
Hanz sudah mempersiapkan dengan sempurna,pesta pertunangan sesungguhnya.Hotel bintang 5,salah satu aset keluarga milik sang nenek dan merupakan properti yang diwariskan untuknya adalah target utama yang digunakan Hanz.
Pesta yang begitu sederhana baginya merupakan kemewahan bagi seorang Vivian.Ia tidak menyadari jika selama ini,Hanz mempersiapkannya dengan bersungguh-sungguh.
Karena bentuk cintanya,Hanz mengabadikan moment tersebut.Agar wanita yang dicintainya merasa bahagia.
Disebuah ruangan VViP Ekslusif,Hanz memamerkan wajahnya yang rupawan dan tubuhnya yang atletis.Dengan senyuman kebahagiaan,ia tampak sempurna.
Hanz tanpak gugup menatap dirinya didalam cermin,setelan serba putih itu membuatnya terlihat menegang.Untuk pertama kalinya rasa gugupnya terpancar dari warna mata brown nya yang mempesona.
"Hmm,pasien ku yang satu ini,benar-benar menakutkan",goda Dr.Eliza saat dirinya diijinkan oleh pihak WO untuk menemuai sang aktor utama dalam acara.
Hanz menyengir mendengar penuturan wanita cantik itu.
"Kamu membuat semua wanita patah hati sejagat raya,apalagi pertunangan mu kali ini benar-benar menghebohkan",ucap Dr.Eliza menggoda,mengagumi pria di hadapannya ini penuh seksama.
"Apakah aku seheboh begitu??",tanya Hanz penasaran.
"Haiyo,jelas-jelaslah karena kamu begitu sempurna",puji Dr.Eliza.
Hanz menjadi besar kepala mendapat pujian tersebut,dengan senyuman mengambang ia pun menghampiri Dr.Eliza dan memeluknya.
"Terima kasih sudah menjadi orang tua angkatku,ibu yang selalu aku bangga kan,ibu yang menjadi pelindung dan kekuatanku".
"Oh manisnya..."
Dengan bangga Dr.Eliza membalas pelukkan Hanz.Akhirnya Hanz dapat melewati masa-masa sulitnya sedikit demi sedikit.
"Aku sangat bersyukur,Hanz..dan teramat bahagia jika melihat dirimu yang sekarang.Anak yang dulu begitu rapuh,namun dapat sekuat dan sebahagia sekarang,itu adalah sesuatu yang luarbiasa,dan belum tentu orang lain bisa seperti dirimu.Aku bangga padamu.Begitu juga kedua orangtua mu,Hanz.Mereka pasti bahagia.Aku selalu berdoa,semoga Hanzku diliputi kebahagiaan".
Tanpa terasa Dr.Eliza tidak dapat menahan bendungan air mata miliknya.Pertunangan Hanz yang tiba-tiba untuknya saat ini adalah kunci awal membuka lembaran baru kehidupan anak pesakitannya itu.
"Sekali lagi terima kasih banyak ibu."
"Sudah..sudah.Kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan dan merusak moment .Karena hari ini adalah hari bahagiamu.Jadi,kita harus berbahagia."
Dengan segera Dr.Eliza menyeka air matanya,lalu menepuk pundak Hanz dengan bangga.
"Aku penasaran,seperti apakah wanita yang mampu membuka pintu hatimu itu??"
"Nanti Dr.Eliza dapat melihat dan menilainya secara langsung.Akantetapi bagiku wanita tersebut sangat spesial,dia aneh,lucu,baik dan cantik".
"Apakah cantiknya seperti aku??"
Hanz terkekeh.
"Tentu.Hanya saja usianya lebih muda dari mu Dr.Eliza.."
Dr. Eliza tertawa,"Bagaimana kamu bisa menyamakan itu??Jika usianya sama seperti aku.Aku dengan sangat lantang menolak pertunangan ini."
"Kenapa??",ledek Hanz.
