
Vania sudah bersiap ingin pergi menemani Tomi dan Mama nya jalan-jalan, sebenarnya dia mau menemani Mama belanja untuk keperluan toko. Saat Vania bilang Tomi mengajaknya pergi dan kebetulan Mama nya datang kesini, Mama pun langsung menyuruh Vania untuk menemani Tomi.
Vania duduk didepan sambil menunggu Tomi menjemputnya, Mama pun sudah bersiap-siap untuk pergi juga. Dia akan pergi bersama dengan Riska, salah satu pegawai toko.
"Kenapa Mama belum pergi? duluan aja. Sebentar lagi Tomi juga sampai Ma" ucap Vania karena Mama nya belum pergi.
"Nggak papa, biar kamu duluan aja" jawab Mama yang nggak mau duluan.
"Maaf ya Ma, Vania nggak bisa nemanin Mama hari ini" ucap Vania terlihat sedih, sedangkan Riska masih duduk bersama dengan Mama di samping Vania.
"Mbak Vania mau di jemput cowok nya ya?" tanya Riska sambil tersenyum.
"Bukan, kami cuma teman" jawab Vania.
Benar saja setelah Tomi sampi dan dia turun dari mobilnya, dia menghampiri Vania. Tidak lupa dia menyapa Mama nya Vania dan Riska yang masih berdiri disana.
"Selamat pagi tante" sapa Tomi sambil tersenyum ramah.
"Pagi juga nak Tomi" jawab Mama yang masih berdiri didekat Vania.
"Vania pergi dulu ya Ma, kalian hati-hati. Hati-hati bawah mobilnya ya Ris" sambung Vania bicara pada mereka.
"Iya Mbak aman kok" jawab Riska sambil mengancungkan jempolnya.
"Kami pergi dulu tante dan..." ucap Tomi dan langsung disambung dengan Vania.
"Riska, dia kerja sama Mama" sambung Vania.
"Dulua ya Riska, pinjam dulu Vania nya tente" ucap Tomi lagi dan Mama pun langsung menganggukan kepalanya.
Mereka berdua berjalan kearah mobil, Tomi membuka pintu dan Vania langsung masuk. Sebelum masuk Tomi senyum kepada Mama nya Vania.
"Pacar Mbak Vania ganteng banget ya Bu" ucap Riska saat mereka melihat mobil Tomi sudah keluar dari halaman rumah.
"Ngomong apa kamu Riska, mereka cuma teman. Ayo kita pergi" ajak Mama lalu mereka pun pergi.
.
.
Tomi dan Vania menjemput Mama nya Tomi dulu di apartemen nya. Ini pertama kali Vania pergi ke apartemen nya Tomi, benar saja ini apartemen elit. Lebih mengejutkan lagi Mama nya sangat cantik dan masih mudah, dia terlihat sangat merawat diri nya.
"Selamat siang tante" sapa Vania saat masuk kedalam.
"Selamat siang, kamu sudah datang ayo duduk dulu" jawabnya dan Vania pun duduk didepan Mama nya Tomi.
"Kamu cantik seperti kata Tomi" ucapnya memandang Vania.
"Nggak gitu juga tante, oh iya saya Vania tante. Maaf jadi lupa mengenalkan diri" jawab Vania jadi salah tingkah.
"Santai saja, tante Uci. Kamu sangat imut sekali, kenapa mau sama Tomi? apa kalian pacaran?" tanya nya membuat muka Vania memerah.
"Mama jangan menggoda Vania, dia pemalu" sambung Tomi mengambil minuman dan duduk disamping Vania.
"Mama cuma bertanya saja" jawab Mama sambil tersenyum.
"Ini buat kamu, kamu suka susu coklat kan" Tomi memberikan minum kesukaan Vania.
"Terima kasih" jawab Vania malu.
"Jangan malu-malu, minum lah. Tante ganti baju dulu baru kita pergi" ucapnya sebelum pergi dari sana.
Tante Uci pun pergi kekamar dan mengganti pakaianya, Vania agak canggung juga dia takut atau salah bicara. Banyak pelajaran yang dia ambil dari masa lalu, hal itu juga yang membuat dia takut untuk membuka hati.
Setelah tante Uci keluar, mereka langsung pergi. Rencananya mereka akan pergi ketaman bermain setelah itu pergi ke Mall karena dia mau beli oleh-oleh untuk pulang besok.
"Ayo kita pergi" ucapnya sambil menggandeng tangan Vania.
