My Angel Valeria

My Angel Valeria
ADIK UNTUK VAIA



Enam bulan kemudian,


"Kyle akan menikah akhir pekan nanti. Kau dan Arga bisa meluangkan eaktu untuk datang?" Tanya Papa Theo dari seberang telepon.


"Benarkah itu? Menikah dengan siapa, Pa?" Tanya Vale merasa penasaran.


Dalam hati Vale juga bersyukur karena akhirnya Kyle menemukan belahan jiwanya dan akan segera menikah.


Calon istri Kyle pastilah wanita yang baik sama seperti halnya Kyle.


"Audrey!"


"Audrey Abraham?" Tanya Vale memastikan karena Vale benar-benar terkejut sekarang.


Kyle akan menikah dengan Audrey?


Bagaimana bisa?


"Iya, Audrey Abraham. Yang mengurus pernikahanmu bersama Arga kemarin. Dia calon istri Kyle."


"Benar-benar sebuah kejutan." Ucap Vale yang masoh setengah percaya.


"Kau akan datang?"


"Tentu, Pa! Vale, Arga, dan Vaia pasti akan datang."


"Baiklah kalau begitu. Kandunganmu sehat?"


"Iya, sehat dan semuanya lancar," jawab Vake seraya mengusap perutnya yang kini sudah membulat.


Sebulan setelah pernikahannya dengan Arga, Vale memang tak lagi mendapatkan tamu bulanan, dan saat Vale melakukan tes, ia langsung mendapati dua garis merah di atas testpect.


Benar-benar kebahagiaan yang berlipat ganda.


"Baiklah, jangan lupa untuk menelepon mamamu, karena mamamu sepertinya sudah sangat kangen juga padamu."


"Iya, Pa! Vale akan menelepon Mama setelah ini. Papa jaga kesehatan juga, ya. Bye!" Vale segera berpamitan dan mengakhiri teleponnya pada Papa Theo.


"Bunda! Adik bayi sudah makan?" Tanya Vaia yang baru datang dari toko bersama denga dengan Arga. Gadis kecil itu memcium perut Vale dan mengusapnya dengan lembut berulang kali.


"Belum, kan masih nungguin Kak Vaia datang tadi," jawab Vale seraya bangkit dari duduknya dan membimbing Vaia menuju ke ruang makan.


Menu makan siang sudah selesai Vale siapkan.


"Siapa yang menelepon tadi?" Tanya Arga yang juga sudah menyusul ke ruang makan.


Suami Vale itu mengecup kening Vale sekilas dan mengusap perut Vale yang sudah membulat.


"Tentu saja kita akan datang. Kau sudah mengatakan pada Papa?"


"Iya, sudah. Kita berangkat hari apa?"


"Hari Kamis atau Jumat saja. Nanti Paman Jo kembali, kita langsung berangkat." Jawab Arga yang langsung membuat Vale mengangguk.


"Ayah, sudah! Jangan gangguin adek bayi! Bunda dan adek bayi mau makan!" Vaia menarik baju Arga dan memintanya menjauh dari Vale yang sejak tadi tak kunjung bisa makan, karena Arga yang masih meletakkan kepalanya di depan perut Vale.


"Siap, Kakak Vaia! Ayah juga sudah lapar dan mau makan sekarang." Arga segera duduk di samping Vale dan keluarga kecil itu menikmati makan siang mereka seraya mengobrol banyak hal.


****


Di sebuah pagi saat udara masih berselimutkan kabut dingin, suara tangis bayi terdengar dari sebuah ruang bersalin.


Vale baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki mungil yang pipinya masih terlihat kemerahan.


Bayi tampan yang wajahnya perpaduan dari Vale dan Arga tersebut kini menggeliat-menggeliat membuat Vaia yang berada di sampingnya menjadi gemas.


"Vaia boleh menggendongnya, Ayah?" Tanya Vaia yang berulang kali mengusap pipi merah bayi Ezra.


Ezra Rainer Diba adalah nama dari bayi mungil Vale dan Arga.


"Belum boleh! Nanti kalau Ezra sudah agak besar, baru Vaia boleh menggendongnya, oke!" Jawab Arga memberikan pengertian pada sang putri.


Vaia mengangguk-angguk mengerti dan segera menghampiri Vale yang masih terbaring tak jauh dari box bayi Ezra.


"Terima kasih, Bunda! Karena sudah memberikan adik yang tampan untuk Vaia," Vaia mencium kedua pipi Vale dan berucap dengan tulus.


"Sama-sama, Kakak Vaia. Mulai sekarang, Kakak Vaia harus jadi kakak yang baik untuk adik Ezra, ya!" Pesan Vale pada Vaia yang tersenyum dan mengangguk-angguk.


"Vaia akan menyayangi adik Ezra dan selalu menjaganya. Vaia juga akan selalu menyayangi Bunda dan Ayah!" Vaia segera memeluk Vale dengan erat.


"Kita berempat akan selalu saling menyayangi, bukan begitu?" Ucap Arga yang langsung diiyakan oleh Vale dan Vaia.


Kini kebahagiaan keluarga kecil Vale dan Arga sudah semakin lengkap dengan hadirnya bayi Ezra di tengah-tengah mereka.


*************TAMAT***********


Valeria aku akhiri sampai di sini.


Bisa lanjut baca "Remember Me Please, Hubby!" Karena nanti Valeria dan Arga akan muncul lagi disana sebagai tokoh sampingan.


Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua reader yang sudah berkenan mampir dan membaca Valeria sampai tamat. Terima kasih juga untuk semua dukungannya.