My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Sesuai Dugaan



Sejak sore tommy telah mempersiapkan semua persiapan untuk proses pengiriman perdana mereka ke departemen pertahanan besok pagi, semua stok dan barang telah di siapkan dalam gudang dan tinggal menunggu besok pagi untuk segera di kirimkan. setelah di rasa tidak ada yang aneh akhirnya tommy merasa lega karena ini adalah pekerjaan pertamanya sebagai manager pemasaran.


Saat jam telah menunjukkan pukul 16.00 sore bel sirine tanda jam kerja bagi para staf berbunyi dan menandakan jam aktif telah usai. Mereka secara beriringan pergi keluar area pabrik untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Saat itu Tommy sedang berdiri seperti biasa menunggu taksi untuk segera datang ke kantor pusat seperti yang telah di rencanakan oleh kepala chen tadi siang. Saat ia menunggu melintas mobil camila yang juga hendak ingin pulang "Tommy, ikutlah denganku" sapa camila yang melihat tommy menunggu taksi lewat.


Dalam benak tommy setelah melihat camila begini pasti akan sangat susah melepaskan diri darinya, apalagi ia tadi telah berjanji untuk mengajaknya makan malam, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mewujudkannya "Aku ada urusan sedikit, kamu duluan saja" kata tommy mencoba menghindari camil saat ini.


Saat tommy berfikir untuk mencari cara lain tidak di sangka sebuah telegram masuk dan memuat sebuah pesan, ia tahu jika pesan tersebut pasti berasal dari kepala chen di ujung sana "Aku di rumah sakit mengotopsi mayat, datanglah ke Golden Hospital" sejenak tommy membaca pesan tersebut.


"Kemana kamu akan pergi, aku akan mengantarmu, tak masalah waktu ku sangat luang" seru camila mendesak tommy terus.


Sejak awal tommy sudah menduga jika ini akan berlanjut dan tidak akan mudah melepaskan diri jadi ia hanya bisa pasrah untuk menuruti camila "Baiklah, antarkan aku ke rumah sakit" jawab tommy sambil menuju ke arah pintu mobil sebelah yang masih kosong kemudian membukanya dan langsung duduk di kursi penumpang.


Mendengar kata rumah sakit camila sedikit kaget dan menjadi takut jika tommy sedang mengalami masalah dengan kesehatan "Tommy, apa kamu sakit,? kenapa ke rumah sakit?" tanya camila tidak sabar berharap tommy tidak ada masalah apapun.


"Tenanglah. aku tidak apa-apa, temanku yang ada masalah" kata tommy menenangkan camila.


Mendengar ucapan tommy ia langsung sadar jika ia terlalu berfikir yang aneh-aneh "Maafkan aku, aku tidak bisa untuk tidak tenang setelah mendengar kata rumah sakit" kata camila.


Dalam hati tommy mencoba berfikir apa ada sesuatu yang membuat camila trauma dengan rumah sakit, tapi ia tidak berani bertanya takut jika akan membuang waktu lagi "cepatlah, aku sudah di tunggu di rumah sakit" kata tommy terburu-buru.


Dengan tidak membuang waktu lagi camila pun langsung menginjak gas mobilnya dan langsung menuju ke arah golden bay hospital yang berada di sekitar daerah central park tengah kota. tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai di lokasi "tommy, bisakah aku ikut denganmu?" tanya camila seakan tidak ingin lepas dari tommy, tentu saja tommy tidak dapat mengajak camila untuk ikut karena masalah yang ia urua kali ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain apalagi orang biasa seperti camila "Kapan-kapan saja, hari ini aku sendiri saja yang datang, aku tidak mau membuat temanku tidak nyaman" kata tomny mencari alasan.


Sebenarnya camila bukan anak kecil yang bisa di bohongi dengan kata-kata biasa saja dan ia berfikir jika tommy datang untuk seorang wanita yang spesial baginya "apa dia seorang wanita" tanya camila penasaran.