"Kami pertama keli bertemu saat kerja tante" jawab Vania sedangkan Tomi mengikuti mereka dari belakang.
"Apa kalian hanya berteman? kenapa nggak pacaran aja. Bukan kah anak tante ganteng?" tanya nya sambil menggoda Vania.
"Vania belum mau pacaran tante, lagian Tomi juga baru putus dari pacarnya" jawab Vania karena dia tidak tau mau menjawab apa.
Tomi juga mendengar semua itu, sepertinya Vania memang hanya menganggap mereka teman. Padahal Tomi berharap banyak dengan hubungan mereka, dia makin semangat saat Vania mengatakan kalau dia tidak punya pacar.
Mama juga berusaha sangat akrab dengan Vania, tidak seperti dengan Wulan mantan pacarnya. Mama terlihat sangat menyukai Vania, dapat dilihat dengan cara Mama.
Dalam perjalanan Mama nya Tomi selalu mengajak Vania mengobrol dan dia menanyakan banyak hal, Vania hanya menjawabnya dengan apa adanya.
"Kita ke Mall langsung Tom, Mama nggak mau ke taman bermain. Cuaca nya sangat panas" ucap Mama saat mereka masih diperjalanan.
"Ide yang bagus Ma, kita bisa ngadem disana" jawab Tomi yang masih fokus menyetir.
"Kenapa tante pergi sendiri, kemana Om? kenapa dia tidak ikut?" tanya Vania penasaran dengan Papa nya Tomi.
"Dia kerja Van, biasa lah orang nya pendiam dan jarang mau kalau di ajak jalan beda dengan Tomi. Kalau Tomi mirip tante banget" jawab nya sambil tertawa kecil.
"Begitu ya tante, tapi Tomi juga sedikit pendiam. Saat mulai akrab saja dia banyak bicara" ucap Vania mengingat pertama kali mereka bertemu, Tomi terlihat sombong karena diam terus.
"Mungkin dia malu sama kamu, oh iya kapan-kapan kamu main ke Bandung. Nanti kita jalan-jalan" jawab tante sambil memegang tangan Vania yang duduk di sampingnya.
"Tentu saja, aku dengar banyak wisata disana dan tempatnya sangat indah" sambung Vania yang pernah mendengar dari teman-teman nya karena dia belum pernah kesana.
"Apa kamu belum pernah kesana?" tanya tante Uci lagi.
"Belum tante karena saya aslinya bukan orang Jakarta tapi saya orang Palembang ten" jawab Vania sambil menggelengkan kepalanya.
"Benarkah? berarti kamu pandai masak dong. Tente mau dimasakin pempek palembang, kata nya enak" sahut Tente lagi dan Tomi juga baru mengetahui nya.
"Iya tante, kalau tante main kesini kita masak bersama" jawab Vania sambil tersenyum.
"Aku juga baru tau kalau kamu orang Palembang Van" sambung Tomi.
"Kamu nggak naya jadi aku nggak cerita sama kamu" alasan Vania masuk akal juga.
"Kamu berapa saudara Vania?" tanya tente Uci.
"Saya anak tunggal tante" jawab Vania santai dan tante Uci pun menganggukan kepalanya.
"Bedah sama Tomi, anak tante ada tiga. Dua perempuan kakak nya Tomi, Tomi anak bungsu" cerita tante Uci.
"Benarkah? tapi tante sangat cantik. Terlihat masih mudah, malahan aku kira Tomi anak tua" jawab Vania tak percaya.
"Apa tante terlihat lebih mudah" ucapnya sangat senang.
"Mulai lagi Mama, kalau udah di puji cantik" Tomi menggelngkan kepala nya.
"Aku bicara jujur, tante Uci memang cantik dan kelihatan awet muda. Apa rahasianya tante, pasti banyak perawatan mahal ya?" tanya Vania.
"Nggak kok sayang, tante sering olahraga dan banyak makan sayuran itu saja" jawabnya sambil menggelangkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di Mall, Mama nya Tomi terus menggandeng tangan Vania sedangkan Tomi mengikuti mereka dari belakang.
Mama terlihat berusaha akrab pada Vania, bahkan dia menceritan mantan Tomi yang sangat tidak ramah dengan nya. Sambil berbisik dia bicara kalau Mama nya bersyukur Tomi tidak jadi menikah dengan wanita itu, Vania hanya bisa mengiyakanya saja dan dia tidak tau harus menjawab apa.
.
.
Bersambung....