My Boss, Hot And Cool

My Boss, Hot And Cool
67. Meminta Sampel



Beberapa kali Riana dan Ethan meminta pak Rudy untuk melakukan tes DNA untuk memastikan kalau Riana dan pak Rudy itu benar adanya ayah dan anak. Tetapi beberapa kali pula ibu Naimah menolaknya karena dia merasa itu sudah berlalu. Bisa saja hanya akal-akalan Riana, itu yang di pikirkan ibu Naimah.


Riana jadi bingung, sebenarnya ibunya sudah memasrahkannya. Ibunya tidak mengharapkan pak Rudy akan ingat kalau dia sebenarnya punya anak dan istri yang di tinggalkan. Tetapi Riana penasaran dengan pak Rudy itu, di tambah lagi Ethan sangat mendukungnya untuk melakukan tes DNA.


"Terus bagaimana mas, ibu Naimah menolak kalau pak Rudy di tes DNAnya. Aku hanya penasaran saja dengan pak Rudy atau bapak itu. Karena dari ceritanya itu sangat berkaitan." kata Riana pada Ethan.


"Sayang, aku akan terus meminta pada bu Naimah agar pak Rudy mau di tes DNA sama kamu." kata Ethan.


"Aku hanya penasaran saja mas, sudah lama aku berharap kalau pak Rudy itu bapakku. Sejak ibu menceritakan waktu ketemu di mall itu, aku pikir apa benar bapak masih hidup. Tapi ketika pak Rudy datang ke rumah, dan ibu histeris kok aku yakin untuk memastikan kalau pak Rudy itu bapakku." kata Riana lagi.


"Lalu, setelah tes DNa berhasil dan hasilnya pak Rudy adalah bapak. Apa yang kamu harapkan lagi sayang? Apa kamu berharap pak Rudy akan kembali sama ibu?" tanya Ethan.


"Ngga mas, hanya memastikan kalau bapak masih hidup. Itu saja, jika bapak tidak akan bisa ingat kembali tentang ibu dan kampung halaman yang pernah merenggut ingatannya, itu tidak apa. Aku ngga meminta bapak ingat masa lalu, dan kembali pada ibu. Ibu sendiri sudah menerima kenyataan kalau bapak sudah menikah dengan orang lain. Hik hik hik." kata Riana.


Ethan menarik tubuh istrinya, memeluknya erat. Dia merasa ikut sedih dan sakit ketika berhadapan dengan kenyataan kalau bapaknya sudah menikah lagi dengan orang lain. Tapi tidak bisa menyalahkan bapak, karena laki-laki itu hilang ingatan.


"Kalau begitu, kamu bicara baik-baik sama bu Naimah sayang. Katakan kamu hanya mau memastikan saja, jika benar tidaknya pak Rudy adalah bapakmu kamu merasa lega kan. Katakan juga pada ibu Naimah kalau jika benar bapak, hanya memastikan saja. Tidak menyuruh bapak kembali pada ibu kan, karena bagaimana pun selama sebelas tahun pak Rudy dan bu Naimah hidup bersama. Jadi tidak mudah untuk memisahkan mereka, dan itu juga tidak baik kan?" kata Ethan.


"Iya mas, aku juga tidak berniat mengembalikan bapak sama ibu. Hanya mau memastikan saja kalau benar pak Rudy itu adalah bapakku." kata Riana.


Ethan tersenyum, dia mengecup kening Riana. Tidak mungkin dia mencumbu istrinya dalam keadaan sedih dan bingung. Malam ini dia tahan untuk tidak bercinta dengan Riana.


_


Minggu pagi, Ethan dan Riana kembali ke rumah pak Rudy. Riana akan bicara baik-baik dengan bu Naimah untuk meminta tes DNA dengan pak Rudy.


Mobil sudah memasuki halaman rumah pak Rudy, Ethan yakin hari Minggu pak Rudy ada di rumah dan akan bicara dengannya juga mengenai keinginan Riana dan dirinya pada pak Rudy.


Kebetulan pak Rudy ada di taman sedang menyiram tanaman. Dia menoleh ke arah mobil yang terparkir di halaman rumahnya, senyumnya mengembang. Dia matikan selang air dan menghampiri mobil Ethan.


"Waah, nak Ethan hari Minggu berkunjung ke rumah bapak. Suatu kehormatan bisa di kunjungi oleh nak Ethan dan istri." kata pak Ethan.


Riana dan Ethan saling pandang, waktu Minggu lalu juga datang. Tapi memang tidak ada pak Rudy, apakah bu Naimah tidak memberitahu suaminya itu?


