
Tringgg...
Syuuurrrr...
Air mengalir memenuhi gelas transparan itu.Setelah terisi penuh,ia pun meneguknya sampai habis dan tidak meninggalkan setetes airpun.
Takkk....
Suara gelas menggema diruangan yang begitu senyap.
Nampak sesosok pria yang sedang begitu frustasi menikmati minumannya.Minuman-minuman berkadar alkohol tinggi berjejer rapi memenuhi meja bar yang ia tempati.Tempat dimana tidak ada seorang pun yang dapat mengusiknya,
Wajahnya memperlihatkan sebuah amarah dan kebencian.Terlihat dari tingkahnya yang begitu kasar.Yach,pria tampan itu tidak lain adalah Sam.
Hatinya begitu tersakiti,melihat wanita yang ia cintai telah direbut oleh mantan sahabatnya dulu.
"Hanz sialan,kamu selalu merebut apa yang ingin ku miliki...",ucapnya kesal.
Praannnngggg.....
Sebuah gelas mendarat disebuah tembok.Gelas yang tidak berdosapun menjadi sasaran pelampiasan emosi seorang Sam.Ruangan yang tadinya tampak tenang kini kembali menjadi gaduh.
"Tidak!!!Aku tidak akan pernah menyerah!!!Apapun caranya akan kurebut kembali yang seharusnya menjadi milik ku...".
"Aaaarrrgggccchhhh...dasar monster",erang Sam menggema diseluruh ruangan.
Sam dengan segenap amarahnya memporak-porandakan semua yang ada dihadapannya.Hatinya yang remuk membuat hidupnya seperti tidak memiliki keberuntungan.
Sam sangat kecewa dengan ketidak beruntungannya.Kehidupannya yang indah dulu telah hancur begitu saja.
Dia tidak ingin mengingatnya kembali,masa suram yang terus menghantui langkahnya.
"Sam...",teriak seorang wanita dengan perasaan penuh panik.
"Apa yang kau lakukan disini!!!",hardik Sam,saat wanita tersebut menyentuhnya.
Dengan gemetar dan rasa khawatir,Clarissa mencoba menenangkan Sam yang dalam keadaan mabuk.
"Aku kemari karena ayah mertua mengkhawatirkan kamu...Dan tentu saja dia meminta bantuanku untuk mencarimu",ucap Clarissa menjelaskan.
"Persetan..!!!Aku bukan anak kecil lagi!!!Yang selalu diawasi oleh dirimu dan juga ayah...",balas Sam dengan tubuh sempoyongan menghindari Clarissa.
Walaupun tanpa berkata-kata Clarissa tetap mencoba mendekati Sam.
Ia tidak ingin tubuh Sam terjatuh begitu saja.Dengan bersusah payah Clarissa mencoba memapah tubuh Sam yang penuh dengan bau alkohol.
"Sudah aku bilang,jangan mendekatiku...",hardik Sam lagi dan tanpa ia sadari tangannya telah mendorong tubuh mungil Clarissa hingga jatuh terjerembab kelantai.
"Aaww...",keluh Clarissa merintih kesakitan,karena tidak sengaja tubuhnya mengenai pinggiran meja bar.
Clarissa begitu kecewa dengan sikap Sam yang selalu membuatnya sedih.Namun entah kenapa dia selalu saja masih mencintai pria ini.
Sikap kasar dan dinginnya Sam tidak membuatnya untuk terhenti,hanya keyakinannyalah berharap suatu saat Sam dapat berubah dan melihat ketulusan hati dan cintanya.
"Itulah akibat dirimu mengabaikan ucapanku",ucap Sam sinis,namun terselip rasa bersalah.
Tiba-tiba Sam tersungkur kelantai,kakinya tidak mampu menopang tubuhnya yang tidak stabil.Dalam posisi terduduk,ia menundukkan wajahnya lekat menatap cerminan wajahnya dilantai yang memantulkan dirinya yang begitu menyedihkan.
"Bisakah kamu berhenti mengikuti ku lagi..",ucap Hanz tiba-tiba,nada suaranya terdengar pelan.
Clarissa yang masih terduduk pun menatap pria yang ada dihadapannya itu.
Tatapannya nanar akan perubahan Sam yang lain.
"Sungguh aku tidak ingin menyakitimu...",ucapnya lirih memandangi wanita yang ada dihadapannya penuh rasa bersalah.
"Perjodohan yang dilakukan ayahku dengan orangtua mu,bagiku seperti
neraka.Jadi,aku mohon berhentilah berharap padaku".
Spontan Clarissa terkejut akan penuturan Sam.Namun ia tidak terima begitu saja,walaupun hatinya benar-benar terluka.
"Tidak,aku tidak mau...",balas Clarissa.
"Bagaimana mungkin dirimu dapat berkata demikian.Kita sudah sejauh ini,kenapa kamu beranggapan perjodohan ini seperti neraka.Aku menyetujui perjodohan ini karena aku mencintai mu Sam",isak Clarissa pecah.
"Jadi,berhentilah kamu mengatakan demikian..lihatlah aku sekali saja dihatimu",pinta Clarissa.
"Tapi aku tidak mencintaimu",balas Sam dengan terus terang.
Jleebbbb...
