My Boss, Hot And Cool

My Boss, Hot And Cool
77. Ekspart 2



Pak Juli, bu Sarmi, Riana, Nino dan Ethan sedang duduk bersama di kursi meja makan, kelima orang tersebut masih diam. Semua menunggu cerita dari pak Juli, bagaimana bisa ibunya menikah lagi dengannya.


Riana bukannya tidak suka ibunya menikah lagi, dia hanya kaget saja. Dan juga penasaran, apakah bapaknya itu memang sudah mengingat semuanya. Bagaimana mengingatnya, ada kejadian apa sehingga bapaknya itu sudah sembuh dari penyakit amnesia.


Sejak kapan bapaknya itu kembali mengingatnya, semua itu ada di benak Riana dan Ethan. Karena Nino sendiri masih belum mengerti cerita bapaknya yang hilang ingatan. Bahkan dia sendiri tidak terlalu mengerti dengan penyakit hilang ingatan pada bapaknya.


"Riana, maafkan bapak dan ibu juga." kata pak Juli.


Riana diam, dia hanya menatap bapaknya lalu bergantian ke ibunya. Ethan di sampingnya mengelus pinggung istrinya agar emosinya tidak keluar, menunggu bapaknya selesai bicara.


"Bapak memang sudah mengingat kembali, sejak pulang dari rumahmu pertama kali itu. Kepala bapak sakit dan sakitnya terus menerus, memang ibu Naimah mengatakan kalau bapak tidak bisa mengingat kembali. Tapi sejak saat itu bapak memikirkannya, dan bapak keluar kota mengirim barang kepala bapak sakit lagi.


Hingga ada orang yang menolong bapak dan membawa ke rumah sakit. Dari sana bapak mulai ingat satu persatu kejadian longsor enam belas tahun lalu. Makanya bapak tidak langsung pulang, karena bingung harus bagaimana dengan semuanya. Bapak merasa bersalah, tapi keadaan yang membuat bapak harus seperti itu." kata pak Juli menjelaskan perjalanan selana ingatannya kembali.


Riana diam, dia menarik napas panjang. Di pandanginya bapak dan ibunya secara bergantian, dia melihat keduanya memang masih sama-sama ingin hidup bersama.


Riana bukannya egois, tidak mengerti keadaan ibu dan bapaknya. Tapi dia kaget saja dengan semuanya, dia juga senang karena bapaknya bisa ingat kembali dan berkumpul dengan ibunya.


Tapi, bagaimana dengan ibu Naimah? Apakah bapak mendua atau menceraikannya?


"Aku senang bapak bisa kembali ingat, bisa kumpul lagi dengan ibu. Tapi, apakah ibu Naimah bapak ...?"


"Tidak. Saat ini bapak belum kasih tahu kalau bapak sudah mengingat kembali dan menikah lagi dengan ibumu. Aku dan ibumu membuat kesepakatan, karena memang tidak ada yang perlu berpisah. Semua terjadi karena takdir, bagaimana bisa bapak tega menceraikan Naimah sedangkan dia hidup sebatang kara. Bapak masih ingin hidup dengan ibumu, dan suatu saat bapak akan cerita sama Naimah kalau bapak sudah ingat dan sudah menikah lagi dengan ibumu. Biar ini jadi urusan bapak, seperti kamu menyembunyikan hasil tes DNA sama ibumu, kalau DNA kita cocok." kata pak Juli.


Riana diam, dia menunduk malu. Merasa bersalah karena telah menyembunyikan kebenaran pada ibunya. Dia pun mendekati ibunya dan bersimpuh di hadapannya sambil terisak.


"Maafkan Riana bu, Riana menyembunyikan kebenaran tentang hasil tes DNA itu. Riana pikir ibu akan berbuat yang membuat marah, jadi aku dan mas Ethan menyembunyikannya. Maafkan Riana bu, hik hik hik." kata Riana dengan isak tangisnya.


Ethan sendiri juga merasa bersalah, dia juga mendukung istrinya untuk menyembunyikan hasil tes DNA. Dia lalu mendekat pada Riana, ikut bersimpuh di depan mertuanya.


"Aku juga minta maaf bu, mungkin kalau aku yang tidak mendukung Riana untuk menyembunyikan hasil tes DNA itu, dia tidak akan melakukan itu. Aku yang salah bu, bukan Riana." kata Ethan.


Pak Juli diam saja, bu Sarmi pun hanya menarik napas panjang. Dia mengerti kenapa anaknya sampai menyembunyikan semuanya, mungkin dia akan bertindak nekat dan memang akan marah. Tapi untuk apa juga dia marah, sekarang suaminya sudah kembali.


