
Pagi telah tiba dimana saat tommy masih nyenyak tidur di atas sofa ruang tamunya, ia sedang bermimpi tentang seorang wanita yang berada di sampingnya sedang memakai gaun pengantin yang sangat cantik, dan tommy memakai setelan jas hitam berjalan menggandeng mempelai wanita di sampingnya, mereka tampak sangat serasi saat berada di atas panggung pernikahan, keduanya saling mengucap janji pernikahan satu sama lain. Suka dan duka akan mereka lalui bersama layaknya pasangan yang tidak terpisahkan.
Saat moment dimana mereka akan berciuman tiba-tiba saja langit mendung dan menyambarkan petir yang dahsyat membuat semua tamu undangan berlarian, suasana pernikahan yang indah berubah langsung menjadi kekacauan dan tidak dapat di kendalikan. Dalam sekejap hujan deras pun turun mengguyur pesta pernikahan mereka, sejenak mata tommy melihat ke arah mempelai wanita tersebut yang ternyata muncul sosok chyntia.
Hujan pun terus turun semakin deras dan bahkan membuat basah kuyup badan tommy, tapi entah bagaimana perasaan basah tersebut semakin menjadi nyata, dalam sekejap tommy pun terbangun dari mimpinya dan menemukan sosok suki yang telah rapi dan telah selesai mandi pagi-pagi sekali, ia tidak menyangka jika hujan yang turun tadi adalah air yang di cipratkan oleh suki kepada tommy agar ia bangun "Apa kau sudah gila pagi-pagi menyiramku dengan air" kata tommy kesal karena wajahnya basah penuh cipratan air.
"Bangunlah jangan malas, ini sudah siang" kata suki menyuruh tommy agar segera lekas bangun dan mandi.
Dengan malas tommy segera bangun dan menuju ke kamar mandi untuk segera mandi.
Waktu telah menunjukkan pukul 07.30 pagi yang mana jam kerja tinggal 30 menit lagi. Mereka berdua langsung menuju tempat parkir dan berjalan mengendap-endap seperti awal mereka datang takut terlihat oleh chyntia, sampai di parkiran mobil tommy merasa lega karena mobil BMW chyntia tidak terparkir di tempatnya menandakan ia telah berangkat kerja.
Dengan cepat mereka menyetir mobil menuju ke arah kantor departemen pertahanan terlebih dahulu untuk mengantar suki ke sana dan kemudian tommy langsung menuju pabrik untuk pergi bekerja. Kali ini tommy tidak naik taksi melainkan membawa mobil kesayangannya untuk pergi bekerja karena ia tahu kalau nanti malam ia akan datang ke acara ulang tahun orang tua chintia.
Tidak butuh waktu yang lama akhirnya tommy telah sampai di area parkir pabrik, kedatangannya kali ini terlihat berbeda dengan sebelumnya karena ia membawa mobil sport ferary merah nya yang membuat semua orang melihat menjadi iri
"Lihatlah mobil sport itu, pasti sangat mahal harganya" ujar seorang pekerja yang kebetulan melewati parkiran saat tommy sedang memarkir mobilnya.
Beberapa dari mereka berhenti dan menebak siapakah orang kaya yang datang ke pabriknya kali ini.
Dengan membuka pintu mobil sosok tommy segera muncul dari dalam dan mengejutkan mereka semua yang ada di sana "Bukankah itu manager pemasaran yang baru" kata seorang pekerja yang membuat semua orang semakin kaget.
"Baru menjadi manager kemarin ia sudah bisa membeli mobil baru" kata teman yang lainnya, seketika kejadian ini langsung menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru pabrik, bahkan chyntia yang tidak tertarik dengan berita pekerjanya pun bisa ikut menjadi penasaran gosip apa yang sedang menyebar.
Tidak butuh waktu lama bagi chyntia untuk mengetahui berita tersebut dan membuat dirinya harus berbicara dengan tommy untuk meminta penjelasan agar tidak menjadi berita miring di kalangan pekerjanya.
Saat tommy memasuki ruangan bagian pemasaran semua orang tampak merasa ada yang berbeda dengan managernya hari ini, datang membawa mobil seharga miliaran untuk bekerja tentu saja menjadi pusat perhatian di mana-mana terutama para kalangan gadis di sana.
Sosok andy tiba-tiba muncul di hadapan tommy dan dengan penuh semangat ia langsung bertanya "Manager, benarkah gosip yang beredar kamu membawa mobil ferary merah itu?" Kata andy penasaran dengan kebenaran gosip yang sedang berkembang.
"Ya.. ada yang salah?" Tanya tommy.
"Tidak ada.. hanya saja semua orang bertanya sejak kapan kamu bisa membeli mobil mewah sedangkan baru saja kamu menjadi manager di sini" kata andy penasaran.
Seketika tommy sadar jika kelakuannya hari ini membuat semua orang menjadi penasaran karena memang benar apa yang di pikirkan oleh semua orang tentang dirinya dan itu dapat di maklumi, dengan cepat tommy langsung meluruskan "Oh.. itu mobil saudaraku, kebetulan ia pergi keluar negri jadi sekalian aku memanaskan mesinnya" kata tommy menjelaskan agar tidak ada lagi pikiran yang aneh-aneh tentang dirinya.
