Married With The Perfect Boss

Married With The Perfect Boss
Episode 13. Makan Malam Bersama



Hari ini Vania lembur karena banyak tugas yang diberikan oleh Pak Lion pada nya, dia harus menyelesaikannya semua ini kerena besok libur jadi dia ingin menghabiskan waktu liburnya pergi bersama dengan Mama dan Papa nya untuk jalan-jalan.


Tadi Lauren sempat menemaninya tapi karena dia juga ada rencana dengan teman-temanya akhirnya Vania menyuruh Lauren untuk pulang duluan, begitu juga dengan Tomi yang banyak sekali alasan.


"Maaf ya Van nggak bisa bantu kamu, soalnya aku udah janji sama teman aku mau makan malam" ucap Lauren yang merasa tidak enak pada Vania.


"Aku juga tidak bisa menemani kamu Van, aku mau kencan dengan pacar ku. Kalau aku telat dia bisa marah" sambung Tomi.


"Iya sana pulang lah, aku tidak apa-apa" jawab Vania sambil mengisyaratkan tanganya untuk menyuruh mereka keluar.


"Tapi aku janji lain kalia aku akan bantu kamu" ucap Tomi sebelum pergi dari sana.


"Semangat ya Van, kami pergi dulu" sambung Lauren dan Vania hanya menganggukan kepalanya sembil tersenyum.


Vania sedikit takut karena hanya dia sendiri disana, walaupun masih banyak orang yang ada diluar. Bahkan satpam pun berjaga 24 jam di perusahaan, akhirnya dia mengerjakan tugas sendirian.


"Tinggal dikit lagi, semangat Van" ucap Vania sambil menyalin beberapa laporan lagi.


Dua jam kemudian Vania baru menyelesaikan laporanya, dia menyusun semua buku dan laporan yang ada diatas meja nya sebelum pulang.


Vania berjalan keluar dari ruangan, terlihat keadaan kantor sangat sepi dan hanya ada tukang bersih-bersih dilantai mereka. Vania buru-buru naik lift untuk turun kebawah, hari ini dia juga tidak membawah mobilnya karena dia juga tidak tau kalau harus lembur.


Setelah berada dibawah Vania menunggu taksi didepan perusahan, tidak lama kemudian sebuah mobil Lamborghini Aventador berwarna hitam berhenti pas didepanya. Bahkan beberapa orang yang berada disana melihat kearah Vania, Vania merasa tidak nyaman.


"Kamu mau pulang?" tanya Daniel setelah menurunkan kaca mobilnya dan Vania yang terkejut hanya bisa menganggukan kepalanya.


"Ayo aku antar..." sambung Daniel mengajak Vania untuk pulang bersama.


"Tidak apa-apa Pak, Pak Daniel duluan saja. Saya pulang naik taksi saja" jawab Vania merasa tidak enak.


Daniel pun turun dari mobilnya, dia menghampiri Vania dan mengajaknya lagi. Lalu membuka pintu mobilnya untuk Vania, banyak orang yang lewat melihat mereka. Karena tidak mau jadi tontonan orang lain Vani pun masuk kedalam mobil Daniel, mimpi apa dia semalam sampai pulang kantor diantar oleh Bos nya.


"Kamu baru pulang juga ya? mana teman kamu, kenapa kamu sendirian?" tanya Daniel saat mereka sudah duduk didalam mobil.


"Saya lembur sendirian Pak karena tugas nya harus diselesaikan dan diserahkan sama bapak hari senin" jawab Vania takut-takut sambil menundukan kepalanya.


"Tidak perlu takut, aku bukan orang jahat. Bos jahat mana yang mau mengantar karyawan pulang, Iya kan?" tanya Daniel sambil tersenyum.


"Apa dia barusan tersenyum?' tanya Vania dalam hatinya.


"Saya tidak takut Pak, tapi saya tidak enak saja bapak mengantar saya pulang" jawab Vania lagi.


"Tidak apa-apa santai saja, oh iya dimana rumah kamu?" tanya Daniel sambil melajukan mobilnya.


"Rumah saya di jalan J Pak, saya tidak enak mungkin rumah kita tidak searah Pak" jawab Vania sambil menatap Daniel.


"Rumah saya juga tidak jauh dari sana, kebetulan sekali kan" ucap Daniel sambil tersenyum memandang Vania.


Vania tidak bisa bicara lagi, kesialan benar-benar menimpah dia malam ini. Niatnya ingin menghindari Daniel tapi dia malah sedekat ini, coba dia mendengar kata Mama tadi untuk menyuruhnya membawa mobil tapi pagi tadi dia terlalu senang saat Papa akan mengantarnya kekantor.