Jantung Clarissa berhenti berdetak,sesuatu telah menancap hatinya dan itu lebih menyakitkan.Walaupun Clarissa tahu jika Sam menyukai wanita lain namun ia tidak pernah memperdulikannya.Hanya saja,kali ini perasaannya tidak dapat terbendung sakitnya.
"Tidak....",ucap Clarissa lirih dengan getaran suara yang sedikit parau.
"Hentikan,aku tidak ingin kamu mengatakan demikian...",pinta Clarissa memohon kepada Sam.
"Jangan ucapkan kata itu...",ucap nya lagi.
Dan tangisan Clarissa pun pecah membahana mengisi seisi ruangan.Hanya dengan tangisannya itulah ia dapat menuangkan segenap perasaannya.
*********
Tik tok tik tok
Suara jam menghiasi suasana malam yang begitu panjang.Hangatnya udara yang menyebar tidak mampu menghangatkan hati seseorang yang dingin.
Wajahnya yang pucat dan matanya yang sembab masih menghiasi wajah cantiknya.Tatapannya begitu kosong menatapi pemandangan yang ada dibalik kaca mobil .
"Ugghh...".
Keluhan seseorang membuyarkan lamunannya.Pandangannya beralih kepria yang ada disampingnya.
"Kamu sudah bangun???",tanya Clarissa lembut.
"Dimana kita???",tanya Sam setengah sadar karena kepalanya masih terasa pusing.
"Didalam mobilku dan sekarang kita berada didepan rumahmu".
Sam pun mengamati disekitarnya,dan menyadari apa yang dikatakan Clarissa itu adalah benar.Sekarang mereka berada didepan rumahnya.
"Oohh",ucap Sam seadanya.
Dengan stamina yang tersisa ia pun turun dari mobil setelah sopir yang mengantar telah membukakan terlebih dahulu pintu untuknya.
"Terima kasih sudah mengantarku repot-repot untuk pulang",ucap Sam dingin.
"Tidak masalah karena itu adalah tugas dari seorang tunangan",balas Clarissa hampa tanpa berani menatap Sam.
"Hmm,silahkan pulang dan hati-hati dijalan",pesan Sam mengakhiri pembicaraannya malam itu.
Bbllaaammmmm...
Pintu mobilpun tertutup,dan tanpa dikomandan pun mobil melaju dengan gesitnya meninggalkan Sam.
Dengan tubuh masih sempoyongan,dan denyut menyakitkan merongrong hinggap dikepalanya membuat Sam tidak menghentikan langkahnya menuju pintu yang telah terbuka lebar menanti kedatangannya.
"Darimana saja kamu??!!!",suara berat yang mematikan,menyambut kedatangannya.
"Beginikah caramu mempermalukan ayahmu ini?!!",tegasnya dengan penuh amarah.
Sam yang mendengar ocehan ayahnya pun hanya menyengir memasang wajah yang acuh tidak acuh.
Melihat tingkahnya demikian,sang ayahpun dengan stamina yang stabil mendekati anaknya dan meluapkan kekesalannya dengan mendaratkan pukulannya menggunakan tongkat golf.
"Anak brengsek...apa kamu tidak memikirkan masa depan mu!!!Beginikah kelakuanmu terhadap ayahmu ini..".
Bbuukkk...
Pukulan pertama pun mendarat dengan sempurna.
Dengan perih Sam menerima pukulan tersebut dengan diam.
"Ayahmu ini membesarkanmu untuk menjadikan mu penerus selanjutnya...
Tapi,apa yang kamu berikan,Haahh..",bentak sang Ayah,Abracham Frandrick.
Bbukkkk....
Pukulan keduapun mendarat kembali ketubuh Sam.
"Berani-beraninya kamu membuat Clarissa menangis,dia tunanganmu...
Apa kamu sadar,dia berpengaruh pada perusahaan kita,apa kamu ingin mati..hhaahh...!!!",geram Abracham.
"Ini semua ayah lakukan untuk kebaikkanmu..".
Ppllaakkk....
Sebuah pukulan ketiga tidak mendarat sempurna,karena sebuah tangan kokoh berhasil menghalaunya.Sam dapat meraih tongkat golf yang hampir mengenai dirinya.
"Kebaikkan untuk ku...",Sam terkekeh dengan ucapan konyol ayahnya.
"Maksudnya,kebaikkan dirimu kan ayah...",balas Sam tidak mau kalah berargumen.
"Ayah menjual ku hanya untuk memperluas perusahaanmu saja.Jadi,jangan beralasan demi kebaikkan ku",protes Sam lalu menarik tongkat golf ayahnya dan melemparnya kelantai ketika ia berhasil merebutnya.
Sam dengan amarahnya pun meninggalkan ayahnya menuju kamarnya.
"Kamu...",tunjuk Abracham kecewa dengan sikap anaknya yang telah berani memberontak.Namun ucapannya terhenti saat anaknya benar-benar telah menghilang dari hadapannya.
"Dasar anak yang tidak berguna...",gumam Abracham tidak kalah emosi.
**********
Note:
π§ββοΈ : Bab yang ini khusus tentang Sammuel Frandrick (mantan sahabat Hanz ya....)π,author sarani saat membaca novelnya dibarengin dengan lagunya Jung Joon II - Hug Me,semoga terhiburπππ