My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Pencuri Kelas Teri



Di ruang pos polisi yang saat itu awalnya sepi kini menjadi ramai karena kedatangan mereka dengan seorang lelaki penguntit yang tadi tertangkap oleh tommy namun malah membuat sandiwara yang sangat bagus.


Dengan kondisi tangan yang patah akibat gerakan tommy tadi lelaki tersebut meringis kesakitan memohon keadilan baginya "Pak polisi tangkap orang ini, ia mematahkan tanganku" katanya memohon kepada polisi di sebelahnya.


"Kamu ceritakan dari awal" suruh komandan regu menyuruh ke arah lelaki tersebut.


Lelaki tersebut mengarang cerita dengan begitu baiknya bahkan ia menambahkan ekspresi layaknya ia benar-benar mengalami hal yang buruk saat ini "Ia tanpa sebab memegang tanganku lalu mematahkannya seperti ini" kata lelaki tersebut sambil memegang tangannya yang terasa sakit.


Tommy hanya diam mendengarkan cerita dari lelaki tersebut tanpa berkomentar dan hanya bisa tersenyum mendengar karangan cerita lelaki tersebut, dalam hatinya ia merasa lucu dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Apa itu benar?" tanya komandan ke arah chyntia dan rombongannya.


Kevin layaknya sedang melihat celah untuk menjelekkan sosok tommy dan berusaha memperkeruh keadaan "Tommy mengaku saja apa yang sebenarnya terjadi" kata kevin seolah tommy melakukan hal yang buruk.


Tidak mau terungkap identitas aslinya yang seorang penguntit ia langsung mencoba mencari keuntungan "Kamu tahu setidaknya butuh biaya 100 juta untuk pengobatan tanganku yang patah ini" imbuhnya dengan nada memelas.


"Pak polisi aku rasa ini hanya salah paham" ujar charles dan di sambut angukan oleh sandra.


Dari tadi chyntia hanya diam seolah tidak tahu harus mengatakan apa karena ia juga tidak percaya jika tommy melakukan hal yang buruk namun di depan matanya malah ia mematahkan tangan seseorang yang membuatnya ikut menyalahkannya "Tommy cepat minta maaf" kata chyntia.


Melihat kondisi sudah semakin tak terkendali akhirnya tommy mulai melakukan tindakan, ia mengeluarkan dompet dari sakunya dan membukanya, melihat gerakan tommy kali ini lelaki tersebut mengira tommy akan membayar ganti rugi kepadanya.


Seketika wajah penguntit tersebut berubah cerah, namun tommy tidak mengeluarkan uang sepeserpun melainkan sebuah kartu. Dengan gerakan tangan yang cepat tommy memperlihatkan kepada komandan polisi yang saat itu berdiri di depannya.


Melihat tindakan tommy awalnya sang komandan kaget mengira tommy akan menyerangnya juga namun dengan cepat ia sadar setelah ia menemukan sebuah kartu dari tangan tommy.


Mata komandan tersebut langsung terbuka lebar merasa kaget setelah melihat kartu tersebut. dengan cepat tommy menarik kembali kartu tersebut dan berkata "Komandan kamu tahu kan apa tadi, bisakah kita bicara berdua di luar?" ajak tommy sambil melangkah keluar.


Dengan gugup sang komandan ikut keluar bersama tommy dan membuat semua orang yang ada di sana kaget dengan perubahan sikap komandan polisi tersebut. anak buahnya pun malah tampak tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Chyntia apa yang di lakukan tommy?" tanya sandra, sampai sini chyntia juga tidak tahu dan menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti juga.


Di luar kantor tampak tommy berbicara dengan komandan tersebut dengan sedikit serius, bahkan komandan tersebut malah berubah segan terhadap tommy. Kartu yang tommy keluarkan tadi adalah kartu tanda pengenal khusus bagi para agen rahasia yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan hanya agen terbaik yang bisa memilikinya, itu juga merupakan rahasia level satu di jajaran keamanan sehingga tidak boleh ada yang sampai membocorkannya.


"Maafkan saya yang tidak mengetahui jika saudara merupakan orang penting" kata komandan tersebut memberi permohonan maaf karena kelakuannya tadi.


Tommy paham dengan sikap komandan tersebut dan tidak membuatnya menjadi sulit " Tidak apa-apa, aku paham tugasmu, lagian aku juga tidak sedang bertugas" kata tommy.


Sekali lagi komandan tersebut memberi maaf dan langsung mengerti jika ia telah salah menganggap tommy sebagai pelaku penyerangan dan mencoba langsung meluruskan masalahnya dengan tommy, dengan santai tommy menjelaskan apa yang sebenarnya tadi terjadi dan akhirnya komandan tersebut menganguk paham "Sampai disini aku mengerti" kata komandan tersebut.


