
Saat jam istirahat tiba seluruh karyawan hampir semuanya berkumpul di kantin pabrik untuk makan siang ataupun sekedar mengobrol sambil merokok bersenda gurau dengan sesama rekan kerjanya. Walaupun antara buruh pabrik dengan karyawan kantor berada di satu tempat yang sama tapi tetap ada bagian yang membedakan lokasi mereka duduk dan istirahat. Jika para buruh hanya duduk berjejer tanpa penghalang sedangkan para karyawaan kantor berada di lantau dua dengan penutup kaca dan berpendingin udara.
Saat semua berkumpul untuk makan manager Sony yang selalu berusaha mendekati direktur mereka Chyntia selalu berusaha mengambil duduk untuk di samping Chyntia.. sebenarnya Chyntia sendiri merasa risih namun ia tak ingin terlihat tidak sopan apalagi sedang banyak karyawan yang berada di sana.
Saat itu Tommy sedang mencari tempat duduk di antara para karyawan yang lain berjalan mengelilingi ruangan yang hampir penuh. Terdengar suara yang khas dari Andy menyapa ke arah Tommy yang sedang kebingungan mencari tempat duduk. “Tommy kemarilah kita makan bersama” seru Andy kepada Tommy yang segera menghampiri tempat duduk Andy. “Terima kasih Andy di sini ramai sekali” ujar Tommy berterima kasih
Dengan seksama Tommy memperhatikan suasana pabrik secara detail agar ia segera cepat memahami kondisi pabrik tersebut.. Jumlah karyawan buruh hampir berjumlah seribuan di tambah lagi lima puluh dari karyawan kantor. Ia terus mengawasi seluruh kebiasaan pabrik sampai lingkungan sekitar yang tidak begitu ketat “Pantas saja ini menjadi target pihak Dragon Tail untuk melancarkan aksinya penjaga pun hanya beberapa dan tidak muda lagi” Ucap Tommy dalam hati.
Sesari tadi Andy yang melihat Tommy diam dan belum makan bertanya heran kepada Tomm “Hei kawan apa yang kamu pikirkan”
Karena teguran Andy tersebut akhirnya Tommy sadar kembali dari lamunannya “Ah tidak apa apa, sudah ayo makan” kata Tommy
Senjenak Tommy pun mulai memakan makanannya dengan santai dan baru beberapa saat ia mulai makan Andy pun langsung menyenggol lengan Tommy sambil berkata: “ Hai kawan lihatlah Manager kita, ia begitu genit terhadap direktur “ sambil melihat ke arah manager sony dan Chyntia sedang duduk.
Tommy yang sedikit kesal karena kelakuan Andy yang hampir membuat makanannya jatuh ikut melihat ke arah mereka duduk “Apakah mereka sepasang kekasih?” Tanya Tommy penasaran.
Andy yang mendengar perkataan Tommy pun tertawa “Mana mungkin itu hanya saja dari dulu manager Son selalu mengejar Direktur kita ini. Tapi direktur tak pernah sedikitpun menanggapi rayuan dari manager Son”
“ Kau lihat kecantikan direktur chyntia ini.. begitu terpancar kepenjuru ruangan, lelaki mana yang tidak ingin menjadi kekasihnya” kata Andy bersemangat yang membuat Tommy tak tahan untuk menggodanya “ Apa kamu menyukainya?” Goda Tommy
Mendengar perkataan Tommy wajah andi yang bersemangat seketika berubah menjadi masam “ Ah sudahlah lupakan kita karyawan rendahan jangan bermimpi terlalu tinggi” kata Andy dengan ekspresi kecut
Tommy yang melihat wajah Andy semakin tak kuat untuk menggodanya mengatakan kepada Andy untuk membuat taruhan “ Kalau aku bisa mendapatkan direkturmu apa kamu taruhan?” kata Tommy
Andy yang seketika itu terkaget mendengar kata Tommy hampir tersedak oleh makanannya dan berkata kesal “ Apa kau gila haa.. sudah aku bilang jangan bermipi” kata Andy kesal
“Apa kau takut?” ucap Tommy.
Mendengar jawaban Tommy yang percaya diri Andy pun berfikir tidak mungkin kalau Tommy akan berhasil menyetujui taruhannya dengn Tommy “ Baiklah kalau kamu bisa mendapatkan direktur akh akan mentraktirmu makan selama satu bulan” Kata Andy percaya diri.
“ Deal” jawab Tommy sambil tersenyum, Tapi di lainpihak wajah Andy sedikit ragu untuk melanjutkan taruhan ini setelah mendengar jawaban Tommy yang percaya diri, biar bagaimana pun sekali makan di sana minimal menghabiskan uang 10$ untuk satu orang dan ia harus menanggung makan Tommy selama satu bulan kalau ia kalah sama saja menghabiskan gajinya selama dua bulan kerja. “ Kalau akau kalah mampuslah aku” kata Andy dalam hati
Saat mereka makan tiba tiba datang seorang wanita yang tidak kalah cantik dengan direktur mereka ke arah mereka “ Hai” sapa wanita itu kepada Tommy
Tommy yang sedang makan dengan lahap sedikit kaget dan melihat ke arah wanita di depannya tersebut. Berdiri seorang wanita dengan kemeja kerja yang serasi berwarna putih di padu dengan blazzer hitam yang elegan, ia adalah Camila Chen seorang kepala bagian keuangan di pabrik ini dengan rambut tidak terlalu panjang sesuai dengan gayanya yang stylish masa kini.
