
Hari libur ini Vania membantu Mama nya di toko, sejenak dia melupakan masalah pekerjaanya yang melelahkan karena Daniel selalu menyusahkanya. Akhir-akhir ini dia juga sudah jarang menghubungi Vania, itu pun tidak membuat Vania terganggu karena mereka memang tidak seharusnya berteman dan membuat semua wanita yang dekat dengan Daniel jadi salah paham.
Pesanan hari ini cukup banyak membuat Bodin, pegawai mereka ke susahan. Vania pun berniat membantunya untuk mengantarkan pesanan beberapa pelangga, mereka sangat senang karena semakin hari semakin banyak pelanggan yang datang atau pun memesan roti mereka secara online.
"Ma sini Vania bantu Bodin untuk mengantar kue nya, Vania pakia mobil aja biar muatnya banyak" ucap Vania yang melihat Bordi menyusun kue yang akan di antar.
"Apa tidak apa-apa sayang?" tanya Mama tidak yakin karena Vania belum pernah melakukanya.
"Iya Mama tenang saja, aku bisa kok. Tinggal cari alamatnya kan? itu mudah" jawab Vania sambil menganggukan kepalanya.
"Baiklah cukup segitu Bodin, sisahnya biar Vania yang mengantarkanya" suruh Mama dan Bodin pun pergi untuk mengantarkan pesanan itu.
"Iya Bu, kalau begitu saya permisi dulu" jawabnya memundukan kelapa nya dan mengambail roti-roti itu lalu pergi.
Vania dan Mama memasukan kue-kue nya kedalam mobil, baru lah setelah itu Vania pergi. Dia cuma pergi ke dua tempat, tapi satu ini pesananan nya cukup banyak. Mama bilang dia adalah pelanggan mereka dari pertama kali buka toko, tapi mereka selalu saja memesan secara online.
"Hati-hati di jalan ya, jangan ngebut bawah mobilnya" ucap Mama saat Vania sudah masuk kedalam mobil.
"Iya Ma, Vania pergi dulu" jawab Vania lalu melajukan mobilnya pergi dari sana.
Beberapa menit kemudian dia sudah sampai di alamat pertama, Vania berusaha sangat ramah karena agar pelanggan puas dan mau memesan kue mereka lagi. Bapak-bapak itu kaget karena yang mengatarnya bukan lah kurir seperti bisanya, tapi gadis cantik pikirnya.
"Ini pesanannya Pak, semuanya jadi 400 ribu" ucap Vania sambil tersenyum.
"Terima kasih, ini uang nya. Kenapa bukan abang-abang itu yang mengantarnya? adek ini tidak cocok jadi tukang pengantar kue" jawab Bapak itu sedikit bercanda.
"Iya Pak, kebetulan banyak pesanan jadi saya sendiri yang mengantarnya. Kalua begitu saya permisi dulu" sambung Vania pergi dari sana.
Vania pun masuk kedalam mobilnya, kali ini perjalanannya cukup jauh. Dalam perjalanan kerumah orang ini selalu melewati kompleks dan perumahan mewah, pasti dia orang kaya pikir Vania. Pesanananya saja sampai banyak sekali, sultan memang bebas pikir Vania dalam hati nya.
Setelah menempuh perjalan yang agak jauh, berkat google map Vania bisa menemukan rumah nya. Benar saja tebakanya, rumah nya sangat mewah sekali. Halaman nya sangat luas, bahkan pagar rumah nya ada dua.
Vania menekan bell yang ada di tembok pagar, kemudian ada suara yang bertanya siapa yang datang. Vania pun menjelaskan kalau dia adalah pengantar kue, pintu pagar pun di buka. Satpam itu menyuruh Vania masuk, sebelumnya dia minta bantuan untuk membawah kue nya yang cukup banyak.
"Siapa ya?" tanya seseorang dari bell itu.
"Saya Vania, mau mengantar pesanan kue atas nama Nyonya Sandra" jawab Vania.
"Baiklah tunggu sebentar" sambungnya.
Tiba-tiba pagar terbukan dan satpam rumah itu menghampirinya.
"Pengatar kue ya, silahkan masuk ke dalam" ucapnya pada Vania yang masih berdiri di sana.
"Baiklah Pak, tapi apa bapak bisa membantu saya membawah kue nya karane pesananya cukup banyak" jawab Vania meminta tolong pada satpam itu.
"Masukan saja mobilnya, tidak mungkin juga kita harus bolak balik" ucapnya menekan tombol dan gerbang rumah nya bergerak sendiri.
Vania pun mengendarai mobil untuk masuk kedalam, benar saja buruh waktu 5 menit untuk sampai di depan rumah nya kalau harus jalan kaki. Untung bapak satpam tadi baik pikir Vania, setelah itu di memarkirkan mobilnya di depan sana.