Hanya sekarang lebih berbeda, dia akan merelakan suaminya mendua. Ya, mendua yang tidak di sengaja. Karena takdir, mau tidak mau akan seperti itu. Yang terpenting suaminya masih mencintainya, selama sebelas tahun hidup dengan orang lain tapi cintanya masih ada untuknya.


Mungkin rasa cinta itu yang membuat pak Juli mengingat kembali. Sejak bertemu kembali untuk yang kedua di rumah Riana, dia memang sakit kepala. Dia memaksa untuk pergi keluar kota mengirim barang, pada akhirnya sakit kepala itu semakin hebat dan hampir membuatnya pingsan.


Sejak itu semuanya melintas tentang longsor dan anak-anaknya yang dia tinggal masih kecil, Nino yang baru lahir belum pernah melihat wajahnya. Bahkan Riana yang sejak enam tahun, hingga kemarin belum paham wajah bapaknya. Hanya bu Sarmi yang ingat wajahnya, dan dia mengatakan itu suaminya.


Tentu saja pak Juli heran, lalu di rumah sakit itu dia termenung. Memikirkan bagaimana memikirkan kehidupannya selanjutnya, sedangkan dia sudah beristri lagi. Dia lalu memikirkan bagaimana caranya agar bisa kembali pada bu Sarmi, sambil berpikir dia sering bolak balik ke kampung menemui bu Sarmi dengan alasan pada bu Naimah keluar kota mengirim barang.


"Bapak mencoba datang pada ibumu, meyakinkan semuanya kalau itu terjadi memang takdir. Akhirnya setelah berpikir lama, ibumu mau bapak kembali. Dan sengaja bapak serta ibu menyembunyikannya." kata pak Juli lagi.


"Apa kamu akan marah lagi jika ibu dan bapak menyembunyikan semuanya?" tanya bu Sarmi pada Riana.


"Ngga bu. Riana ikhlas, hanya saja Riana itu kaget ketika ibu menikah lagi dan sama siapa? Ternyata sama bapak, aku bersyukur bapak dan ibu kembali bersama." kata Riana.


Bu Sarmi menarik anaknya dan juga menantunya, mereka duduk kembali. Kini mereka lega, karena sekarang sudah jelas semuanya. Kebahagiaan pun datang, dan mereka tersenyum senang.


Hingga senyum mereka terhenti karena suara tangisan anak Riana membuat kaget dari ruangan makan itu. Ethan langsung berlari dan mengambil anaknya dari kamarnya. Dia membawanya ke ruang meja makan untuk di berikan pada istrinya.


"Ya, dan ibu sudah menyetujuinya. Bapak pikir karena bapak kasihan sama Naimah, hidup sendirian. Jika bapak pergi, dia tidak ada yang menemani. Akan terasa kosong, sedangkan bapak sama Naimah tidak punya keturunan." kata pak Juli.


"Ya pak, itu terserah bapak saja. Yang penting semuanya menerima, dulu waktu Riana kesana bu Naimah merasa takut bapak akan pergi. Jadi kurasa itu keputusan yang tepat." kata Riana.


Pak Juli pun tersenyum, dia lalu mengangguk. Riana mendekat pada bapaknya lalu memeluknya erat. Perasaan yang berkecamuk sejak dulu kini sudah hilang, bapaknya sudah mengingat kembali dan ibunya juga sudah bisa menerima kenyatan yang sekarang terjadi padanya. Harus menerima suaminya mendua, karena takdir.


Biarlah takdir pula yang akan membawa mereka menuju kebahagiaan yang abadi.


>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<


Halo kaka pembacaku semua, othor punya rekomendasi novel bagus nih ya. Punya teman-teman seseothor yang oke punya lho ya ceritanya.


Menarik untuk di baca, ada cerita islami juga anam buat bacaan di bulan ramadhan ini...πŸ˜„πŸ€­



Punya nama pena Author Libra ya ini, cerita yang menarik dan pokoknya seru deh. Boleh kepoin ceritanya ini..



Yang suka cerita fantasi timur, yuks baca ini. Seru dan di jamin bikin penasaran ya..



Ini juga oke, cerita anak manusia salah jalan dan dia jadi tobat ya. Cuus kepoin ceritanya kemari ya, seru lho..



Ini cerita menantu yang di anggap sampah, dia berubah jadi lebih baik dan kaya raya. Cuus kepoin kemari ya kaka..😊



Yang ini punya othor sendiri, bisa cek profil kok. Udah pasti seru ceritanya..



Satu lagi, ini juga cerita islami. Boleh juga kepoun ceritanya. Cek profil..


Semoga cerita novel-novel di atas bisa menghibur kaka ya.


Selamat berpuasa, mohon maaf dari othor yang banyak kekurangannya...β€πŸ™πŸ˜Š


_


_


\=\=>> satu ekspart lagi ya..πŸ˜‰πŸ˜Š


*******************