Married With The Perfect Boss

Married With The Perfect Boss
Episode 21. Toko Kue Mama



Hari minggu ini Mama resmi membuka toko kue yang tidak jauh dari rumah, untuk hari ini semuanya gratis karena grand opening. Vania juga sibuk membantu Mama nya karena Karyawan tokoh baru tiga orang, Mama terlihat sangat senang karena banyak pengunjung yang datang.


"Wah baru buka beberapa menit saja, tempat duduk nya udah mau penuh" ucap Vania pada Mama nya.


"Papa yakin kalau besok-besok pelanggan Mama tambah banyak" jawab Papa yang berdiri di samping Vania.


"Mama harap juga begitu, semoga ini awal yang baik" sambung Mama yang melihat para pengunjung yang datang.


"Mama dan Papa duduk saja, biar aku yang bantu mereka" ucap Vania menyuruh orang tuanya untuk duduk.


"Baiklah sayang kamu menang yang terbaik, tau aja kalau udah tua mudah lelah" jawab Papa sambil tersenyum.


Vania pun membantu para karyawan untuk memberikan pesanan para pengunjung, dia sangat kelelahan bolak balik. Mama dan Papa hanya duduk di kasir sambil memperhatikan mereka, Vania terlihat sangat tulus dan selalu tersenyum.


Tidak lama kemudian seseorang masuk kedalam dan Vania pun melihat kearah laki-laki itu, tentu saja dia sangat mengenal siapa yang datang. Siapa lagi kalau bukan Daniel, tadi Daniel bertanya dimana Vania saat ini dan Vania mengatakan dia sedang berada di tokoh kue Mama nya.


Sebelumnya Daniel juga sudah meminta nomor ponsel Vania, dia sering sekali menghubungi Vania tapi Vania hanya cuek saja. Malahan dia hanya membalasnya sesekali, tapi Daniel tidak bosan mengirimkan pesan pada nya.


"Hay teman...!" sapa Daniel sambil melambaikan tanganya pada Vania.


"Kenapa kamu datang kesini?" tanya Vania saat Daniel sudah menghampirinya.


"Tentu saja membantu kamu, kebetulan aku juga tidak punya kerjaan" jawab Daniel sambil tersenyum, penampilanya agak berbeda karena dia hanya memakai hodie dan celana jeans.


"Sudah aku bilang tidak usah datang, kamu mau bantu apa?" tanya Vania sambil melihat kearah Daniel.


"Tentu saja melayani para pelanggan, oh iya apa mereka orang tua kamu. Apa perlu aku menyapa mereka juga?" tanya nya dan belum sempat Vania menjawab Daniel sudah mengahmpiri kedua orang tuanya.


"Tunggu...!!" Vania mengejar Daniel yang berjalan ke meja kasir.


"Selamat siang Om, tante" sapa Daniel dengan ramah, orang tua Vania pun terkejut.


"Selamat siang juga, kamu siapa?" tanya Mama bingung sambil melirik Papa.


"Oh iya perkenalan nama saya Daniel, saya teman Vania" jawabnya sambil tersenyum.


"Teman?" tanya Papa sambil melihat kearah Vania.


"Iya Pa, Daniel teman Vania. Kami teman satu kantor sama dengan Tomi, iya kan?" tanya Vania pada Daniel.


"Iya Om, kebetulan saya lewat sini dan Vania bilang Mama nya sedang grand opening toko kue jadi saya mampir" jawab Daniel sambil menganggukan kepalanya.


"Begitu ya, apa kamu mau kue nya juga. Silahkan pilih ini menu nya" Mama memberikan menu pada Daniel.


"Tidak usah tante, saya akan menerima kue nya setelah membantu Vania" jawabnya mengambil menu itu dan mengahampiri pelanggan yang baru datang.


"Saya akan ke pelanggan itu, permisi" ucapnya sambil berlalu pergi kemeja pelanggan yang baru saja datang.


Papa melirik Mama dan Mama hanya mengangkat kedua bahunya, Vania yang melihat itu hanya menghamburkan nafasnya.


"Berikan ini pada nya, nanti bajunya kotor" ucap Mama memberikan celemek pada Vania.


"Terima kasih Ma, kenapa juga dia datang kesini?" jawab Vania yang terlihat kesal.


"Papa lebih suka dia dari pada sih Tomi itu, Daniel ini terlihat lebih berkarisma" sambung Papa sambil memperhatikan Daniel dari tadi.


