My Bossy CEO

My Bossy CEO
Meeting



PoV Karina Rossa


Aku terus memperbaiki penampilanku saat menunggu pintu lift terbuka. Hari ini kami akan ada meeting bersama dengan perusahaan Papa tiri ku dan aku benar-benar tidak sabar untuk menunjukkan dan membuktikan kemampuanku terutama kepada saudara tiri ku yang besar kepala itu.


Perusahaan Ryan memulai pekerjaan awal tahun ini dengan cukup hebat, berkolaborasi dengan salah satu perusahaan terbesar di USA.


Aku melihat Ryan yang terus menatapku berulang kali. Tapi dia tidak mengatakan apapun. Mungkin dia berpikir bahwa aku tengah gugup karena aku menghabiskan banyak waktu mempersiapkan materi untuk kerjasama ini.


Ryan benar-benar seorang bos yang sangat hebat, bahkan jauh lebih baik dari Papanya. Dia membiarkan aku belajar dengan proyek yang cukup besar dengan mempercayai bahwa aku tidak akan mengacaukan proyek itu, dan tentu saja aku tidak akan melakukan hal itu.


Pintu lift akhirnya terbuka dan aku harus saling tatap muka dengan Papa tiri ku yang langsung memberikan aku tatapan yang dingin.


"Tuan Abraham, Nona Rossa kami sudah menunggu." Ucap Papa tiri ku.


"Aku harap tidak terlalu lama." Ucapku dengan sopan mengetahui bahwa kami tiba tepat waktu.


Papa tiri ku memberikan aku senyuman yang penuh tanda tanya.


"Tentu saja tidak, ayo kemari lah, Aldo sudah menunggu." Balas Papa tiri ku.


Aku berhenti berjalan kemudian melanjutkan langkahku. Aldo adalah nama dari mantan terakhirku.


'Aldo Pratama, aku harap dia tidak ada di sini.'


Kami lalu berjalan melalui koridor yang berwarna putih itu dan aku melihat saudara diriku Andrew yang menyeringai ke arahku. Kebanyakan orang lain memberikan senyuman bahagia kepadaku.


"Kenapa aku merasa bahwa kau mengenal semua orang yang ada disini?" Ucap Ryan berbisik diterima aku membuat ku melompat kaget.


"Tidak!" Ucapku dengan suara yang mengatakan seolah aku benar-benar tidak mengerti apa yang telah dikatakan Ryan kepadaku.


Ryan memberikan tatapan penuh tanda tanya kepadaku kemudian menggelengkan kepalanya lalu masuk ke dalam ruangan pertemuan yang kecil itu. Meja yang ada di dalam ruangan itu terbuat dari kaca. Ada 2 orang sudah duduk disana, dan tentu saja itu ternyata memang mantan kekasihku.


Aldo melambaikan tangannya kepadaku memberikan seringai yang tidak aku sukai itu. Dia benar-benar seorang pengkhianat.


"Ayo kita mulai." Ucap Papa tiri ku.


Aku ingin meninggalkan ruangan itu secepatnya saat meeting sudah berakhir. Ryan tidak mengikuti aku karena dia harus mengobrol dengan Papa tiri ku. Aku sekilas melihat Aldo dan Andrew berdiri dan aku berharap bahwa mereka tidak akan mengikuti aku.


Aku berjalan ke arah mini bar dengan cepat yang ada di sudut lantai itu. Perusahaan itu memang memiliki sebuah mini bar di setiap sudut ruangan nya.


"Berikan aku lemon ice." Ucap ku merasa lelah.


"Aku juga." Ucap Aldo dengan suara yang terdengar lembut berada di sampingku.


"Tuan Aldo, suatu kejutan bertemu denganmu disini." Ucapku basa-basi.


"Nona Rossa, kau sudah semakin dewasa sekarang." Ucapnya melihat kearah tubuhku dengan tatapan matanya yang tajam.


Aku menyilang kan tanganku di depan dadaku karena tatapan pria itu fokus ke arah sana.


"Apa yang kau lakukan disini?" Ucapku kesal kepadanya dan dia terlihat tampak diam.


"Aku dengar bahwa Tuan Lucas adalah suami baru Mama mu. Hmmmm... aku harap kau akan memberikan ku minuman lainnya agar kita bisa mengobrol lebih lama." Ucapnya.


Aku tertawa dengan keras.


"Baiklah lihat kemari." Ucap ku seraya memberikan dua gelas lemon ice lagi yang ada di depan kami.


"Minuman ini akan aku berikan kepadamu dan kau bisa mengambilnya gratis. Tapi aku punya standar terhadap orang yang bisa mengobrol denganku, oke." Ucapku.


"Rossa...." Ucapnya mencoba bicara.


"Dengar, aku tidak akan pernah berkencan dengan seseorang yang tidak menghargai kemampuan yang aku punya. Jadi menjauh lah dariku." Ucap ku.


"Apa aku mengganggu kalian?" Ucap Ryan yang tiba-tiba ada dibelakang ku.


Bersambung....