
Dalam diam mereka saling memandang satu sama lain dan tidak ada yang mengeluarkan suara, satu sisi dalam keadaan penuh pertanyaan dan satu sisinya dalam kondisi yang tidak siap, keduanya seperti patung yang berdiri di koridor apartemen.
Butuh beberapa waktu chyntia tersadar dari rasa mematungnya, begitupun juga dengan tommy yang benar-benar tidak menyangka jika ia akan bertatap muka dengan chyntia, dengan gelagapan ia pun berkata kepada chyntia mencoba keluar dari rasa canggung "Hal..looo direktur" sapa tommy.
Setelah tersadar chyntia langsung buru-buru menanyakan kenapa ia ada di sana dan di lantai yang sama juga "Kamu... kenapa ada di sini?" tanya chyntia curiga dan memikirkan hal yang tidak tidak.
Dalam hati tomny ia tidak menginginkan hal yang canggung seperti ini terjadi dan harus bisa memikirkan jawaban yang tepat jika tidak ia akan di anggap penjahat yang ingin menguntit di apartemen chyntia "Aku datang mengunjungi saudara ku, kebetulan ada di lantai yang sama denganmu" jawab tommy tanpa pikir panjang.
"Oh.. kamar yang mana?" tanya chyntia kembali
Dengan melirik ke arah pintu kamar sebelahnya ia menjawab lemah "Sebelahmu" kata tommy, melihat chyntia sedang membawa karung sampah di tangannya ia berusaha mengalihkan pembicaraan yang tidak nyaman tersebut "Sedang buang sampah ke bawah?" tanya tommy.
Dengan cepat chyntia menjawab pertanyaan tommy "Ya. sampah rumah ku sudah menumpuk" kata chyntia sambil mengangkat tas plastik yang di pegangnya.
Melihat wanita di depannya memegang sekarung plastik sampah ia pun berinisiatif mengambil darinya dan membawanya "Biar aku yang bawa, kebetulan aku ingin turun" kata tommy berkata menawarkan diri.
"Baiklah, maaf merepotkan" imbuh chyntia merasa tidak enak.
"Bukan masalah besar" kata tommy berjalan ke depan menuju lift dan di sampingnya ikut pula chyntia yang berjalan beriringan.
Dalam lift mereka sedikit kaku satu sama lain entah apa yang membuatnya seperti itu tapi perasaan mereka seperti sedang saling bertanya satu sama lain, dan akhirnya chyntia yang mulai berani membuka pembicaraan "Kamu ada urusan apa turun"
Suara chyntia seperti sedang memecah kebuntuan dalam lift tersebut dan dengan santai tommy menjawab "Saudara ku kehabisan tisu toilet, jadi aku membelikannya"
Setelah jawaban tommy tadi mereka kembali ke suasana mematung dan diam sepi kembali seperti tidak saljng mengenal "Oh, ya ayahku ingin kamu datang besok malam ke rumah, mereka ingin mengajakmu makan malam bersama" kata chyntia memecahkan kesunyian kembali.
"TIINGG" Terdengar suara lift telah sampai di lantai bawah dan dengan sendiri pintu lift terbuka menandakan mereka telah sampai di lantai paling bawah, sebelum tommy merespon ucapan chyntia ia terlebih dahulu keluar dari lift kemudian berhenti di depan lift menunggu chyntia untuk keluar bersama "Kenapa harus besok malam?" tanya tommy.
"Karena besok adalah ulang tahun ayahku" jawab chyntia
Mendengar kata ulang tahun tommy sedikit kaget dan dengan cepat berkata "Kenapa begitu mendadak, aku bahkan tidak siap untuk membelikan sebuah hadiah"
Chyntia tahu jika kabar ini begitu mendadak tapi ia juga tidak mengetahui jika ayahnya dengan khusus mengundang tommy untuk datang, karena jarang sekali ayahnya mengundang seseorang yang asing untuk datang ke pesta ulang tahunnya "Ayahku yang secara khusus mengundangmu, sepertinya ayahku menyukaimu" jawab chyntia heran dengan tingkah ayahnya kali ini.
"Ayahmu menyukaiku?, berarti meminta restu bukanlah hal yang sulit bukan?" kata tommy menggoda chyntia.
Awalnya chyntia merasa canggung dengan suasana yang ada tapi setelah ucapan tommy tadi ia merasa sedang di goda dan tidak tahan untuk kesal kepada tommy, ia pun langsung mencubit pinggang tommy dengan sangat keras sampai tommy sendiri merasa kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan" teriak tommy merasa pinggangnya sedikit bengkak dan nyeri.
Dengan melangkahkan kaki chyntia berjalan ke depan dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan membuang sampahnya dan segera kembali ke kamar karena ia sudah mulai mengantuk "Cepatlah, aku sudah mengantuk" ajak chyntia kepada tommy
"Belum juga selesai meminta restu sudah mengajakku tidur bersama?" goda tommy lagi.
