My Bossy CEO

My Bossy CEO
Bertemu Keluarga Ryan



PoV Ryan Abraham


Aku merasa begitu senang saat aku melihat mobil Rossa mulai berjalan masuk ke dalam halaman rumah keluargaku. Mama ku berlari menyapa nya tersenyum dengan lebar. Sementara Papa ku tampak menunggu dirinya.


"Kau harus bersikap yang baik terhadap Rossa hari ini Ryan atau Papa akan mencekik mu." Bisik Papa di telingaku.


Akupun hanya bisa menyeringai.


"Aku akan menjadi pria yang baik Pa." Ucap ku.


Rossa tampak mendekat kearah kami dan aku hampir saja terbatuk saat menyadari bahwa dia ternyata mengenakan sebuah gaun yang indah yang begitu seksi dengan panjangnya yang hanya sampai lutut nya saja. Gaun itu memperlihatkan kakinya yang jenjang dan mulus itu.


Gaunnya terbuat dari material satin dengan pita yang terikat di setiap pundaknya. Semua hal yang aku pikirkan sekarang adalah, bagaimana senangnya aku jika aku bisa menarik pita itu untuk melepaskannya dan melihat apakah semua itu bisa terjatuh langsung ke pinggangnya atau mungkin bisa terjatuh di lantai. Tapi jika itu terjadi, maka semua orang bisa melihat tubuh wanita ku itu.


Aku lalu tersenyum dengan lebar menatap ke arahnya.


"Selamat pagi Nona Rossa." Ucapku menjulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengannya.


Dia meraih tanganku, menjabat tanganku dan hanya sedikit saja tersenyum padaku.


"Selamat pagi Pak Ryan." Balasnya dengan formal.


Aku melihat Henry adikku bersama dengan Elena dan mama yang menatap kami dengan tatapan yang penuh kecurigaan.


Sebenarnya apapun yang terjadi diantara kami, sepertinya terlihat sangat jelas di mata mereka.


"Rossa sayang, perkenalkan itu Joe keponakanku. Aku harap kalian berdua bisa berteman dengan baik." Ucap Mama pada Rossa.


Sepupuku itu tampak turun dari atas tangga dan dia langsung mendekat kearah Rossa dan mencium tangan Rossa. Dia melihat ke arah Rossa dengan tatapan terpesona dan aku menatap ke arah Rossa.


"Wah Rossa pantas mendapatkan hal ini,dia cocok dengan Joe." Ucap Mama.


Aku lalu melihat mereka mengobrol dengan begitu antusias. Aku menatap kearah sepupuku itu dengan marah.


"Tentu." Ucapku dengan perlahan berjalan ke arah meja makan dan duduk berseberangan dengan Rossa dan juga Joe.


Aku begitu marah saat melihat mereka berdua bersama karena Joe terus saja menatap kearah Rossa.


"Pak Ryan, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Rossa kepadaku yang memperlihatkan tatapan matanya yang penuh dengan perhatian.


"Iya." Balas ku dengan cepat tidak melihat ke arahnya.


"Oh baiklah kalau begitu." Ucapnya kembali mengobrol dengan Joe.


Aku melihat ke arahnya yang hari ini benar-benar terlihat sangat cantik bagiku.


Dia terus mengobrol dengan Joe dan aku fokus dengan menyantap makananku tidak menghiraukan semua orang yang ada di sekeliling ku.


Beberapa menit kemudian, aku membeku dan hampir saja terbatuk saat Rossa mengusap paha mu dengan kakinya.


'Dia benar-benar seorang iblis wanita yang nakal.'


Bisa-bisanya dia menyentuh ku saat dia mengobrol dengan seorang pria lain. Kami berdua tahu bahwa hal itu tidak akan pernah bisa memuaskan dirinya. Aku melihat kearah bibirnya saat dia makan menggunakan garpu dan belalai ku terasa menyerah saat aku melihat kearah bibirnya yang menyentuh garpu itu.


Dia tampak memakan ikan yang ada di garpu itu dengan sangat lembut memperlihatkan bibirnya yang merah itu menganga. Aku semakin menghela nafas, saat aku merasakan kakinya semakin mengusap pahaku kemudian belalai ku terasa begitu mengeras.


Bersambung....