
Setelah mereka tiba di hotel tempat menginap, mereka segera membasuh diri dengan air dingin untuk membuat suasana hati mereka lebih baik, Jam makan malam pun tiba dan segera mereka menuju ke tempat makan yang telah di sediakan oleh hotel.
Tersedia banyak makanan di sana mulai dari daging, ikan, juah sayur dan minuman, diantara mereka hanya tommy yang mengambil makanan yang berbeda yakni sushi makanan khas jepang.
Chyntia yang tampak asing dengan makanan sushi tersebut merasa jika makanan tersebut aneh dan jijik untuk di makan. daging ikan mentah di makan begitu saja apa memang enak "Tommy bagaimana mulutmu bisa merasakan makanan seperti itu?" tanya chyntia
"Semua makanan ini enak kenapa kamu mengambil makanan mentah seperti itu" kata kevin yang melihat makanan tommy.
Tidak langsung menjawab tommy hanya bisa tersenyum dan terus makan dengan lahapnya, ia tidak peduli dengan tanggapan orang lain tentang makanannya karena sushi tersebut memang enak dan segar di makan.
"Tommy apa kamu tidak apa-apa memakan daging mentah itu?" kata charles juga heran.
Karena charles sudah ikut bicara maka tidak enak jika tommy tidak menanggapinya "Paman, makanan ini sangat enak dan begitu terkenal di jepang, bahkan perdana mentri mereka saja sangat gemar memakannya" kata tommy sambil mengambil sepotong daging dengan sumpit untuk di celupkan ke dalam mangkuk kecil berisi kuah kemudian langsung memakannya "Hmmm... Tidak ada yang bisa mengalahkan rasa sushi segar ini" gumam tommy sambil terus mengunyah.
Karena charles begitu penasaran akhirnya ia pun mengambil seporsi sushi mengikuti tommy untuk mencoba merasakannya "Tidak ada salahnya aku ikut mencoba" kata charles.
Dengan cepat kevin mengingatkan "Paman itu daging mentah, awas perut sakit" kata dia khawatir.
Dengan ragu-ragu akhirnya charles memakan sushi tersebut dengan mengikuti arahan tommy untuk cara memakannya, ia mengunyah beberapa saat dan terdiam, Sandra yang heran dengan sikap suaminya tersebut tak tahan untuk bertanya "Suamiku, apa yang salah?"
Charles tidak langsung menjawab dan tetap diam untuk beberapa saat, sekejap ia sadar jika rasa yang di timbulkan dari daging ikan mentah dan kuah khusus yang di campur bisa terasa sangat enak "Ini enak sekali" kata charles mengagetkan yang lain.
Karena penasaran sandra pun langsung mengambil sepotong dan langsung memakannya "Benar, ini enak" kata sandra tersenyum merasakan kelezatan sushi di mulutnya.
Chyntia sebenarnya juga penasaran namun karena ia masaih ragu, ia tidak ikut mengambil daging ikan tersebut.
Tommy yang mengetahui keingintahuan chyntia langsung mengambilkan sepotong sushi untuk ia berikan kepada chyntia sambil mencoba menyuapi ke mulutnya, "Sayang, cobalah ini paati enak" kata tommy perhatian kepada kekasih sandiwaranya tersebut.
Aneh memang saat tommy memanggilnya dengan kata sayang ia tidak merasa keberatan sedikitpun dan seakan mulai timbul rasa senang, tanpa bisa menolak ia pun menerima suapan dari tommy dan membuka mulutnya, dengan pelan ia mengunyah dan mencoba merasakan bagaimana rasa sushi tersebut.
"Bagaimana" tanya tommy
Kevin tahu jika ia tidak suka dengan makanan tersebut karena melihatnya saja ia sudah jijik " terima kasih tapi aku makan ini saja" katanya mencoba mengelak menutupi perasaannya.
"Kamu tidak takut mencobanya kan?" goda tommy, Tentu saja kevin punya harga diri dan tidak mengakui fakta jika ia memang jijik memakannya. Tapi belum sempat ia membalas malah sudah di sela oleh orang tua chyntia "kevin, cobalah ini benar enak" kata charles dan di ikuti sandra menyetujui ucapan suaminya.
Tanpa bisa menolak kata charles ia akhirnya terpaksa mencoba memakan sushi tersebut dan baru saja mau masuk ke dalam mulutnya ia sudah tisak bisa menerima benda tersebut dan langsung mual hingga ingin muntah "Paman, aku ke toilet dulu" ucap kevin sambil menutup mulutnya menjaga agar tidak muntah. ia pun langsung berlari ke toilet tanpa meminta persetujuan dari mereka.
