
Vania dan Lauren sedang berada di pantry mereka membuat kopi agar tidak mengantuk saat mengerjakan tugas mereka, saat ingin berbalik Vania sangat terkejut karena ada Daniel disana. Vania menumpahkan kopi panasnya ke kemeja yang dipakai oleh Daniel, hari ini keberuntungan tidak berpihak pada nya.
"Van kemarin kamu habis jalan sama Tomi ya? tadi Tomi cerita sama aku" tanya Lauren penasaran.
"Iya kami memang sering jalan akhir-akhir ini, aku cuma menghibur dia aja karena baru putus dari pacarnya" jelas Vania sambil memulai membuat kopi.
"Aku kira kalian udah pacaran ternyata masih Pdkt, tapi menurut aku Tomi lumayan baik sih Van" ucap Lauren lagi.
"Sudah lah jangan bahas itu lagi, ayo kembali bekerja. Nanti Bu lampir marah-marah lagi, udah sakit ni telingah di omelin terus" jawab Vania sambil mengaduk kopinya dan ingin berbalik.
"Tunggu...Vania" belum sempat Lauren bicara Vania sudah membalikan tubuhnya.
"Ya ampun Pak, saya minta maaf. Saya benar-benar nggak sengaja, saya nggak tau kalau bapak ada dibelakang saya" ucap Vania meletakan kopinya dan mengambil tisu diatas meja laku mengelap kemeja putih Daniel menggunakan tisu.
"Apa semua karyawan selalu bergosip saat jam kerja" ucapnya terlihat kesal.
"Maaf Pak, kami tidak bermasud bergosip hanya ingin membuat kopi saja agar tidak mengantuk" jawab Lauren sambil menundukan kepalanya, sedangkan Vania subuk membersihkan baju Daniel.
"Hentikan...kamu tidak akan bisa membersihkan nya menggunkan tisu" ucap Daniel membuat Vania menghentikannya dan dia tidak berani menatap Daniel.
"Maafkan saya Pak, saya tidak sengaja" jawab Vania yang sangat takut.
"Kamu ikut saya dan kamu kembali lah bekerja" ucap Daniel pada Vania yang menyuruh nya ikut dengan nya, sedangkan Lauren disuruh kembali bekerja.
Vania mengikuti Daniel dari belakang sambil sesekali melihat kebelakang, dia menampakan muka sedihnya pada Lauren.
Sesampainya didalam ruangan Daniel, Daniel melepaskan kemejanya. Vania yang melihat itu langsung menutup matanya karena dia belum pernah berada diposisi sekarang, benar-benar sial ucap Vania dalam hatinya.
"Kenapa kamu menutup mata kamu, mendekat lah dan cuci ini" ucap Daniel menyuruh Vania untuk mencuci kemejanya.
Vania membuka matanya dan melihat ternyata Daniel menggunkan kaos berwarna putih, dia sempat berpikiran yang aneh-aneh. Vania mendekat dan mengambil kemeja itu lalu ingin keluar dari sana, Vania pun menghentikan langkahnya saat Daniel berkata dia bisa mencucinya dia ruangan ini.
"Hey mau kemana kamu?" tanya Daniel dan Vania pun berbalik menghadap Daniel lagi.
"Saya mau mencuci nya kebawah Pak" jawab Vania lagi.
"Tidak usah, cuci saja disana" tunjuk Daniel pada pintu yang ada dipojok belakang dia.
Vania pun pergi kesana, dia merasa bersalah juga karena dia baju Daniel kotor. Belum lagi kopinya sangat panas, apa dia tidak apa-apa pikir Vania dalam hatinya.
Saat Vania masuk kedalam ternyata ruanganya sangat besar seperti kamar hotel, Vania tidak berani melihat-lihat terlalu lama dan dia langsung mencari kamar mandi nya.
"Ini dia.." ucap Vania lalu membuka kamar mandinya.
"Wah ini lebih dari hotel bintang lima, sangat mewah sekali. Apa Pak Daniel tidak curiga membiarkan aku masuk keruangan pribadinya?" tanya Vania yang sudah menghidupkan keran dan mulai mencuci bajunya menggunakn sabun cuci tangan.
