My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Kiriman Paket



Sesaat setelah menerima pesan singkat pada telegramnya tadi Tommy terlihat sangat serius mencermati kata-kata yang tertulis di dalamnya.


"Paket telah tiba. segera datang ke kantor" Begitulah isi pesan tadi yang berasal dari Kepala Chen


Setibanya di tempat parkir kantor pusat Tommy langsung masuk ke dalam ruangan kepala chen dan melapor kehadirannya dengan sigap. Melihat kedatangan Tommy dengan tanpa basa basi lagi Kepala Chen langsung menjelaskan kondisi yang sedang berkembang saat ini dan memberi tahu kepada Tommy kalau paket kiriman yang berisi virus T akan tiba malam ini dengan cara melewati pelabuhan barang Moonlight Shipyard.


Kota Golden Bay memiliki dua pelabuhan di sisi utara yakni Moonlight Shipyard yang di khususkan untuk pengiriman barang dari dan keluar negeri. Sedangkan satunya bernama Golden Star Shipyard yang hanya khusus melayani penumpang yang ingin bepergian dengan kapal feri maupun kapan pesiar.


Kepala Chen menegaskan kalau berita ini sangat akurat dan terpercaya hasil pengintaian para agen mata-mata yang mereka miliki dan akan tiba di pelabuhan tepat jam 19.00 malam nanti.


Kali ini Tommy di berikan misi yang sedikit berbahaya yakni mengambil alih paket dari tangan penjahat sebelum sampai pada tujuan dimana markas Dragon Tail berada, karena jika barang ini sampai lolos dan tidak teratasi saat proses pemindahan itu juga di khawatirkan akan menambah masalah di kemudian hari karena efek racun yang sangat berbahaya jika tercampur dengan udara lingkungan sekitarnya.


Dengan seksama Kepala Chen menjelaskan alur misi yang akan mereka jalankan dan kali ini Tommy bertugas sebagai tim pelumpuh untuk membuka jalan bagi tim penjemput paket dan membawanya dengan aman ke tempat yang di tuju yakni kantor pusat ini.


Kepala Chen kemudian melihat jam yang menandakan pukul 15.30 langsung menekan tombol di telephone meja kerjanya dan tersambung ke arah Sisca bekerja.


"Sisca segera kumpulkan para personil yang terlibat misi kali ini di ruang instruksi dalam waktu 5 menit" kata kepala chen kepada sisca


Sisca kemudian memberi tahu kepada semua personil yang di maksud kepala chen tadi dan segera menuju ruang pertemuan. Kepala chen kemudian mengajak Tommy berjalan menuju ke arah pertemuan dan segera setelah semua berkumpul ia pun langsung memimpin pertemuan tersebut.


Kepala Chen pun langsung menjelaskan alur misi nanti yang akan di buka terlebih dahulu oleh penyusupan Tommy ke area pembongkaran paket dan melumpuhkan para penjaga untuk membuat celah tim penyerbu taktis membersihkan sisa penjagaan baru di ikuti oleh tim penjemput paket kemudian membawa paket itu pergi dari sana. Ia memberikan target semua misi kali ini hanya 15 menit saja tanpa ada jejak dan bersih secepat mungkin.


"Tommy kamu berada di baris paling depan persiapkan semua alatmu dengan baik" Kata kepala chen memastikan dan di sambut dengan kesiapan Tommy tanda ia mengerti apa yang harus ia lakukan.


"Sisca kamu sebagai pemimpin tim penjemput usahakan jangan sampai ada kendala pada alat transportasi kita" Kata kepala chen ke arah sisca dan di balas dengan gerakan hormat tanda ia sudah mengerti.


Untuk tim penyerbu taktis akan di pimpin langsung oleh Kepala Chen melalui layar satelit di kantor pusat nya. Ia pun sudah mempersiapkan rute yang harus di lalui jika paket telah berhasil di ambil alih.


Kepala Chen juga menjelaskan kalau anggota Dragon Tail ini juga memasang banyak penjagaan dan di perkirakan sampai berjumlah puluhan orang


lebih hanya untuk menjemput paket kiriman mereka.


Setelah semua sudah mengerti segera mereka menyiapkan semua peralatan yang di butuhkan termasuk senjata taktis untuk operasi ini "Tom kamu suka sekali dengan Kukri ini" ujar Sisca seraya melihat ke arah Tommy yang sedang membersihkan belati yang sedikit melengkung seperti parang namun sedikit kecil dan ringan.


Tommy hanya tersenyum mendengar kata Sisca tadi karena ia memang benar-benar suka dengan senjata tersebut "Senjata ini sangat cocok dengan gaya bertarungku" kata Tommy


Mendengar kata Tommy tadi Sisca pun ikut tersenyum dan setelah menyelesaikan alat yang mereka butuhkan Sisca pun menepuk pundak Tommy seraya berkata: "Bukakan jalan buat permaisuri ini nanti" Kata Sisca akrab


"beri aku kecupan manis maka aku akan membuka jalan yang sangat indah buatmu" goda Tommy ke arah sisca


Sisca memang tahu dan terbiasa dengan sikap Tommy yang genit dan hanya menganggap ucapan Tommy tadi cuma candaan agar tidak tegang sebelum misi kali ini berlangsung.


