My Angel Valeria

My Angel Valeria
PERNIKAHAN VALERIA



Suasana di dalam Rainer's Resto masih hening. Dan semua hadirin yang datang ke acara pernikahan Kyle dan Vale masih menunggu Kyle menjabat tangan Pak Wali hakim serta mrngucapakn ikrar suci pernikahan.


Namun nyatanya, Kyle hanya mematung sekarang. Menatap pada Vaia yang kini bibirnya mencebik dan gadis kecil itu sudah berurai airmata.


"Ayah merawat dan menggendong bunda kemana-mana karena bunda nggak bisa jalan."


"Bunda rajin memasak untuk Vaia dan Ayah! Vaia jadi tidak perlu sarapan nasi goreng setiap pagi!"


"Bunda jangan jauh-jauh lagi dari Vaia!"


"Aku hanya mencari jalan tengah karena Vaia yang tidak mau jauh-jauh dariku."


"Vale tinggal selama sebulan di rumah Arga dan gadis itu hilang ingatan. Apapun bisa terjadi."


"Saat pria dan wanita dewasa tinggal bersama di sebuah rumah, lalu saling merasa nyaman, bukan tak mungkin jika akhirnya mereka akan saling jatuh cinta."


Semua kalimat Vaia, Vale, dan Mom Bi mendadak berkelebat di benak Kyle , membuat hati dan perasaan Kyle menjadi berkecamuk.


Arga dan Vale sudah saling jatuh cinta!


Mereka sudah saling mencintai dalam diam!


Terlihat sangat jelas dari cara mereka saling bersitatap!


Kyle menejamkan matanya dan menghela nafas panjang sebelum pria itu bangkit dari kursinya, yang tentu saja hal itu membuat semua orang mengernyit heran.


"Kyle tidak bisa menikah dengan Vale, Dad! Maafkan, Kyle!" Ucap Kyle pada Dad Nick yang kini menatap tak percaya pada sang putra.


Kyle berjalan ke arah Arga yang masih memangku Vaia dan menundukkan wajahnya.


"Ayo, Sayang! Ikut Om!" Kyle mengambil Vaia dari pangkuan Arga meskipun gadis kecil itu sedikit berontak.


"Bangunlah, Arga!" Kyle lanjut memaksa Arga untuk bangkit dari duduknya, setelah Kyle berhasil mengambil Vaia dari pangkuan Arga.


Apa Kyle sedang mengusir Arga sekarang?


"Bang-" Ben yang duduk disamping Arga hendak protes, namun Kyle segera menyentak tangan adik Valeria tersebut dan tetap memaksa Arga untuk bangkit berdiri.


Kyle sedikit menyeret Arga dan membawa pria itu untuk duduk di tempat Kyle duduk sebelumnya. Di depan pak penghulu, wali nikah, dan para saksi, serta di samping Valeria.


Apa maksudnya ini?


"Jabat tangan wali hakim itu, Arga! Dan ucapkan ikrar suci demi putrimu! Demi Vaia!" Ucap Kyle menatap tegas pada Arga yang masih kebingungan.


"Kyle, ini ada apa?" Tanya Papa Theo tak paham dengan sikap aneh Kyle di pernikahannya sendiri. Kenapa Kyle mendadak meminta Arga menggantikan dirinya sebagai calon mempelai pria?


"Kyle tidak bisa menikah dengan Valeria, Om! Karena Kyle tidak mau menyakiti serta menghancurkan hati dua Valeria yang sudah saling tertaut ini!" Kyle menunjuk bergantian ke arah Valeria besar yang sudah berurai airmata dan Valeria kecil yang kini ada di gendongannya.


"Maaf!" Sambung Kyle lagi yang sekarang menatap bergantian ke arah Papa Theo, Mama Airin, Dad Nick, dan Mom Bi.


"Tapi-" Papa Theo bahkan sudah kehilangan kata-kata sekarang.


"Kyle!" Arga juga hendak protes. Namun Kyle malah membentak pria itu dan memaksanya untuk segera mengucapkan ikrar suci pernikahan.


"Ucapkan saja, Arga! Dan berhenti menyakiti hati putrimu! Bukankah kau kuga mencintai Valeria?" Ucap Kyle tegas dan galak.


Arga hanya diam dan tak mampu menjawab.


Setelah sedikit berdebat dan memperbaiki data calon pengantin yang mendadak berubah di detik - detik terakhir pengucapan janji suci, akhirnya acara kembali dimulai.


Arga akhirnya mengucapkan dengan lancar ikrar suci pernikahannya bersama Vale, meskipun pria itu masih terlihat bingung.


Tadi Arga datang kesini sebagai tamu. Kenapa sekarang malah Arga yang menjadi mempelai prianya?


"Sah!" Sebuah kata yang didengungkan oleh tamu undangan yang hadir, membuat semua orang merasa lega, meskipun mereka juga sama bingungnya dengan Arga.


Vaia yang tadinya berada dipangkuan Kyle segera berlari memeluk sang ayah dan sang bunda.


Bunda Vale!


Sekarang bunda Valeria benar-benar sudah menjadi bunda untuk Valeria kecil.


Kyle tersenyum tipis menyaksikan Vaia yang sudah bisa tersenyum bahagia sekarang bersama orang tuanya yang kini sudah lengkap. Vaia akhirnya punya bunda baru, dan gadis kecil itu terlihat sangat bahagia.