"Hey kenapa kamu diam saja? apa kamu memang pendiam seperti ini?" tanya Daniel yang melihat Vania yang diam saja sambil melihat kearah jalan.


"Aku bingung mau bicara apa sama bapak, saya takut salah bicara" jawab Vania menatapi Daniel sekilas.


"Bicara apa saja, apa kamu takut dengan ku? aku tidak akan menculik kamu" canda Daniel lagi dan Vania hanya tersenyum kecut.


Saat mereka sama-sama diam, perut Vania berbunyi. Sumpah dia sangat malu, ingin dia bersembunyi saat ini. Ini peristiwa yang sangat memalukan seumur hidupnya, kenapa pertemua mereka sangat tidak beruntung.


"Tidak usah Pak, saya akan makan malam dirumah saja" jawab Vania meyakinkan Daniel.


"Sudah tidak apa-apa, kebetulan aku juga lapar" sambung Daniel.


Benar saja tidak lama kemudian Daniel menepikan mobilnya disebuah kafe, Daniel mengajak Vania turun dan mereka masuk kedalam bersama.


Vania duduk sambil memperhatikan sekeliling mereka, jujur saja dia tidak nyaman. Tapi berbeda dengan Daniel yang terlihat biasa-biasa saja, bahkan dia bicara santai. Sangat berbeda sekali dengan Pak CEO diperusahan, bahkan sikap dinginnya menghilang.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Daniel sambil melihat Vania yang diam saja.


"Sama kan saja dengan bapak" jawab Vania dan Daniel pun memesan makanan mereka.


Sambil menunggu makana mereka Vania memberanikan diri untuk bertanya pada Daniel, jujur saja Daniel sangat aneh.


"Apa bapak salah makan obat hari ini? kenapa bapak baik sekali?" tanya Vania dan Daniel yang mendengar itu pun langsung tertawa.


"Nah kan...!! sekarang bapak malah tertawa" sambung Vania.


"Aku tidak salah minum obat, aku sehat-sehat saja. Kamu harus tau kalau aku memang baik pada semua orang" jawab Daniel bangga.


"Benarkah? tapi di kantor bapak terlihat menakutkan" ucap Vania dan seketika dia langsung menutup mulutnya.


"Maaf Pak, aku tidak bermaksud begitu. Maksud nya bapak terlihat sangat tegas saat di kantor" sambung Vania dan membuat dia salah tinggkah.


"Sudah tidak apa-apa santai saja" jawab Daniel lagi.


Lalu makanan mereka pun datang, mereka sama-sama makan nasi goreng. Bahkan Vania juga minum jus yang sama dengan Daniel karena dia tidak mempunyai keberanian pada Bos nya, Vania makan dengan pelan karena dia susah menelan makanan nya.


Tiba-tiba ada seorang wanita yang menarik rambut Vania, membuat Vania terkejut. Saat dia menoleh ternyata dia wanita yang sama saat Vania memergoki Pak Daniel waktu itu, Daniel mencoba menghentikan Laras.


"Dasar wanita gatel" ucapnya sambil menarik rambut Vania.


"Awww...sakit" Vania kesakitan dan berusaha lepas dari Laras.


"Lepaskan dia Laras, bikin malu saja kamu!!" bentak Daniel karena banyak yang melihat mereka.


"Apa maksud kamu menarik rambut saya, tidak sopan sekali?" tanya Vania yang sudah berdiri dari duduk nya dan membenarkan rambutnya.


"Kamu perempuan murahan yang merebut Daniel dari aku" jawabnya yang marah, dia berusaha melepaskan tangan Daniel yang memegang tanganya.


" Sudah aku bilang kita putus, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi. Ayo lah Laras jangan bertingkah seperti anak-anak begini" jelas Daniel sambil meletakkannya tangan dipinggang dan satunya menggarut kepala nya.


"Tapi aku nggak mau putus sama kamu" jawab Laras lagi.


"Pasti karena perempuan ini kan, sini kamu !!" Dia menarik tangan Vania dan Daniel berusaha menghalangi nya tapi dia didorong oleh Laras.


Laras menampar Vania hingga kaca mata yang dia pakai terlepas, Vania tidak terima dengan perbuatan Laras pada nya. Terjadilah aksi saling jambak hingga mereka terlihat sangat kacaw, bahkan Daniel pun tidak bisa menghentikannya jika bukan karyawan kafe yang membantunya.


.


.


Bersambung...