"Hmmm padahal enak sekali kenapa ia begitu lemah hanya untuk makan sushi ini" kata tommy sambil terus memakan beberapa potong. Mereka melanjutkan makan malam mereka sambil mengobrol santai dengan di iringi musik yang di siapkan oleh pihak hotel untuk memanjakan para pengunjung malam itu, terlihat dua orang penari memakai pakaian khas jepang kimono yang serasi, mereka menari dengan indah dan membuat para penghuni hotel di sana terpukau.
Musik terhenti setelah sebuah lagu habis di nyanyikan, tiba-tiba tommy berdiri dari kursinya, "Tommy kemana" tanya Sandra heran.
"Paman, Bibi, aku akan memberi kalian sebuah hadiah kecil" kata tommy kepada kedua orang tua chyntia, mendengar kata hadiah mereka pun bertanya tentang hadiah apa yang ingin di berikan oleh tommy "Tunggulah" kata tommy sambil berjalan menuju panggung dan membuat para pemain musik di sana heran dengan kedatangan tommy.
Tanpa bicara tommy langsung mengambil sebuah kecapi yang sedari tadi terdiam tidak di pakai dan memposisikan diri untuk bersiap memainkannya. "Chyntia, apa pacarmu bisa memainkan alat itu?" tanya sandra, "Aku tidak tahu" jawab chyntia keheranan.
Ketika tommy memetik sebuah senar dengan lembut dan perlahan mulai memainkan sebuah alunan melodi yang lembut dan menenangkan hati, pelan tapi semakin menyentuh dan dengan sesekali di barengi gerakan tubuh yang ikut menemani melodi yang ia buat, pelan namun pasti ia memainkan kecapi tersebut dengan semakin cepat temponya, ketika para pemusik yang sedari tadi heran melihat tommy perlahan mulai mengikuti tommy menyelaraskan melodi mereka sehingga mulai muncul sebuah kolaborasi yang lebih indah.
Para penari juga mulai ikut menggerakkan tubuhnya dengan seirama, terlihat seluruh ruangan menjadi meriah terbawa suasana yang di bawakan oleh tommy saat itu "Sungguh indah" ucap seorang tamu di sisi kanan panggung, melihat keahlian tommy yang lihai memainkan alat tersebut membuat sandra begitu kagum dengan tommy "Anakku, berbahagialah kamu dengannya. tidak hanya tampan tapi ia begitu pintar" kata sandra yang hanya di balas senyuman chyntia.
Perlahan chyntia hanya melirik ke arah tommy dan sedikit mulai kagum kepadanya, selesai satu buah melodi telah di mainkan dan serempak para tamu berdiri bertepuk tangan memberi penghargaan kepada tommy menandakan alunan yang ia bawa tadi begitu indah.
"Paman, Bibi, apa kalian menyukainya" tanya tommy,
Charles tidak dapat berkata lagi dan hanya bisa memuji tommy "Kamu luar biasa, Chyntia tak salah jika memilihmu" kata charles memuji, Mendengar pujian dari ayahnya membuat chyntia sangat malu dan berkata "Ayah, apa yang kamu katakan" jawab chyntia dengan pipi memerah.
Tommy hanya melirik ke arah chyntia dan tidak sengaja ia bertatap mata dengan chyntia sesaat, dalam mata mereka saling bertukar pandangan seakan sedang saling memberi isyarat mata, tapi tak seperti biasanya chyntia menjadi penakut untuk melihat tommy dan kemudian dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah lain.
Selesai makan mereka kembali ke dalam kamar dan berencana istirahat agar besok sore mereka dapat kembali menempuh perjalanan pulang dengan bugar. Tengah malam chyntia tidak dapat memejamkan matanya dan terus memikirkan kelainan pada dirinya yang seakan sedang terbakar api dalam dirinya, selalu terlintas kembali tatapan mata tommy kepadanya tadi dan bertanya apa yang tommy rasakan sebenarnya. melihat statusnya yang sejak awal hanya sandiwara harusnya tommy tidak seperti itu menatapnya, namun di pikir lagi chyntia kembali ragu apa benar tatapan tadi hanya sandiwara saja.
Memikirkan hal tersebut chyntia hanya bisa menebak nebak apa yang tommy rencanakan sebenarnya, semakin ia berfikir semakin pula ia tidak menemukan jawabannya.