"Menurut Mama juga begitu yang pasti dia lebih tampan" sahut Mama yang melihat Daniel tanpa mengedipkan matanya.


"Jangan bicara seperti itu, Mama hanya boleh bilang tampan itu saat memuji Papa" kesal Papa.


"Ada-ada saja, silahkan lanjutkan perdebatan Mama dan Papa" sambung Vania lalu pergi dari sana.


"Pakai ini, nanti baju kamu kotor" ucap Vania memakaikan celemek nya pada Daniel, Daniel hanya memperhatikan Vania yang sangat dekat dengan nya.


"Sangat cantik..." jawab Daniel yang membuat Vania bingung.


"Maksud ku terima kasih, aku akan antar pesananya dulu" sambung Daniel sambil mengambil nampan yang berisi kue dan minuman yang sudah di siapkan Indri, salah satu pegawai Mama.


"Ini meja nomor berapa ya?" tanya Daniel pada Indri.


"Nomor 6 Mas" jawab indri dan Daniel pun langsung pergi kesana.


"Aku tidak percaya dia bisa melakukan itu, aku kira dia hanya lah pria yang kaku dan suka marah-marah" ucap Vania sambil melihat Daniel yang ada disana.


"Apa Mbak barusan bicara?" tanya Indri pada Vania.


"Tidak ada Indri, lanjutkan kerja kamu dan saya akan mengantar yang ini" tujuk Vania lalu mengambil kue nya dan pergi dari sana.


Salah satu cewek cantik memanggil Daniel dan meminta untuk foto bersama, sebenarnya Daniel malas tapi saat mengingat Vania. Daniel langsung tersenyum ramah dan mau mengikuti kemauaan mereka, sekalian caper juga dengan calon mertua pikirnya.


"Mas boleh foto bersama?" tanya wanita itu.


"Tentu saja" jawab Daniel sambil tersenyum kearah kemerah dan wanita itu juga.


"Nama saya Bella, kalau Mas nama nya siapa?" tanya nya setelah mereka selesai berfoto.


"Maaf saya harus bekerja, kalau tidak ada yang lain saya permisi dulu" jawab Daniel lalu pergi dari sana.


"Ah kamu lihat Ci, dia sangat tampan. Bagaimana bisa dia bekerja sebagai pegawai toko kue, dia lebih pantas menjadi artis. Iya nggak?" tanya Bella pada teman nya yang duduk di sampingnya.


"Iya kamu benar Bel" jawab teman nya.


Sampai sore hari Daniel membantu mereka, bahkan dia juga ikut makan siang disana. Orang tua Vania sangat ramah pada nya, tidak sia-sia dia lebih memilih pergi kesini ketimbang menemani Papa nya bermain golf hari ini.


Sebelum pulang Mama memberikan bingkisan kue untuk Daniel, dengan senang hati Daniel menerimanya.


"Tunggu jangan pulang dulu, sebentar tante ambil dulu" ucap Mama lalu pergi ke dalam.


Tidak lama kemudian Mama datang membawah paper bag yang berisi banyak kue, ini adalah kue yang sengaja dia sisahkan untuk Deniel bawah pulang.


"Ini bawah pulang, terima kasih untuk hari ini. Kamu sangat keren" Mama memberikan paper bag itu pada Daniel.


"Seharusnya tante tidak perlu repot-repot, saya senang membantu Vania" jawab Daniel yang sungkan meberima kue itu.


"Sudah tidak apa-apa, lain kali mampir kesini. Tente akan kasih kamu kue gratis" sambung Mama lagi.


"Baiklah terima kasih tante, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Daniel menuju mobil nya dan Vania pun mengikutinya, sedangkan Mama kembali kedalam.


"Terima kasih untuk hari ini, hati-hati dijalan" ucap Vania sebelum Daniel masuk kedalam mobil nya.


"Iya sama-sama, tapi ini tidak gratis. Nanti kamu juga harus bantu aku" jawbanya sambil mengedipkan matanya.


"Aku pulang..." sambungnya dan Vania hanya menganggukan kepalanya.


Vania menunggu disana sampai mobil Daniel tidak kelihatan lagi, lalu dia masuk kedalam. Sudah bisa ditebak pasti Mama dan Papa nya kepo, Vania malas menjawab pertanyaan mereka.


.


.


Bersambung...