Semakin tommy mencari alasan maka semakin sulit ia akan lepas dari camila dan hanya bisa mengikuti pemikiran wanita tersebut walaupun ia harus berbohong sedikit demi melepaskan diri darinya "Ya benar" kata tommy dingin


Setelah mendengar kata tommy akhirnya camila hanya bisa mengalah dan memberi kesempatan bagi tommy untuk segera menemui wanita yang di maksud tadi "Baiklah, aku akan pulang dulu" kata camila seraya menyalakan mobil kembali dan menutup kaca mobil


"Hati-hati di jalan" kata tommy ke arah mobil yang sedikit demi sedikit mulai menghilang dari pandangan tommy.


"Datanglah ke kamar mayat" kata orang di seberang telephone sana dan langsung mematikan sambungan telephone tommy, ia pun langsung berjalan menuju kamar mayat berada.


Di dalam bangsal terlihat seorang lelaki yang tak lain adalah kepala chen dan di sampingnya petugas suki yang sedang mengamati mayat yang mulai membiru menandakan kondisinya sudah mulai membusuk, di telitinya dengan hati-hati dan sangat teliti, mereka sepertinya telah menemukan titik terang soal mayat tersebut "Kepala chen, aku sudah datang" kata tommy mencoba mengalihkan pandangan atasannya tersebut.


"Oh tom kau sudah datang, lihatlah apa yang kita temukan di sini" kata kepala chen sambil menunjukkan sampel yang ia ambil dari darah mayat tersebut.


Sambil melihat sejenak ia mencoba memikirkan hal yang tidak ia inginkan sebelumnya, tapi semua kegelisahannya tidak ada artinya karena memang benar semua bukti telah mengarah ke sana "Jadi sudah positif, virus itu sudah mulai di gunakan?" tanya tommy.


"Tidak hanya itu, bahkan mereka memakainya kepada orang yang masih hidup" sela petugas suki yang sejak tadi sibuk meneliti mayat tersebut.


Dengan sedikit heran tommy bertanya maksud dari ucapan suki tadi, ia sedikit tidak mengerti namun ia juga memiliki tebakan sendiri "Maksudmu mayat ini sebelumnya masih hidup saat di berikan virus tersebut?" kata tommy meyakinkan.


"Tentu saja, dan mereka tidak mempunyai rasa manusia sama sekali" imbuh suki sambil melihat ke arah mereka berdua.


Sesaat mereka mulai melihat arah perkembangan masalah ini kedepannya dan semakin terbuka tirai kasus ini makin sadar pula betapa gentingnya masalah ini terhadap mereka. Setelah mereka selesai dengan urusan di rumah sakit tersebut mereka kemudian kembali lagi menuju kantor untuk segera menyusun rencara yang lebih efektif karena kepala chen merasa masalah ini tidak dapat di tunda lagi.


"Malam ini petugas suki akan menginap di apartement mu untuk sementara" kata kepala chen kepada tommy.


Tommy yang sejak awal bertemu merasa jengkel sekaranf malah harus memberi tempat tinggalnya kepada suki tentu saja tidak akan setuju begitu saja "Kepala chen, maksudmu kita sekamar?" tanya tommy.


"Kenapa, apa kamu tidak berani sekamar dengan wanita cantik?" serang suki yang melihat tommy enggan


Harusnya tommy dalam keadaan normal tidak akan menolak jika mendapat kesempatan seperti ini tapi saat ini wanita yang sedang sekamar dengannya adalah suki, orang yang dari pertama kali mereka bertemu saja sudah membuat tommy kesal "Sekamar dengan kucing liar? mimpi saja" jawab tommy kesal.


Suki hanya tersenyum lucu melihat tingkah tommy tanpa membalas kalimatnya dan tetap terus duduk di kursi mobil dengan santai. mereka terus melanjutkan perjalanan menuju kantor dengan cepat berharap cepat sampai dan dapat istirahat untuk sejenak.