"Kenapa kamu tidak bertunangan denganku saja kalau begitu?!"
Hanz tertawa mendengarnya,dan keduanyapun menertawakan kekonyolan tersebut.
Disisi lain,tepatnya diruangan lain hal serupa pun juga terjadi.
Vivian menatap dirinya yang sulit ia bayangkan.Wanita cantik yang ada dibalik kaca besar itu menatap dirinya dengan tidak percaya.Walau tanpa sepatah katapun,ekspresi yang ia pancarkan mengatakan, "Bagaimana bisa wanita yang cantik itu adalah aku"
"Dan aku sudah memiliki kekasih dan sekarang akan melangsungkan sebuah pesta yang mungkin diluar nalar.Pesta pertunangan yang dikatakan tidaklah sederhana".
Vivian frustasi.Namun rasa frustasi itu teralihkan ketika ibu dan adik menemuinya dengan senyum bahagia.
"Kakak...!!!"
"Apakah benar ini adalah kakakku??"
"Apa yang kamu katakan,aku ini memang kakakmu.."
"Hehe...karena kakak sangat cantik".
"Benarkah?!"
"Tentu..",puji sang adik.
"Tapi,tentunya kakak nanti kalah cantik dari aku..",ledeknya.
"Huh,masa ia.."
"Lihat saja nanti kalau aku besar dan memakai gaun putih seperti kakak,akulah yang paling cantik".
"Halah,masih lama juga kan..."ledek Vivian membalas.
"Ugh,tapi tetap saja nanti aku yang paling cantik".
"Aduh-aduh..." sela sang ibu.Kepalanya mulai berdenyut ketika melihat kedua putrinya tersebut mulai bertengkar,meributkan sesuatu yang tidak masuk akal.Yang besar tidak mau mengalah seperti anak kecil,dan yang kecil tidak mau mengalah karena besar kepala.
"Kedua-duanya paling cantik",protes sang ibu.
Vivian dan sang adik pun terkekeh mendengar ocehan singkat sang ibu.
"Maafkan kami,ibu.Ibu ku yang paling cantik seantero jagat raya",ucap keduanya serentak sembari memeluk ibunya.
"Kalian ini jika bertemu,seperti ikan koi,lincah tapi tidak mau mengalah".
"Itu kakak,bu.Bukan aku..",protes sikecil.
"Kamu ya.."
Dengan gemasnya Vivian mengelitik adiknya,tanpa perlawan si adik hanya tertawa sembari menahan rasa geli yang dijuruskan kepadanya.
"Sudah-sudah hentikan!!"
"Bagaimana bisa calon tunangan seseorang bisa berperilaku seperti ini.Ibu nanti malu jika seseorang melihatmu seperti ini".
"Tuh kakak,dengerin apa yang ibu katakan".
"Baiklah ibu"
Vivian mendekap kembali ibunya dengan penuh rasa sayang.
"Aku sangat merindukanmu bu,merindukan kalian.."
"Anak nakal ini.Ibu juga sangat merindukanmu"
"Tidak bisa ibu sangka,gadis ibu,kini sudah terikat dengan seseorang.Tapi ibu sangat bahagia karena dapat melihat anak ibu,kini telah memperoleh kebahagiaannya sendiri.Justru ibu sangat khawatir jika melihat mu tidak memiliki pasangan semenjak hatimu dipatahkan oleh keadaan".
"Ibu..Bagaimana mungkin ibu berpikir seperti itu?Bukankah,aku masih memiliki ibu dan juga adik,aku juga tetap bahagia.Itu karena bisa bersama kalian,orang yang paling aku sayangi seumur hidupku".
"Ia..Ibu tau.Ibu juga menyayangimu".
"Aku juga menyayangi kakak".
Semuanya kembali terisak.Perasaan saling menyayangi terluapkan begitu saja.Derasnya air mata mengalir begitu saja tanpa henti.
