My Bossy CEO

My Bossy CEO
Menikah



PoV Author


Hari ini adalah pernikahan dari pasangan muda fenomenal, Ryan dan Rossa. Hari demi hari berlalu dengan begitu banyak kesibukan bagi mereka berdua dalam mempersiapkan pernikahan mereka yang akan berlangsung dengan begitu mewah sesuai dengan keinginan keluarga. Terutama keluarga Rossa.


Rossa bersikeras bahwa gaun pernikahannya harus berwarna merah yang membuat Ryan dan Mamanya sendiri kesal. Tapi semuanya sudah diatur sesuai dengan keinginan Rossa.


Saat ini, Ryan dan Rossa sudah bersiap. Wajah Ryan tampak begitu gugup. Dia tengah berada di dalam kamar terus saja mengulang janji suci yang akan dia ucapkan di hadapan semua orang untuk menjadikan Rossa sebagai istrinya. Di sisi lain Rossa berada di kamar lainnya dengan wajah yang masih tampak setengah tidur saat make up artis tengah mempermak wajahnya.


Banyak tamu dari berbagai negara yang diundang untuk menghadiri pernikahan mereka karena acara pernikahan mereka itu menyatukan dua keluarga yang berkuasa di kota mereka masing-masing.


Semua orang yang hadir memperlihatkan raut wajah mereka yang dipenuhi dengan kebahagiaan.


Mereka semua duduk di outdoor Paviliun menghadap ke arah laut. Cahaya matahari mengenai mereka dan mereka tampak tidak sabar menunggu pasangan pengantin yang sempurna itu.


Semua para tamu undangan terdiam saat Ryan berjalan melangkah ke arah tempat pernikahan menatap Papa tiri Rossa yang memberikan anggukan kepadanya. Kemudian dia mengambil beberapa langkah untuk berdiri di posisinya.


Cukup lama acara di jeda, Rossa akhirnya tiba dengan dua orang wanita di sampingnya yaitu Sarah sahabatnya dan salah seorang dari sepupunya, Maria.


Nafas Ryan terasa begitu berat saat melihat wanita yang dia cintai itu tampak berjalan ke arahnya. Papa Rossa tampak membisikkan sesuatu ditelinga Rossa.


Suara sorak sorai dari para tamu undangan yang hadir dan ikut berdiri membuat pikiran Ryan teralihkan. Kemudian mata mereka berdua saling menatap satu sama lain.


Setiap langkah yang diambil Rossa semakin membuatnya dekat dengan Ryan. Setelah langkahnya yang terasa begitu panjang, Rossa akhirnya diserahkan kepada Ryan oleh Papanya.


"Kau harus menjaga putriku dengan baik Ryan. Kalau tidak, kau akan tahu akibatnya." Ucap Papa Rossa membuat Rossa menyadari bahwa dia akan segera menikah.


Menikah dengan orang yang dicintainya.


Mereka berdua mulai menatap satu sama lain berbisik hal penting dari ungkapan cinta mereka. Ryan pun menyadari bahwa dia terus menatap calon istrinya itu dengan penuh cinta.


"Katakan sumpah mu idiot...!" Ucap Rossa.


Ryan yang sejak tadi melamun sontak tersadar saat mendengar suara para tamu undangan tertawa setelah mendengarkan ucapan Rossa yang menyebut calon suaminya itu idiot.


"Karina Rossa, aku akan menjadikanmu sebagai istriku secara hukum yang sah. Aku akan mencintaimu dengan semua kekurangan dan semua kelebihan yang kau miliki, saat aku sendiri menyerahkan diriku kepadamu dengan semua kekuatan dan kekuatan yang aku punya semua kelebihan dan kekuranganku secara terbuka kepadamu untuk mengatakan hal yang selama ini ada pada kenyataannya, bahwa aku sangat mencintai dirimu." Ucap Ryan.


Ryan berhenti bicara sesaat untuj menarik nafas dalam dan tetap menatap istrinya yang tampak sangat antik itu


"Aku bersumpah untuk melindungi dan menjaga dirimu untuk berbagi dan melengkapi semua kebutuhanmu sebagai seorang individu, menjalani semua perubahan dalam hidup kita. Aku memilihmu sebagai orang yang akan menghabiskan sisa hidup bersamaku. Aku sangat mencintaimu Karina Rossa." Ucap Ryan.


Rossa tampak terkejut mendengar suara yang penuh cinta dalam suara Ryan dan merasa air mata muncul di dalam matanya dan dia pun mengucapkan janji suci pernikahannya dengan suara yang gemetar


Semua orang tampak menahan nafas mereka saat pasangan itu menyematkan cincin pernikahan di jemari mereka satu sama lain.


"Kau boleh....."


Rossa langsung maju dengan tangannya yang berada di dasi Ryan dan mencium Ryan sebelum orang yang menikahkan mereka menyelesaikan kalimatnya.


"Mencium pengantin mu..."


Ryan hanya bisa tertawa saat bibirnya menyentuh bibir lembut Rossa.


Bersambung....