My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Kedatangan Tamu



Dengan tidak membuang waktu lagi tommy segera mecari kepala chen di ruangannya tapi ketika ia mengetuk pintu ruangannya ia tidak mendapati kehidupan di dalamnya, ia bertanya apakah kepala chen sedang ada urusan keluar dan sangat mendesak, karena tidak seperti biasanya kepala chen meninggalkan ruang kerjanya.


Tommy mencoba mencarinya di ruang lain namun ia masih tidak menemukan sosok atasannya tersebut, sepintas ia melihat sosok sisca berjalan menuju ke arah ruang dapur kantor, melihatnya dengan segera tommy berjalan ke arah yang sama.


Dalam dapur terlihat sisca sedang memencet mesin kopi untuk di tuang ke dalam cangkir, ia memilih kopi hitam dari pada rasa lain karena memang ia suka dengan rasa khas kopi tanpa rasa yang lain. Diam-diam tommy berjalan mendekati siska dari belakang dan mencoba menempelkan dadanya ke tubuh siska sambil memegang kedua tangannya yang sedang memegang gelas "Cantik, kamu baik sekali membuatkanku kopi, tahu saja aku baru datang dan sangat lelah"


Dalam diam sisca hanya tersenyum sinis dengan kelakuan tommy, tidak matah tapi juga tidak menerima begitu saja tommy memeperlakukannya seperti itu "Apa sudah selesai berkencan dengan teman wanitamu di jepang?" tanya sisca menyindir


Bukan sebuah rahasia jika tommy pergi ke jepang bersama chyntia kemarin apalagi dengan menggunakan properti kantor yang mewah seperti itu, tidak dapat menyangkal tommy hanya menjawab pasrah "Apa kamu cemburu?" tanya tommy memastikan.


"Cemburu dengan rubah licik? bukan gayaku" jawab sisca tersenyum dingin sambil melepaskan diri dari tingkah tommy yang sejak tadi mencari kesempatan.


Tommy hanya bisa tersenyum dan segera ingat soal tujuan utamanya yang sedang mencari seseorang "Oh ya, aku mencari kepala chen, dimana dia sekarang"


Mendengar tommy bertanya seperti itu dengan santai sisca menceritakan jika selama tommy pergi ke jepang sejak kemarin telah banyak terjadi hal-hal yang begitu cepat di kota golden bay saat itu, kepala chen sengaja tidak memberi tahukan kepada tommy soal kejadian yang sedang hangat saat ini karena ia tidak ingin membuat tommy banyak pikiran saat di jepang dan terlebih kejadian yang saat ini terjadi masih di anggap dalam kondisi dapat di tangani oleh kepolisian kota, mulai dari perampokan yang berujung penyanderaan, kerusuhan yang tiba-tiba saja meluas, dan terakhir ada kejadian pembuangan mayat yang tidak lazim. karena kasus yang terakhir sedikit khusus maka kepala chen juga datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan "Kepala chen sekarang berada di jalan Southern Bay tepatnya di sebuah gang sepi dekat gedung rumah susun" kata sisca menjelaskan.


Sedikit penasaran dengan mayat ini tommy sedikit berfikir seperti apa sebenarnya di tempat kejadian sampai kepala keamanan khusus langsung terjun kelapangan. Tidak dapat menemukan gambaran akhirnya tommy berencana menuju ke tempat kejadian untuk segera bertemu dengan atasannya tersebut "Sisca aku akan ke sana, apa kamu ingin ikut?" tanya tommy menawarkan diri.


Jika dalam keadaan normal sisca tanpa berfikir akan langsung ikut dengan tommy namun mengingat ia masih sibuk mengurus berita acara kejadian yang telah terjadi sepekan ini ia hanya bisa menolak ajakan tommy "Aku masih banyak tugas, baik-baiklah sendiri di jalan" kata sisca sambil kembali ke meja kerjanya dengan membawa secangkir kopi


Segera tommy menuju parkir mobil, dengan sekejap menyalakan mesin dan menancap gas ke tempat yang di sebutkan tadi. Tak lama ia sampai di lokasi kejadian.


Lokasi TKP telah di lingkari garis polisi dan terlihat petugas identifikasi lalu lalang dengan membawa barang bukti dan alat kerja mereka. terlihat sosok kepala chen sedang mengobrol dengan kepala kepolisian kota golden bay, ia berbadan agak tinggi dan perut buncit, berpakaian rapi kemeja biru di lapisi jas hitam sengan dasi garis merah di lehernya. Kepala Zao mereka memanggilnya saat ini, karirnya di kepolisian di bilang cukup bagus karena hanya butuh 2 tahun saja ia sudah naik ke jabatan kepala polisi kota.