"Oh tidak..." sesal sang ibu.
"Lihatlah wajah cantik ini,tidak boleh kita hancurkan begitu saja.Wajah ini harusnya terlihat bahagia.Anak ibu tidak boleh seperti ini.Ibu tidak mau wajah ini terlihat menakutkan karena sebuah air mata"
Vivian tertegun seketika air mata itu menghilang kembali,walaupun menyisakan sedikit maha karya tersembunyi.
"Bagaimana bisa ibu menjelaskan kepada sang menantu,jika calon istrinya jelek karena ibu".
"Mana bisa wajahku terlihat jelek karena air mata bahagia ku bersama ibu.Dan tentunya makeup ku bisa diperbaiki kembali".
"Agh,benar juga.."
Seketika semuanya tertawa kembali.
********๐๐๐๐๐********
Detik-detik yang dinantikan.Kemeriahan mulai tersuguhkan.Kerlap-kerlip hiasan lampu menerangi ruangan tertutup itu.Kemegahan,kemewahan,keindahan menyatu melukiskan kanvasnya yang sempurna.
Alunan musik bergemuruh melantunkan melodi cintanya yang indah.Tawa canda,senyum sapa menghidupkan dan mengumbangkan lagu kebahagiaan dimoment yang penuh suka cita.
Perayaan sederhana yang diwujudkan kelas atas merupakan kemewahan bagi setiap orang.Semuanya akan terwujud diruangan tertutup dengan misteri yang begitu menggairahkan hati semuanya.
Kehadiran wartawan dan para pebisnis ternama serta artis dan para supermodel terkenal pun hadir dalam perayaan tersebut.
Roy sebagai perwakilan sang bintang besar malam ini berdiri dengan ramahnya menyambut para tamu undangan.Begitu pun juga Danian yang menjadi kaki tangan Hanz pun ikut sibuk menjamu.
Dan seketika keriuhan tersebut semakin tercifta,ketika seorang wanita paruh baya memasuki aula ballroom.Dengan ciri khasnya yang elegan ia menyunggingkan senyuman kepada setiap orang yang hadir.Kehadirannya yang tidak terduga membuat keterkejutan setiap orang.
Sontak saja kehadirannya menjadi pergunjigan para tamu undangan.Wanita terhormat menghadiri sebuah pesta pertunangan??Itulah yang muncul seketika dipemikiran mereka.
"Bukankah itu Nyonya Amira Lex Smith,beliau menghadiri acara seperti ini sepertinya memiliki hubungan dekat dengan sang pemilik acara?".
"Benarkah?!Sepertinya ini akan jadi berita hangat".
"Nyonya Amira Lex Smith,beliau adalah seorang ratu didunia bisnis yang sulit ditemui.Ada kabar beliau menghilang,bahkan kabar berita tentang dirinya semakin tertutup dan bisnis yang dijalaninya dikerjakan secara rahasia, semenjak peristiwa anak-menantunya meninggal pada insiden pembunuhan divilla tersebut".
"Nyonya Amira Lex Smith,bukankah memiliki dua cucu?!Dan yang hanya tersiar salah satu cucunya adalah Roy Smith".
"Dimanakah cucunya yang satunya itu?!Dikabarkan juga jika Nyonya Amira Lex Smith sengaja menyembunyikan cucunya yang satunya karena sebagai saksi kunci hidup".
"Ah,benar.Apakah kalian tidak menyadari akan sesuatu?!Mungkinkah Hanz Alexandro adalah cucunya yang disembunyikan itu?!".
Bisik-bisik dan gosip pun menyebar ke seluruh para tamu undangan.Sedangkan para wartawan dengan antuisme tinggipun bersiap-siap menantikan berita yang heboh.
Karena penjagaan yang ketat,para wartawan yang haus akan berita tidak dapat menjangkau Amira Lex Smith yang menjadi sorotan tajam pada hari itu.
