My Bossy CEO

My Bossy CEO
Hari Kelulusan



PoV Karina Rossa


Aku menghentakkan kakiku di lantai kayu menunggu Ryan untuk keluar. Dia akan menemaniku ke universitas ku karena dia adalah tamu spesial yang akan melakukan pembicaraan.


"Aku selesai!" Ucap Ryan.


Aku lalu berbalik melihat ke arahnya. Dia tampak mengenakan setelan yang begitu sempurna dengan klip dasi berwarna silver.


'Terima kasih Tuhan, ternyata dia bisa mengingatnya.'


"Ayo pergi." Ucapku menelan ludah setelah melihatnya yang tampil dengan begitu tampan.


Aku lalu mengenakkan heels ku. Hari ini pasti akan berjalan dengan sempurna.


"Hari ini akan sempurna." Ucapku meyakinkan diriku sendiri.


Tapi entah kenapa aku merasa itu tidak akan terjadi.


"Kau terlihat menakjubkan Rossa. Jangan terlalu gugup." Ucap Ryan mengusap leherku yang terbuka.


"Aku tidak gugup." Ucapku berharap bahwa apa yang aku katakan itu memang benar.


Perjalanan menuju kampus cukup sunyi. Aku merasa ada butiran keringat yang turun ke leherku dan merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.


"Aku akan bertemu denganmu nanti." Ucapku seraya turun dari dalam mobil tanpa melihat ke arah Ryan.


Aku mendengarnya mengatakan sesuatu, tapi aku sudah berjalan keluar dari dalam mobil.


"Rossa....!" Ucap Sarah memelukku.


Dia tampak mengenakan pita hitam yang sama dengan diriku dan juga memegang topinya.


"Hai...." Ucapku dengan suaraku yang sedikit gemetar.


'Apa sebenarnya yang terjadi kepadaku?' pikirku.


Aku lalu berjalan ke arah dosen ku.


"Rossa, Sarah, kalian duduklah di tempat yang sesuai dengan abjad yang ada di kursi kalian. Rossa, kau sudah bersiap dengan pidato mu bukan?" Ucap dosen.


Aku memang akan melakukannya, jadi tentu saja aku sudah bersiap. Aku pun menganggukkan kepalaku.


"Apa kau tidak sehat? Kau terlihat pucat." Ucap dosenku.


"Saya baik Pak." Balas ku lalu bergegas duduk di kursi ku.


Aku duduk di samping seorang pria yang berasal dari kelas yang sama denganku.


"Hei." Ucapnya tersenyum ramah.


Aku membalas senyumnya tapi tidak mengatakan apapun.


Semuanya berjalan dengan begitu cepat. Aku melihat orang tuaku dan saudaraku melambai kepadaku. Ryan tersenyum padaku.


"Karina Rossa, siswa terbaik kita akan menyampaikan ucapan perpisahannya mewakili semua mahasiswa yang akan lulus tahun ini."


Orang-orang mulai bersorak dengan keras dan mereka meneriakkan namaku. Aku pun naik ke atas panggung.


"Selamat pagi semuanya....."


Pidatoku berjalan dengan baik semua orang bersorak atas setiap kalimat yang aku ucapkan.


"Aku akan merindukan kalian semua guys....!" Teriakku di pengeras suara.


Aku tersenyum saat semua orang bersorak bahagia. Aku lalu turun dari atas panggung melupakan tentang perasaanku yang memburuk. Semua teman kelasku bersorak dan mengusap punggungku saat aku kembali berjalan ke arah kursi ku.


"Kau melakukan yang terbaik." Teriak Sarah dari belakang membuat semua orang tertawa.


"Sarah....!" Ucap seorang dosenku mengingatkan dia.


"Maaf Bu." Ucap Sarah tertawa dan aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.


Nama-nama kami mulai dipanggil sesuai abjad dan dadaku mulai berdetak kencang saat giliranku akan segera tiba. Jemariku mulai menghitung giliranku naik ke atas panggung menerima gelarku.


Aku melihat Ryan tersenyum saat dia menjabat tangan semua orang terutama para wanita yang tampak begitu merona.


Empat...


Tiga...


Dua...


Satu....


Sekarang tiba lah giliranku.


"Karina Rossa...."


Aku berjalan dengan kepercayaan diri yang palsu ke arah panggung mengambil gelarku dan menjabat tangan Ryan.


"Nona Rossa, selamat." Ucapnya menyeringai ke arahku.


Aku membalasnya dengan menyeringai juga.


"Terima kasih Pak Ryan." Balas ku.


"Aku akan bertemu denganmu di pesta nanti." Bisik nya ke telingaku.


Aku mengangguk kemudian berjalan turun dari atas panggung dan mendekat ke arah Andrew dan Morgan yang berdiri dengan dua orang gadis yang tampak merona disamping mereka.


"Di mana Mama dan Papa?" Tanya ku melihat ke sekeliling ruangan itu.


"Mama bilang bahwa dia melupakan sesuatu di rumah. Mereka akan bergabung bersama kita nanti." Ucap Morgan berkedip ke arah seorang wanita yang terus mendekat ke arahnya dengan lebih mesra lagi.


Bersambung.....