Andy yang tak berharap ada wanita cantik datang kepadanya seakan mendapat berkah yang tidak terhingga langsung memperkenalkan dirinya “Perkenalkan aku Andy” kata Andy percaya diri
Sejenak Camila melihat ke arah Andy dan berkata: “ Aku tau kamu anak buah Sony kan bagian pemasaran.” Jawab Camila singkat kemudian melihat ke arah Tommy “ Yang aku tanya adalah pria tampan di sebelah ini” kata Camila penuh arti
Mendengar jawaban Camila seketika wajah Andy terlihat malu karena ia sudah salah sangka kalau Camila akan bertanya kepadanya malah tertuju kepada Tommy di sebelahnya, Tommy yang sedari tadi diam melihat kejadian barusan sedikit tersenyum dan berkata: “ Halo aku Tommy dari divisi Pemasaran baru masuk hari ini” jawab Tommy sambil menjulurkan tangan untuk bersalaman.
Dengan menjabat tangan Tommy kedepan Camila pun membalas lembut “Camila. Kepala keuangan” jawab Camila lembut
Tommy merasakan keelembutan di kulit Camila berfikir pasti ia rajin merawat tubuhnya, pantas saja ia secantik ini bahkan keharuman yang tubuh Camila dapat ia rasakan sampai ke hidungnya dan terasa menggairahkan.
“ Apa kamu tega wanita cantik sepertiku berdiri ? “ Kata Camila tersenyum
Sejak tadi Tommy terlalu fokus memperhatikan tubuh Camila pun sadar kalau ia belum memberikan tempat duduk dan membiarkan wanita cantik ini berdiri lama di sana. “ Maaf aku sampai lupa, silahkan nona untuk duduk” kata Tommy ramah
“Mulutmu pandai menggoda wanita” kata Camila “Kamu pasti sudah lihai menghadapi wanita di luar sana”Goda Camila kepada Tommy
“Wanita secantik Manager Camila bagaimana bisa untuk tidak tahan menggodanya begitu cantik di mata lelaki” kata Tommy tersenyum
Merekapun akhirnya makan siang bersama dan mulai terbawa suasana yang riang membicarakan pengalaman masing masing terutama saat Tommy mengarang cerita pengalaman menjadi sales pakaian dalam dan pernah di keroyok oleh orang kampung mengira dirinya seorang pencuri pakaian dalam. Mendengar cerita Tommy yang begitu lucu Camila tak tahan untuk tertawa dan mulai akrab dengan Tommy.
Di lain pihak semua mata lelaki mulai menyorot ke arah mereka dan terutama Tommy yang entah dari mana datangnya tapi langsung di datangi oleh manager keuangan yang cantik, seakan mereka menganggap Tommy adalah saingan mereka untuk mendapat simpati dari Camila. Tak hanya karyawan biasa saja bahkan Manager Sonny pun merasa kalau ia sudah di tantang terang terangan oleh Tommy dengan kejadian itu merasakan cemburu yang besar saat Tommy dapat bercanda dengan Camila, walaupun sebenarnya di sisi tempat ia duduk sudah ada Chyntia yang tak kalah cantiknya dengan Camila namun ia merasa hanya dirinya lah yang pantas sejajar dengan para wanita cantik ini.
Chyntia yang sejak tadi pura pura tidak memperhatikan sebenarnya sedikit mencuri pandang ke arah mereka dan berfikir bagaimana bisa Tommy yang baru masuk kerja sudah mendapat perhatian yang besar di antara karyawan. Chyntia sendiri merasa bingung apa yang ia rasakan antara kesal karena kejadian dulu atau malah ada perasaan lain yang sulit ia jelaskan, tidak mau terlalu bingung ia pun melanjutkan makannya karena jam istirahat akan segera selesai.
Tak menunggu lama akhirnya waktu istirahat pun selesai dan mereka pun kembali ke dalam kesibukan masing masing, “ Tommy kedepan kita akan sering bertemu baik baiklah sama aku yah.. kalau tidak aku akan membuatmu susah” kata Camila menggoda Tommy
“Manager Camila apa kamu tega kepadaku yang tak berdaya ini” Jawab Tommy memelas.
Melihat itu camila kembali tertawa dan berkata: “ Asal kamu bisa membuatku senang tak akan ada apa apa” jawab Camila tersenyum dan pergi meninggalkan mereka berdua kembali ke kantor bagian keuangan
Belum sempat Tommy bertanya Camila sudah berjalan jauh dari hadapan mereka dan meninggalkan pertanyaan bagi Tommy maksud dari kata camila tadi.Selama perjalanan kembali ke ruang kerjanya Tommy masih berfikir perkataan dari Camila tadi.