Mendengar ucapan tommy yang semakin menjadi-jadi chyntia hanya bersikap acuh tak acuh kepadanya, ia berjalan mendekat ke arah tommy dan langsung merampas kantong plastik yang di bawanya kemudian berjalan cepat meninggalkan posisi tommy berdiri menuju ke tempat sampah lalu membuangnya langsung.
"Blakk" terdengar suara tutup kotak sampah di tutup dengan keras yang menandakan chyntia sedang benar-benar marah, setelah ia membuang sampah tersebut ia langsung kembali ke arah lift dan tommy sejak tadi masih saja berdiri di tempat yang sama. Sejenak chyntia berhenti di posisi tommy sekarang dan melihat ke arah tommy dengan tatapan kesal ia tidak berbicara tapi tetap mematung dan dengan kecepatan kilat kakinya ia angkat kemudian menginjakkan kakinya ke bawah di tempat kaki tommy berada. saat itu chyntia sedang memakai sepatu kamar yang tidak ada hak tinnginya jadi bisa di bilang kaki tommy masih bisa selamat dari bencana.
"Aahhhhh" teriak tommy kesakitan saat kakinya yang tebuka terinjak, chyntia tidak peduli dengan teriakan tommy dan langsung masuk ke dalam lift untuk kembali ke kamarnya untuk segera tidur dan melupakan kejadian barusan.
Masih dalam kondisi pinggang dan kaki yang sakit tommy berusaha berjalan menuju ke arah toko untuk membeli rokok, toko tersebut berada di sisi luar apartemen tapi masih di dalam kawasan gedung yang memang sengaja untuk menyediakan keperluan sehari-hari penghuni apartemen jika dalam keadaan darurat.
"Paman, berikan aku rokok kesukaanku" kata tommy kepada penjaga toko yang merupakan seorang lelaki paruh baya, ia sudah menjadi penjaga toko di sana sejak awal gedung tersebut di bangun dan hampir mengenal semua penghuni di dalamnya "Oh.. nak tom, lama tidak muncul" kata paman han ramah kepada tommy.
"Yah sudah lumayan paman, banyak pekerjaan akhir akhir ini" kata tommy dengan tersenyum
Paman han begitu mengenal tommy karena ia sering membeli rokok di tokonya walaupun tommy baru beberapa bulan saja tonggal di sana "Jaga kesehatanmu, kurangilah merokok" kata paman han menasehati tommy.
Bagi tommy rokok adalah teman yang paling setia jadi ia tentu saja tidak akan menuruti ucapan paman han tersebut, tapi demi menghormati paman han ia hanya bisa menganguk setuju "Aku akan mendengarkanmu" kata tommy kembali tersenyum.
Setelah membayar uang rokok ia lengsung kembali ke apartemennya dan saat melewati kamar chyntia ia berhenti sejenak untuk memastikan jika penghuninya telah tidur. setelah tidak ada suara tommy langsung masuk ke dalam kamarnya dan kembali menutupnya rapat.
Baru saja tommy masuk ia sudah di kagetkan oleh suara suki yang telah berganti pakaian setelah mandi "Kamarmu cuma satu?" tanya suki kepada tommy.
"Tentu saja aku tinggal sendiri untuk apa punya kamar banyak" jawab tommy sambil mulai berfikir jika akan ada hal yang tidak nyaman terjadi.
Saat itu suki berdiri di tengah pintu kamar tommy dan mendengar ucapan tommy ia pun langsung menutup pintu kamar dengan rapat "Malam ini kamu tidurlah di ruang tamu" kata suki teriak dari dalam kamar.
Seperti sedang di rampok di rumahnya sendiri tommy merasa ia sudah tidak bisa bersabar dengan perlakuan suki kali ini, ia pun dengan cepat menuju pintu kamar dan segera membukanya "Klek" terdengar suara ganggang pintu di putar dari luar tapi sayang pintu telah terkunci dari dalam dan tidak bisa di buka "Sialan, dasar wanita liar" umpat tommy ke arah pintu kamar kemudian dengan kesal ia berjalan berbalik ke arah ruang tamu.
Baru saja ia berbalik terdengar suara pintu terbuka kembali, saat itu tommy tersadar dan mencoba kembali ke arah kamar agar bisa masuk ke dalam, tapi bari saja berbalik dari arah kamar suki terlihat membawa gumpalan selimut dan melemparkannya ke arah tommy hingga membuat tommy gelagapan menerima selimut tersebut.
Dengan cepat tommy menyingkirkan selimut tersebut agar ia bisa melihat ke arah depan tapi tak di sangka suki telah menutup kembali pintu kamarnya "Pakailah, aku sudah berbaik hati memberimu selimut" kata suki memerintah.
Ia tidak menyangka akan menjadi tamu di dalam apartemennya sendiri dan harus tidur di atas sofa malam ini "Satu macan betina, Satu singa betina, tidak ada yang baik untuk di pilih" gumam tommy kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa selain melanjutkan tidur di atas sofa dengan selimut.