My Boss, Hot And Cool

My Boss, Hot And Cool
61. Hantu Gentayangan



Ibu Sarmi bergegas menemui anak-anaknya yang sedang memilih baju. Dia mencari di mana Riana dan Nino berada, bu Sarmi mencari di setiap pojok pajangan beberapa baju remaja.


Tapi sialnya dia melihat lagi sepasang suami istri yang tadi bertemu di depan ruang ganti itu. Bu Sarmi pun menghindar, dia pergi menuju tempat lain.


Tapi sepertinya suaminya perempuan tua tadi itu melihat kepergian bu Sarmi. Dari belakang tampak dia menatap kepergian bu Sarmi, ingin mengejarnya tapi dia heran kenapa mau mengejar perempuan yang berjalan cepat itu.


"Mas, kamu kenal perempuan tadi?" tanya istrinya.


"Tidak. Tapi aku seperti sangat familiar dengan wajahnya dia." kata suaminya itu.


"Apa kamu sapa dia saja, Mas?" tanya istrinya lagi.


"Sudahlah, biarkan saja. Mungkin dia orang asing, tapi pernah lihat dan aku lupa. Banyak orang yang mirip-mirip wajah beberapa orang itu." katq suaminya.


Perempuan itu diam, dia pergi menuju kasir untuk membayar baju yang dia beli tadi. Sedangkan suaminya masih memikirkan perempuan yang tadi dia temui. Apakah perempuan yang sebaya dengan istrinya itu ada pada masa lalunya, dia tidak ingat.


Tapi sangat melekat di hatinya, semakin di pikirkan semakin tidak bisa mengingatnya. Hingga tiba-tiba kepalanya merasa berdenyut. Dia memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Mas, kamu kenapa?" tanya istrinya setelah dia membayar baju yang di beli.


"Tidak tahu, tiba-tiba kepala sakit." kata suaminya.


"Ya sudah, kita pergi saja dari sini. Mungkin kamu sedang memikirkan sesuatu yang di paksakan mas. Jangan memaksa berpikir, nanti kamu sakit lagi." kata istrinya.


Kedua suami istri itu pun pergi meninggalkan outlete setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan di outlete tersebut. Tapi sang suami sepertinya tidak bisa lepas dari mencoba mengingat siapa perempuan yang tadi di jumpainya itu.


Sementara itu, bu Sarmi diam saja. Pikirannya berkelana, dia tidak percaya akan bertemu lagi dengan seseorang yang sudah di anggap hilang.


"Aku masih ingat betul, dia itu. Apa kejadian itu dia benar-benar tidak tertimbun?" gumam bu Sarmi.


Ibu paruh baya itu duduk termenung memegangi baju yang tadi dia coba di kamar ganti. Riana menghampiri ibunya duduk di bangku, memperhatikan apa yang ibunya lakukan. Hanya diam dan menatap seperti menerawang kaca di depannya.


"Bu?" panggil Riana.


Tak ada jawaban dari ibunya, Riana memanggil lagi tetap tidak ada jawaban. Baru setelah Riana memegang pundak ibunya itu, menoleh ke samping dan tersenyum segaris. Membuat Riana heran, kenapa tiba-tiba ibunya jadi diam saja. Bahkan terlihat melamun.


"Bu, ada apa?" tanya Riana.


"Kamu tanya apa?" ibunya justru balik bertanya.


"Ibu kenapa sejak tadi diam saja, bahkan Riana panggil malah diam saja. Seperti ada yang di pikirkan, ada apa bu?" tanya Riana.


"Entahlah, ibu seperti melihat hantu bergentayangan di sini." jawab bu Sarmi.


Riana mengerutkan dahinya, hantu?


Ini siang hari, kenapa ibunya mengatakan melihat hantu bergentayangan? Atau hanya bercanda?


Tapi wajahnya tampak biasa, tidak ada raut wajah bercanda. Riana duduk di samping ibunya, menunggu adiknya selesai mencari baju-baju.


"Adikmu kemana?" tanya bu Sarmi.


"Lagi cari baju kemeja bu, ngga tahu tuh anak. Kok bisa dia belanja lama begitu, mengalahkan ibu-ibu berbelanja. Aku bahkan malas harus membeli barang di mall terlalu lama." kata Riana.


