Monster Eyes Are My Beautiful Eyes

Monster Eyes Are My Beautiful Eyes
31.Hormon Cinta



"Hanz,kamu sudah datang???",tanya Vero


Wajahnya memerah karena pengaruh alkohol yang sangat banyak.Tanpa disadari ia salah mengenali seseorang.


"Apa yang kamu lakukan disini???",tanya pria tersebut yang tidak lain adalah Roy.


"Ayo,aku antar pulang",ajaknya karena khawatir.


Roy memapah Vero dengan sangat hati-hati,walaupun gadis itu berulang kali bertingkah tidak karuan.


"Hanz,apa yang kurang dariku...sudah bertahun-tahun aku mengenalmu,menunggumu...tapi kenapa... kenapa kamu memilih wanita itu selain aku....aku sangat mencintai mu...Hanz...".


Roy yang mendengar ocehan ngelantur Vero,menghentikan langkahnya "Dia tidak mencintaimu...dan aku bukan Hanz",ucapnya kesal.


Vero yang setengah sadar itu,menatap pria yang dihadapannya lalu menyunggingkan senyum kecewanya.Butiran-butiran air mata mengalir dipelupuk matanya.Dengan kesal ia memukul-mukul dada si Roy.


"Kenapa dia begitu jahat padaku",isak Vero.


Roy yang mengerti perasaannya hanya mendekapnya lagi dengan penuh erat seraya menghentikan pukulan kecil Vero.


"Lupakan dia,jalan mu masih panjang,masih banyak pria yang mau mencintai mu lebih dari Hanz kakakku",ucapnya Lirih.


Vero terdiam,air matanya terus mengalir dan sesak didadanya semakin menyakitkan,"Apakah ini adalah balasan untuk ku karena aku telah menyakiti mu?",tanyanya.


Roy terdiam,ia tidak mampu menjawab pertanyaan Vero secara terang-terangan.


Karena ia mengenal dengan betul perasaan wanita tersebut,walaupun ia menyadari wanita tersebut pernah singgah dihatinya dan masih melekat hingga sekarang.


"Sudahlah,sepertinya wanita cantik ini harus dihibur",godanya.


Roy menggenggam tangan Vero dan mengajaknya keluar dari bar tersebut.


Walaupun tubuh Vero masih terhuyung-huyung,ia pun mengikuti pria yang membawanya.Sejenak isakkan tangisnya terhenti,saat pria tersebut menyeretnya kesuatu tempat.



Vero terpana akan pemandangan yang ia lihat,sejenak tangis dan kesedihannya terlupakan.Ketika Roy berhasil membawanya ketempat yang begitu indah.


Walaupun sunyi dan hanya mereka berdua namun tidak bisa mengalahkan rasa takjub bagi siwanita.


"Apa kamu suka",tanya Roy saat mobil terhenti dihamparan pasir putih.


"Ia aku suka...",balas Vero yang sedikit terhipnotis.


Dengan hati-hati Roy membuka pintu mobil dan Vero pun melangkahkan kakinya menikmati udara malam yang begitu menenangkan.Vero terpaku ditempatnya saat ia berada diluar mobil,hembusan angin membelai wajahnya yang cantik.


Dan dari kejauhan deruan ombak meliuk-liuk memperlihatkan kemolekkannya.


Warna air lautnya begitu memikat saat dipandang.


Roy pun mengandeng tangan Vero menyelusuri bibir pantai dimalam hari,dengan langkah sedikit berlari ia menarik Vero menuju air laut yang mulai menari dan ingin disentuh.



Vero menikmati perlakuan yang dilakukan Roy.Wajahnya terlihat sedikit berseri,ia begitu bahagia berada disitu. Dengan sedikit iseng ia pun mencimpratkan air kearah Roy.


"Hei,kamu nakal ya..",cercah Roy.


Mendapat serangan dari Vero,ia pun tidak mau kalah.Mereka pun melakukannya berulang kali layaknya anak kecil yang bermain-main.


Gelak tawa dan senda gurau kedua insan tersebut mengalahkan dinginnya malam,dan tentunya malam itu diterangi langit yang bertaburan bintang.


"Hhaahh,hentikan aku sudah lelah",ucap Vero,guyuran air yang menerpa dirinya meredakan dan menghilangkan mabuknya.Wajahnya terlihat lelah karena berlari.


"Baiklah,aku juga lelah berlari kesana kemari",gerutu Roy tidak mau kalah.


Keduannya pun duduk dipinggir pinggiran pantai,beralaskan pasir putih yang indah.Tubuh mereka abaikan dengan pakaian yang telah basah karena air laut.


Dengan rileks Vero menikmati setiap moment yang ia dapat.


"Terima kasih..",ucap Vero,pandangannya tak lepas menatap laut yang luas termakan langit yang indah.


"Terima kasih untuk apa??",tanya Roy pura-pura tidak mengerti.


Sesekali ia melirik wanita yang ada disampingnya.


"Terima kasih sudah membawa ku kemari,sudah menghiburku,selalu menemaniku,dan...".Vero menghentikan ucapannya,menghela nafasnya yang sedikit lega.


"Maaf..",lanjutnya sembari menatap kearah Roy.