Beberapa menit kemudian Vania sudah selesai mencuci kemeja Daniel, bahkan dia mengeringkan nya menggunakan pengering rambut. Setelah itu Vania buru-buru keluar dari sana, dia takut kalau ada yang hilang Daniel akan menuduhnya.
"Kenapa kamu keluar dari sana?" tanya Zandi yang sedang berdiri didepan Daniel.
"Aku yang menyuruh nya, dia menumpahkan kopi ke kemeja ku. Kamu tau kan kalau aku hanya bawah satu ke meja, padahal kita mau bertemu dengan klien penting" jawab Daniel sambil mengedipkan matanya.
"Sini kemeja nya, kamu boleh pergi keruang kamu" sambung Daniel yang melihat Vania masih berdiri disana.
"Wah gila loh, cuma Vania aja yang boleh masuk kesana. Sedangkan gue yang kerja sama loh udah 7 tahun ini nggak pernah loh suruh masuk kedalam sana, malahan kamu marah-marah" maki Zandi tidak terima Vania boleh- boleh saja masuk kesana.
"Itu pengecualian Bro" jawab Daniel tersenyum puas.
"Jadi kamu menyuruh dia kesini hanya untuk mencuci kemaja ini, bukan kah baju kamu banyak didalam lemari. Bahkan kamu menyuruh Iren untuk mengganti nya setiap bulan?" tanya Zandi tak percaya dengan tingkah konyol Daniel.
"Iya karena aku senang saat dia ada didekat ku, kamu lihat tingkah nya yang malu-malu itu sangat menggemaskan" Daniel terus saja tersenyum.
"Orang jatuh cinta benar-benar mengerikan !!" Zandi menggelengkan kepalanya.
"Makanya kamu juga harus merasakan jatuh cinta, biar kamu tau bagaimana rasanya. Oh iya bukan kah kamu sangat ingin masuk kesana, kebetulan sekali ambil hanger dan kemeja putih disana" ucap Daniel lagi sambil menyuruh Zandi mengambilkan kemeja yang baru.
"Hemm... menyebalkan sekali" jawab Zandi.
"Apa kamu sudah bosan bekerja, apa aku perlu menggantikan tugas kamu dengan orang lain?" ancam Daniel karena Zandi masih berdiri disana.
"Iya-iya Bos, kenapa Bos suka sekali mengancam orang" jawab Zandi lalu masuk kedalam sana.
.
.
Sedangkan diruangan Vania kena marah dengan Bu Ririn karena sudah membuat masalah dengan CEO mereka, mereka takut Vania akan memperburuk citra divisi mereka.
"Kamu anak baru!! berani-beraninya membuat masalah. Kalau dengan Pak Lion atau kepala divisi lain nya saya masih bisa memaklumi kamu tapi ini CEO kita, saya yakin kamu pasti akan dipecat jika membuat masalah lagi" maki Bu Ririn dan Vania hanya bisa minta maaf.
"Maaf Bu, saya benar-benar nggak sengaja. Saya juga nggak tau kalau Pak Daniel ada disana" jawab Vania jujur sedangkan yang lainya hanya bisa melihat Vania dan mereka tidak berani membantah Bu Ririn.
"Sudah duduk lah kemeja kamu, ingat lain kali kamu harus lebih berhati-hati" sambungnya lagi dan Vania hanya menganggukan kepalanya lalu kembali kemejanya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Tomi mendekat pada Vania.
"Iya aku baik-baik saja" jawab Vania sambil tersenyum paksa.
"Apa kamu tadi kena marah sama Pak Daniel?" sambung Lauren yang juga menggeser kursinya.
"Iya sedikit, kenapa hari ini aku banar-benar sial" jawab Vania dengan muka murungnya.
"Ini termasuk aneh, yang aku dengar Pak Daniel tidak pernah datang ke pantry tapi hari ini dia datang sendiri. Apa menurut kamu dia sedang memata-matai divisi kita?" tanya Lauren sambil menoleh ke segala arah.
"Atau jangan bilang ada yang korupsi disini" sambungnya lagi dan membuat Tomi serta Vania terkejut.
"Hemm..." Aza berdehem kencang dan mereka bertiga pun langsung bubar dan langsung sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing.
.
.
Bersambung....