
Selama perjalanan pulang dari rumah keluarga besar rey, chyntia tampak tidak pernah bisa tenang dan masih kosong pikirannya karena ia tidak menyangka semua hal yang ia anggap sederhana dan cepat selesai dalam sekejap berkembang menjadi masalah yang serius. Bahkan ia sendiri tidak paham apa yang di fikirkan oleh tommy sampai berani membuat sandiwara sebesar itu. Tentu saja yang di fikirkan oleh chyntia adalah resiko yang akan ia hadapi nanti jika semua sandiwara yang mereka buat terbongkar.
Sejenak ia melihat tommy namun sejenak lagi ia memandang jalanan kota dan begitu terus sampai beberapa saat kedepan. Tommy menyadari sikap yang tidak biasa chyntia tersebut dan mulai mengajaknya mengobrol "Sayang kenapa kamu begitu gusar" Tanya tommy seakan ia menganggap chyntia masih kekasihnya
Dengan sedikit kesal chyntia pun menjawab ucapan tommy yang seakan masih bermain sandiwara seperti tadi "Tidak lucu tau, apa yang sebenarnya kamu pikirkan tadi sampai begitu jauh bersandiwara" katanya dengan nada seakan-akan hidupnya telah berakhir "Aku tidak dapat membayangkan kemarahan kedua orang tua ku nanti" sambung chyntia menyesal karena telah memilih cara ini sebelumnya demi hanya untuk membuat kedua orang tuanya tidak lagi mengatur hidupnya.
Seakan tommy telah salah menganggap masalah tersebut telah berlalu, ia pun sadar jika chyntia masih berfikir apa yang ia ucapkan tadi hanya sebuah kebohongan. Padahal sebenarnya tommy sangatlah mahir menerbangkan pesawat bahkan semua jenis pesawat apapun karena memang itu merupakan salah satu keahlian yang harus ia miliki sebagai agen terbaik saat ini.
Ia pun segera berusaha membuat hati chyntia tetap tenang dan menyuruhnya untuk tetap konsentrasi mengemudi takut ada kejadian yang tidak di inginkan "Kamu tenanglah biar aku yang atur semuanya"ucap tommy kepada chyntia
Sebenarnya ia tidak mau terlalu jauh lagi bersandiwara dan memutuskan untuk mengakui semua kebohongan yang ia lakukan dan bersiap menerima semua resiko yang akan ia tanggung, namun sesaat ia berfikir untuk tetap mempercayai ucapan tommy barusan karena tidak ada pilihan lain lagi saat ini kecuali bergantung pada sosok tommy "apa kamu ada rencana?" tanya chyntia ke arah tommy penasaran.
"Tenanglah biar aku urus semuanya asal ada hadiahnya" ucap tommy menawar
Seakan tidak ada pilihan lain akhirnya chyntia pun hanya bisa mengangukkan kepala tanda setuju "Baiklah terserah kamu saja"
Mereka pun akhirnya menuju arah pabrik kembali untuk mengambil mobil tommy yang masih terparkir di sana dan pulang ke arah masing-masing tempat tinggalnya, namun hal yang tidak di ketahui oleh chyntia adalah tempat tinggal tommy saat ini berada di satu atap dan satu lantai. mereka saling mengemudi bersama dengan posisi mobil chyntia yang berada di depan dan di belakangnya tommy sedang mengatur jarak agar tidak di ketahui oleh chyntia.
Saat chyntia telah memasuki area parkir apartemennya dan langsung menuju lift untuk segera masuk kedalam tempat tinggalnya untuk segera cepat-cepat bisa mandi dan menenangkan diri setelah kejadian hari ini.
Setelah dirasa semua aman barulah tommy memarkirkan mobilnya jauh di ujung agar tidak terlihat oleh chyntia dan segera menuju apartemen yang berada di satu lorong dengan chyntia saat itu. Saat tommy berjalan melewati pintu apartemen depan kamar chyntia ia sedikit membayangakan hal apa yang sedang penghuninya lakukan sambil tersenyum mengingat kembali kejadian tadi. Tommy pun langsung mandi dan segera istirahat agar besok pagi ia dapat bekerja dengan semangat kembali.
Sesaat sebelum tidur ia mengambil HP yang ada di atas meja dan mengetik sebuah pesan yang di tujukan kepada Kepala Chen, ia mengatakan kalau saat ini sedang butuh bantuan dan dengan segera kepala chen membalas kepada tommy agar ia besok datang saja ke kantor untuk bicara langsung "Besok datanglah" balas kepala chen singkat.
Pagi hari sekali tommy telah meninggalkan apartemen untuk mendahului chyntia yang masih nyaman tidur di kamarnya saat itu, ia melihat mobil chyntia masih terparkir di tempat yang sama saat tadi malam ia datang. Kali ini tommy membawa mobil sport kesayangannya untuk menuju ke arah kantor pusat "Sayangku maaf kan aku telah lama menganggurkanmu" kata tommy sambil mengecup stir kemudi mobilnya seakan ia sangat rindu dengannya.