Seketika andy langsung menganguk paham dan berkata lega karena mengetahui jika mobil itu adalah mobil saudara tommy dan bukan dari hasil yang tidak-tidak selama menjadi manager baru di pabriknya, baru saja andy ingin bertanya lagi tapi di ujung lorong kerja terlihat sosok chyntia muncul dan membuat andy mengurungkan niatnya.
"Direktur datang, aku rasa harus pergi dulu" kata andy pamit kepada tommy karena takut jika terlihat oleh chyntia bersantai saat jam kerja.
Sosok chyntia semakin jelas dan mendekat ke arah tommy dan saat tiba di depannya ia langsung bertanya dengan tidak sabar "Tommy jelaskan keributan apa yang telah kamu perbuat di pabrik hari ini" tanya chyntia sedikit marah.
Tidak langsung menjawab tommy hanya tersenyum dan malah berjalan ke arah kantornya meninggalkan chyntia yang sedang marah berdiri sendiri
Dengan tersenyum tommy langsung menjawab pertanyaan chyntia barusan "Apa kamu tidak malu membicarakan urusan pribadi di depan semua pekerja kantor? Masuklah kita bicara di dalam" kata tommy meluruskan
Seketika chyntia sadar jika ucapannya tadi menjadi pusat perhatian para pekerja di bagian pemasaran tersebut dan akhirnya ia hanya bisa mengikuti tommy berjalan ke arah ruang kerjanya.
Di dalam ruangan kerja tommy langsung memberikan minuman untuk tamunya kali ini "Soda atau kopi?" Tanya tommy menawarkan
"Soda saja" kata chyntia tidak sabar untuk segera ingin mendapat jawaban dari tommy soal masalah pagi ini di pabriknya.
Dengan santai tommy memberikan sebotol soda kepada chyntia dan duduk di kursi untuk mendengarkan keluhan dari direkturnya tersebut.
"Jadi direktur kali ini datang ingin bicara masalah apa?" Tanya tommy seolah ia todak mengetahui apa yang di maksud oleh chyntia.
"Tidak udah berbasa basi, mobil siapa yang kamu bawa itu, saat di bandara juga kamu membawanya bukan" tanya chyntia berharap mendapat penjelasan yang memuaskan dari tommy.
Mendengar kata mobil akhirnya tommy pun paham jika tujuan chyntia kali ini tidak berbeda dengan pertanyaan yang andy ucapkan tadi "bukankah kamu pernah melihat sebelumy" kata tommy yang membuat chyntia semakin tidak mengerti.
"Masih ingat dulu aku pernah memperbaiki mobik tua ku di parkiran apartemen mu dan melihat mobil merah tersebut di samping ku?" Kata tommy melanjutkan.
Sedikit mengingat kembali kejadian masa lalu akhirnya chyntia ingat kalau mobil tersebut pernah terparkir di area apartemen miliknya dan saat itu tommy dengan mudah membawa kunci mobil tersebut.
"Maksudmu, itu mobilmu sejak awal?" Tanya chyntia ragu. Tapi dengan sedikit santai tommy menjelaskan jika mobil tersebut bukanlah miliknya tapi milik saudara sepupunya yang tinggal di apartemen samping milik chyntia dan ia hanya meminjam mobil tersebut untuk di bawa pergi bekerja sekalian memanaskan mesin karena sudah lama terparkir di sana.
Akhirnya chyntia paham kondisi yang terjadi walaupun tommy sebenarnya berbohong soal kepemilikan mobil tersebut, tapi untunglah chyntia tidak curiga malah percaya dengan cerita tommy
"Masalah yang kamu buat, kamu sendiri yang menyelesaikannya" kata chyntia sedikit reda dari rasa marah, dan tentu saja tommy mengerti apa yang akan di lakukannya untuk membereskan masalah tersebut.
"Direktur, setelah makan siang ikutlah denganku" kata tommy mengajak chyntia
Sambil meminum soda yang di berikan oleh tommy tadi ia hanya menjawab pelan "kemana"
"Tentu saja mencari kado untuk ayahmu" kata tommy menjelaskan kemana ia mengajak chyntia pergi.
Saat mendengar ucapan tommy tadi chyntia langsung menyemburkan soda yang sudah ia minum karena terkejut akan rencana tommy, ia merasa sangat lucu saja saat tommy berkata ingin mencari kado untuk ayahnya.
"Hahahaha mencari kado? Tumben sekali, apa kamu sudah memegang uang gaji untuk membeli kado" tanya chyntia tertawa
Merasa kalau dirinya sedang di ejek tommy langsung mengancam "kalau begitu aku usah datang bagaimana?" Kata tommy sedikit kesal.
"Baiklah baiklah.. aku akan menemanimu mencari kado nanti" kata chyntia yang masih tertawa tapi ia juga takut kalau tommy malah tidak jadi datang. Karena ia pasti akan tahu kalau ayahnya akan marah kepadanya jika tommy todak datang.
Chyntia pun kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan rutinnya, begitupun dengan tommy yang sibuk menyiapkan proses pengiriman perdana mereka ke departemen keamanan hari itu juga.