Married With The Perfect Boss

Married With The Perfect Boss
Episode 24. Berhentilah Pura-Pura



Saat ini Daniel sedang duduk disebuah restoran mewah, dia sedang menunggu seseorang di ruangan khusus. Terlihat sama sekali tidak senang, dia mengeluarkan rokok di kantong celananya dan menghidupkan korek.


Dia sengaja memesan ruangan khusus untuk mereka, tidak lama kemudian seorang gadis cantik datang dan menghampiri nya.


"Apa kamu sudah lama menunggu?" tanya wanita itu sambil tersenyum.


"Iya tentu saja aku sangat bosan menunggu, jadi jangan buat janji jika tidak datang tepat waktu" jawab Daniel dengan nada dingin nya.


"Maaf aku baru pulang dari lokasi syuting, aku tidak menyangkan ternyata kamu suka merokok juga. Aku pikir kamu hidup sehat..!" ucapnya sambil duduk didepan Daniel.


"Aku tidak akan basa basi lagi karena cuma kita berdua yang ada disini" sambung Daniel mematikan rokoknya.


"Apa maksud kamu aku tidak mengerti sama sekali?" tanya nya sambil meminum air putih yang ada di depanya.


"Berhentilah pura-pura, aku mau pertuangan kita ini batal. Bujuk Mama kamu agar tidak melanjutkan pertunangan ini, kamu cantik dan kaya pasti banyak laki-laki yang tertarik dengan kamu" jawab Daniel memperjelas semua nya.


"Aku tidak pura-pura karena aku benar-benar menyukai kamu" ucapnya tanpa keraguan.


"Aku bahkan muak mendengar ucapan kamu itu" Daniel langsung tertawa.


"Kenapa bahkan kita sudah lama bertemu, kamu mengenal aku dan aku mengenal kamu. Kita pasangan yang cocok!!" jawabnya sangat percaya diri.


"Hentikan Sirena, aku tidak suka wanita yang caper dan yang paling penting kamu harus tau kalau aku sama sekali tidak tertarik dengan mantan pacar teman ku" ucap Daniel membuat Sirena merasa tersindir.


Mereka memang sudah saling kenal dari satu tahun yang lalu karena Sirena adalah pacar teman nya Angga, Angga adalah salah satu teman kuliah Daniel mereka berteman akrab sampai sekarang.


Kebetulan dia juga seorang CEO di perusahaan tekstil dengan brand ternama di kota ini, bahkan dia juga mengolah beberapa Mall. Karena mereka berteman lama jadi dia tau semua tentang Sirena, mana mungkin dia mau dengan wanita bekas teman nya.


"Aku juga tidak mau mendengar itu" jawab Sirena yang mulai marah.


"Kenapa? apa kamu malu jika aku tanya semua nya pada Angga?" Daniel mengancam Sirena.


"Aku tidak takut sama sekali, tanya saja apa yang ingin kamu tau" jawab Sirena yang tidak takut sama sekali dan dia berusaha tenang.


"Wah ternyata aku salah, kamu wanita yang tidak punya malu juga ternyata" ucap Daniel sambil tersenyum.


"Berhentilah membahas ini, bukan kah kita akan makan malam bersama. Aku akan panggil pelayaan nya" jawab Sirena dengan santai dan Daniel terlihat kesal.


"Mas....!!" teriak Sirena dan tidak lama kemudian dua orang pelayan datang.


"Tolong sajikan makanan nya, saya ambil paket A" ucapnya sambil menunjuk menu makanan yang ada didepan nya.


"Baiklah Nona, kami akan siapkan. Permisi" jawab salah satu dari mereka.


Setelah itu Daniel pergi begitu saja dan tentu saja Sirena menahanya, tidak ada guna nya juga dia makan malam bersama. Rencana nya untuk mengagalkan ini dengan Sirena batal, wanita ini sama sekali tidak bisa diandalkan.


"Heyy...!! mau ke mana kamu?" tanya Sirena sebelum Daniel keluar dia menarik tanganya.


"Tentu saja aku mau pulang" jawab Daniel menantap sinis pada Sirena.


"Aku sudah tidak mood untuk makan malam. Nikmati saja makan malam kamu, jika tidak mau sendirian ajak saja asisten kamu atau bisanya banyak juga karyawan yang mengikuti kamu" Daniel melepaskan tangan Sirena dan dia benar-benar pergi dari sana.


Setelah itu Sirena melempar semua yang ada diatas meja, asistenya pun masuk karena pelayan resto itu memanggil nya.


