
Tik tok tik tok....
Suara jam bergema menghiasi kesunyian yang terjadi,tiga manusia sedang terdiam mengintari meja bundar yang terpajang.
Hanz tampak tenang,mengamati Vivian yang sedang membaca draft sebuah surat perjanjian.Dengan lekatnya ia tidak jemu-jemu memandangi wajah wanita yang ada dihadapannya ini.
Setiap detail dan setiap inci ia menilai wanita itu dengan seksama,dari atas hingga kebawah.Dan pandangannya terhenti kesudut bibir Vivian yang sedang komat kamit membaca.Hatinya berdesir,mengingat kejadian diperbukitan diwaktu itu,entah apa yang merasukinya sampai-sampai ia menciumi gadis yang ada dihadapannya ini.
Namun dengan segera Hanz menepis pikirannya itu,mengabaikannya sejenak dan hanya fokus menanti jawaban maupun respon dari wanita tersebut.
Lain halnya Vivian,wajahnya serius melihat beberapa lembar kertas putih yang ia pegang.Dengan seksamanya ia membaca setiap baris kata yang tertera didalam kertas putih itu.
Surat Perjanjian Tunangan
- Yang bertanda tangan dibawah ini,saya :
Nama : HANZ ALEXANDRO.S
Alamat: XXX
Tempat,Tgl Lahir :XXX
Agama :XXX
Disebut pihak pertama.
Nama :VIVIANORICH ALQARIN
Alamat :XXX
Tempat,Tgl Lahir:XXX
Agama:XXX
Selanjutnya disebut pihak kedua.
Kedua belah pihak,berdasarkan itikat baik,sepakat untuk mengikat diri dalam sebuah pertunangan dan bersepakat untuk mengikat diri dan tunduk pada perjanjian ini.
PRINSIP DASAR
Pasal 1 :
Kedua belah pihak harus menghargai dan menghormati privasi masing-masing.
Pasal 2 :
Selalu mendukung satu sama lain (pasangan) baik dalam moril,pekerjaan,dll,selama tidak merugikan kedua belah pihak.
Pasal 3 :
Jika ada permasalahan yang menyangkut masalah antar kedua belah pihak baik secara internal maupun eksternal,dianjurkan untuk didiskusikan secara terbuka.
Pasal 4 :
Tidak ada pria/ wanita lain yang bertujuan untuk menduakan salah satu pasangan,jika itu terjadi maka pihak yang tersakiti berhak mengajukan komplain.
Pasal 5 :
Tidak menolak ketika dibutuhkan oleh salah satu pasangan saat dalam keadaan tertentu,baik itu dalam keluarga maupun pekerjaan.
Pasal 6 :
Selama satu bulan,pihak kedua diharuskan untuk tinggal bersama satu atap/rumah ditempat pihak pertama sebagai formalitas.Jika hubungan berlanjut ketahap selanjutnya maka akan diputuskan secara bersama.Serta kebutuhan dan segala fasilitas sepenuhnya akan ditanggung pihak pertama apabila pihak kedua tidak menolak.
Pasal 7 :
Persyaratan lainnya,dapat diajukan kembali jika kedua belah pihak masih memiliki hal yang ingin diperlukan.
Menerangkan bahwa hari ini rabu tanggal 02 Desember 2020 terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak yaitu pihak pertama bertunangan dengan pihak kedua.Apabila salah satu pihak pertama membatalkan pertunangan tersebut akan dikenakan sanksi berupa denda uang tunai sebesar Rp.200.000.000 (Dua ratus juta) dan apabila pihak kedua yang membatalkan pertunangan tersebut akan dikenakan sanksi berupa denda uang tunai sebesar Rp.200.000.000(Dua ratus juta).
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sadar tanpa paksaan dari pihak manapun dan dengan sebenar-benarnya dan semoga bisa dipatuhi oleh kedua belah pihak.
*×××××××,02 Desember 2020*
_Pihak Kedua_ _Pihak Pertama_
( ) ( )
*Saksi-Saksi*
"Hhaaahhh.." Desah Vivian saat ia telah selesai membaca isi kontrak tersebut.Kali ini hatinya dilema,antara percaya dan tidak.Bagaimana hubungan yang tidak tentu arah tersebut harus berakhir di secarik kertas putih tersebut?
Rasa gundah yang ia miliki terpaut pada angka denda yang tertera serta harus tinggal bersama dengan lelaki tampan tersebut.
"Peraturan macam apa ini?!" jeritnya dalam hati.
"Bagaimana bisa pria yang ada didepanku ini memikirkan masalah tersebut hingga menjadi sejelas begini?Jika kami pasangan kekasih yang saling mencintai,mungkin perkaranya berbeda.Dan tentunya akan senang sekali.Tapi,jika seperti ini...rasanya,ia sedang menjerumusku kan" batin Vivian bergelut.
"Ada apa??" Tanya Hanz penasaran.Gerak-gerik mencurigakan dari ekspresi Vivian membuatnya tidak tahan untuk bertanya.
"Kenapa kita harus membuat surat perjanjian seperti ini?" Ketus Vivian.
"Apalagi tinggal bersama selama satu bulan?Bukankah itu terlalu berbahaya untuk kita berdua.Dan,lalu dendanya besar sekali...." Cerocos Vivian sedikit tidak terima.
Hanz yang melihat tingkah kesal Vivian,memberi kode kepada Danian agar menjelaskan secara detail tujuan dan maksud yang hendak diinginkan.Danian pun menggangguk tanda mengerti,kemudian secara detail ia pun menjelaskan.