Ya, anda Kyle tetap pada keegoisannya, mungkin senyuman dan tawa bahagia di bibir Vaia akan hilang selamanya, dan Kyle yang akan menanggung rasa bersalah seumur hidup.


"Dad bangga padamu, Kyle!" Tepukan dari Dad Nick menyentak lamunan Kyle.


"Maaf karena sudah membuat Mom dan Dad gagal memiliki menantu baru, " ucap Kyle terkekeh seraya memeluk sang Dad kesayangan.


Kyle lanjut menghampiri Arga dan Valeria yang kini sudah sah menjadi suami istri.


Vale langsung memeluk Kyle dengan erat, antara merasa bersalah dan berterima kasih dengan sikap Kyle yang benar-benar di luar dugaan.


"Jangan cengeng lagi, Vale! Kau seorang bunda sekarang!" Pesan Kyle pada Vale yang hanya mengangguk-angguk dan matanya kembali berkaca-kaca.


"Maaf, Abang!" Ucap Vale terbata-bata.


"Tidak! Jangan minta maaf begitu! Aku senang karena kau dan Arga akhirnya bisa menjadi orangtua yang lengkap untuk Valeria kecil ini." Arga mengusap wajah Vaia yang berada di gendongan Arga.


Vaia langsung melompat ke gendongan Kyle dan mengecup pipi Kyle dengan penuh sayang.


"Terima kasih, Om baik hati!" Bisik Vaia yang langsung membuat bibir Kyle melengkungkan senyuman lebar.


"Sama-sama, Bidadari kecil! Janji pada Om, kalau Vaia akan jadi anak yang baik untuk Ayah dan Bunda, ya!" Pesan Kyle pada Vaia yang langsung membuat gadis itu mengangguk berulang kali.


"Siap, Om!"


Vale mengambil Vaia dari pelukan Kyle dan memberikan kesempatan pada Arga yang ingin bicara pada Kyle.


Arga memeluk Kyle.


"Aku benar-benar kehilangan kata-kata, Kyle! Kau sungguh pria yang baik dan berhati besar!"


"Kau juga pria yang baik Arga! Vale sungguh beruntung karena kau yang menemukannya saat gadis itu tersesat dan hilang ingatan. Kau juga sudah merawat Vale hingga sembuh dan mengantarnya pulang ke rumah bertemu keluarganya."


"Jika orang lain yang menemukan Vale, belum tentu mereka akan melakukan hal yang sama dengan yang sudah kau lakukan!" Kyle menepuk punggung Arga.


"Sekarang jagalah dengan baik kedua Valeria-mu. Aku yakin kau lebih paham bagaimana menjadi suami dan ayah yang baik untuk dua Valeria yang tak bisa dipisahkan itu!" Pungkas Kyle yang kembali mengulas senyum di bibirnya.


Dua pria itu kembali berpelukan sebagai dua sahabat dan saling berjanji untuk terus menjaga hubungan baik ini.


"Ya! Aku mendadak ingat pada seorang pria yang tiba-tiba membatalkan pernikahannya sendiri, dan malah mengantar calon istrinya ke rumah seorang pria lain pagi-pagi buta," ucap Uncle Devan yang kini sudah mendekat ke arah Dad Nick yang hanya tertawa renyah.


"Aku hanya tidak mau membuat pria gila itu menjadi merana di sisa hidupnya," jawab Dad Nick sok diplomatis.


"Tapi aku masih penasaran, apa alasan sebenarnya kau membatalkan pernikahanmu dengan Belle kala itu, Nick? Kau belum menjelaskannya padaku hingga kini," Uncle Devan menuntut jawaban.


Dad Nick mengendikkan bahunya.


"Aku hanya tidak mau menjadi penghalang cinta antara kau dan Belle! Bukankah aku sudah mengatakannya di pesan suara yang aku tinggalkan?"


"Tapi aku merasa ada alasan lain yang membuat kau melakukannya," Uncle Devan sepertinya masih kurang puas dengan jawaban Dad Nick.


"Ya! Alasan lainnya adalah agar aku bisa mengasingkan diriku di pulau pribadiku!" Dad Nick malah berkelakar sekarang.


"Karena jika aku tidak mengasingkan diri di pulau waktu itu! Aku tidak akan mungkin bertemu dengan istriku yang cantik ini, dan anakku Kyle yang hebat itu!" Dad Nick menarik Mom Bi dengan paksa dan mencium istrinya itu dengan lebay.


"Nick! Jaga kelakuanmu itu!" Protes Mom Bi bersungut-sungut dengan tingkah mesum Dad Nick yang menciumnya di depan umum.


Uncle Devan hanya terkekeh sebelum wajahnya berubah serius.


"Kyle benar-benar memiliki hati yang besar seperti kau dulu, Nick!"


"Kyle bukan putra kandungku."


"Ya! Tapi hubunganmu dengan Kyle melebihi hubungan Ayah dan putra kandungnya. Kau adalah Ayah sambung yang hebat untuk Kyle!" Puji Uncle Devan yang hanya hanya dijawab Dad Nick dengan anggukan dan senyuman.


"Semoga Kyle akan segera bertemu gadis baik setelah ini," harap Dad Nick seraya menatap pada Kyle yang masih mengobrol akrab bersama Vale, Arga, dan Valeria kecil.


.


.


.


Dah!


Tim Vale-Kyle gosah baca lanjutannya.


Sakit hati nanti.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.