tommy
Kepala Zein yang tahu akan kemampuan Tommy setelah memperbaiki mesin tadi tidak punya rasa ragu lagi kepada Tommy bahkan muncul rasa kagum dan langsung ia mendukung keputusan direktur mereka. Melihat kepala produksi mereka mendukung maka para pekerja di sana tidak ada alasan lagi untuk ragu dan menolak.
Camila yang masih tidak percaya dengan ucapan Tommy awalnya tadi ia berfikir kalau Tommy hanya berniat menenangkan keadaan namun malah ia mendapati kalau Tommy sangat hebat dalam memperbaiki mesin tersebut dan langsung tersenyum bahagia. Ia benar-benar melihat lelaki idamannya kali ini selain tampan juga pintar dan jago bela diri maka ini sungguh paket komplit baginya.
"Tommy kamu pantas mendapatkannya, jangan menolak kali ini" ujar Camila senang
Jika semua orang sudah mendukungnya kali ini maka tidak ada alasan lagi bagi Tommy untuk menolak dan hanya menerima keputusan Chyntia yang begitu berlebihan.
"Baiklah..! Aku tidak enak menolaknya" kata Tommy pasrah menerima keadaan.
Chyntia yang benar-benar merasa senang kali ini sekali lagi menepukkan tangan dan di ikuti oleh semua pekerja dan staff di sana sehingga menjadi suasana kembali riuh gembira.
"Wakil direktur sediakah kamu mengucap kata untuk semua pekerja di sini" Kata Kepala Zein berharap
Tommy yang tidak tahu akan mengucap apa karena ia tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini hanya bisa berkata singkat "Terima kasih atas dukungan kalian semua. Sebagai wakil direktur kalian yang baru aku hanya bisa mengucapkan terima kasih"
Banyak diantara mereka yang belum paham akan ucapan tommy kali ini tapi dengan sigap Kepala Zein langsung menangkap maksud dari Tommy dan menambahkan kalimat Tommy tadi "Apa kalian hari ini tidak takut kalau kerugian kali ini akan di potong ke dalam gaji kalian seperti ucapan Manager Sony tadi? tunggu apa lagi ayo cepat bekerja" kata kepala zein ke arah perkerja di sana.
Mendengar ucapan atasan mereka seketika itu para pekerja yang ada langsung tersadar dan segera berlari menuju pos yang seharusnya mereka tempati sambil mengucap kata penuh kesiapan "Siap Kepala" ucap mereka serempak.
"Ayo ayo cepat... Semangat...!" imbuh Kepala Zein kembali
Chyntia yang sudah berhenti meneteskan air mata seketika merasa terharu dan meneteskan lagi air matanya melihat para pekerja yang penuh semangat berlarian kembali ke tempat mereka.
Melihat kondisi Chyntia yang terlihat lucu Tommy sendiri merasa tidak tahan untuk menggodanya "Direktur kenapa kamu terlihat seperti jeruk purut kalau menangis" kata Tommy meledek.
Tak banyak berkata chyntia langsung berlari ke arah tommy untuk bersiap memukulnya dengan masih tetap meneteskan air mata bahagia. Tommy yang melihat ada serangan ke arahnya seketika langsung berlari menghindar dan berlari menjauh, mereka saling mengejar seperti anak kecil yang sedang bermain tanpa peduli ada kehadiran Camila dan kepala zein yang masih di sana.
"Selama aku kerja di sini tidak pernah aku melihat direktur sebahagia ini" ujar Kepala Zein ke arah Camila.
Camila hanya menganguk menyetujui ucapan Kepala Zein kali ini dan berkata bahagia : "Entah dari mana tuhan mendatangkan lelaki ini tapi kehadirannya sungguh berarti di sini walau ia baru saja muncul"
Mereka berdua yang sejak tadi berlarian sudah merasa capek dan berkeringat akhirnya berhenti dan saling menenangkan nafas mereka yang terlihat cepat karena capek "Sudah direktur sudah cukup aku sangat lelah" ucap Tommy pura-pura saja karena ia tahu kalau chyntia bukanlah tandingannya yang setiap latihan harus berlari berkilo kilo meter demi meningkatkan fisik dan daya tahan tubuhnya
Chyntia yang merasa kecapaian juga menyetujui usulan Tommy dan ber istirahat duduk di kursi sekitar mereka, melihat mereka berdua yang berkeringat Camila ber inisiatif memberi air minum untuk melawan dehidrasi mereka dan memberikan kepada dua orang yang sedang ber istirahat sejenak di kursi tersebut.
"Direktur aku undur diri dulu masih ada pekerjaan yang belum selesai" pamit Camila kepada Chyntia
Mendengar kata Camila tadi Chyntia hanya menganguk pelan dan mempersilahkan untuk melanjutkan pekerjaannya kembali
Belum sampai dua langkah Camila pun menyapa wakil direktur baru mereka dengan senyuman menggoda ke arahnya "Wakil direktur sering-seringlah main ke kantorku" sambil tersenyum Camila berkata lembut
Tommy sudah mampu menangkap maksud Camila dari cara ia memandangnya dan menyimpulkan kalau Camila benar-benar menyukainya.
Dalam beberapa waktu Kepala Zein pun undur diri untuk memastikan produksi tercapai dan lancar setelah terhambat masalah tadi.
Kini tinggal mereka berdua duduk berjejer dan saling mengatur ritme nafas agar kembali tenang.
"Tommy terima kasih banyak, aku sungguh tidak tahu harus bagaimana kalau ada masalah seperti tadi" Kata chyntia tulus
"Sudah sepantasnya aku membantu tidak usah di fikirkan" balas Tommy
Belum sempat tommy merasa tenang tiba-tiba ia merasakan ada getaran dari dalam sakunya yang berasal dari telegram rahasianya. Ia pun membuka dan membaca pesan yang singkat dan segera bergegas pamit kepada Chyntia kalau ia ada urusan mendadak dan harus izin keluar dulu untuk menyelesaikannya. Chyntia yang masih punya rasa hutang kepada Tommy langsung memberikannya izin tanpa banyak menghalangi dan bertanya hal apa yang membuatnya menjadi panik.
Tommy langsung berlari ke arah parkiran mobil dan segera menyalakan mobil tuanya keluar pabrik dan segera menancap gas melaju ke arah kantor pusat di mana ia dinas setiap hari.