"Nona,tuan Hanz membuat surat perjanjian agar hubungan kalian terlihat jelas dan memiliki hubungan yang konkret.Tuan tidak ingin terjadi masalah dikemudian hari.Apalagi nona seorang wanita.Lalu,didalam surat perjanjian pasal 6 tentang tinggal satu atap,tuan Hanz hanya ingin mengenal anda sepenuhnya,serta menguatkan asumsi publik bahwa benar anda adalah pasangan tuan Hanz yang sesungguhnya dan bukan settingan.Dan terakhir masalah denda,bukankah itu cukup menguntungkan untuk anda nona,jika tuan Hanz bersungguh-sungguh bertanggung jawab penuh dengan anda sebagai kekasihnya",tutur Danian panjang lebar menjelaskan.
Deg...
Seketika itupun Vivian tidak bisa berkata apa-apa.Didalam hatinya,ia pun menjerit, "Ini ceritanya,aku seriusan benar-benar bertunangan dengan dia"
"Astaga,bagaimana ini??" Batinnya semakin bergejolak.
Tatapan Vivian lekat memandangi pria yang ada dihadapannya itu,ada keraguan yang menyelimutinya.
"Hmmm,boleh tidak aku tunda dulu tanda tangannya.." Pinta Vivian ragu.
"Kenapa??" Tanya Hanz penasaran.
"Ini sungguh terlalu serius.Bukankah hubungan kita cuman sebuah kecelakaan??!Kamu tahukan kita cuman kenal sebentar,hubungan tidak wajar tanpa ada perasaan sama sekali lalu..." Ucapannya pun terhenti.Vivian bingung dengan ucapannya sendiri.Entah apa yang dirasakannya seperti sebuah jebakan besar,namun ia juga tidak mengerti harus mengatakannya seperti apa.
"Apa yang kamu ragukan?Bukankah ini yang kamu mau juga.Aku hanya mengajukan sebuah surat perjanjian dan semua itu tidak ada yang merugikan mu.Justru sebaliknya,yang banyak dirugikan itu adalah aku.Bukankah seperti itu nona Vivian.."
"Apalagi Roy dan nenek sangat menyetujuinya dan mendukungmu penuh.Ditambah lagi kamu terang-terangan menyukai ku.Bukankah itu yang kamu katakan sendiri disaat kamu mabuk?Karena perkataan orang mabuk itu,ucapan terdalam dari hatinya".
"Yyaa...!!" Teriak Vivian protes,wajahnya tersipu malu apalagi ada Danian yang masih setia menjadi saksi bisu antara mereka berdua.
"Apa salahnya aku berkata begitu.Aku memang menyukaimu sedikit..itu seperti aku menyukai para idol karena parasnya." Protes Vivian malu-malu dan blak-blakkan.
Hanz yang terkejut akan teriakan Vivian,seketika menyunggingkan senyum tipisnya seakan tidak percaya akan bantahan wanita tersebut.
"Benarkah??"
"Ya.Itu benar" balas Vivian tegas.
"Baiklah.Jika kamu menggangapnya seperti itu,maka kamu tidak keberatankan jika mendata-tanganinya sekarang"
"Asal dengan satu syarat" pinta Vivian.
"Katakan."
"Kamu harus menemui orangntuaku dan meminta izin dengan mereka.Apakah kamu berani?jika kamu serius mungkin kamu akan berani,bukan hanya dengan selembar kertas."
Danian yang mendengar hanya mengumbar senyum manisnya,melihat tingkah kedua insan yang ada dihadapannya.
"Ooh,ternyata itu..." Ucap Hanz paham.
"Tidak masalah.Kalau begitu sekarang juga kita menghadap orang tua mu."
"Eeh..." Vivian terkejut karena Hanz menyanggupinya.
Seketika kepalanya berdenyut tidak karuan,pikirannya kacau karena pria yang dihadapannya ini serius dengan ucapannya.
"Kalau begitu,aku bersiap-siap dulu.Setelah itu kita langsung ketempat orangtua mu.Aagh hampir lupa,aku berharap kamu harus membantu ku untuk meyakinkan orang tua mu juga," pinta Hanz.
Dengan santainya Hanz menyudahi pembicaraan,meninggalkan Vivian yang masih terpaku ditempatnya.Manik-manik wajahnya tergurat bahagia karena ia menjerat wanitanya semakin erat.Ada kelegaan dihatinya karena wanita ini tidak menolaknya.Walaupun tindakkannya ini sedikit mendadak namun ia tidak ragu untuk mencoba memulainya.
Mendengar perkataan Hanz,Vivian semakin tidak bisa mengendalikan perasaannya.Ada rasa bahagia namun juga khawatir,rasa bahagia karena pria yang dingin itu akan segera melamarnya.Sedangkan rasa khawatirnya adalah ia tidak tahu pasti akan perasaan pria tersebut.
"Hhh" Desah Vivian berat.
Tanpa ia sadari,ada seorang makhluk lain masih berada disitu.
"Jangan khawatir nona.Jika Hanz mau menyanggupinya seperti itu,bukankah tandanya ia benar-benar serius dan mau mencoba membuka hatinya untuk anda," nasehat Danian tiba-tiba.
"Dan aku sendiri merasa ikut bahagia jika wanita itu adalah anda.Karena sejujurnya aku juga sangat mendukung anda"
"Jadi..anda harus semangat nona.Luluhkan hati Hanz yang sedingin es dan sekeras batu itu." Pinta Danian.
Vivian yang terkejut karena penuturan Danian hanya tersipu malu.
Keraguan dihatinya mulai perlahan memudar menjadi sebuah kelegaan.Ia yakin Danian tidak membohonginya karena pria itu sudah terlalu mengenal Hanz luar dan dalamnya.
Melihat reaksi Vivian,Danian menjadi semakin tenang.Tanpa ragu ia pun meninggalkan Vivian dalam kesendirian.