
PoV Author
Rossa dan Ryan menatap kearah kembang api yang begitu indah yang terlihat menghiasi langit malam. Mereka berdua membuka mulut mereka mengucapkan semua harapan mereka yang tidak bisa didengar oleh siapapun termasuk salah satu dari mereka.
Walaupun mereka tahu bahwa mereka berdua sebenarnya tahu apa harapan dari diri mereka masing-masing.
Mereka berdua lalu berteriak bersama-sama.
"Aku mencintaimu."
Rossa berbalik menatap Ryan. Dia lalu menyandar di dada Ryan. Rambutnya yang berwarna lilac itu berada di dada bidang Ryan.
"Ini jauh lebih baik dibandingkan dengan menonton channel berita di rumah." Ucap Rossa dengan pipinya yang memerah.
"Aku tahu." Ucap Ryan dengan tidak melihat ke arah Rossa.
Tapi Rossa dapat menyadari bahwa telinga Ryan tampak memerah.
"Kau sangat cantik Rossa." Ucap Ryan memuji Rossa mengusap rambut Rossa dari keningnya.
"Cantik itu adalah ucapan seorang pemalas yang menjelaskan bagaimana diriku. Aku ini wanita yang pandai, pintar, jenius, cekatan, hebat, seksi...."
Ryan memotong ucapan Rossa dengan menekan bibirnya ke arah bibir Rossa dengan kuat. Dia lalu mencium bibir Rossa dengan penuh hasrat.
"Kau benar-benar wanita yang baik dan menakjubkan Rossa." Ucap Ryan seraya mengusap tangannya di rambut Rossa.
Rossa menghela napas dan melihat menjauh dari wajah Ryan.
"Apakah aku ini memang orang yang baik?" Ucap Rossa tersenyum.
Ryan langsung menganggukkan kepalanya.
"Aku akan pergi dalam waktu beberapa bulan. Aku akan kembali ke kota asal ku setelah aku mendapatkan gelar ku." Ucap Rossa lagi.
Kemudian keheningan mulai menyelimuti keduanya lagi.
"Lalu....." Ucap Ryan dengan suara yang sedih dan terdengar lebih tepatnya berbisik pada Rossa.
"Apakah kau akan menunggu aku atau kita akan berpisah seperti orang asing lainnya?" Ucap Rossa dengan suara yang terdengar begitu lembut.
Ryan menatap kearah Rossa dengan ekspresi yang melankolis yang terlihat di wajahnya itu.
"Tentu saja aku akan menunggumu." Ucap Ryan.
Wajah Rossa langsung tampak ceria dan dia langsung mencium bibir Ryan.
Mereka berpelukan bersama dengan begitu erat. Membuat malam tahun baru mereka benar-benar terasa sempurna. Rossa tidak pernah merasakan apa yang dia alami saat ini benar-benar bisa terjadi bersama dengan Ryan. Dia bisa merasakan kekuatan pelukan tubuh Ryan di tubuhnya. Dia bisa mencium aroma tubuh Ryan.
Bisa merasakan setiap hari berada disamping Ryan dan selalu bersama dengannya membuat Rossa merasa menemukan sebuah kebahagiaan yang tiada terkira. Dia bahkan ingin menghentikan momen seperti ini selamanya, seolah dia ingin bahwa mereka berdua akan selalu seperti ini.
Tidak ada pertengkaran dan perasaan membenci satu sama lain seperti pertama kali pertemuan mereka.
Ryan terus mencium Rossa dan dengan perlahan mendorong Rossa ke arah matras yang lembut dan kemudian mencium Rossa semakin dalam yang membuat semuanya terasa semakin indah bagi Rossa.
Tangan Ryan masuk dan berada di bawah gaun yang dikenakan Rossa tangannya. Jemarinya yang panjang mulai meraba tubuh Rossa. Ryan terlihat begitu tampan menggunakan jeans kasual. Dia lalu semakin mencium Rossa dengan penuh hasrat dan perlahan membuka pakaiannya dan juga pakaian Rossa.
Tubuh keduanya pun menyatu di bawah bintang yang bersinar di malam tahun baru yang begitu menyenangkan saat mereka berdua sama-sama membisikkan kata-kata cinta terhadap satu sama lain.
Bersambung....