"Hey sayang ada apa? kenapa kamu marah-marah?" tanya Berty dengan gaya nya.


"Dia pergi begitu saja, selama ini tidak ada yang berani menolak aku tapi dia. Dia menolak aku mantah-mantah !!" jawab Sirena yang emosi.


"Ahkkk...." terakhir dia melemparkan pas bunga yang ada di atas meja.


"Berhenti, jangan membuat ku takut" ucap Berty sambil menanahan tangan Sirena.


"Ayo sebaiknya kita pulang" sambung nya lagi tapi sebelum pergi dia berbicara kepada pelayan restoran.


"Baik Tuan, kami pasti akan tutup mulut" jawab mereka sambil menundukan kepalanya.


Pelayan itu juga takut dengan mereka, dia tau kalau Sirena adalah artis terkenal jika melakukan kesalahan mereka tidak hanya akan di pecat tapi bisa di penjara juga karena jika sampai ini bocor dan mereka tidak menjaga privasi pelanggan.


.


.


Sedangkan Daniel pergi ke klub malam untuk minum, dia ingin melupakan masalah ini. Tidak lupa juga dia menelpon Lion dan Zandi, Zandi yang tau Daniel ada di klub malam pun langsung menyusul kesana. Dia takut kalau Daniel akan membuat masalah, belum lagi kalau dia bermain wanita disana. Habus sudah, Zandi pasti akan kena marah dengan Papa nya Daniel.


Tidak butuh lama Zandi telah sampai disana dan langsung masuk mencari keberadaan Daniel, benar saja Daniel sedang duduk bersama seorang wanita sambil minum-minum.


"Dasar bedabah sialan...!!" ucap Zandi sambil melihat Daniel sana, dia pun buru-buru menghampirinya.


"Kenapa kamu minum seperti ini?" tanya Zandi merampas gelas Daniel.


"Hey, kamu sudah datang. Tolong ambilkan satu gelas lagi untuk teman ku" jawab Daniel sambil tersenyum.


"Ayo berhenti lah, bukan kah kamu sudah jarang minum. Besok kita masih ada pertemuan dengan klien, jangan membuat ku repot" ucap Zandi yang mulai kesal.


"Sudah lah tidak apa-apa, ayo bersenang-senang malam ini. Apa kamu mau wanita cantik juga?" tanya nya sambil tertawa kecil.


"Sepertinya kamu sudah mulai mabuk" Zandi yang mendengar itu sangat emosi.


"Sayang panggilkan satu teman kamu, bawah dia kesini. Jangan lupa yang cantik ya, laki-laki ini sangat pemilih" bisiknya pada wanita yang berada disamping nya.


"Baiklah Tuan, aku akan segera kembali" jawabnya sambil mencium pipi Daniel.


"Waw apa ada yang aku lewatkan disini?" tanya Lion yang baru datang.


"Kamu datang Bro, ayo duduk disini" jawab Daniel sambil menepuk sopa di samping nya.


Lion pun duduk di samping Daniel, dia mengambil gelas yang di berikan oleh pelayan dan mulai minum bersama dengan Daniel.


"Dua berandal yang merepotkan" ucap Zandi sambil memperhatikan mereka berdua.


"Tumben kamu mengajak minum, bisanya tiap aku mengajak kamu tidak mau?" tanya Lion dan Daniel tersenyum mendengar itu.


"Tidak ada hanya ingin minum saja" jawab nya santai.


"Apa kamu tau sesuatu?" tanya Lion sambil menantap Zandi yang duduk didepan mereka dan Zandi hanya mengangkat kedua bahunya.


"Sepertinya dia benar-benar mabuk" Lion yang melihat Daniel sudah bersandar di sandaran sopa.


"Iya aku akan mengantarnya pulang" jawab Zandi yang ingin berdiri.


"Ayo lah kita bersenang-senang dulu, jangan terlalu kaku Zandi" ucap Lion sambil menatap Zandi yang duduk kembali.


"Apa dia sedang punya masalah?" tanya Lion sekali lagi, kali ini dia bertanya dengan sangat serius.


"Aku rasa tidak, tapi dia bertengkar dengan Papa nya karena mereka menjodohkan Daniel dengan Sirena. Hanya itu saja yang aku tau" jawab Zandi dan Lion pun menganggukan kepalanya.


Akhirnya dia duduk dan ikut minum bersama dengan Lion, beberapa wanita yang datang atas suruhan Daniel tadi langsung disuruh pergi oleh Zandi karena mereka tidak membutuhkannya.


.


.


Bersambung...