
Mama nya Daniel benar-benar datang sebelum makan siang, dia sengaja tidak menghubungi putranya itu karena pasti Daniel tidak akan membalas pesan dari Mama nya. Daniel sedang duduk dikursinya sambil melihat beberapa dokumen, Mama nya memanggilnya dari balik pintu.
"Sayang, Mama datang...!" teriaknya membuat Daniel hanya menghembus napas dalam nya lalu berdiri sambil tersenyum manis.
"Mama sudah datang, lama tidak bertemu Ma" ucap Daniel menghampiri Mama nya yang baru masuk.
"Kamu jahat sekali, bahkan akhir pekan saja kamu tidak pulang kerumah" jawab Mama diselah pelukan mereka.
"Maaf Daniel sibuk akhir-akhir ini, urusan perusahaan banyak banget Mama tau sendiri kan" ucap Daniel sambil melepaskan pelukanya.
"Kapan kamu tidak beralasan, ayo lebih baik tida pergi sekarang. Mama sudah memesan tempat untuk kita" jawab Mama sambil menarik tangan Daniel.
"Tinggu dulu Mas, Daniel ambil dompet dan ponsel dulu" ucapnya lalu mengambil dompet dan ponselnya diatas meja.
Mereka berdua pergi dari sana, tapi kali ini Zandi tidak ikut. Daniel mengikuti Mama nya dari belakang, sesampai dibawah ternyata mereka sudah ditunggu oleh supir Mama nya.
"Ayo masuk sayang, kamu tidak perlu bawah mobil" ajak Mama sambil menarik tangan Daniel dan menyuruhnya masuk.
"Emang kita mau ke resto mana Ma?" tanya Daniel ketika mereka sudah duduk di dalam mobil.
"Kita akan ke restoran A, makananya enak-enak disana. Ayo kita pergi Pak" ucap Mama.
"Baiklah Nyonya" jawab Pak Rudi, supir rumah mereka.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di restoran tersebut, Mama menggandeng Daniel untuk masuk kedalam. Benar saja dugaanya ada seorang wanita cantik yang menunggu mereka disana, Daniel hanya bisa menghela nafas nya.
"Selamat siang sayang, terima kasih sudah meluangkan waktu kamu" Mama Sandra memeluk perempuan itu, Daniel pun langsung duduk tanpa memperdulikan mereka.
"Siang juga tante, tidak apa-apa aku juga sedang tidak ada syuting. Silahkan duduk tante" jawabnya.
Mereka pun duduk bertiga, Mama Sandra duduk disamping wanita itu sedangkan Daniel duduk didepan mereka. Mama Sandra langsung memperkenalkan mereka berdua, dia terlihat sangat senang dan terus tersenyum dari tadi.
"Oh iya kenalin ini adalah anak tante, nama nya Daniel. Pereknalkan diri kamu sayang" ucap sambil melotot pada Daniel, Daniel hanya santai dan oga-ogahan melihat wanita yang ada didepan nya.
"Hay Daniel, aku Sirena. Senang bisa bertemu dengan kamu" ucapannya sambil mengulurkan tanganya.
"Iya senang bertemu dengan kamu juga Sirena" jawabnya sambil membalas uluran tangan Sirena.
"Kamu tau Sirena adalah seorang artis, saat ini dia juga sedang mengerjakan film baru nya. Terima kasih sayang, kamu mau meluangkan waktu kamu" ucap Mama Sandra sambil memegang tangan Sirena.
"Iya tente, santai saja. Seorang artis juga tidak sesibuk yang tante pikirkan" jawab Sirena sambil tersenyum.
"Apa kamu tau Sirena adalah artis sayang? tidak mungkin kamu tidak mengenalnya, dia artis terkenal" tanya Mama pada Daniel.
"Iya Daniel pernah beberapa kali melihat dia muncul di TV" jawab Daniel sambil tersenyum paksa.
"Tentu saja karena Sirena sangat terkenal, siapa yang tidak tau dengan dia. Oh iya apa kabar Mama kamu sayang? kami terakhir bertemu saat acara arisan dua minggu lalu" tanya Mama pada Sirena.
"Tante bisa saja, Mama baik kok tante. Dia sempat mengatakan ingin mengajak tante makan malam dirumah kapan-kapan" jawab Sirena dengan senyum manisnya.
"Bisakah kita pesan makanan nya, aku mau kembali kekantor karena pekerjaan ku sangat banyak" sambung Daniel sambil membolak balik menu nya.
"Benar juga, kamu mau pesan apa sayang?" tanya Mama pada Sirena.
"Aku makan salad sayur dan buah saja tante, kebetulan aku tidak makan berat. Kalian silahkan pesan apa saja" jawab Sirena sambil tersenyum.
