My Angel Valeria

My Angel Valeria
HANGAT



"I love you, Arga!" Bisikan lembut dari Vale langsung bisa membuat Arga menyunggingkan senyum di bibirnya karena hati Arga yang kini terasa menghangat.


Arga benar-benar seperti remaja yang sedang kasnaran sekarang.


"I love you too, Valeria sayang!" Arga mengecup bibir Vale sebelum pria itu berguling ke samping dan mendekap tubuh polos istrinya tersebut.


"Capek!" Keluh Vale yang nafasnya masih memburu.


Istri Arga itu berulang kali menarik nafas panjang dan terus merapatkan tubuhnya ke dalam dekapan Arga.


Rasanya begitu hangat dan Vale menyukainya.


"Nanti Vaia pulang jam berapa?" Tanya Arga yang kini sudah ganti merapikan rambut Vale yang berserakan di wajahnya.


"Pulang besok pagi sepertinya," jawab Vale sedikit terkekeh.


Arga mengernyit tak mengerti.


"Mama dan Papa akan mengajak Vaia menginap di rumah Aunty Belle malam ini. Ada acara makan-makan katanya. Semua cucu Aunty Belle dan Uncle Dev berkumpul malam ini. Jadi Vaia pasti senang karena punya banyak teman disana," jelas Vale seraya menyusuri wajah Arga.


Wajah yang membuat Vale merasa jatuh cinta dua malam ini.


"Kita nggak diundang ke sana?" Tanya Arga yang tangannya sudah kembali usil memainkan puncak pay*dara Vale. Sedikit memilin-milinnya yang tentu saja membuat Vale kegelian dan istri Arga itu kembali bergerak-gerak dengan gelisah di dekapan Arga.


"Diundang sebenarnya. Tapi kamu masih sibuk dengan mainan barumu begitu! Jadi bagaimana kita mau datang?" Jawab Vale yang semakin merasa geli dan sepertinya kembali bergairah.


Oh, ya ampun!


"Geli, Sayang!" Bisik Vale pada Arga yang kini sudah menyusupkan kepalanya ke dada Vale dan kembali memainkan lidahnya kedua buah dada Vale. Benar-benar seperti bayi besar yang sedang menyusu.


"Satu kali lagi, ya!" Mohon Arga pada Vale.


Bisa Vale rasakan kalau milik Arga sudah kembali mengeras di bawah sana.


"Terserah kau saja!' Jawab Vale malu-malu.


Padahal sebenarnya Vale juga kembali menginginkannya.


Ternyata benar kata Anne waktu itu. Kalau setelah menikah nanti, Vale bakal ketagihan dengan "olahraga ranjang" ini. Vale rasa, dirinya memang sudah benar-benar ketagihan sekarang. Vale ingin terus disentuh oleh Arga di setiap jengkal bagian tubuhnya.


"Wajahmu semerah tomat, Sayang! Apa kau masih malu?" Goda Arga yang langsung membuat Vale memukul-mukul dada suaminya tersebut.


"Ini semua gara-gara kamu!" Vale semakin tersipu, saat Arga kembali menyentak masuk ke dalam miliknya.


Vale mengalungkan kedua lengannya di leher Arga dan segera membalas kecupan mesra suaminya tersebut, sambil terus menggerakkan pinggulnya, seirama dengan gerakan Arga yang kini semakin cepat.


"Ouh!" Desahan Vale semakin membuat Arga bersemangat.


Tubuh Arga dan Vale semakin dibanjiri peluh, hingga akhirnya mereka kembali mengejang bersama, dan mengakhiri pergelutan panas ini dengan ciuman yang dalam.


"Kaki dan punggungku mati rasa," kekeh Vale yang sudah menyembunyikan wajahnya ke dalam dekapan Arga.


"Aku tarik nafas dulu! Nanti aku akan menggendongmu ke kamar mandi," jawab Arga yang juga sudah mengeratkan dekapannya pada Vale. Pria itu memejamkan matanya sejenak, menikmati sisa-sisa kenikmatan di malam yang panas ini bersama Vale.


Tapi bukankah Vale adalah istri Arga sekarang?


Jadi rasanya tak berlebihan jika Arga mengajak Vale lembur sampai pagi.


Ouh, tapi itu terlau berlebihan!


Masih ada besok dan besoknya.


Arga akan membiarkan Vale istirahat dulu setelah ia memandikan istrinya itu.


"Jangan tidur, Sayang!" Pesan Vale yang kini mengusap-usap dada Arga, dan membuat Arga sedikit terkekeh meskipun mata pria itu masih terpejam.


"Aku hanya sedang membayangkan wajahmu yang semerah tomat tadi." Arga mengecup puncak kepala Vale.


"Kau sungguh lucu dan menggemaskan," sambung Arga lagi kembali terkekeh.


"Aku kan bukan Vaia!" Protes Vale saat Arga menyebutnya lucu dan menggemaskan.


Biasanya Arga mengucapkan itu hanya pada Vaia.


"Ayo mandi, Bidadari!" Arga sudah melepaskan dekapannya pada Vale, dan mengusap wajah Valeria denagn lembut.


"Ucapkan sekali lagi!" Tangan Vale menumpu pada tangan Arga yang masih berada di wajahnya.


"Bidadariku Sayang! Ayo kita mandi, lalu istirahat," ucap Arga lembut yang langsung membuat sebuah senyuman terkembang di bibir Vale.


"Aku tidak bisa berjalan," Keluh Vale seraya mengulurkan lengannya pada Arga.


"Aku akan menggendongmu kalau begitu!" Arga segera membawa Vale ke dalam gendongannya, dan mereka berdua masih tak mengenakan apapun sekarang.


Arga melangkah cepat ke dalam kamar mandi, dan meletakkan tubuh Vale ke dalam bathtube kamar mandi, lalu menyalakan air hangat dan ia sendiri ikut masuk ke dalam bathtube.


Baiklah!


Ini kali kedua Vale dan Arga mandi bersama.


Dan sepertinya akan ada ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya.


.


.


.


Maaf aku UP pagi-pagi adegan nganunya.


Tadinya mau UP tengah malam, tapi malah ketiduran habis nonton film horor 😅😅


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.