"Sedang santai pak Rudy?" tanya Ethan.


"Iya, Minggu lalu saya harus keluar kota. Jadi hari ini ada di rumah, heheh." ucap pak Rudy.


Ethan dan Riana hanya tersenyum saja menanggapi ucapan pak Rudy itu. Mereka pun di bawa masuk untuk duduk di ruang tamu, kebetulan bu Naimah yang tidak ada di rumah. Dan itu kesempatan untuk bicara langsung pada pak Rudy, pikir Ethan.


"Emm, sebenarnya kami ini datang selain ingin berkunjung juga meminta bantuan sama pak Rudy. Pak Rudy masih ingatkan kejadian di rumah saya?" tanya Ethan.


"Ya, dan ibunya nak Riana menyangka kalau saya adalah suaminya. Ya, bapak seperti mengingat ibunya nak Riana. Tapi entah, bapak mencoba mengingat jadi sakit kepala. Jadi ibu melarang bapak untuk memgingatnya lagi." kata pak Rudy.


"Ya, kalau mengingat sesuatu membuat kepala bapak sakit. Ya jangan di ingat pak, tapi istriku ini ingin memastikan saja dan meminta tolong sama pak Rudy." kata Ethan.


"Minta tolong apa ya nak Ethan?" tanya pak Rudy.


Sedikit demi sedikit sekilas muncul di bayangannya runtuhan tanah. Sekelebat tapi hilang lagi, pak Rudy pun memegangi kepalanya.


"Aaargh!" keluh pak Rudy memegangi kepalanya.


"Kenapa pak?" tanya Ethan cemas.


"Tidak apa-apa, lanjutkan saja ceritanya." kata pak Rudy.


Ethan diam, dia pun menceritakan secara garis besar dengan menyangkut kejadian di rumahnya. Dan kini dia langsung meminta pada pak Rudy untuk tes DNA.


"Jadi, tujuan kami hanya meminta pada pak Rudy untuk tes DNA dengan Riana. Ya, hanya memastikan saja pak. Istriku ini agar bisa tidur nyenyak malamnya, kalau tidak bisa tidur saya yang repot pak. Tidak dalat jatah dari itsriku, heheh." kata Ethan bercanda.


"Oh, hahah! Baiklah baiklah, bapak bersedia untuk tes DNA dengan nak Riana." kata pak Rudy dengan santainya.


Riana dan Ethan saling pandang, lalu tersenyum senang. Semudah itu meminta untuk melakukan tes DNA pada pak Rudy, tapi pada bu Naimah sangat berbelit-belit.


"Baiklah kalau begitu, saya hanya meminta satu sampel dari bapak saja. Kalau bukan rambut pak Rudy, ya kuku bapak juga tidak masalah." kata Ethan.


"Ya ya, tunggu ya. Bapak ambil gunting dulu." kata pak Rudy.


Dia pun bangkit dari duduknya, mengambil gunting yang di maksud. Dia pun kembali lagi, pak Rudy menggunting rambutnya sedikit dan juga kukunya yang kebetulan panjang-panjang belum di potong.


"Nih, bapak masukkan kantong. Silakan di tes ya, nanti tolong juga bapak beri hasilnya nanti. Karena bapak juga tidak mau kepikiran terus dan tidak bisa tidur seperti nak Riana." kata pak Rudy.


"Oh, tentu pak. Saya akan memberitahu pak Rudy jika sudah ada hasilnya." kata Ethan.


"Ya, bapak tunggu." kata pak Rudy.


Riana yang sejak tadi diam saja, kini berani menatap pak Rudy. Lalu tersenyum, ada rasa rindu ketika menatap wajah laki-laki tua itu. Dia menunduk dan tiba-tiba air matanya menetes.


"Kalau begitu kami pamit dulu pak Rudy, nanti saya hubungi pak Rudy saja bagaimana?" tanya Ethan.


"Boleh, catat ya nomor ponsel bapak." kata pak Rudy.


Ethan tersenyum senang, dia lalu mengambil ponselnya dan mencatat nomor yang di sebutkan pak Rudy. Setelah selesai, kini Ethan dan Riana pulang ke rumah.


Kekhawatiran Riana tentang bu Naimah yang akan melarang lagi untuk meminta tes DNA pada pak Rudy jadi hilang. Hari ini keberuntungan Riana dan Ethan, datang ke rumah pak Rudy tidak ada istrinya bu Naimah.


_


_


******************