
"Dimana cucumu yang kau janjikan sebagai penebus semua hutang itu?" Bentak seorang pria paruh baya yang berwajah garang mengerikan pada Bu Leni dan suaminya yang hanya tertunduk pasrah.
"Di- Dia melarikan, Pak Teguh! Tapi kami sedang berusaha mencarinya," jawab Bu Leni yang masih berharap belas kasihan.
"Jangan membohongiku!" Bentak pria bernama Pak Teguh itu sekali lagi.
"Kami tidak berbohong! Kami akan langsung membawanya kepada Pak Teguh jika sudah berhasil menemukannya." Janji Bu Leni bersungguh-sungguh.
"Sudah cukup janji palsu kalian berdua! Silahkan berkemas dan keluar dari rumah ini!" Usir Pak Teguh pada pasutri berusua senja tersebut.
"Tapi kami harus tinggal dimana, Pak Teguh? Ini tempat tinggal ksmi satu-satunya," suami Bu Leni memohon belas kasihan.
"Bukan urusanku! Cepat keluar sebelum aku menyuruh anak buahku menendang kalian berdua, orang tua serakah!" Usir Pak Teguh sekali lagi.
Bu Leni dan suaminya akhirnya terpaksa meninggalkan rumah yang sudah mereka tempati bertahun-tahun tersebut dan menjadikannya sebagai pelunas hutang mereka pada Pak Teguh.
Valeria yang mereka harapkan akan bisa menjadi penebus hutang, malah kabur tak tahu rimbanya. Benar-benar cucu pembawa sial!
Sekarang, Bu Leni dan suaminya tak tahu pagi mereka akan tinggal dimana setelah ini.
****
"Ini rumahnya," ucap Uncle Devan pada Papa Theo dan Kyle.
Mereka baru tiba di rumah Bu Leni, orang yang mereka yakini sebagai pelaku penculikan terhadap Valeria.
"Kita turun sekarang! Vale pasti ada di dalam sana!" Papa Theo langsung membuka pintu mobil dengan cepat dan masuk ke halaman rumah bernuansa klasik tersebut. Ada beberapa pria berbadan kekar dan berpakaian serba hitam yang menghalangi langkah Papa Theo, Uncle Devan, dan Kyle.
"Kalian siapa?" Tanya salah satu pria berbaju serba hitam tadi.
"Dimana putriku Valeria!" Bentak Papa Theo galak pada para pria di hadapannya tersebut.
"Valeria siapa?" Suara dari seorang pria yang berpenampilan rapi membuat Papa Theo semakin merasa bingung.
Dimana Bu Leni dan suaminya? Lalu siapa para pria ini?
"Kalian siapa? Dan dimana Bu Leni, pemilik rumah ini?" Uncle Devan akhirnya angkat bicara dan bertanya dengan nada senormal mungkin.
"Rumah ini sudah menjadi milikku, karena Bu Leni tidak bisa melunasi hutang-hutangnya." Ucap Pak Teguh dengan nada tegas.
"Oh, aku ingat! Jika Valeria yang kalian maksud itu adalah cucuhya Bu Leni yang hendak dijadikan sebagai penebus hutang, maka kaloan datang terlambat!"
"Apa maksudmu putriku menjadi penebus hutang?" Papa Theo yang gelap mata sudah hampir menyerang Pak Teguy. Namun Kyle dan Uncle Dev segera menghentikan Papa Theo. Dan para bodyguard Pak Teguh juga langsung melindungi bos mereka.
"Bu Leni menjanjikan seorang gadis yang katanya adalah cucu kandungnya kepadaku sebagai penebus semua hutang-hutangnya!" Pak Teguh memulai penjelasannya, dan kalimat umpatan langsung keluar dari bibir Papa Theo, Uncle Devan dan Kyle.
Brengsek!
"Tapi kata Bu Leni, gadis itu sudah kabur sebelum aku sempat menikah dengannya. Sayang sekali," lanjut Pak Teguh dengan raut wajah tanpa bersalah.
"Dasar brengsek!" Papa Theo sudah kembali emosi.
"Lalu dimana Bu Leni dan keluarganya?" Tanya Uncle Devan akhirnya.
"Mana aku tahu? Mungkin di kolong jembatan karena mereka sudah tak punya apa-apa sekarang. Silahkan kalian cari sendiri dan pergi dari rumahku!" Usir Pak Teguh pada Papa Theo, Uncle Dev, dan Kyle.
Papa Theo menyugar rambutnya dengan kasar dan merasa hilang arah.
"Kita pasti akan menemukan Valeria, Om!" Kyle menepuk punggung Papa Theo dan mencoba berpikir positif.
"Tapi jika Valeria benar-benar kabur, kita harus mencarinya kemana?" Tanya Papa Theo putus asa.
"Kita akan mencarinya di area ini, Theo! Valeria gadis yang cerdas, dia pasti akan meminta bantuan seseorang atau lapor polisi agar ia bisa pulang," jawab Uncle Dev yang juga berusaha berpikir positif.
"Apa kita perlu mencari pasangan tua keparat itu, untuk mencari petunjuk tentang Valeria?" Tanya Papa Theo selanjutnya merujuk pada Bu Leni dan suaminya. Uncle Dev dan Kyle saling berpandangan.
"Kita akan coba mencarinya, tapi kita tetap fokus mencari Valeria saja," putus Uncle Devan yang langasung membuat Papa Theo dan Kyle mengangguk bersamaan.
Tiga pria itupun lanjut mencari Valeria bermodalkan foto gadis malang tersebut.
*******
Mobil Uncle Dev masih menyusuri jalan dengan pemandangan hutan di kiri dan kanan. Setiap ada warga yang melintas, mereka akan langsung bertanya dan menunjukkan foto Valeria. Namun belum ada titik terang sejauh ini. Hingga akhirnya, kerumunan warga di tepi jalan menari perhatian Uncle Devan dan membuat pria paruh baya tersebut menghentika laju mobilnya.
Papa Theo membuka kaca jendela mobil dan bertanya pada seorang warga yang melintas.
"Pak, maaf! Ada apa, ya?"
"Ada pasutri lanjut usia yang ditemukan tewas gantung diri di pohon," jelas warga tadi pada Papa Theo.
"Apa?"
Papa Theo bergegas turun dari kobil, dan Uncle Dev serta Kyle juga langsung mengikuti langkah Papa Theo dan menyibak kerumunan.
Pasutri malang itu masih tergantung disana, di atas pohon dan berdampingan. Sama-sama sudah tak bernafas.
Itu adalah Bu Leni dan suaminya.
.
.
.
Males banget bikin cast orang jahat. Aku matiin aja deh 😌
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.