Married With The Perfect Boss

Married With The Perfect Boss
Episode 16. Menghibur Tomi



Akhir-akhir ini Vania sangat dekat dengan Tomi, dia juga sering menjadi teman curhatnya karena saat ini Tomi sedang putus cinta. Pacarnya memilih menikah dengan laki-laki lain, Vania juga baru tau kalau pacarnya 4 tahun lebih tuan dari Tomi. Tentu saja diumurnya yang sekarang dia ingin menikah, sedangkan Tomi baru saja masuk kedunia kerja setelah menyelesaikan S2 nya.


Vania dan Tomi saat ini sedang duduk disebuah kafe dengan pemandangan yang idah, hanya Vania lah yang bisa mendengarkan keluh kesa nya.


"Terima kasih Van, kamu udah mau mendengar cerita aku. Aku sangat senang kamu selalu ada, setidaknya aku lebih lega sudah menceritakan semuanya" ucap Tomi yang memang masih terlihat sedih.


"Sama-sama Tom, aku tau apa yang kamu rasakan. Mungkin ini jalan yang terbaik untuk kamu karena aku yakin kamu akan menemukan wanita yang lebih baik dari mantan pacar kamu" jawab Vania meyakinkan Tomi untuk bangkit dari kesedihan nya.


"Seperti kamu contohnya?" tanya Tomi membuat Vania salah tingkah.


"Bukan seperti aku juga Tom, maksud ku banyak gadis diluar sana yang mau sama kamu. Kamu tampan dan punya pekerjaan" jawab Vania agar Tomi tidak salah paham.


"Iya aku tau Van, aku hanya bercanda" ucapnya sambil tersenyum.


"Apa kamu mau nonton bioskop setelah ini?" tanya Tomi sambil melihat kearsh Vania.


"Boleh juga, tapi apa kita tidak akan telat datang kekantor besok kalau pulang malam?" tanya nya sambil melihat jam tanganya sudah menunjukan pukul 8 malam.


"Aku jamin kita nggak akan telat, telat dikit juga nggak papa. Katanya ada film baru tayang loh, kamu tau pemeran wanitanya Sirena. Dia sangat cantik" jawab Tomi meyakinkan Vania.


"Iya aku tau dia memang cantik Tom, ayo kita nonton. Tapi kalau aku kesiangan besok kamu harus tanggung jawab" sambung Vania sambil tersenyum.


"Baiklah Bos, serahkan semua nya pada ku. Besok aku jemput kamu, tidak usah bawah Roki kekantor" jawab Tomi lagi.


"Oke aku setuju" Vania menganggukan kepala nya.


"Ayo lanjutkan makanya, biar kita bisa pergi ke bioskop" suruh Tomi yang melanjutkan makannya.


Benar saja setelah makan mereka pergi kebioskop untuk menonton film, kebetulan film nya romantis jadi banyak pasangan yang menonton disana. Vania dan Tomi juga terlihat seperti pasangan, bahkan Tomi membelikan popcorn yang besar.


"Ini buat kamu" Tomi memberikan popcorn yang besar pada Vania.


"Ini sangat besar, kamu yakin kita bisa menghabiskan nya" tanya Vania yang bingung.


"Iya kalau nggak habis bawah pulang saja, ayo masuk" Tomi menarik tangan Vania untuk masuk kedalam.


Mereka duduk bersampingan, sesekali Tomi melihat kearah Vania. Jujur saja dia nyaman dengan wanita yang ada disebelahnya, belum lagi Vania sangat cantik walaupun hanya menggunakan kaos putih celana jeans.


"Kenapa menatap aku seperti itu? apa ada yang salah?" tanya Vania sambil melihat Tomi.


"Tidak ada aku hanya memperhatikan kamu, kamu sangat serius sekali" jawab Tomi sambil tersenyum.


"Tentu saja, untuk apa bayar mahal-mahal jika tidak tau jalan ceritanya nanti. Fokus saja menonton" jawab Vania mengarahkan wajah Tomi kedepan.


"Iya baiklah" ucap Tomi pasrah.


"Ayo senyum dulu! jangan manyun terus. Muka kamu jelek banget" canda Vania dan Tomi pun tersenyum mendengar perkataan Vania.


"Setidaknya ini bisa menghibur kamu' ucap Vania sambil memandangi Tomi yang duduk disamping nya.


Setelah itu mereka melanjutkan nonton bersama, saat ada adegan lucu mereka tertawa bersama. Bahkan sesekali Vania memukul tangan Tomi karena terlalu gemas dengan cerita film nya, setelah dua jam kemudian film nya pun selesai dan mereka memutuskan untuk pulang.


.


.


Besoknya Vania sudah siap-siap pergi kekantor, beruntung Mama membangunkanya tadi. Jadi dia tidak akan telat hari ini, setelah menganti pakainya Vania turun kebawah untuk sarapan bersama Mama dan Papa nya.