Mereka berdua akhirnya masuk kembali dan tanpa membuang waktu lagi komandan tersebut langsung menyuruh anak buahnya membawa lelaki tersebut ke kantor pusat untuk di proses "Bawa ia ke kantor pusat" katanya dengan tegas dan membuat semua orang sangat kaget karena tiba-tiba saja komandan tersebut malah menghukum orang yang kesakitan tersebut.


"Komandan, maksudmu?" tanya anak buahnya tidak mengerti.


Tanpa berfikir lagi dan melihat ekspresi komandannya yang marah akhirnya salah satu anak buahnya menyeret lelaki tersebut keluar tanpa berfikir panjang. Dalam tarikan petugas yang membawanya lelaki tersebut berkata protes "Petugas apa yang kamu lakukan, aku tidak bersalah" katanya sambil terseret keluar.


"Jelaskan saja nanti di kantor" kata komandan tersebut dingin.


Dalam keputusasaan lelaki tersebut berteriak yang membuat semua orang di jalanan sekitar melihat ke arahnya "Aku Butuh Keadilaannnn" teriak lelaki tersebut.


Setelah mereka pergi, dengan cepat komandan tersebut mengambil inisiatif meminta maaf kepada semua yang terlibat masalah tadi "Maafkan kami, karena kami kurang teliti malah membuat liburan kalian tidak nyaman"


Dengan kebingungan chyntia dan kedua orang tuanya hanya bisa berkata pelan "Apa sudah selesai komandan?" tanya chyntia, Sekali lagi komandan tersebut berkata ramah "Sudah tidak ada masalah, ini hanya salah paham saja" katanya ramah.


"Apakah kalian butuh kami antar kembali ke tempat hotel?" kata komandan tersebut menawarkan bantuan.


"Tidak usah kami ada mobil yang mengantar kami" jawab tommy singkat.


Mengerti ia tidak dapat membantu apa-apa lagi akhirnya komandan tersebut hanya memerintahkan anak buahnya mengantar mereka ke tempat mobil mereka berada "Antarkan mereka dengan aman"


Walaupun anak buahnya masih bingung, namun ia tidak membantah lagi dan langsung melakukan perintah atasannya, "Maaf telah membuat liburan kalian tidak nyaman" kata komandan tersebut kembali.


"Kalau begitu kami permisi dulu" kata tommy sambil keluar dan di antar oleh seorang petugas sampai tempat mobil berada, sampai mobil mereka kemudian masuk dan segera kembali menuju hotel karena kondisi juga sudah mulai gelap.


"Terima kasih telah berkunjung ke jepang" kata petugas tadi sambil membungkukkan badan tanda hormat


Mobil mereka akhirnya melaju menelusuri padatnya kota tokyo untuk kembali ke arah hotel di mana mereka menginap. Dalam mobil mereka masih penasaran apa yang di lakukan oleh tommy sehingga membuat para polisi tersebut berubah 180° "Tommy tadi apa yang kamu lakukan" tanya charles.


Tommy tentu saja tidak bisa berkata jujur dan hanya mengarang cerita jika ia tadi memperlihatkan kartu tanda pilot istimewa yang ia punya dan dengan segera meluruskan permasalahan yang sebenarnya terjadi, ia berkata kepada polisi tersebut jika lelaki tersebut adalah seorang penguntit dan berkata kepadanya jika ia seorang pilot dan tidak akan mungkin seorang pilot akan melakukan hal yang di larang.


Sampai di sini akhirnya semua mengerti kenapa tiba-tiba saja mereka langsung menghormati mereka dengan tiba-tiba "Begitu hebatkah seorang pilot pesawat pribadi di kalangan mereka?" tanya charles


"Tentu saja paman, kami pilot tidak bisa di anggap sepele" jawab tommy yang langsung di tangkap oleh kedua orang tua chyntia bahwa tommy adalah orang yang hebat.


Lagi-lagi kevin kalah telak oleh keunggulan tommy kali ini dan hanya bisa diam tidak bersuara karena ia tidak melihat cela untuk masuk dalam pembicaraan mereka.


Sedangkan di kantor pos tadi dalam kebingungan anak buahnya mencoba memberanikan diri bertanya kenapa atasannya tersebut bersikap begitu hormat dan takut kepada tommy "komandan apa yang terjadi sebenarnya"


Tidak langsung menjawab komandan tersebut malah menyalakan sebatang rokok dan menghembuskannya ke udara dan berkata dengan suara dalam "Apa kamu tahu siapa dia" tanya atasannya tersebut,


"Memangnya siapa" imbuh anak buahnya yang duduk di sampingnya.


Dengan menatap mata anak buahnya dalam-dalam ia berkata "Ia seorang agen rahasia" kata komandan tersebut yang langsung di sambut ekspresi kaget oleh anak buahnya,


Mereka baru sadar karena telah berurusan dengan orang yang salah dan bersyukur karena tersadar telah lepas dari masalah yang serius. bahkan jika seorang agen rahasia berada di negara orang lain ia masih tetap tidak bisa di sentuh oleh orang biasa seperti mereka, jika ada yang berani membuat masalah maka urusannya sudah dengan antar negara.