Beberapa saat akhirnya tommy pun sampai di kantor dan langsung menuju ruang kepala chen yang saat itu kebetulan ia tidak pulang karena ada pekerjaan mendesak memantau misi yang di jalankan oleh agen lain.
Kepala chen kali ini sedikit penasaran sebenarnya hal apa yang membuat seorang tommy sampai meminta bantuannya hari itu "Tommy tumben sekali kamu meminta sesuatu dari ku? bukankah semua masalah dapat kamu atasi sendiri seharusnya?" kata kepala chen sedikit tidak percaya jika ada hal yang tommy tidak bisa lakukan.
Akhirnya tommy menjelaskan semua perkembangan penyelidikan yang ia lakukan di pabrik tersebut dan masalah yang ia hadapi kini bahkan bukan soal misi utamanya saja melainkan meluber sampai kemasalah keluarga klien yang kemarin terjadi. Ia meminta kepada kepala chen untuk mempersiapkan sebuah pesawat jet pribadi yang akan ia bawa untuk membawa keluarga chyntia ke jepang dan sebuah pakaian pilot yang akan ia kenakan nanti.
Kepala chen sedikit tidak mengerti kenapa tommy begitu serius menanggapi permintaan mereka padahal jika ia menolak saja sudah cukup namun di tanya seperti itu tommy sendiri tidak dapat mendapat jawabannya bahkan ia juga merasa aneh kenapa sampai berbuat segitu seriusnya.
Dengan sedikit bercanda kepala chen pun menggoda tommy "Apakah kali ini agen terbaik kita benar-benar jatuh hati pada kliennya?" kata kepala chen sambil tertawa.
Mendengar godaan atasannya tommy hanya bisa ikut tersenyum dan berkata santai "tidaklah rugi menjadi istrinya apalagi keluarganya kaya setidaknya nanti jika aku pensiun aku bisa duduk santai menikmati susu segar setiap harinya" kata tommy membalas godaan atasannya tersebut
"Dasar kamu memang tidak pernah jauh dari masalah perempuan" sambung kepala chen kepada tommy dan menyanggupi permintaan tommy yang tidak terlalu susah tadi karena kantornya sendiri memiliki pesawat pribadi untuk mengantar para petinggi penting saat akan berkunjung ke suatu tempat.
Mendengar jawaban kepala chen hati tommy merasa lega karena setidaknya ia tidak perlu repot-repot lagi mencari sebuah pesawat pribadi yang tergolong mahal jika harus menyewanya. Sebelum pergi tommy masih punya satu peemintaan lagi yang coba ia tawarkan kepada kepala chen "Kepala chen aku masih punya satu permintaan tapi ini sedikit aneh" kata tommy ragu.
"Apalagi kali ini..! bukankah tadi sudah cukup" kata kepala chen heran karena tommy datang tidak hanya membawa satu permintaan saja.
Tommy langsung menjelaskan kalau ia sekarang menjadi wakil direktur dan kepala pemasaran juga di pabrik tersebut, ia sendiri tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi kepadanya karena awalnya ia hanya ingin menjadi mata-mata yang menyamar sebagai pegawai biasa saja tapi seolah ia sudah di takdirkan untuk menjabat posisi tersebut. ia pun sedikit berbasa basi kepada kepala chen "Kepala chen harusnya prajurit di sini butuh nutrisi kan, apa tidak baiknya mereka minum susu setiap paginya? mereka pasti akan bertambah sehat dan kuat nantinya" kata tommy tidak berterus terang.
Melihat gelagat tommy tersebut kepala chen pun langsung tersadar maksud dari ucapan tommy tadi "kamu ini bahkan menjadi sales juga rupanya" kata kepala chen
Tak perlu basa basi lagi tommy yang sudah ketahuan maksud tujuannya pun langsung mengatakan kepada kepala chen jika mereka bisa bekerja sama maka akan berdampak saling menguntungkan, ia menjelaskan jika ia mampu menjual banyak susu maka statusnya di pabrik akan semakin di percaya bahkan bisa semakin mendapat wewenang yang mana akan memudahkan dalam membantu misinya dan bagi departemen mereka juga akan menjadikan pasukannya semakin kuat dan sehat.
Dengan sedikit berfikir akhirnya kepala chen pun menyetujui penawaran yang tommy berikan dan meminta harga khusus karena sudah pasti mereka akan membeli banyak sebanyak jumlah prajurit yang terdaftar di sana, hal tersebut tentu saja tidak menjadi masalah bagi tommy karena sesuai perhitungannya setidaknya ada 500 prajurit di setiap regu dan mereka memiliki 5 regu yang sedang bermarkas di sana, jika di total maka penjualan yang di dapatkan bisa mencapai paling sedikit 150 juta dalam sebulan. melihat angka nominal tersebut tommy seakan tidak percaya bahwa ia mampu menghasilkan pemasukan yang begitu besar kali ini. setelah semua dokumen perjanjian beres tommy langsung kembali bekerja sebagai pegawai pabrik di Go Fresh Milk namun kali ini ia naik taksi menuju ke tempat tujuannya dan meninggalkan mobil sport kesayangannya tetap terparkir di kantor.