"Kepala chen, kenapa kamu tidak memberiku kabar" kata tommy yang tiba-tiba datang dari arah belakang mereka, segera kepala chen berbalik setelah mendengar suara tommy barusan.


"Yoo... masih hidup kamu ternyata" canda kepala chen.


Tommy yang tahu jika atasannya tersebut sedang bercanda tidak merasa kesal dan hanya tersenyum membalas ucapan kepala chen barusan.


Setelah berbincang sejenak mereka akhirnya mengakhiri pertemuan mereka dan segera pergi kembali ke kantor masing-masing, dalam perjalanan pulang kepala chen ikut kembali bersama tommy karena memang tommy sengaja datang menjemputnya dan ada hal mendesak yang perlu di bicarakan.


"Kepala chen, aku baru pulang dari jepang, begitu banyak kejadian kenapa kamu tidak memberitahukan kepada ku" tanya tommy protes.


Kepala chen dengan santai berkata "Masih dalam tahap aman jadi biarlah kamu menikmati liburan di sana" jawabnya seolah keadaan masih dalam kendali.


Tidak ingin ributkan hal kecil tommy langsung berkata soal omongan sakazuki yang ingin agen jepang ikut serta dalam misi kali ini "Kepala chen, saat aku di jepang aku bertemu kepala sakazuki, ia meminta ku untuk bilang kepadamu soal niatnya ingin bergabung dalam misi kali ini.


Dari ekspresi kepala chen saat itu sepertinya ia tidak merasa kaget dan malah tersenyum kecil "Aku sudah tahu dan sudah menebak masalah ini sejak lama, besok orang yang di kirim olehnya akan datang di bandara, kamu jemputlah dia besok siang" jawabnya santai.


Tommy tidak menyangka jika atasannya telah sampai pada tahap di mana kerja sama tersebut di sepakati dan ia hanya bisa gelengkan kepala mengetahui kecepatan kerja dari atasannya tersebut "Baiklah aku akan menjemputnya besok"


Sepanjang jalan pulang mereka membicarakan soal penemuan mayat yang mereka temukan hari ini, mayat tersebut tidak biasa karena di swkujur tubuhnya nampak banyak sekali luka dalam yang bukan berasal dari kontak fisik melainkan lebih cenderung seperti racun, bagian kulitnya banyak muncul gelembung air yang seakan tubuhnya mendidih dari dalam dan merusak organ dalamnya. "Apa ini ada hubungannya dengan virus T" tanya tommy penasaran.


"Khawatirnya seperti itu, makanya aku langsung datang ke lokasi dan memang kondisi mayat sangat tidak wajar" kata kepala chen sedikit khawatir.


mereka tak lama sudah sampai di kantor dan tommy berniat menginap di sana karena badannya sedikit capek akibat baru pulang dari jepang. Keesokan harinya tommy pergi bekerja seperti biasa, di pagi hari ia di sibukkan dengan rutinitas seperti biasa sampai waktunya jam makan siang. Namun karena janji akan menjemput orang yang di utus dari jepang untuk menemani misi nya kali ini ia sengaja pamit kepada chyntia untuk keluar sebentar dengan alasan keperluan mendadak.


Tommy segera keluar pabrik dan mencari taksi untuk segera pergi ke bandara yang berada di barat kota melewati rumah keluarga rey, bangunan mewah tersebut ia lewati begitu saja karena tujuannya kali ini fokus untuk menjemput seseorang.


Bagiang kedatangan begitu ramai siang itu dan tommh sudah siap di pintu keluar penumpang sambil meneliti satu per satu penumpang yang keluar dari sana. lama ia menunggu seseorang yang belum pernah ia tahu wajahnya, yang ia tahu hanya wajahnya harusnya khas orang jepang.


Tak juga menemukan orang yang tepat ia hampir putus asa menunggu, saat ia hendak pergi terlihat sosok yang benar-benar khas wajah orang jepang tapi ia adalah seorang wanita. tommy tidak tahu apakah memang dia orang yang di tunggunya sejak tadi atau masih ada yang lain. Wanita itu berparas cantik dan berkulit putih susu dengan rambut sedikit panjang lurus terurai menambah sosok yang pantas di idamkan seluruh lelaki.


Dalam keraguan ia melihat sosok tersebut semakjn mendekat dan anehnya ia semakin mendekat ke arah tommy, dalam lamunan tommy memandang kecantikannya ia di kagetkan oleh suara wanita tersebut yang memanggil namanya "Letnan Tommy? apa benar itu kamu?" tamya ia sedikit ragu.


"Iya benar" jawab tommy singkat. ia masih saja kaget karena tak menyangka jika pihak jepang kali ini mengirim agennya yang ternyata seorang wanita cantik.