My Boss, Hot And Cool

My Boss, Hot And Cool
70. DNA Yang Cocok



Ethan merasa senang kini kandungan Riana baik-baik saja. Dia ingin memberitahu hasil tes DNA yang dulu dia sembunyikan dari Riana. Tapi sebelumnya dia ingin memberitahu pak Rudy lebih dulu, dia ingin bertemu dan membuat janji dengan pak Rudy tanpa sepengetahuan ibu Naimah istrinya.


Ethan menghubungi pak Rudy, tersambung tapi belum di jawab. Kembali dia menghubungi, dan akhirnya di jawab juga.


"Halo? Siapa?" tanya pak Rudy di seberang sana.


Ethan heran, kenapa pak Rudy bertanya siapa yang menelepon? Tapi ingat kembali, karena dulu dia tidak memberikan nomor ponselnya pada pak Rudy. Ethan pun tersenyum.


"Ini saya pak Rudy, Ethan. Saya lupa memberikan nomor ponsel saya sama bapak." kata Ethan dengan tawa kecilnya.


"Oh ya, maaf nak Ethan. Ada apa ya?" tanya pak Rudy.


"Saya mau memberitahu sesuatu, tapi saya ingin ketemu saja dengan pak Rudy. Bisa kan pak?" tanya Ethan.


"Waaah, kalau minggu ini sepertinya tidak bisa. Mungkin minggu depannya lagi, bapak bisa temui nak Ethan." kata pak Rudy.


"Ya, tidak masalah. Saya tunggu waktu pak Rudy saja."


"Maaf lho nak Ethan, saya bukannya sok sibuk. Justru nak Ethan yang sibuk sekali ya, heheh."


"Tidak masalah pak, ini juga tidak terlalu mendesak kok. Hanya memberitahu sesuatu saja."


"Oh ya ya, nanti saya hubungi nak Ethan lagi."


"Iya pak Rudy."


Klik!


Sambungan terputus, Ethan meletakkan ponselnya di meja. Surat dari rumah sakit itu dia pengang dan di pandangi saja, ingat dengan istrinya. Dia harus memberitahu Riana tentang hasil tes DNA itu. Sekarang usia kandungan Riana sudah memasuki empat bulan, jadi sudah aman untuk memberitahu istrinya tentang hasil DNA itu.


"Tapi, apa Riana akan marah ya kalau hasilnya aku simpan dan lama tidak memberitahunya." gumam Ethan.


Dia mempertimbangkan apa saja yang akan dia terima nanti jika Riana marah. Dia hanya tidak ingin Riana terus memikirkan masalah itu, karena dia ingin Riana lebih santai dengan kandungannya.


"Ya sudah, aku terima apa yang akan aku terima jika Riana marah padaku." kata Ethan.


Dia masukkan lagi surat hasil tes DNA itu dalam tasnya. Akan dia beritahu Riana sepulang dari kantornya, dan dia sudah mempersiapkan jika Riana marah padanya.


_


Hari ini Ethan dan Riana menunggu pak Rudy untuk bertemu. Riana awalnya marah pada suaminya itu karena terlambat memberitahu tentang hasil tes DNA dirinya dan pak Rudy. Tapi setelah di beri pengertian suaminya itu, Riana pun akhirnya diam dan rasa kesal saja.


Kini mereka janjian bertemu dengan pak Rudy, entah kenapa pak Rudy meminta mereka datang berdua atau sendirian saja. Bagi Riana, dia hanya ingin melihat pak Rudy sebagai bapaknya yang asli. Meski nantinya pak Rudy bersikap biasa saja, walaupun hasil DNA itu cocok.


Tak lama, pak Rudy datang dengan bu Naimah. Riana dan Ethan terkejut, mereka saling pandang karena tidak menyangka pak Rudy membawa istrinya untuk bertemu dengan Riana dan Ethan.


"Sudah lama menunggu nak Ethan, Riana?" tanya pak Rudy dengan senyum mengembang.


"Lumayan pak Rudy." jawab Ethan kaku.


Dia bingung harus bagaimana menyampaikan tentang tes DNA itu pada pak Rudy, sedangkan ada ibu Naimah juga ikut. Riana hanya diam saja, menatap pak Rudy dengan rasa yang sulit dia tebak.


"Emm, nak Ethan ingin ketemu bapak tentang masalah yang dulu?" tanya pak Rudy.


"Istri saya sekarang sudah biaa menerimanya. Dan dia boleh mengetahuinya, bapak sudah memberinya pengertian padanya. Jadi, biar ibu juga tahu keadaan bapak." kata pak Rudy.


