
Di sisi lain Tommy yang menggendong Christin menjauh dari kerumunan camp bersembunyi di balik semak semak lebat yang tak akan bisa ada yang melihat kecuali ia yang menampakkan dirinya sendiri.
" Tuan putri bolehkan q tanya siapa namamu" tanya Tommy di balik semak semak belakang camp bersembunyi
" Christina Angel" jawab christin singkat
" Sesuai namanya sangat cantik orangnya" goda Tommy
Seketika Christin tersipu malu dan tidak berani memandang ke arah Tommy. " panggil saja Tommy" sela Tommy percaya diri
" Q tidak tanya" balas Christin tersenyum
" Aikhhh, apakah q di campakkan..? jangan lupa kamu sudah berjanji akan memberiku hadiah" goda Tommy
Christin yang tersadar akan janjinya tadi kaget dan ragu bertanya ke Tommy tentang hadiah yang ia maksud " Apa yang kamu inginkan" tanya Christin malu
" Q sangat mengagumi bibir tuan putri.. bisakah q mencoba kelembutannya?" tanya Tommy dengan wajah sedikit genit
" Apa tidak bisa yang lain" jawab Christin malu dengan wajah yang semakin memerah
" Apa q kembali lagi saja ke camp tadi dan meninggalkan kamu beserta ******* yang buas tadi saja?" ancam Tommy dengan nada semakin genit
Sejenak Christin berfikir dan terpaksa mengabulkan keinginan Tommy dari pada ia harus merasakan ketakutan yang ia alami lagi selama di camp. Di lain pihak Tommy pun hanya bercanda dan tak akan mungkin melakukannya apalagi ia akan kehilangan kesempatan untuk merasakan kelembutan bibir Christin.
" Baiklah" jawab Christin ragu
belum sempat Tommy bicara Christin pun langsung bicara lagi " Tapi kamu harus tutup mata"
" Apa seperti itu..? bagaimana aku bisa tidur nantinya jika selalu membayangkan bibir itu ketika bersentuhan dengan ku" ujar Tommy protes
" Itu bukan urusan ku" timpal Christin dengan jual mahal.
" Baiklah yang penting kamu mau mencium q" ujar Tommy yang di barengi sambil menutup kedua matanya gak sabar mendapat hadiah istimewa dari wanita cantik yang di gendongnya
" Muach" Sebuah kecupan mendarat dengan cepat tapi ada yang aneh di pihak Tommy.
" Wanita Curang, tak seharusnya tadi q percaya untuk menutup mata" hardik Tommy gak puas. belum sempat Tommy bicara lagi tiba tiba Telegram yang ia bawa bergetar dan muncul pesan.
-Tommy kamu di mana.? kondisi sudah aman cepat bawa sandra ke tempat yang telah di tentukan-
- Dikonfirmasi- balas kevin singkat
Tak berfikir panjang Tommy pun menuju ke arah titik yang di tentukan dan menyalakan flare tanda keberadaan. tak berselang lama muncul hely rescue ke arah flare yang menyala di kegelapan malam dengan terbang rendah dan memindahkan sandra ke dalam hely.
" Good Job Captain" ujar prajurit yang ada di dalam hely sambil mengacungkan jempol ke arah Tommy
" Ayeeeee" jawab Tommy dengan yel khas prajurit saat selesai melaksanakan tugas dengan sukses
Tak berselang kemudian hely naik dan akan meninggalkan lokasi. tapi di saat naik Christin pun masih sempat berteriak mengucap terima kasihke arah tomy sambil menjulurkan sedikit lidah tanda mengejek bercanda.
" Dasar wanita tak ada bedanya di manapun tak bisa di percaya." umpat Tommy dalam hati, tak berselang lama tommy pun menuju arah camp komando berada dan langsung menghadap pimpinan operasi
" Lapor Komandan, misi selesai" ucap Tommy ke atasannya sambil memberi hormat dengan posisi gagah
Sambil memegang dokumen laporan operasi Komandan Chen yang memimpin operasi kali ini yang tak lain adalah atasan utama Tommy di Badan Keamanan Nasional berkata dengan nada puas " Korban meninggal 29 orang semuanya dari ******* termasuk Bruno pemimpin yang paling di cari beberapa tahun ini, sisanya menyerah dan tidak ada korban nyawa dari sandra maupun pihak kita, benar benar hasil yang sempurna sesuai apa yang aku harapkan dari seorang anggota nomer satu di satuanku" ujar Kepala Chen sangat puas dan bangga.
" Siap komandan" sahut Tommy
" Begitu ini semua selesai aku beri hadiah kamu kenaikan pangkat dan cuti selama tiga hari" ujar komandan chen
mendengar ini Tommy tak dapat menahan rasa senang " Terima kasih komandan" jawab tommy senang
" baiklah segera istirahat dan jaga kondisimu" balas kepala chen kepada Tommy
" Siap laksanakan" jawab Tommy tegas dan segera berbalik meninggalkan tenda komandan chen.
Malam itu kondisi yang ada sudah di bereskan, semua jenazah ******* yang mayi segera di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi sedangkan tahanan yang masih hidup langsung di kirim ke penjara bagian Nasional yang sangat ketat.