Namun pandangan mereka teralihkan karena sang pemeran utama mulai memasuki aula.Tentu saja,para hadirin begitu terkesima karena wajah mempesona Hanz yang begitu memikat.
Hanz yang tampak gelisah menanti wanita pujaannya didepan altar.Dan debaran dijantungnya semakin terasa diluar kendalinya.Ketidaksabaran membuatnya hampir tidak berdaya.
Dan wanita yang ditunggu pun muncul.
Dengan senyuman bangga Hanz menanti kedatangan Vivian yang begitu anggun di altar.
Wajah cantik Vivian membuat Hanz tidak dapat berkedip sekalipun.Lalu dengan lembut ia mengandeng tangan Vivian.
"Kamu sangat cantik...",bisik Hanz dan tentu saja Vivian tersipu malu dibuatnya.
Apa yang dirasakan oleh Hanz kini juga dirasakan oleh Vivian.Antara sadar dan tidak kini dirinya mendapat gelar wanita terkaya sebagai calon menantu dari keluarga terpandang .Vivian bagaikan cinderela yang begitu beruntung,apalagi keberuntungannya disambut penuh oleh keluarga besar Hanz.
Dengan gugup ia mengikuti langkah kaki Hanz dengan percaya diri,agar citra Hanz tidak dipandang buruk karena kehadirannya.Apalagi,kini Hanz resmi menjadi tunangannya dihadapan publik.
"Hadirin sekalian,kini kita akan menyaksikan perayaan besar pertunangan seorang CEO muda ternama seantero jagat raya.Untuk pertama kalinya,saya sangat beruntung dapat berhadapan langsung dengan beliau.Saya menyadari,seketika saya terkesima dengan sosok tersebut.Dan tentunya para kolega juga ada yang merasakan perasaan tersebut seperti saya.Low profil yang begitu minim tentang dirinya,membuat imajinasi saya menilai sosok tersebut seperti apa.Namun,diluar ekspentasi saya ternyata sosok tersebut jauh dari apa yang saya harapkan.Dan ternyata,melihat langsung sosok tersebut mampu membuat saya yang berada didepan ini tidak mampu berkata-kata.Dia adalah Hanz Alexandro.Kita mungkin saja iri,tentu saja saya sebagai MC disini menyadari dan merasakan betapa irinya,dengan sosok pria ini.Rupanya yang rupawan membuat kita semakin takjub,sesosok pria yang berbakat namun memiliki wajah yang rupawan bak malaikat.Pria yang memiliki bakat yang multi talenta,semua ia miliki.Dan tentu saja semua itu bisa kita lihat dengan nyata,perusahaan optik yang kini mulai mendunia."
"Tentu saja wanita didalam aula dan diluar sana pasti bermimpi untuk memilikinya. antara tuan Hanzel Alexandriร Smith dengan Nona Vivianorich Angelica",ucap MC .
"Secara resmi meminta restu untuk keluarga terdekat memberikan doa kepada sepasang kekasih ini".
Tentu saja seluruh keluarga inti menyambut segera acara tersebut.Apalagi dengan segera sang nenek Amira memberi dukungan penuh untuk cucu kesayangannya tersebut disusul oleh keluarga lain.
Lain halnya dengan para tamu undangan,mereka sangat terkejut akan pemberitaan yang begitu tiba-tiba tersebut.Berita yang menggemparkan semua orang yang hadir.Dan mematahkan sfekulasi bahwa pemikiran dan dugaan yang mereka perkirakan tadi itu adalah bemar.
Hanz Alexandro yang menyamarkan nama aslinya kini disebutkan dengan resmi menambahkan marga Smith dibelakang namanya,membuat suasana semakin dikejutkan,riuh dan gaduh.
"Ternyata benar dugaanku",ucap salah satu tamu undangan.
"Sungguh berita yang luar biasa,pria yang begitu berbakat dan luar biasa ternyata memiliki latarbelakang yang luar biasa..",sahut yang lain.