Ethan diam, dia menarik nafas panjang. Di liriknya Riana yang sejak tadi diam saja, bingung dengan keadaan saat ini.


"Baiklah pak Rudy, karena pak Rudy yang memutuskan ibu juga perlu tahu. Jadi saya akan memberikan hasil tes DNA bapak dan Riana, pak Rudy silakan baca sendiri hasilnya." kata Ethan menyerahkan surat dari rumah sakit itu pada pak Rudy


Pak Rudy mengambil surat itu dari tangan Ethan, bu Naimah juga tampak tegang dengan surat hasil tes DNA itu, menatap Riana yang sejak tadi diam saja menahan sesuatu.


Pak Rudy menoleh ke arah istrinya, dia tersenyum ketika istrinya itu hanya diam saja. Dia lalu membuka amplopnya dan mengambil suratnya, dengan perlahan dan pasti pak Rudy membuka lipatan surat tersebut.


Dia membaca dengan teliti, hingga akhirnya ada tulisan positif yang bertanda besar itu. Dia berekspresi biasa saja, datar. Membuat Ethan maupun Riana heran, kenapa reaksi pak Rudy biasa saja?


"Itu hasilnya positif pak Rudy, jadi pak Rudy itu memang betul bapak Riana yang terkena longsor di kampung. Dan seperti cerita bu Naimah kemarin dan juga menyambung cerita ibu mertua saya itu." kata Ethan.


"Ya, jika memang positif. Tidak masalah, suami saya adalah bapaknya Riana. Tapi, bukan berarti ini membuat suami ibu kembali mengingat kejadian itu." kata bu Naimah.


"Ya, jadi sudah jelaskan. Pak Rudy adalah bapak saya. Saya tidak meminta pak Rudy kembali pada ibu, tapi hanya ingin memastikan saja kalau pak Rudy adalah bapak saya. Tidak masalah jika ibu tidak tahu kalau bapak adalah benar-benar bapak saya. Saya akan diam dan tidak memberitahu ibu." kata Riana.


"Hanya itu?" tanya pak Rudy.


"Terkecuali mengakui saya sebagai anak bapak. Saya sangat senang, meskipun tidak bisa kembali pada ibu." ucap Riana menatap pak Rudy dengan berkaca-kaca.


Pak Rudy pun bangkit, dia mendekat pada Riana. Riana menatap pak Rudy lalu berdiri, pak Rudy pun memeluk Riana dengan erat. Dan pecahlah tangisan Riana dalam pelukan pak Rudy. Dia benar-benar tidak menyangka jika harus bertemu dengan bapaknya di usianya yang sudah besar dan sudah bersuami.


"Maafkan saya pak, jangan memaksa untuk mengingat kejadian itu jika membuat bapak sakit. Yang penting saya bisa bertemu dengan bapak sudah bahagia. Hik hik hik." ucap Riana.


Pak Rudy hanya diam saja menanggapi ucapan Riana. Dalam hati memang tersentuh, tapi dalam diamnya itu menyimpan banyak perasaan yang mengharukan.


Lama mereka berpelukan, Riana pun melepas pelukannya. Menatap bapaknya yang juga berkaca-kaca, tapi langsung di hapusnya.


"Bapak senang bisa bertemu lagi, dan maafkan bapak yang tidak bisa menemanimu sewaktu kecil karena keadaan." kata pak Rudy.


"Tidak apa pak, bagi Riana ini sebuah keajaiban bisa bertemu bapak lagi. Setelah kami kehilangan bapak bertahun-tahun dan bertemu dengan keadaan berbeda, Riana ikhlas." kata Riana terisak.


"Terima kasih Riana." ucap pak Rudy.


"Syukurlah akhirnya bisa bertemu juga dalam keharuan ini. Saya juga ikut senang pak, bapak dan Riana bertemu lagi meski dengan keadaan berbeda." kata Ethan.


Riana mengusap air matanya, dia benar-benar bahagia akhirnya hasil tes DNA itu cocok dengan pak Rudy atau pak Juli.


Ibu Naimah diam saja, dia juga terharu sekaligus merasa khawatir. Tapi dia tidak mau egois dengan suaminya itu, dan dia pernah bertanya pada pak Rudy tentang masalah Riana dan ibunya. Pak Rudy menjawab tidak akan meninggalkannya meski memang hasil tes DNA itu cocok. Dan kini bu Naimah pun lega, dia juga ikut senang.


Lagi pula, dia pun bisa mengakui Riana sebagai anaknya. Apa lagi dia melihat Riana sedang mengandung.


_


_


*********************