"Ayo sarapan dulu sayang" ucap Mama saat melihat Vania berjalan kearah mereka.


"Apa menu sarapan kita hari ini?" tanya Vania sambil duduk disamping Mama nya.


"Tentu saja nasi goreng buatan Mama" jawabnya dan Mama pun mengisikan nasi goreng ke piring dan memberikanya pada Vania.


"Kamu mau telor juga sayang?" tanya Mama lagi dan Vania menganggukan kepalanya.


"Oh iya kata Mama kamu pulang jam sebelas tadi malam? dari mana kamu kok pulang nya malam-malam?" tanya Papa sambil melihat kearah Vania yang mulai memakan nasi gorengnya.


"Vania jalan sama teman Pa, kami nonton bioskop tadi malam makanya kami pulang agak malam" jawab Vania setelah menelan makanan nya.


"Apa kamu jalan dengan Tomi lagi?" sahut Mama sambil melihat kearah Vania.


"Siapa Tomi?" tanya Papa penuh selidik.


"Tomi teman kantornya Vania Pa" jawab Vania lagi.


"Mama lihat kamu sering pergi bareng dia akhir-akhir ini, jangan terlalu sering. Bukah kamu bilang dia sudah punya pacar, nanti mereka salah paham lagi" ucap Mama menasehati Vania.


"Aku sering jalan sama dia karena dia minta ditemani, Mama tau di kasihan sekali. Pacarnya menikah dengan orang lain" jawab Vania sambil sangat serius menceritakan tentang Tomi.


"Astaga kenapa bisa begitu?" tanya Mama nya tak percaya.


"Dia juga kenapa pacaran dengan wanita yang lebih tua dari nya, jelas wanita itu ingin menikah dengan usianya saat ini tapi Tomi baru bekerja dan dia merasa belum punya keingin untuk menikah. Ya begitu lah ceritanya Ma" jawab Vania lagi.


"Kasihan juga dia" jawab Mama lagi yang terlihat simpati.


"Kamu juga jangan bersikap berlebihan pada nya, bisa saja dia baper sama kamu" sahut Papa pada Vania.


"Vania juga udah bersikap biasa aja sama dia dan nggak mungkin juga dia suka sama Vania, banyak cewek cantik diluaran sana" jawab Vania sambil tertawa kecil.


"Kita kan nggak tau kedepanya apa yang terjadi" jawab Papa lagi membuat Vania berhenti tertawa dan terdiam sejenak.


"Jangan-jangan kamu yang mulai suka sama dia?" tanya Papa lagi sambil menatap tajam pada Vania.


"Apa sih Papa, Vania tidak bisa melupakan semuanya secepat ini" Mama sudah terlihat menggelengkan kepalanya agar Papa mengentikan pembicaraan ini.


"Iya Papa mengerti, apa kamu sudah selesai sarapan? mau Papa antar kekantor?" sambung Papa lagi mengalihkan pembicaraan.


"Tidak usah Pa, sebentar lagi Tomi akan menjemput aku. Oh iya kenapa Roki tidak benar-benar yah, ini udah kedua kalinya masuk bengkel?" tanya Vania kesal.


"Sudah Papa bilang ganti mobil kamu, mau Papa carikan model terbaru?" tanya Papa sangat bersemangat.


"Hemm tidak usah Pa, aku mau yang sama dengan Roki saja. Tapi jangan jual Roki, biarkan dia di pajang digarasi" jawab Vania agar Papa tidak menjual mobil kesayangannya.


"Baiklah Papa akan carikan mobil setelah pulang kerja nanti, tapi untuk apa juga kamu menyimpan mobil itu. Lebih baik kamu jual dan uangnya bisa ditambung, kalau terlalu lama nilai jual nya juga menurun" ucap Papa memberikan pendapatnya tentang mobil Vania.


"Benar kata Papa sebaiknya kamu jual saja, uang nya bisa kamu tambung atau kamu beli emas untuk simpanan" sambung Mama dan Vania berpikir ada benar nya juga.


"Baiklah Papa boleh menjual mobil nya, kalau begitu Vania pergi dulu sepetinya Tomi sudah didepan" jawab Vania yang melihat ponselnya.


"Iya hati-hati dijalan sayang" ucap Mama sambil melambaikan tanganya.


Benar saja ternyata Tomi sudah ada disana, dia terlihat melambaikan tangan. Vania langsung menghampiri nya dan masuk kedalam mobil, takut nanti mereka benar-benar terlambat seperti kata Vania tadi malam.


Bukan Pak Lion yang mereka takuti tapi Bu Ririn dan Aza akan mengomel seharian, jika memang benar mereka datang terlambat. Menjadi karyawan baru tidak semudah yang mereka bayangkan, apa lagi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka.


.


.


Bersambung...