"Biarkan saja, dia jarang beli barang di mall. Pergi ke mall saja jarang karena jauh tempatnya. Lebih sering membeli baju di pasar." kata ibunya.


Benar juga apa yang di katakan ibunya, tapi bagi Riana sikap ibunya sekarang itu lebih aneh di banding tadi baru datang. Lebih diam dan tidak banyak cerewet.


_


Sepulang dari jalan-jalan di mall, bu Sarmi kembali banyak diam. Semakin membuat penasaran Riana, bahkan baru pulang itu bu Sarmi langsung masuk kamar.


"Kak, ibu kenapa?" tanya Nino.


"Hemm, mungkin ibu bertemu orang." kata Nino.


"Bertemu orang? Siapa?" tanya Riana heran.


"Tanya ibulah, Nino ngga tahu." kata Nino.


Riana diam, dia heran dan aneh dengan ibunya. Tapi dia membiarkan ibunya, mungkin lelah dan langsung masuk kamar. Sejak memilih baju tadi di mall, ibunya banyak diam. Itu yang mengganggu pikiran Riana juga.


Beberapa hari sudah liburan di rumah Riana, bu Sarmi lebih banyak diam. Perempuan itu sering melamun dan menyendiri, Nino dan Riana jadi heran dengan perubahan sikap ibunya itu.


Ethan awalnya juga tidak memperhatikan perubahan sikap mertuanya itu, tapi lama kelamaan dia juga penasaran. Dan akhirnya dia bertanya pada Riana.


"Sayang, ibu kok banyak diam ya. Kenapa?" tanya Ethan.


"Ngga tahu mas, sejak pulang dari jalan-jalan di mall itu ibu pulang banyak diamnya. Bahkan pernah aku tanya jawabnya ibu pernah lihat hantu gentayangan. Maksudnya apa ya mas?" kata Riana.


"Emm, di mana ibu lihat hantu gentayangan?" tanya Ethan.


"Di mall itu mas, kan waktu memilih baju ibu. Setelah dapat malah kebanyakan diam dan melamun. Apa ya yang di pikirkan ibu?"


"Kamu sudah tanya ibu kenapa?"


"Sudah, tapi jawabannya tuh ya itu. Lihat hantu gentayangan."


"Kok aneh sih."


"Maka dari itu, apa benar ibu lihat hantu gentayangan di mall itu?"


"Bisa jadi sayang, kan itu mahluk kasat mata. Mungkin ibu benar-benar melihatnya, tapi ibu ngga kesurupan kan?" tanya Ethan.


"Haish! Kamu itu. Mana ada? Dan jangan sampai deh kesurupan sama hantu gentayangan yang di lihat ibu di mall." kata Riana.


"Coba kamu tanya lagi, maksud hantu gentayangan itu siapa, apa. Biar kamu tidak penasaran terus." kata Ethan lagi.


Riana diam, ada benarnya juga ucapan suaminya itu. Riana pun pergi menuju kamar ibunya, mengetuk pintunya karena tertutup rapat.


Tok tok tok.


"Bu, apa ibu tidur?" panggil Riana di balik pintu.


Tak ada jawaban, Riana mengetuk pintu lagi beberapa kali. Dan tak lama pintu terbuka, tampak ibunya muncul dengan wajah muram.


"Ibu sakit?" tanya Riana.


"Ibu ingin pulang Riana." kata bu Sarmi tiba-tiba.


"Lho, kan baru empat hari liburan di rumahku bu. Janjinya kan satu minggu di sini." kata Riana.


"Ibu hanya ingat di rumah." kata bu Sarmi.


"Kan di rumahku hanya sebentar bu, ibu tuh kenapa? Sejak pulang dari jalan-jalan ibu banyak diam, apa benar ibu lihat hantu gentayangan di mall?" tanya Riana.


"Tidak Riana. Sudahlah, satu hari lagi ibu di sini. Jangan menahan ibu untuk tidak pulang lebih cepat." kata bu Sarmi.


Dia masuk ke kamar dan menutup pintunya, membuat Riana tertegun dan kaget dengan ucapan ibunya. Ada apa dengan ibunya itu?


_


_


**********************