Belum sempat sisca beranjak jauh dan hanya melangkah beberapa saja tiba-tiba ia membalikkan badan dan langsung mencium pipi tommy "Anggap saja hadiah penyemangat dariku" kata sisca sedikit malu dan langsung berlalu meninggalkan Tommy yang masih kaget dengan sikap Sisca tadi


Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 yang berarti misi tinggal satu jam lagi akan berlangsung, Kepala Chen yang sudah siap di depan layar monitor yang berjumlah puluhan dengan sistem satelit mata-mata yang canggih telah siap memeberikan aba-aba kepada seluruh tim.


"Semua tim bersiap pada posisi" ujar Kepala chen lewat microphone yang menempel di telinganya.


"Tim Pembersih siap" ucap ketua regu


"Tim penjemput siap" dilanjut Sisca menjawabnya


Sesaat suasana hening karena seperti sedang menunggu seseorang yang belum melaporkan kesiapannya yang tak lain ialah Tommy.


Tommy saat ini sedang mengalami sakit perut dan tidak dapat menahannya sehingga ia terpaksa mencari toilet umum di sekitarnya dan melampiaskan seluruhnya dalam toilet tersebut.


Kepala Chen yang merasa bingung dengan kondisi Tommy saat ini kenapa ia masih belum merespon panggilannya kemudian menghubungi ke dalam nomer ponselnya dan langsung terangkat. "Halo kepala chen ada apa?" tanya Tommy


Kepala Chen yang sejak tadi menunggu menjadi sedikit kesal kepada Tommy dan langsung bertanya kepadanya kenapa ia masih belum berada di posisinya kali ini mengingat waktu sudah sangat mepet "Tommy dimana kamu? semua tim sudah siap menunggumu" kata Kepala Chen kesal


Tommy yang masih berusaha berjuang dengan rasa sakitnya hanya bisa berkata yang sebenarnya "Kepala Chen.! Aku sakit perut" kata ia lemas


Mendengar jawaban Tommy seketika itu seluruh personil yang terhubung dengan alat komunikasi tidak dapat menahan tawa mereka dan merasa hal ini sangat langka dan lucu. Bahkan tawa mereka menjadi sangat kencang saat ia mendengar bunyi kentut dari seberang ujung telephone sana karena saat itu Tommy benar-benar sakit perut.


Kepala Chen yang tadinya marah dan kesal seakan menjadi malu dan bingung dengan kondisi yang tidak biasa seperti ini dan hanya bisa memerintahkan timnya untuk tetap siap kapanpun "Semuanya tetap dalam posisi siap" katanya


"Siap Komandan" di sambut serempak oleh semua personil sambil tetap berusaha menahan tawa.


Setelah beberapa saat akhirnya Tommy pun selesai menuntaskan perjuangannya dengan lega dan langsung bersiap menuju posisi yang harus ia tempati.


Jam sudah menunjukkan pukul 18.50 namun masih belum terlihat ada gerakan ataupun aktifitas bongkar muat barang yang di maksud. Semua orang yang ikut hadir merasakan ketegangan yang sangat tinggi dan mulai berfikir apakah informasinya kali ini salah dan tidak akurat.


Semua tampak gugup dan tepat beberapa saat muncul sebuah kapal bertuliskan Mark Cruisher melaju dari arah laut menuju ke dermaga nomer 2 untuk bersandar. Tak butuh waktu lama muncul sekelompok mobil yang berjumlah 15 dan sebuah truk melaju dari luar gerbang menuju ke arah dermaga tempat kapal tersebut bersandar.


"Kepada semua Tim paket telah sampai" ucap Tommy melalui microphone yang langsung dapat di dengar oleh semua personil.


Mendengar ucapan Tommy ini membuat semua perasaan pasukan yang ikut dalam misi ini menjadi semakin gugup dan berharap tidak ada masalah.


Sesaat kemudian Kepala Chen memberikan aba-aba kepada Tommy untuk bersiap melangsungkan serangan dadakan ke arah para penjaga yang mulai menyebar menempati posisi mereka masing- masing yang berjumlah total 35 orang belum termasuk yang masih berada di dalam kemudi mobil.


Belum sempat Kepala Chen berkata mulai tiba-tiba tommy dengan cepat berkata kepada Kepala Chen "TAHAN..!!" Ucap Tommy


Semua personil yang tadinya siap menjadi bingung dengan ucapan Tommy kali ini bahkan Kepala Chen pun semakin bingung "Tommy ada apa?"


Tommy yang saat itu juga sudah siap malah mendapati ada sekelompok pemancing yang sedang memancing dengan kelompoknya berjumlah 3 orang sedang asik di sekitar sana tanpa mengetahui hal yang sedang terjadi. Mendengar ucapan Tommy akhirnya Kepala Chen pun meng instruksikan kepada seorang agen penyamaran untuk mengamankan mereka terlebih dahulu agar tidak ada korban jiwa di pihak sipil nantinya.