"Baiklah Mama mau apa?" sahut Daniel.
"Mama beef steak, minumnya Fruit tea" jawab Mama dan Daniel pun memanggil salah satu pelayan lalu memesan makanan mereka.
Banyak yang mereka obrolkan, bahkan Mama menyuruh mereka bertukar nomor. Dengan terpaksa Daniel melakukanya, setelah makan Sirena pergi duluan karena dia masih ada acara TV katanya.
"Maaf ya tante aku pergi duluan" ucap Sirena merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa sayang, kita bisa bertemu lain kali" jawab Mama sambil tersenyum.
"Iya sampai ketemu lagi tante" Sirena memeluk Mama nya dan tidak lupa dia juga menyapa Daniel.
"Sampai jumpa lagi Daniel" ucapnya sebelum pergi dan Daniel hanya tersenyum kecil.
Tidak lama setelah itu, mereka juga pulang. Mama mengatar Daniel kembali lagi ke kantor, Mama banyak bertanya selama perjalanan dan termasuk pendapat Daniel tentang Sirena.
"Bagaimana menurut kamu sayang, Sirena cantik kan?" tanya Mama sambil melirik Daniel yang duduk disampingnya.
"Ya begitu lah" jawab Daniel singkat.
"Kenapa cuma itu tanggapan kamu, maksud Mama apa kamu mau pacaran dengan Sirena? Mama yakin dia juga suka sama kamu" ucap Mama sambil memegang tangan Daniel.
"Tu kan ujung-ujungnya Mama mau jodohin aku sama dia, udah lah Ma aku nggak mau di jodohin. Aku akan mencari jodohku sendiri, Mama tidak perlu khawatir" jawab Daniel yang tidak suka dengan cara Mama nya ini.
"Setidaknya coba lah dulu, ayo lah sayang" mohon Mama dan ini membuat Daniel tak bisa menolak.
"Baiklah akan aku coba" jawabnya pasrah.
"Bagus, Mama akan memasakan makanan kesukaan kamu akhir pekan. Pokonya kamu harus pulang" ucap Mama sambil tersenyum.
"Aku sibuk hari minggu Ma, lain kali saja" jawab Daniel lagi.
"Ayo lah, Papa juga sangat merindukan kamu. Kelihatan saja dia diam-diam karena gengsi bilang rindu" ucap Mama sambil menggandeng tangan Daniel.
"Memang apa kesibukan Papa sekarang?" tanya nya karena sudah beberapa minggu dia tidak pulang.
"Papa hanya menghabiskan waktunya dirumah, mengurus kebun dibelakang rumah. Kadang-kadang bermain golf bersama teman-teman nya" jawab Mama menceritakan kegiatan suaminya.
"Bagus lah dia bisa menikmati waktu luang nya, bilang pada nya jangan kelelahan. Nanti penyakit Papa tambah kambuh" sambung Daniel lagi.
"Iya sekarang Papa lebih menjaga kesehatanya, kamu tidak perlu khawatir. Tapi kami kesepian karena kalian tidak ada dirumah, rasanya sangat membosankan dirumah berdua sama-sama tua" jawab Mama.
"Makanya suruh lah Kak Jio dan Mbak Aline pulang, Mama dan Papa tidak akan kesepian lagi. Mudah kan?" ucap Daniel sambil mengangkat kedua bahunya.
"Dasar anak nakal...!!" Mama memukul kepala Daniel dengan tas nya.
"Kamu tau sendiri, kakak kamu mengurus perusahan mertuanya. Saat ini keluarga mereka masih bersedih atas kepergian Papa nya Aline" sambung Mama kesal.
"Tapi ini sudah hampir satu tahun Ma" jawab Daniel tak mau kalah.
"Sudah lah Mama malas bedebat dengan kamu, pokonya kamu harus pulang di akhir pekan" ucap Mama dan Daniel hanya menganggukan kepalanya.
Setelah mereka sampai di perusahan, Daniel langsung masuk kembali dan Mama langsung pulang kerumah. Sebenarnya Daniel juga tidak tega melihat Mama nya terus saja memaksanya untuk tinggal bersama, Daniel tidak mau karena dia masih ingin bebas.
Daniel mempunyai satu orang kakak, dia adalah Jio bahkan dia sangat pintar dan berprestasi. Lulus dari salah satu universitas di Jerman dan setelah lulus kakak nya menikahi kekasihnya karena pada saat itu mereka teman satu kampus lalu mereka tinggal disana, saat ini mereka juga sudah mempunyai seorang putra yang lucu berusia 3 tahun.
.
.
Bersambung....