Dalam sekejap mereka terdiam,namun ada yang salah, debaran jantung mulai menggema diantara mereka berdua.Karena situasi yang canggung,merekapun menjadi salah tingkah.


"Sepertinya kita harus pulang sekarang,aku tidak mau kamu jadi sakit..",ajak Roy gelagapan.


"Amm..Emm,ia",balas Vero tidak kalah gelagapan karena gugup.


Dengan wajah tersipu mereka pun meninggalkan,pantai yang indah itu.


*****************


Setelah mengantar Vivian pulang,Hanz melirik ponselnya.


Pikirannya sedikit terganggu,karena saat makan malam dengan Vivian,seseorang pria menelponnya menggunakan ponsel Vero.


"Tuan Hanz,nona Vero meminta anda untuk menemuinya karena wanita tersebut sedang mabuk berat",pesan pria dari seberang telepon.


Mendengar hal demikian iapun meminta adiknya,Roy,untuk mengecek keadaan Vero.Tanpa berpikir panjang Roy mengikuti permintaan kakaknya itu.


Trinnggg...


Sebuah pesan tersemat dilayar ponselnya dan pesan tersebut tentunya tertuju untuk dirinya.


"Ka,Vero sudah bersama ku dan dia sekarang baik-baik saja".


Hanz lega membaca teks pesan tersebut,walaupun ada rasa khawatir namun ia mempercayai adiknya untuk menemani Vero.Karena Roy lah yang tepat untuk Vero.


Dengan tubuh yang sedikit lelah,ia pun merebahkan dirinya ditempat tidur.Suasana kamar sedikit tenang hanya saja karena kesunyian tersebut membuat pikirannya mulai menerawang .Vivian.


Deg...,Hanz menyentuh dadanya karena jantungnya beradu begitu cepat.Walaupun tidak menyakitkan namun membuatnya sedikit tidak tenang.


Dengan segera Hanz menghubungi seseorang.Dalam hitungan detik,seseorang yang ia ganggu dimalam hari itupun menyambut VC nya.



"Hai,pria tampan..",sapa seseorang dibalik layar.


"Ada perlu apa tengah malam begini VC bunda...apa sesuatu telah terjadi???",tanyanya sedikit khawatir,namun tidak mengalahkan senyum manisnya.


"Namun,dari yang aku lihat dirimu baik-baik saja",tambahnya lagi.


Hanz menghela nafas karena dirundung pertanyaan yang bertubi-tubi.Belum sempat ia menyampaikan keluh kesahnya,Dr.Eliza terlebih dahulu mengintrogasinya.


"Aku memang terlihat baik-baik saja,hanya saja jantung ku sedikit bermasalah",ucap Hanz sedikit kesal.


"Apa yang terjadi,apakah kamu masih bermimpi buruk lagi??Apakah trauma mu kumat lagi??",ucapnya panik.


"Bukan karena itu semua,namun ini karena wanita yang sedikit membuatku gila dan menjadi bukan diriku saja",adu Hanz.


Namun,bukan jawaban yang ia dapat hanya gelak tawa sang Dr.pribadinya itu yang ia anggap seperti ibunya sendiri.


"Astaga..jadi,kamu mau konsultasi karena masalah ini??",goda Dr.Eliza.


"Hmm,aku rasa kamu sedang jatuh cinta",ucap nya lagi.


Namun,bukan Hanz namanya,jika ia menyetujui pernyataan tersebut.


"Itu tidak masuk akal",ucapnya kesal nan dingin.


"Baiklah,aku akan menjelaskan biar semua itu masuk akal",ucapnya dengan terkekeh.


"Begini,ketika seseorang melihat orang yang disukai atau misalnya hatimu menaruh cinta kepada wanita tersebut.Jantung akan berdetak lebih cepat dari biasanya.Hal ini terjadi karena hormon adrenailin didalam tubuh keluar.Apalagi....


saat bertemu dengan orang yang disukai.Secara langsung maka otak dan tubuh akan melepaskan beberapa hormon sekaligus.Dan hormon tersebut antara lain adalah dopamin,adrenailin,serotonin,estrogen,juga testosetron.Kombinasi dari semua hormon inilah yang akan membuat jantung seseorang akan berdetak kencang".


Hanz yang mendengarpun terdiam,tentu saja Dr.Eliza dengan senyum mengodanya pun melanjutkan penuturannya.


"Itu adalah salah satu tanda-tanda seseorang telah jatuh cinta,yaitu jantung berdetak terlalu cepat dari biasanya.Dan itu adalah sesuatu yang lumrah".


"Hayo,siapakah wanita yang membuat mu seperti ini???",tanya Dr.Eliza penasaran.


"Nanti akan aku perkenalkan",balas Hanz ketus,namun tetap menyunggingkan senyum tipis nya yang mempesona.


"Humffpp,kebiasaan buruk selalu membuat orang penasaran",kekeh Dr.Eliza.


"Yasudah,karena ini sudah larut malam,bunda mau istirahat.Oh ia,besok jangan lupa transfer biaya konsulnya",pinta Dr.Eliza mengakhiri VC nya,yang dibalas senyuman dari Hanz.


"Haahh,wanita itu benar-benar menakutkan",gumannya.