Vania masuk kedalam rumah itu, sudah ada pembantu rumah tangga yang membantunya membawah semua kue yang ke ruang tamu. Vania terkagum, kagum melihat kemewahan rumah ini. Rumahnya tidak ada apa-apa di bandingkan dengan ini, dia sampai melongo melihat perhiasan mahal tergantung disana.
"Mbak taruh kue nya di meja ini" ucap pelayan itu, menunjuk meja panjang di depan sopa.
"Baiklah Mbak" jawab Vania sambil menganggukan kepalanya.
"Duduk lah dulu Mbak, sebantar lagi Nyonya kesini untuk membayar kue nya" ucapnya lagi dan Vania pun ragu-ragu untuk duduk disana.
"Maaf kamu menunggu lama" ucapnya sambil tersenyum lalu duduk di depan Vania.
"Jadi semuanya berapa?" tanya nya pada Vania.
"Semuanya jadi satu juta dua ratus ribu Bu" jawab Vania sedikit canggung.
"Ini uang nya" dia memberikan uang lebih yaitu satu juta lima ratus ribu.
"Tapi ini terlalu banyak Bu" jawab Vania sambil memberikan uang sisah nya tadi.
"Tidak apa-apa ambil saja, lagian kamu kerja kan. Jarang gadis cantik mau jualan kue" ucapnya memuji Vania.
"Tapi saya hanya menerima uang dari jualanya Bu, saya tidak enak kalau di beri uang lebih begini" sambung Vania yang merasa tidak enak karena dia benar-benar tidak mau menerima tips dari penjualan kue nya.
"Tidak apa-apa ambil saja" jawabnya lagi sambil tersenyum ramah pada Vania.
Tidak lama kemudian Vania fokus melihat laki-laki yang baru saja turun dari tangga, Vania sampai melongo karena melihat Daniel disana yang lebih mengejutkan lagi adalah penampilannya yang acak-acakan. Rambutnya berantakan, cuma memakasi kaos putih dan celana bokser hitam.
"Sayang kenapa kamu keluar begitu? bikin malu saja" ucap Mama Sandra meneriaki Daniel yang berjalan santai.
Saat dia melihat kearah Mama nya, Daniel sangat terkejut karena itu adalah Vania. Bagaimana dia bisa sampai kesini, Daniel melihat baju dan celananya lalu langsung berlari kearah dapur.
"Aku tidak tau kalau Mama ada tamu" jawab Daniel, tali orang nya sudah tidak kelihatan lagi disana.
"Maaf itu tadi anak saya, apa kamu mau minum teh dulu?" tanya nya sangat baik.
"Tidak usah Bu, saya langusung pulang saja karena masih banyak pesanan yang harus saya antar. Sekali lagi terima kasih ya Bu" ucap Vania berdiri dari duduk nya lalu menundukan kepalanya.
Setelah Vania pergi Mama Sandra menyusul Daniel yang berada di dapur, Mama melihat Daniel memasukan kepala nya ke dalam kulkas. Ada-ada saja tingkah konyol anak itu, pikir Mama dan dia langsung penepuk pantat Daniel.
"Apa dia melihat aku tadi? Sial !! memalukan sekali" ucap Daniel mendinginkan muka nya di dalam kulkas.
"Ahww...apa yang Mama lakukan?" teriak Daniel menolah pada Mama nya.
"Seharusnya Mama yang bertanya kamu sedang apa disitu?" Mama mala balik bertanya pada Daniel.
"Aku cuma ingin mengambil minum" jawab Daniel lalu mengambil botol air minum dan meneguknya sampai habis.
"Apa kamu sangat harus?" tanya Mama heran sambil duduk di meja makan.
"iya aku sangat harus, oh iya siapa wanita tadi?" tanya Daniel pura-pura tidak tau.
"Oh itu pengantar kue, Mama memesan kue di tempat kamu beli kemarin. Kue nya memang enak, kebetulan kami ada acara arisan dan hari ini giliran dirumah kita" jawab Mama menjelaskan nya pada Daniel.
"Cepat sarapan dulu, kamu baru bangun jam segini. Mau makan apa? sini Mama ambilkan" sambungnya dan Daniel pun duduk di depan Mama nya.
"Aku mau semua deh, semua masakan Mbok sangat enak" jawab Daniel sambil melihat makanan yang ada di atas meja.
Mama pun mengambilkan Daniel makananya, Mama benar-benar memanjakan dia. Mungkin karena Daniel anak bungsu dan dia juga yang ada dirumah, berbeda dengan Abang nya.
.
.
Bersambung...