Kekaguman para tamu undangan semakin menjadi-jadi,dengan segera mereka memberi ucapan selamat secara bersamaan.Membuat Hanz dan Vivian menjadi kewalahan menanggapinya.
Hanz pun mengembangkan senyumannya karena untuk pertama kali nya ia mengumumkan identitas aslinya kepublik.Dan tentunya sang nenek Amira juga merasa senang walaupun dihatinya masih ada rasa khawatir terhadap cucunya tersebut.
Namun,dari kejauhan seseorang menyunggingkan seringai senyuman kepahitan dan dendam yang belum terselesaikan.
"Ternyata bocah kecil itu masih hidup..",gumam seseorang.
"Hmm,sangat menarik..keluarga yang tidak dapat dimusnahkan,memperlihatkan identitasnya kembali.Kita lihat bagaimanakah kamu akan menerima hadiah kecil dariku..",batinnya,segelas anggur putihpun ia teguk dengan begitu saja.
Pria tersebut melangkahkan kakinya meninggalkan keramaian,menyunggingkan senyuman pembalasan yang mematikan.
"Selamat atas pertunangannya tuan Hanzel Alexandria Smith,senang dapat berjumpa dengan anda.Salam dari saya Abracham Frandrick,sahabat dekat kedua orangtua mu dulu",sapanya.
Hanz terkejut karena pria yang ada dihadapannya ini dulu sering berkunjung kerumahnya.
"Paman,lama tidak berjumpa.Apa kabar?",tanya Hanz senang.
Hanz mengenal pria paruh baya yang ada dihadapannya ini,Abracham Frandrick adalah ayah dari Sammuel Frandrick,teman terdekat ayahnya dulu.
"Paman baik-baik saja.Agh,ternyata...tidak disangka undangan yang dilayangkan untuk ku dari pebisnis handal adalah anak dari sahabatku sendiri.Kamu benar-benar berbakat seperti kedua orangtuamu" puji Abracham.
"Terima kasih paman,kehadiran paman sangatlah berarti bagiku",balas Hanz ramah.
"Sama-sama,jika begitu,paman ingin menemui nenekmu sebentar..".
"Ya,paman,silahkan..nenek akan sangat senang dengan kehadiran paman".
"Hmmm..",ucap Abracham singkat,menepuk pundak Hanz lembut lalu pergi meninggalkannya.
Pesta pun berlangsung dengan meriah.
Hanz yang dipengaruhi sedikit alkohol pun meninggalkan aula menuju kamar kecil untuk menyegarkan diri.Tapi tanpa sengaja ia menabrak seseorang pria yang sedikit tertutup.
"Maafkan aku..",ucap Hanz dalam keadaan sempoyongan.Ia tidak memperhatikan pria tersebut dengan jelas.
"Tidak masalah tuan..",balasnya berlalu pergi.
Deg....
Jantung Hanz seketika terasa terhenti,karena suara pria yang baru saja ia dengar tidak terasa asing baginya.Sejenak Hanz terpaku ditempatnya,terlintas memori yang kembali terkenang.
Dengan segera ia menoleh kearah pria tadi namun ternyata tidak ada,Hanz berlari kesegala arah mencari pria tersebut akan tetapi usahanya begitu sia-sia.
"Kemana pria tadi pergi?Apakah aku salah menduga suara pria tersebut,kenapa sama dengan suara pria waktu itu..?".
Deg...
Lagi-lagi jantungnya terasa begitu tersiksa,menyakitkan,Hanz merasa kepalanya kembali sakit.
"Pembunuh itu apakah ia masih hidup?",ucap Hanz gundah.
Dengan langkah yang gontai Hanz menelusuri setiap lorong ruangan,namun tiba-tiba tubuhnya tersungkur kelantai.
"Apakah kamu menikmati hadiah kecilku??",gumam seseorang dari balik tembok.